
“Verrel, kalau boleh tahu apakah kamu sudah memiliki pacar lagi?” tanya Amelia dengan nada selembut mungkin layaknya putri keraton solo.
“Belum, aku tidak memiliki pacar. Bahkan selepas denganmu, aku tidak pernah memiliki hubungan spesial dengan wanita mana pun. Kamu tahu sendirikan, aku sulit berhubungan dengan seseorang.”
Viana yang mendengar ucapan Verrel dari balik penyekat pun membuat gaya seperti orang yang ingin muntah. Bagaimana Verrel bisa berucap seperti itu? Sedangkan selama ini, pria bujang lapuk itu memiliki ikatan pernikahan dengannya. Meski hanya pernikahan kontrak semata.
*
*
Semenjak hari itu, hubungan antara Amelia dan Verrel semakin dekat. Bahkan Amelia tidak canggung untuk datang dan keluar masuk apartemen Verrel hanya sekedar untuk membenahi apartemen Verrel layaknya seorang istri yang melayani kebutuhan suaminya. Meski di sana sudah ada Viana.
Siang ini Verrel dan Amelia memutuskan untuk makan siang di luar. Karena Amelia belum jago dalam memasak, namun hal itu bukan lah suatu masalah bagi Verrel.
“Ver, apa setidaknya kamu pecat saja gadis itu? Atau kamu kasih pekerjaan lain saja, kebutuhanmu biar aku yang mengurus. Aku akan belajar memasak untukmu,” pinta Amelia siang itu.
Verrel pun langsung menghentikan acara makannya. Fikirannya mendadak buntu saat Amelia memintanya untuk memecat Viana tanpa sebab. Tanpa Amelia tahu, Verrel dan Viana memiliki hubungan pernikahan kontrak yang artinya hubungan itu akan berakhir jika sudah habis masa kontraknya.
Dan masa kontrak itu masih 11 bulan lagi. Sedangkan yang Mama Venna tahu, Viana adalah istri sah Verrel. Tidak mungkin tiba-tiba Verrel mengenalkan Amelia yang kini sudah berganti status menjadi kekasihnya kembali kepada sang mama, bisa-bisa ia di bikin prekedel oleh mamanya sendiri.
__ADS_1
“Begini Meli, aku tidak bisa memecat karyawanku tanpa sebab. Gadis itu baru saja bekerja denganku, tidaklah lucu tahu-tahu aku harus memecatnya tanpa alasan yang jelas. Iya kan?” alibi Verrel.
“Tapi aku rasa hubunganmu dengan asistenmu itu tidak biasa, bagaimana mungkin seorang asisten tidak menaruh hormat kepada majikannya? Bahkan ia berani menyuruhmu waktu itu Ver, apa benar ia itu asistenmu? Atau jangan..jangan...” ucap Amelia mencoba menuangkan segala isi fikirannya yang nampak janggal akan hubungan Verrel dengan sang asisten.
Verrel pun menarik nafas panjang dan menghelanya dengan berat. Sepertinya Verrel harus berkata dengan jujur mengenai hubungannya bersama Viana kepada Amelia. Agar wanita itu tidak menaruh curiga kepadanya terus-menerus.
“Sebenarnya, Viana itu adalah istri kontrakku Meli.”
Pernyataan singkat Verrel itu sukses membuat Amelia membolakan matanya, dan reflek membungkam mulutnya sendiri. Sambil menggeleng kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan pelan.
“Meli, aku bisa jelasin ini tidak seperti yang kamu fikirkan. Please kamu harus percaya sama aku ya.”
Akhirnya Verrel pun menjelaskan semuanya rahasia yang selama ini hanya Verrel dan Viana yang tahu. Tanpa memikirkan hal buruk jika orang lain sampai mengetahuinya. Namun bagi Verrel sendiri, Amelia bukanlah orang lain melainkan kekasih hatinya. Sudah pasti Verrel mempercayai Amelia dengan sepenuh hati.
Setelah berhasil meluluhkan hati Amelia kembali, Verrel berniat akan menikahi wanita itu setelah masa kontraknya dengan Viana habis. Dan Amelia juga sudah menceraikan suami paruh baya yang pernah wanita itu nikahi.
Di Apartemen
Viana menatap kosong adonan kue yang ingin ia buat siang itu. Hari-harinya berubah sepi kembali semenjak Verrel banyak menghabiskan waktu bersama Amelia ke luar apartemen. Yang akhirnya Viana tahu sebagai mantan kekasih Verrel, dan wanita itu kini menjadi kekasih suami kontraknya kembali.
__ADS_1
Rasanya, kini kehadirannya tidak dibutuhkan lagi oleh pria bujang lapuk itu. Karena kini Verrel sudah menemukan tambatan hatinya kembali.
Setelah Amelia tahu siapa Viana sebenarnya, dengan tidak canggung untuk menampilkan kemesraan di hadapan Viana. Berharap gadis itu tahu, Verrel hanyalah miliknya seorang.
“Sayang, punggungku sedikit sakit bisakah kamu memijitnya untukku sebentar, please,” pinta Amelia setengah merengek saat mendapati Viana tengah mengamatinya saat bersama Verrel.
“Tentu saja, apa sih yang nggak buatmu,” balas Verrel sambil menggoda Amelia dengan mencium punggung tangan wanita itu.
Melihat kemesraan yang tidak tahu tempat itu membuat Viana merasa kesal bercampur jengkel bukan main. Bahkan mereka tidak sungkan menampilkan kemesraan di hadapan matanya yang masih suci itu.
“Aiish! Lagi-lagi mataku harus ternodai, dasar pasangan gila tidak tahu tempat. Bahkan mereka berani bermesraan di hadapanku,” gerutu Viana yang berusaha menahan hatinya yang dongkol sambil berjalan menuju pintu keluar apartemen Verrel.
Rasanya Viana ingin pergi dari apartemen Verrel, namun masa kontrak yang masih berlangsung membuat Viana mengurungkan niat hatinya itu. Dan Viana harus tetap melayani semua kebutuhan Verrel, meski akhirnya Amelia yang mengeklaim bahwa itu semua pekerjaannya.
Viana sebenarnya merasa kesal, namun ia juga tidak bisa memprotes tindakan Amelia yang asal klaim itu. Dan Viana juga tidak ingin ambil pusing apalagi mendapat masalah baru. Sepertinya, Amelia adalah tipe manusia yang pintar memanipulatif keadaan.
Bahkan kini di saat Viana keluar tanpa pamit pun, Verrel menghiraukan gadis itu dan lebih mementingkan wanita yang duduk di sebelahnya. Tanpa berkata apa pun Viana melenggang pergi menembus kegelapan malam.
Bersambung....
__ADS_1