
Waktu menunjukkan pukul delapan pagi, ketika itu Bella menyempatkan mengisi hari liburnya, menyiram tanaman di pekarangan rumahnya. Sesekali Bella menguap karena rasa kantuknya yang masih melandanya belum jua hilang. Sesekali Bella juga mengusap matanya, agar kantuknya bisa segera kabur dibawa orang. Seharusnya dia mesti mandi pagi terlebih dahulu sebelum menyiram tanaman sepagi ini. Tapi ngomong - ngomong mandi pagi, Bella seakan berpikir ingin mengguyur tubuhnya dengan selang air yang ada di tangannya.
"Hufft .... Pasti seru sepertinya," pikir Bella.
Belum sempat Bella menyiramkan air ke tubuhnya, datang sebuah mobil yang terparkir di depan halaman rumahnya. Bella merasa tidak asing dengan mobil yang terparkir di halaman rumahnya itu.
Bella menyipitkan sebelah matanya pertanda dia benar - benar yakin, kalau yang datang adalah Brian. Tidak berselang lama, Brian turun dari mobilnya dan hendak menyusul Bella, karena ketika hendak memparkirkan mobilnya matanya sudah menangkap sosok wanita yang sangat di rinduinya.
Brian pun berjalan mendekati Bella, dengan membawa sebuket bunga cantik yang di sembunyiin di belakang tubuhnya.
Bella seakan terhipnotis dengan kedatangan Brian pagi ini ke rumahnya, Bella mengira Brian tidak bakal berani datang lagi ke rumah Bella. Apalagi dengan ekspresi Brian yang begitu tegang saat memasuki rumahnya kemaren dan lagi pula baru juga kemaren dia menghabiskan waktu berdua dan juga tidak mungkin sekiranya Brian merindukannya.
"Pagi, wanita idamanku!" ujar Brian dengan mengubah panggilannya kepada Bella, yang biasanya ia memanggil Bella dengan sebutan lu, gue.
Mata Bella membelalak mendengar pujian dan rayuan Brian pagi ini, dan seketika itu tawa Bella seakan pecah. Brian seolah tidak percaya kalau seorang Bella bisa teratawa lepas di depannya.
Beberapa detik setelah itu, tawa Bella terhenti karena melihat wajah Brian yang sedikit kecewa karena pujiannya hanya di anggap candaan oleh Bella.
"Maafkan aku ...., pangeranku!" jawab Bella.
Wajah Brian seakan tersenyum melihat tingkah Bella yang begitu menggemaskan. Brian benar - benar bahagia saat ini, sampai dia lupa buket bunga yang masih di tangannya, belum di serahkan kepada Bella.
"Bri, kamu bawa apa?" tanya Bella kepada Brian, karena tangan Brian yang masih betah menyembunyikan sebuket bunga di belakang punggungnya.
Brian pun memberikan bunga tersebut kepada Bella "Maaf ...., aku lupa karena terpana kecantikanmu pagi ini!" rayu Brian.
__ADS_1
"Udah pintar gombal ya!" ucap Bella dengan tersenyum.
"Bukan merayu Bell, tapi aku ingin menarik hatimu agar bisa melihat cintaku" jawab Brian dengan tersenyum.
Bella hanya terdiam memikirkan perkataan Brian kepadanya, Bella kembali mengingat saat - saat Brian mengungkapkan perasaannya kepada Bella kemaren. Hanya saja Bella seolah tidak menanggapi karena takut, Brian hanya sekedar bercanda kepadanya.
****
Ditempat lain,
Siska dan Arka bertemu di dekat danau yang tidak jauh dari rumah Siska. Dengan butuh perjuangan yang cukup rumit akhirnya Siska bisa membujuk Arka untuk bertemu dengannya .
Siska memilih bertemu di sebuah danau kecil dengan pemandangan yang cukup indah yang terdapat bunga yang bermekaran di pinggir danau, dan pepohonan yang membuat udara sekitar menjadi sejuk. Siska ingin kencan pertamanya bisa berkesan bagi Arka.
Siska menarik tangan Arka dan membawanya duduk di rerumputan yang terlihat bersih untuk mereka duduki.
"Jadi, kamu mau bicara apa?" Tanya Arka. Ia berharap pertemuannya hari ini, secepatnya berakhir.
Alih - alih untuk menjawab pertanyaan Arka, Siska malahan mengeluarkan beberapa cemilan serta minuman yang ada di kantong kresek yang di bawanya tadi dari rumah.
Arka sedikit sebal dengan sikap Siska saat ini, dia begitu ingin secepatnya pergi dari tempat tersebut. Akan tetapi Siska bukannya menjawab pertanyaannya, malahan dia seakan cuek dengan terus memakan cemilan tanpa mendengarkan ucapan Arka.
Arka mencoba berdiri dari tempat duduknya dan hendak pergi meninggalkan Siska disana. Akan tetapi Arka mencoba mengurungkan niatnya untuk meninggalkan Siska di danau tersebut sendirian, karena dia tidak mau terjadi sesuatu nantinya dengan Siska. Bukan dia takut Siska bunuh diri akan tetapi Arka takut kalau ada orang jahat nantinya.
Saat melihat Arka yang kembali duduk di sampingnya, Siska tersenyum tanpa melihatkan senyumnya kepada Arka.
__ADS_1
Perlahan Siska menggeser posisi duduknya mendekati Arka dan nerebahkan kepalanya ke pundak Arka.
Arka begitu shock melihat tingkah Siska yang begitu berani kepadanya, Siska juga berani menggenggam jemari tangan Arka sehingga membuat jantung keduanya berdetak cukup kencang.
"Jangan kaku begitu dong," Ujar Siska seakan tahu yang dirasakan Arka saat ini. Namun Arka tetaplah diam tanpa menjawab pertanyaan Siska
Siska menatap Arka yang saat ini ada di sampingnya, dia seakan menyerah untuk menakhlukan pemuda di sampingnya. Akan tetapi Siska mencoba untuk tetap semangat karena ini masih permulaan, masih ada sisa 3 bulan lagi sesuai perjanjiannya saat itu dan ini masih hari pertamanya, hari awal ia mencoba mengambil hati Arka.
Siska mencoba menggenggam kembali tangan Arka yang sebelumnya sempat di lepas oleh Arka. Siska mencoba untuk tenang sebelum dia melanjutkan ucapannya.
"Aku akan mencoba untuk membuatmu mencintaiku," Ucap Siska sehingga membuat Arka tertegun.
Arka menatap Siska seolah mencari kebenaran dari ucapannya, akan tetapi Arka tidak melihat kebohongan dari mata Siska. Dia begitu sungguh - sungguh dengan ucapannya.
"Aku juga akan berusaha untuk membuka hatiku, karena sepertinya Papa tidak menerima penolakan ku mengenai perjodohan kita," Ujar Arka mengingat perdebatan antara Arka dan Papanya.
"Aku akan berusaha membuatmu mencintaiku, sebelum kita menikah," Ujar Siska.
Siska mencoba mendekatkan wajahnya dan mengalungkan tangannya pada leher Arka, lalu mulai ******* bibir Arka. Mata Arka membulat dengan ciuman Siska yang di berikan kepadanya.
Arka tidak bisa diam saja, naluri kelakiannya keluar dan ia pun membalas ciuman Siska dengan sangat rakus.
...................
Maaf jadi lupa kalau sedang puasa, wkwk
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen nya all 🙏🙏.
Serta minta kritik dan sarannya ya, karena kritikan dari kalian adalah penyemangat bagi penulis receh seperti gue, untuk bisa lebih baik lagi. Salam hangat dan semoga sehat selalu 😘😘😘