Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 46


__ADS_3

Mobil Brian telah memasuki perkarangan kampus, namun Brian maupun Bella masih saja enggan untuk berbicara dari semenjak ia berangkat tadi. Hingga Brian memasuki tempat parkiran kampusnya, mau tidak mau Bella yang ingin segera keluar dari mobil Brian sedikit mengurangi ego yang ada pada dirinya saat ini untuk meminta izin kepada Brian sekaligus mengucapkan rasa terimakasihnya.


" Aku turun dulu ya, terimakasih ya atas tumpangannya," ucap Bella memecahkan keheningan namun Brian hanya diam tanpa menjawab ucapan Bella sama sekali bahkan menatap ke arah Bella pun Brian merasa enggan.


Bella menatap ke arah Brian, disana ia dapat melihat wajah Brian yang memendam kekecewaan terhadap Bella sehingga diamnya Brian adalah cara yang terbaik untuk tidak memperkeruh hubungannya dengan Bella namun lain halnya dengan Bella, ia merasa sedih dengan sikap Brian kepadanya saat ini. Bella bukan tidak mau untuk bersikap jujur dengan Brian, hanya saja bayang - bayang Brian meninggalkannya sering terlintas di pikirannya saat itu.


Brian keluar dari mobilnya dan menghempaskan pintu mobilnya secara kasar lalu berjalan melewati Bella yang saat ini mematung menatap kepergian Brian tanpa menunggunya sama sekali.


Hufft


Bella menghela nafas pasrah, ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Semua pilihan terasa sulit untuk ia lewati, di satu sisi ia sangat menyayangi keluarganya dan di satu sisi ia harus mengorbankan salah satunya.


Bella berjalan sedikit lesu menuju ruangannya, entah kenapa ia merasa tidak semangat melihat sikap Brian yang berubah terhadapnya. Moodnya pun terasa hancur pagi ini, ternyata cinta membuat orang menjadi lemah seperti yang di rasakan Bella saat ini bahkan cinta juga bisa memporak porandakan perasaan seseorang dan lebih parahnya lagi cinta bisa menghancurkan hidup seseorang.


"Bella ada yang ingin aku bicarakan," ucap Arya yang saat itu baru datang dari arah belakang Bella sehingga membuat Bella yang tadinya sedikit melamun begitu terkejut.


"Ya sudah mari masuk pak, kita bicara di dalam saja," jawab Bella sambil menentralkan rasa terkejutnya tadi lalu segera membuka pintu ruangannya.


"Oke," jawab Arya mengikuti Bella untuk masuk ke ruangannya.


__ADS_1


Dari jarak yang lumayan cukup jauh, Brian melihat Bella yang saat ini masuk ke ruangannya bersama dengan lelaki. Brian sangat kenal betul postur tubuh lelaki tersebut, postur lelaki yang memakai baju kameja hitam panjang tangan yang baru saja masuk ke ruangan Bella barusan karena Brian sendiri sering melihat Bella bersamanya.


"Hei," ucap Arka mengejutkan Brian namun Brian hanya diam tanpa menggubris sama sekali ucapan temannya.


"Lu lihat siapa Bri, serius amat?" tanya Arka.


Arka mengikuti kemana arah tatapan Brian, sehingga membuat Arka mengerti arti dari tatapan sahabatnya itu.


Ya, baru kali ini Arka melihat Brian begitu cemburu. Terkadang memang cemburu merupakan perasaan alami ketika kita merasa khawatir terhadap kedekatan orang yang kita sayangi sedang bersama dengan orang lain sehingga perasaan itu muncul atas dasar rasa takut kehilangan dan perasaan takut kehilangan seorang kekasih adalah suatu kewajaran yang di miliki meskipun terkadang cemburu bisa juga menjadi pemicu hancurnya hubungan.


"Kantin yuk, lapar gue belum sarapan tadi pagi," ajak Arka untuk mengalihkan tatapan Brian yang saat ini masih fokus menatap Bella dari kejauhan.


"Ish .... Pengantin baru lapar terus," ledek Brian menatap sahabatnya. "Emang bini lu kemana?" tanya Brian lagi dengan sedikit curiga, pasalnya kebanyakan orang menikah segala sesuatu pasti di sediakan istrinya apalagi menyangkut sarapan suaminya.


"Apaan sih, cemburu bilang bro," jawab Arka mengalihkan pertanyaan Brian. "Bini gue di rumahlah, emang mau kemana lagi," jawabnya lagi.


"Iya gue cemburu dan saat ini pengen makan orang" ucap Brian yang sebenarnya juga sedang kesal melihat pemandangan kekasihnya bersama dengan orang lain, apalagi di tambah dengan ucapan sahabatnya saat ini.


"Wih .... Makan orang ya, ganas banget lu sekarang Bri," jawab Arka sambil meninju lengan Brian.


"Apaan sih woi, sakit tahu lengan gue," canda Brian yang sebenarnya tidak merasakan sakit. "Awas lu ya Ar," ucap Brian lagi berlari mengejar Arka.

__ADS_1


Brian dan Arka saat ini sedang menikmati sarapan paginya di kantin yang ada di kampusnya, tidak lama setelah itu Aditya juga menyusul mereka ke kantin. Aditya berjalan menuju arah dimana sahabatnya duduk dan juga ikut memesan sarapan dengan mereka pagi itu. Sehingga sarapan mereka pun di selingi dengan canda dan tawa dari masing - masing sahabatnya. Meskipun kadang candaan itu sedikit kasar, namun tidak pernah di antara mereka berselisih paham.


"Ar, gimana rasanya hidup setelah menikah," tanya Aditya serius, sehingga membuat Brian dan Arka yang saat itu sedang fokus dengan makanannya menjadi tersedak dan menatap Aditya seolah tidak percaya bahwa playboy seperti Aditya bisa seserius itu bertanya mengenai pernikahan.


"Anjay, lu serius kali woi," jawab Brian sambil melempar tisu makanan bekasnya tadi ke arah Aditya.


"Apaan sih, gue sedang tidak bercanda dan gue benar - benar ingin tahu," jawab Aditya dengan menampilkan wajah seserius mungkin.


Arka sebenarnya bingung menjawab pertanyaan dari sahabatnya tersebut sehingga membuat Arka reflek menggaruk - garuk kepala yang sama sekali tidak gatal, karena bagi Arka sendiri kalau boleh jujur, hidup setelah menikah sangatlah menyenangkan karena saat kita tidur dan terbangun dari tidur ada seseorang yang terkasih berada di samping menemani kita dan tentunya ia juga sangat berharap susah maupun senang selalu bersama dengan Siska sampai ajal menjemputnya.


"Sial lu, jadi pengen pulang gue," ucap Arka tertawa setelah menceritakannya dengan temannya.


"Hahaha ...." Brian dan Aditya pun ikut tertawa melihat sahabatnya yang sudah berbahagia dengan kekasihnya yang sudah sah menjadi istrinya. Sehingga membuat Brian sedikit murung karena mengingat hubungannya dengan Bella yang sedang perang dingin.


"Woi kenapa lu?" tanya Aditya menatap Brian yang saat ini sedikit murung. "Kalau ada masalah ceritain ke kita, kali aja kita bisa bantu," ucap Aditya yang tidak ingin sahabatnya menyembunyikan sesuatu yang tidak mereka ketahui. Karena bagi mereka persahabatan adalah segalanya dan saling berbagi keluh kesah.


Arka dan Aditya pun terdiam saat memperhatikan wajah Brian yang sedikit lesu, entah apa yang di pikirkan Brian saat ini hanya ia yang tahu. Namun baik Arka maupun Aditya tidak ingin memaksa Brian untuk menceritakan masalahnya kepada mereka.


...........


Jangan lupa like dan komennya maupun kritikannya all. Trims ya, buat member Gc Dhefindra atas like, komen maupun gift nya dan trims juga buat readers yang sudah mendukung karya author yang jauh dari kata sempurna. Pokoknya thanks all🙏

__ADS_1


__ADS_2