Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 53


__ADS_3

Sisil adalah sosok gadis yang sangat periang dan suka bergaul dengan siapa pun. Hingga ia begitu cepat akrab dengan Brian, sebelumnya Sisil dan Brian juga pernah bertemu saat Brian menolong Sisil satu tahun yang lalu.


Flashback on


Jam sudah menunjukkan pukul 17.00, Sisil yang baru selesai dengan kegiatan ekskul sesegera mungkin melajukan motor maticnya menuju rumah. Namun baru di pertengahan jalan, ada segerombolan preman datang dan segera menghentikan motornya.


Sisil yang sedikit mempunyai ilmu bela diri, berusaha untuk melawan namun karena preman tersebut lebih dari 3 orang membuat Sisil kewalahan dan jatuh tersungkur.


Brian bak seorang super hero datang menolong Sisil dan mengalahkan satu persatu preman tersebut.


Flashback off


"Om kok sendirian saja om," tanya Sisil dengan pura - pura padahal sudah berapa hari ini Sisil selalu mengkuti kemana pun Brian pergi.


Brian menghentikan langkahnya dan menatap gadis yang super cerewet di hadapannya, Brian menatap Sisil dari atas sampai ke bawah. Kalau Brian pikir, gadis ini memang sangat cantik jika di bandingkan dengan Bella.


"Oh ya om kita belum kenalan nih. Nama om siapa?" tanya Sisil yang ingin dekat dengan lelaki yang ada di hadapannya.


Brian kembali melangkahkan kakinya, tanpa menjawab ucapan Sisil.


"Gue harus dapatin si om yang cuek itu," batin Sisil yang tidak mau menyerah.


Brian melangkahkan kakinya menuju cafe yang dekat dengan area pantai karena perutnya yang sedikit keroncongan akibat belum sarapan tadi pagi.


Brian menarik satu kursi dan segera mendudukinya dan begitu juga dengan Sisil yang juga ikutan duduk di hadapan Brian.


Brian memesan beberapa menu yang tersedia di cafe tersebut begitu juga dengan Sisil yang juga ikut memesan makanan.


Sambil menunggu pesanan datang, Sisil mengambil 1 buah permen di saku celananya dan segera memasukkan ke mulutnya.

__ADS_1



Brian menatap gadis kecil yang ada di hadapannya dan sedikit tersenyum melihat tingkahnya. Sisil begitu menggemaskan di matanya saat ini, dan mampu membuatnya selalu tersenyum.


"Ngapain tersenyum om," ucap Sisil yang dari tadi melihat Brian tersenyum menatapnya.


"Hilih .... percaya diri sekali," ucap Brian berusaha menghindari perasaannya saat ini.


"Om malu ya, gue memang cantik om. Kalau om naksir sama gue, nanti gue pertimbangkan om kalau om masuk kriteria gue atau tidaknya," ucap Sisil dengan percaya diri.


Hemm


Brian hanya membalasnya dengan deheman tanpa menjawab ucapan Sisil dan segera memakan makanan yang ada di hadapannya saat makanan tersebut sudah di hidangkan.


****


Andini sangat menyesali semua yang telah terjadi di hidupnya. Seandainya waktu dapat berputar, ia ingin menjadi istri serta ibu yang baik untuk anaknya. Namun semua sudah terlambat, ia dan Andes sudah resmi bercerai dan Andin berusaha untuk menjauh dari keluarganya.


Andin pergi dari rumah dan datang menemui Radit, ia sangat berharap lelaki tersebut mau menerimanya. Namun naasnya hidupnya malah semakin hancur dan menyedihkan.


Radit yang dulunya menjadi selingkuhannya Andin malah membuangnya dan menjadikannya sebagai sampah masyarakat. Andin di gilir tiap malam oleh laki - laki yang berbeda - beda sehingga membuatnya merintih kesakitan. Hingga membuat Andin begitu kalut dengan nasib yang menimpanya yang bertubi - tubi.


Andin membayangkan hidupnya yang dulu, yang serba ada dan apa pun keinginannya akan di penuhi oleh suaminya.


Andin bergalung di dalam selimut, agar ia bisa menutupi tubuhnya polos, badannya terasa remuk akibat ulah lelaki bajingan yang telah membokingnya tadi.


Radit masuk ke dalam kamar dan menatap Andin yang tertidur dengan menutupi seluruh badannya, ia menyeringai seolah sangat puas dengan hasil kerja Andin karena orang yang telah di layani oleh Andin memberikan tips yang lumayan besar kepada Radit.


Radit berjalan mendekat ke arah ranjang dan membangunkan wanita itu dengan sangat kasar. Radit menarik rambut panjang Andin, agar ia segera terbangun.

__ADS_1


"Sakit brengsek," teriak Andin dengan merintih kesakitan.


"Lu kira numpang hidup dengan gue gratis, lu harus kerja yang rajin agar menghasilkan uang yang banyak," ucap Radit dengan menarik selimut yang melekat di tubuh Andin.


"Gue nyesel kenal dengan lu, rupanya lu lelaki brengsek," teriak Andin lagi dengan bibir yang bergetar menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.


"Lu jangan banyak bacot, sekarang lu mandi dan bersihin tubuh lu yang kotor itu dan pakai baju ini," ucap Radit dengan memberikan sebuah gaun yang sangat minim.


"Gue capek ...., gue mau istirahat, gue mohon!" ucap Andin bangkit dan bersimpuh di kaki Radit.


Radit menatap Andin, sebenarnya ia juga tidak tega menyakiti hati wanita itu hanya saja ia masih sakit hati dengan masa lalu kakaknya bersama Andin. Kakaknya yang sangat ia sayangi meninggal, akibat ulah Andin yang tega menghianatinya dengan pria lain.


*Flashback on


Rama adalah kakak kandung dari Radit. Rama memiliki kekasih bernama Andin, bahkan kakaknya sangat mencintai Andin melebihi apa pun.


Radit dan Rama yang saat itu sedang membantu neneknya berjualan begitu kaget melihat pemandangan yang tidak jauh dari hadapannya. Hati Rama hancur melihat kekasih yang sangat ia cintai sedang bermesraan dengan lelaki lain.


Hari - hari Rama terasa hampa, bahkan untuk sekedar tersenyum dengan adiknya pun tidak ada lagi. Radit pun merasa iba dengan sang kakak yang selalu melamun, hingga berakhir tragis dengan melukai dirinya.


Radit menangis meratapi sang kakak yang sudah pergi untuk selamanya. Hingga timbullah niat jahat di hatinya, untuk membalas sakit hati yang di rasakan kakaknya.


Radit yang saat itu melihat Andin berjalan seorang diri, langsung menyergapnya dan membawa Andin ke tempat sepi. Radit melampiaskan rasa sakit hatinya dengan memperkosa Andin hingga Andin hamil.


Radit pergi sejauh mungkin untuk menghilangkan jejaknya, ia tidak mau masuk penjara karena telah memperkosa Andin. Hingga ia kembali dan mencari tahu mengenai kehidupan Andin saat ini,tapi nasib baik masih berpihak ke wanita itu. Andin di nikahi oleh lelaki yang sangat baik dan kaya serta mau menerima anaknya.


Radit pun akhirnya mengatur siasat, agar bisa mendekati wanita itu dan ternyata usahanya berhasil mendapatkan hati Andin. Hingga Andin mau bercerai dengan suaminya dan pergi dari rumah.


Flashback off*

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.


__ADS_2