Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 37


__ADS_3

Raka pun melanjutkan kembali memakan makanannya setelah Andes menyuruhnya untuk menghabiskan makanannya, namun Raka tetap merasa tidak tenang kala melihat sang Papa sedari tadi gelisah seperti ada sesuatu yang di sembunyiin darinya.


"Papa aku dah selesai Pa," ucap Raka memberitahu Papanya.


Andes menatap piring bekas makanan anaknya yang masih banyak sisa makanan, tidak biasanya anaknya tidak menghabiskan makanannya.


"Sayang, makanannya masih banyak. Habisin dulu, baru kita pulang," ucap Andes mengingatkan.


"Udah kenyang Pa, kita pulang aja. Raka udah capek banget hari ini Pa," jawab Raka memberikan alasan.


"Ya sudah, Papa bayar dulu baru kita pulang,"


****


Sudah beberapa hari ini, Bella hampir setiap hari menjenguk Brian di Rumah sakit. Bella begitu sangat bahagia karena Brian sudah kembali mengingatnya dan tidak terlalu cuek lagi dengannya. Bahkan kemaren Brian sudah kembali tersenyum dengan Bella, sehingga membuat hati Bella begitu sangat bahagia hanya dengan melihat senyum dari kekasihnya.


"Hai sayang, gimana kabarnya?" tanya Bella dengan tersenyum hangat kepada Brian.


Brian seakan terpana dengan ucapan Bella barusan, tidak biasanya Bella memanggilnya dengan sebutan sayang dan ini merupakan kali pertamanya ia mendengarkannya. Rasanya ia ingin menyuruh Bella mengulang kembali, apa yang ia ucapkan barusan. Namun ia tidak mungkin menyuruh Bella mengulang kembali kata sayang yang barusan ia dengar, karena ia sudah berjanji dengan sang kakak untuk mengikuti keinginan dari kakaknya.


"Hm ....," jawab Brian yang mencoba semampunya untuk berakting di depan Bella agar ia tidak ketahuan, walau sebenarnya ia tidak tega untuk bersikap cuek dengan kekasihnya.


Bella memberanikan dirinya untuk duduk di atas brankar Brian, ia ingin melihat sejauh mana Brian bisa melupakan kenangan bersamanya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Bella menatap Brian karena Brian seolah seperti gelisah saat ia yang duduk terlalu dekat dengan Bella.


"Tidak apa - apa, sepertinya aku kebelet," ucap Brian asal sehingga membuat Bella tidak mengerti maksud dari perkataan Brian barusan.


Brian berusaha untuk turun dari atas tempat tidur dan berusaha sedikit demi sedikit berjalan, agar bisa pergi ke toilet secepatnya karena saat ini ia ingin menghindari Bella atas ucapannya barusan.


Bella yang melihat Brian tertatih - tatih melangkah, segera mungkin membantunya agar Brian tidak kesulitan untuk berjalan ke kamar mandi.


"Aku bantuin," ucap Bella mengambil alih tangan Brian untuk membantunya.


"Tidak usah, aku bisa sendiri tanpa bantuanmu," jawab Brian dengan sedikit bentakan.


Bella pun segera melepaskan pegangan tangannya, ia tidak menyangka Brian tega membentaknya seperti itu. Padahal ia sudah berniat untuk membantunya, namun bukan berterima kasih melainkan kekecewaan yang ia dapatkan.


Brian yang melihat pegangan tangannya dilepas begitu saja oleh Bella segera menatap wajah kekasihnya. Brian bisa melihat kalau saat ini Bella kecewa dengan sikapnya barusan, bahkan Brian merasa tidak tega melihat wajah kekasihnya yang sedikit murung.

__ADS_1


Brian berjalan beberapa langkah dan langsung memeluk Bella dari belakang karena pada saat itu, Bella hendak ingin melangkahkan kakinya menuju pintu keluar ruang rawat tersebut.


"Jangan pergi," mohon Brian begitu tulus tepat di telinga Bella karena jaraknya saat ini yang begitu dekat.


Bella yang mendengar ucapan Brian merasa merinding sendiri, pasalnya hembusan nafas Brian pun dapat terasa dan membuat tubuh Bella menegang.


"Aku merindukanmu Bel," ucap Brian yang seolah tidak peduli lagi dengan permintaan kakaknya.


Bella seakan terkejut dengan ungkapan Brian kepadanya, mana mungkin bisa secepat ini Brian sembuh dari amnesia yang di deritanya. Namun Bella tidak ingin mempermasalahkan itu semua karena baginya saat ini Brian sudah mengingatnya dan saat ini pelukannya begitu hangat hingga membuat Bella merasa nyaman.


"Aku sayang kamu," ucap Brian lagi mengungkapkan isi hatinya yang ia tahan beberapa hari ini.


Bella berbalik dan menatap mata Brian yang saat ini tepat berada di depannya bahkan Bella dapat melihat kejujuran dari ungkapan yang barusan Brian ucapkan.


"Aku sayang kamu, tapi ....!" ucap Bella ragu untuk menanyakan kembali.


"Tapi apa?" tanya Brian seolah tidak mengerti akan apa yang ditanyakan Bella kepadanya.


"Tidak apa - apa, aku hanya bahagia melihat kamu sudah sembuh dan secepatnya pulih lagi," ucap Bella dan langsung memeluk Brian yang tepat berada di hadapannya.


"Aku mencintaimu Brian, aku sungguh - sungguh mencintaimu," ucap Bella lagi dengan meneteskan air mata kebahagian karena ia sudah mampu mengungkapkan perasaannya yang selama ini tahan.


"Terimakasih .... Aku juga mencintaimu dan sangat - sangat mencintaimu," ungkap Bella lagi.


****


Raka dan Andes sudah sampai di rumahnya, Andes segera menggendong anaknya untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Andes membuka pintu rumahnya dan melihat suasana rumah yang sepertinya tidak ada penghuni, karena biasanya selalu ada istrinya yang menyambut Andes saat ia pulang ke rumah, karena Andes yang selalu mengabari istrinya jam berapa ia akan pulang ke rumah. Namun hari ini, Andes tidak mengabari istrinya karena ia secara terang - terangan melihat istrinya berselingkuh dengan lelaki lain.


"Sayang kamu istirahatlah dulu ke kamar, Papa mau menjenguk adekmu dulu," ucap Andes dan berjalan menuju kamar anaknya yang masih berumur 1 tahun.


Andes masuk ke kamar anak bungsunya, disana ia dapat melihat anaknya tertidur bersama dengan seorang baby sitternya. Andes pun merasa tidak enak hati untuk masuk dan mengganggu tidur putrinya beserta Baby sitter anaknya. Sehingga ia mengurungkan niatnya untuk kembali melangkahkan kakinya memasuki kamarnya.


Andes lalu merebahkan badannya diatas kasur dan menatap langit - langit kamarnya dengan tatapan kosong.


Andes kembali teringat akan sosok Andin yang saat itu berada di kafe bersama selingkuhannya. Andes pun merasa yakin, kalau penglihatannya saat itu tidak salah dan benar adanya.


Tidak lama setelah itu ponsel Andes berbunyi pertanda ada pesan masuk dari seseorang, Andes pun lalu mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan segera membacanya.


✉ Andin

__ADS_1


Sayang kamu dimana? jangan telat lagi pulangnya ya, aku kangen padamu.


Andes merasa benar- benar di permainkan oleh istrinya saat ini. Andes tidak menyangka istrinya begitu pandai mengambil hatinya sehingga ia bisa di bohongi habis - habisan seperti ini.


Prang ....


Andes membanting ponsel yang ada di tangannya saat ini, ia merasa sudah gagal menjaga dan mendidik istrinya dengan baik. Bahkan ia begitu sangat kecewa akan kelakuan istrinya, yang begitu sangat mura**n. Padahal selama ini ia sudah menjadi seorang suami dan Papa yang baik untuk anak dan istrinya. Bahkan Andes selalu membelikan apapun yang diminta istrinya tanpa terkecuali.


.............


Jangan lupa like dan komennya all, oh ya sedikit info bagi readers yang ingin bergabung ke grup chat Author silahkan ya...! Caranya gampang, cukup isi trending kalian dengan komentar mengenai novel author nanti Insya Allah kami akan Acc permintaan bergabung dengan grupnya.


Beberapa Visual dari tokoh novel "Jangan Bilang Aku Selingkuh".


Visual Brian



Visual Bella



Visual Siska



Visual Arka



Visual Andes



Visual Andin



Visual diatas hanya sekedar gambaran semata, apabila ada yang kurang suka dari visual yang di berikan, kalian bisa membayangkan sendiri visual yang cocok buat karakter mereka masing - masing. Trims

__ADS_1


__ADS_2