Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 45


__ADS_3

Keesokkan paginya


Bella yang saat itu baru keluar dari kamar mandi segera meraih ponselnya yang sedari tadi berdering. Namun belum sempat mengangkatnya, ponsel tersebut sudah berhenti untuk berdering. Bella menatap layar yang ada di ponselnya, dimana ada notif 5 kali panggilan tidak terjawab dari Brian.


"Tumben sekali Brian menelpon sepagi ini," ucap Bella pelan sambil menghubungi kembali nomor ponsel Brian.


Bella menghubungi kembali nomor ponsel Brian dan dengan satu kali panggilan saja, Brian langsung mengangkat telphone dari Bella.


"Hallo Assalamualaikum," ucap Bella saat panggilan telephone baru saja terhubung.


"Iya .... Hallo, Waalaikumsalam," jawab Brian.


"Ada apa? tumben sepagi ini, kamu menghubungi aku," ucap Bella yang merasa bingung karena takut terjadi apa - apa dengan Brian saat ini.


"Nanti ke kampus bareng sama aku aja," pinta Brian dan langsung di setujui oleh Bella.


Bella menyuruh Brian untuk tidak menjemputnya ke rumah karena Bella merasa belum siap untuk di ketahui oleh Papanya mengenai Bella yang sudah memiliki kekasih.


Brian awalnya tidak menyetujui akan permintaan Bella karena Brian merasa menjadi lelaki pengecut yang membawa anak gadis orang tanpa sepengetahuan orang tuanya. Namun entah mengapa, Bella tetap saja kekeh tidak ingin di jemput ke rumah tanpa ada alasan sama sekali tentang larangannya tersebut.


Brian sedikit menghela nafas pertanda ia sedikit kecewa pagi ini. Hingga membuat Brian sedikit mengalah kalau memang itu yang menjadi permintaannya Bella, dan panggilan telephone pun akhirnya di matikan.


****


Brian menatap Bella yang saat itu baru keluar dari rumahnya dan berjalan ke arah mobil Brian, yang saat itu terparkir tidak jauh dari rumahnya Bella.


Setelah Bella masuk ke dalam mobil Brian dan Brian pun mengendarainya dalam keadaan hening tanpa bicara sepatah kata pun. Bella pun merasa enggan untuk berbicara dengan Brian saat ini karena ia yakin Brian sangat kecewa dengannya.


Bella tahu, pasti Brian bertanya - tanya dengan sikapnya Bella yang tidak mengizinkan Brian untuk menjemputnya ke rumah. Entah mengapa Bella merasa belum siap mempertemukan Brian dengan Papa maupun Mamanya, meskipun Brian pernah datang ke rumah Bella dan juga pernah bertemu dengan Papa Mamanya. Namun saat ini terasa sangat berbeda karena Papanya Bella sebelumnya sudah menjodohkan Bella dengan orang lain dan itu belum ada kepastian apakah perjodohannya masih lanjut atau tidaknya karena berhubung Bella yang saat itu juga mengalami depresi dan di rawat di Rumah sakit.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain


Arka membuka kedua matanya dan sedikit meregangkan ototnya setelah bangun tidur. Arka menatap istrinya yang masih tertidur di sampingnya mungkin karena efek kecapek an karena di gempur habis - habisan oleh Arka semalam membuat Siska masih tertidur pulas dan belum juga kunjung bangun.


"Kamu udah bangun," ucap Siska menatap suaminya. "Maaf ya sayang, aku jadi istri pemalas banget," ucap Siska lagi dan segera bangun dari tempat tidurnya namun langsung di cegah oleh Arka.


"Aku mau mandi Ar," ucap Siska menolak keinginan suaminya.


"Nanti dulu, kita tuntaskan urusan kita dulu," pinta Arka menunjuk arah bawahnya.


"Aku ca .... " ucap Siska terputus karena Arka sudah menyumpal mulut Siska dengan bibirnya Arka sehingga membuat Siska tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi.


Pagi ini Arka sedikit memaksakan keinginannya, meskipun Siska sedikit menolaknya dengan alasan capek. Namun Arka tetap memaksanya sehingga membuat Siska menyerah dan menuruti keinginan suaminya.


Arka dan Siska melanjutkan kegiatan panasnya pagi itu. Arka merasa sangat ketagihan dengan tubuh istrinya, tubuh Siska merupakan candu baginya sehingga membuat Arka tidak sedikit pun lelah dalam menggoyang tubuh istrinya.


Arka begitu lihai dalam memainkan tubuh istrinya sehingga membuat Siska mendesah berkali - kali dalam kungkungan tubuh suaminya, meskipun ia sempat menolak keinginan suaminya akan tetapi tubuh Siska berkata lain bahwa ia sangat menginginkan sentuhan yang sangat memabukkan baginya.


"Aku capek Ar, kamu benar - benar membuatku kewalahan," ucap Siska berbaring di samping suaminya dengan bermandikan keringat.


Arka menatap istrinya dengan tersenyum puas, meskipun Siska memasang wajah cemberut namun itu membuat Arka begitu gemas dan ingin mengulanginya lagi. Akan tetapi ia mencoba untuk mengurungkan niatnya karena tidak ingin membuat wanitanya terlalu kelelahan.


"Ya sudah kamu tidur lagi ya," ucap Arka membelai rambut Siska dan segera bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan badannya ke kamar mandi.


****


Arka keluar dari kamar mandi dan menatap ke arah istrinya yang masih tertidur dan bergelung selimut. Arka membiarkan istrinya tidur tanpa membangunkan Siska mencarikan bajunya untuk pergi ke kampus pagi itu.


Arka berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil stelan baju yang akan ia pakai dan juga almamater kampus yang berwarna kuning yang akan ia pakai untuk pergi ke kampus.

__ADS_1



Arka telah selesai memakai baju kameja putih serta almamater kampusnya, ia terlihat keren meskipun sudah memiliki istri.


Setelah selesai berpakaian, Arka berjalan mendekati istrinya dan mencium kening Siska tanpa membangunkannya. Siska yang merasakan keningnya di cium seseorang, segera membuka matanya.


"Aku ke kampus dulu ya sayang," ucap Arka saat melihat Siska membuka kedua matanya. "Mungkin aku sore balik, kamu hati - hati di rumah sendiri," ucap Arka lagi mengingatkan istrinya kalau saat ini ia tidak tinggal dengan kedua orang tuanya melainkan di rumah baru Arka.


"Iya, maaf ," ucap Siska tertunduk merasa tidak enak hati karena tidak menyiapkan keperluan suaminya.


Arka yang mendengarkan permintaan maaf istrinya hanya menjawab dengan sebuah senyuman, karena memang dari awal ia berniat menikah tidak ingin terlalu memberatkan istrinya. Bagi Arka, Siska cukup melayaninya dalam urusan ranjang itu sudah lebih dari cukup baginya.


"Kamu marah ya," ucap Siska lagi yang merasa bingung dengan suaminya, yang tidak kunjung menjawab ucapannya.


Siska berusaha bangun dan memperbaiki selimut yang melilit tubuhnya agar tubuhnya tidak terlihat oleh suaminya.


"Hahaha," tawa Arka saat melihat istrinya menutupi tubuhnya agar tidak terlihat olehnya.


"Ih kamu, pasti mikirnya aneh - aneh deh," rengek Siska karena entah mengapa saat ini ia ingin selalu bermanja - manja dengan suaminya.


"Ya sudah, aku berangkat dulu. Malas meladenin kamu, nanti aku bisa - bisa tidak jadi berangkat ke kampus kalau mendengar desahanmu," canda Arka dan langsung memberikan ciuman sekilas di bibir Siska.


"Aku berangkat dulu," teriak Arka dan segera mengambil kunci serta tas yang akan ia bawa pergi ke kampus pagi ini.


"Hati - hati," teriak Siska saat melihat Arka sudah menutup pintu kamarnya.


Pagi ini Arka begitu sangat bahagia karena ini adalah hari pertamanya ke kampus setelah menikah. Arka tidak pernah membayangkan selama ini kalau ia akan menikah dengan Siska apalagi ia menikah karena perjodohan dan yang lebih parahnya ia menikah saat ia masih berstatus mahasiswa. Namun jodoh Siapa yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh.


...........

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.


__ADS_2