Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 30


__ADS_3

Siska masuk ke ruangan dimana saat ini Bella di rawat, disana ia dapat melihat keadaan Bella seperti orang linglung dan tidak memiliki semangat untuk hidup.


Siska mendekati brankar Bella, ia melihat temannya hanya diam tanpa berbicara kepadanya. Bella sedikit berubah dari biasanya, bahkan ia seperti orang lupa terhadap temannya Siska.


"Bel," panggil Siska dan duduk di samping Bella yang sedang duduk dengan wajah yang ditekuk dengan kaki sebagai tumpuannya.


Siska memeluk sahabatnya untuk sekedar menenangkannya, disana ia dapat merasakan apa yang sahabatnya rasakan saat ini.


"Hiks ....Hiks .... Hiks ....," tangis Bella saat Siska memeluknya.


Siska melepaskan pelukannya dan menatap wajah Bella yang sudah basah dengan air mata lalu Siska mengusap air mata Bella di wajah cantiknya.


Siska tidak berani bertanya lebih jauh mengenai apa yang dirasakan Bella saat ini. Ia membiarkan Siska menangis untuk meluapkan perasaan yang ia rasakan saat ini.


"Menangislah Bel, agar kamu bisa menumpahkan perasaan yang kamu rasakan saat ini," ucap Siska dan kembali memeluk temannya lagi.


Setelah puas menangis, Bella sedikit lebih tenang dan sudah mulai untuk membuka mulutnya untuk bicara.


"Kenapa?" tanya Siska saat melihat Bella sudah berhenti menangis. "Kalau ada yang kamu ingin bicarakan, kamu bisa curhat sama aku," ucap Siska lagi memberikan saran kepada Bella, agar Bella mau terbuka mengenai masalah yang ia hadapi.


"Sis ....,"ucap Bella terbata - bata karena merasa tidak sanggup untuk berbicara lebih lanjut.


"Kalau kamu belum siap untuk berbicara, tidak apa - apa Bel," ucap Siska memberikan pengertian kepada Bella.


"Bukan begitu," ucap Bella lagi.


"Se .... benarnya," ucap Bella lagi terbata-bata dan kembali mengingat apa yang ia lihat saat ia masuk keruangan Brian waktu itu.

__ADS_1


"Sebenarnya apa?" tanya Siska dengan sedikit penasaran.


Bella masih terdiam tidak melanjutkan ucapannya lagi, Bella selain merasa tidak sanggup untuk berbicara ia juga sedikit bingung untuk menyampaikannya kepada Siska.


Mereka sama - sama terdiam tanpa berbicara sepatah katapun. Tidak lama setelah itu, Arka masuk keruangan Bella dirawat karena ia merasa lelah menunggu Siska diluar yang tidak kunjung keluar.


"Arka," ucap Bella saat melihat Arka masuk keruangan tersebut.


"Maaf Ar kelamaan menunggunya," ucap Siska yang berdiri untuk menghampiri Arka.


Arka sedikit bersalah karena telah masuk tanpa permisi keruangan Bella.


"Tidak apa - apa, aku yang harus meminta maaf telah mengganggu kalian dan masuk tanpa permisi terlebih dahulu," ucap Arka merasa sungkan.


Siska melangkahkan kakinya mendekati Arka yang masih berada di dekat pintu masuk, Siska berbalik menatap Bella yang saat ini masih duduk di atas brankar.


"Bel, sepertinya kami harus segera pulang," ucap Siska dengan sedikit berat hati meninggalkan Bella dengan keadaan yang seperti ini.


Arka dan Siska menoleh menatap Bella, dan mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Ada apa?," tanya Siska kepada Bella.


"Aku ingin minta waktu kalian sebentar," jawab Bella sedikit menunduk karena ia merasa bersalah telah mengganggu waktu temannya.


"Tidak apa - apa Bel," ucap Siska lagi. "Kami malahan senang, kalau seandainya kamu ingin berbicara kepada kami," ucap Siska dan melihat Arka yang masih terdiam mendengarkan ucapan mereka berdua.


"Arka bolehkan aku bertanya," ucap Bella membuka suara karena saat ini ia ingin bertanya kebenaran apa yang ia lihat kemaren.

__ADS_1


Arka hanya diam tanpa menjawab ucapan dari Bella, Arka menunggu Bella untuk berbicara lebih lanjut kepadanya sedangkan Bella yang diam pun sedikit memikirkan lebih lanjut perihal kenyataan yang akan ia terima nantinya, karena itu ia sedikit menyiapkan mentalnya untuk mendengar jawaban dari Arka nantinya.


Bella sungguh berharap jawaban dari Arka tidak sama dengan apa yang ia lihat kemaren karena ia merasa belum siap menerima kenyataan kalau itu sempat terjadi. Biarlah Bella di bilang sedikit lebay dalam menghadapi masalah yang ia hadapi. Bahkan semua orang pasti juga merasakan kehilangan seperti yang ia rasakan, namun ini sangat berbeda dengan rasa sakit yang ia hadapi saat ini.


Kalau saja Brian meninggalkannya karena ia selingkuh, mungkin ia sedikit bisa menerimanya dan tidak akan terpuruk seperti ini. Namun sakit yang ia rasakan saat ini sangat jauh berbeda, ia merasa dunianya seakan runtuh saat ia mengingat memori bersama Brian dan saat ini ia akan kehilangan Brian untuk selama - lamanya.


Memang benar kematian tidak bisa orang mengetahui, kapan dan dimana ajal akan menjemput. Bahkan terkadang firasat untuk di tinggalkan pun tidak terasa, bahkan semuanya terasa tanpa terduga.


Siska dan Arka melangkahkan kakinya dan duduk di kursi yang ada di dalam ruangan Bella. Arka menatap Bella yang masih diam membisu, padahal ia tadi sudah mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan tersebut karena Bella yang ingin berbicara kepadanya.


Bella akhirnya mulai berbicara, ia pun menceritakan apa yang ia lihat kemaren waktu ia datang ke Rumah sakit dan berniat menjenguk Brian, namun yang ia lihat Brian yang seluruh badannya tertutup kain.


Siska yang mendengar cerita dari Bella ikut merasakan sakit seperti yang dirasakan Bella. Ia sungguh tidak tahu, kalau Bella terpuruk karena melihat keadaan Brian yang tertutup kain seperti yang di ceritakan Bella tadi.


Siska melihat kearah Arka yang hanya diam mendengarkan ucapan dari Bella. Ia tidak menyangka calon suaminya ini, selain cuek dengannya juga cuek terhadap Bella, pacarnya temannya sendiri.


Arka sedikit menghela nafas berat sebelum ia menjawab pertanyaan dari Bella, karena dia juga tidak mengetahui perihal yang di ceritakan Bella kepadanya. Kalaupun benar Brian sudah meninggal, tidak mungkin ia tidak mengetahui atau tidak di beritahu oleh kakaknya Brian yang bernama Andes.


Bella menatap Arka yang sedari tadi diam, dia ingin mendengar jawaban yang sebenarnya dari Arka sendiri. Namun sudah berapa lama ia menunggu jawaban dari Arka, ia tetap diam tanpa menjawab sedikitpun ucapannya.


"Ar tolong jawab pertanyaanku tadi, apa yang sebenarnya terjadi dengan Brian saat ini. Aku benar - benar ingin mengetahuinya langsung dari kamu," desak Bella kepada Arka karena melihat Arka yang masih diam mematung tanpa bicara sedikitpun.


"Sebenarnya, aku juga tidak tahu betul gimana keadaan Arka saat ini," jawab Arka dan menatap kearah Bella yang diam mendengarkan lanjutan ucapan Arka.


"Akan tetapi tidak mungkin kiranya keadaan Brian memburuk, karena terakhir aku bertemu dengannya 2 hari yang lalu. Ia sudah mulai sadar dari komanya," ucap Arka lagi melanjutkan ucapannya.


Bella yang mendengar ucapan dari Arka sedikit lega, walau ia belum mendapat jawaban yang pasti dari keadaan Brian saat ini. Namun ia yakin kalau keadaan Brian saat ini sudah membaik.

__ADS_1


............


Sekedar info bahwa saat ini cerita "Aku Bukan Selingkuh Tetapi Hanya Butuh" akan berubah judul menjadi "Jangan Bilang Aku Selingkuh". Hanya judul yang di ubah, akan tetapi jalan ceritanya tetap sama ya guys. Trim's sudah menyukai ceritanya dan jangan lupa like dan komennya serta tekan favorite apabila menyukai alur ceritanya 🙏🙏


__ADS_2