
Arka seakan ingin menemui Siska dan ingin memukul wajah lelaki yang sudah berani - beraninya mendekati tunangannya. Tapi Arka mengurungkan niatnya karena tidak mau nantinya berdebat dengan Siska dan membuat Siska nanti jauh darinya.
Meskipun awalnya Arka menolak perjodohannya dengan Siska, akan tetapi beberapa hari ini ia seolah menyadari akan perasaannya sama Siska.
Arka pun pergi meninggalkan kafe tersebut karena tidak mau ia semakin terbakar cemburu melihat kemesraan mereka. Sedangkan dari jarak yang lumayan jauh, Siska dapat melihat Arka keluar dari pintu kafe. Siska ingin menyusul Arka, akan tetapi ia tidak mau meninggalkan Andika, karena Siska masih merindukan orang yang di sampingnya saat ini.
Arka tidak ingin melampiaskan amarahnya di depan Siska, dia pergi meninggalkan kafe bukannya dia tidak memiliki perasaan kepada wanita itu saat ini. Namun saat ini dia membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan hatinya, Arka tidak ingin karena kecemburuannya pada pria itu berdampak pada hubungannya dengan Siska.
.
.
.
Setelah melihat Arka keluar dari kafe, Siska sedikit murung karena ia tidak mau Arka berfikir macam - macam mengenai dirinya dan Andika. Siska takut kalau Arka sempat membatalkan pertunangannya, ia tidak mau pengorbanannya sia - sia beberapa hari ini. Apalagi ia sudah bersusah payah untuk mendapatkan hatinya Arka.
Andika dapat melihat perubahan dari sorot wajahnya Siska yang tidak seperti awal mereka bertemu tadi. Wajahnya yang tadi ceria dan kelihatan bahagia bertemu dengannya seakan sirna. Andika menghela nafasnya dengan kasar, hatinya merasa sakit melihat Siska mendiamkannya saat ini. Andika benar - benar merasa bersalah kepada Siska, ia takut kalau ada perkataannya yang menyinggung perasaan Siska saat ini.
"Dek .... kamu kenapa!" ujar Andika dengan lembut
"Apa ada perkataan abang yang menyinggungmu?" ucapnya lagi.
"Tidak apa - apa bang, aku baik - baik saja. Hanya saja sekarang aku harus pulang bang! takut Mama nanti khawatir sama aku," ucap Siska mengalihkan pembicaraan.
Andika tidak mau memaksa Siska untuk menceritakan masalahnya kepadanya, mungkin Siska butuh waktu untuk sendiri saat ini.
Abang antar pulang ya dek, biar kamu pulang dengan selamat," ujar Andika mencemaskan Siska.
Siska hanya mengangguk tanpa bicara pertanda ia setuju diantar pulang sama Andika. Mereka pun meninggalkan kafe tersebut dan menuju tempat dimana Andika memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
Andika pun membukakan pintu mobil untuk Siska "Silahkan masuk tuan putri ku yang cantik," ucap Andika agar Siska bisa tersenyum lagi.
Namun Siska hanya membalas dengan sedikit senyum tanpa menjawab ucapan Andika.
Saat perjalanan menuju rumah Siska, Siska hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun. Siska begitu fokus menatap ke arah depan dan sesekali ia menatap ke jendela mobil tanpa memperdulikan Andika sama sekali. Andika merasa tidak tahan dengan sikap Siska saat ini. Sehingga ia menghentikan mobilnya, di jalan yang agak sepi kendaraan yang lalu lalang.
"Sis!" ujar Andika sedikit teriak karena ia dari tadi sudah mencoba menahan hatinya agar tidak menyakiti Siska saat ini.
Siska paham kalau Andika tidak bermaksud membentaknya, hanya saja mungkin lelaki itu merasa tidak tahan melihat sikapnya.
Siska menatap wajah Andika dengan sangat intens, disana ia dapat melihat kecemasan dari wajah Andika saat ini, Siska tahu kalau pemuda di sampingnya sangat mencemaskannya saat ini. Siska begitu bersyukur mempunyai kakak angkat yang sangat menyayanginya sepenuh hati.
Siska benar - benar merasa bersalah pada dirinya sendiri, karena ia telah mendiamkan Andika dari tadi.
"Maafkan aku bang," jawab Siska dengan tersenyum agar Andika tidak lagi menyalahkan dirinya.
*****
Brian, Arka dan Aditya saat ini sedang berkumpul di rumah Brian. Mereka baru saja menyelesaikan tugas kelompok yang di berikan dosen. Mereka sedikit lega karena tugas kelompok mereka selesai tepat waktu.
"Alhamdulillah," ujar Brian setelah mereka dapat menyelesaikannya dengan baik.
"Huft .... kalau sampai tugasnya tidak selesai - selesai juga, bisa mati kita," ujar Aditya.
"Hahaha .... sebegitu takutnya lu bro," jawab Arka sambil menepuk pundak Aditya.
"Gue beneran takut nilai gue anjlok, kan lu tau sendiri kalau tuh dosen pelit banget ngasih nilai kepada mahasiswanya," ujar Aditya lagi.
"Iya benar banget, apalagi ini mata kuliah penting banget menyangkut hidup dan mati kita Bro," ucap Brian.
__ADS_1
"Iya, jangan sampai kita gagal dan mengulang semester tahun depan. Kapan kisa bisa di wisuda, kalau mata kuliah ini kita gagal," ujar Aditya dengan lesu.
"Lu ada ide nggak? Barang kali dengan ide kalian bisa membantu kita nanti," ujar Aditya lagi.
Mereka pun terdiam sambil memikirkan usulan dari Aditya.
.
.
.
"Gue ada ide," ujar Arka dan Brian serentak.
"Jangan bilang ide kalian melibatkan gue nanti," Ujar Aditya seolah tahu yang di pikirkan temannya.
Brian dan Arka tertawa serentak karena memang betul yang di katakan Aditya,kalau ide yang bakal mereka sampaikan akan melibatkan temannya. Karena hanya Aditya yang mampu menakhlukan hati wanita di bandingkan Arka dan Brian yang memang lemah pengetahuannya dalam menakhlukan hati seorang wanita.
"Lu tau aja Bro," ujar mereka lagi.
"Coba lu tunjukkan pesona lu bro. Masa lu belum mencoba udah menyerah!" ujar Brian memberi semangat agar Aditya mau menyetujuinya.
Aditya pun sedikit berpikir, kenapa dia tidak berusaha mencoba usul temannya. Ibarat kata, sambil menyelam minum air, selain bisa mendapatkan nilai bagus Aditya juga bisa mendapatkan cinta dari sang dosen.
"Usul lu bagus juga, Bro," jawab Aditya sambil tersenyum menandakan ia setuju dengan usul temannya. Walau ini merupakan tantangan yang cukup rumit bagi Aditya sekarang.
"Oke, berarti lu setuju ya Bro," ujar Brian menyakinkan Aditya lagi.
"Gue yakin lu mampu kok," ujar Arka ikut menyakinkan Aditya.
__ADS_1
...............
Jangan lupa like dan komennya All. Maaf part ini agak berbelit - belit dalam pengungkapan kata2 nya. Karena gue sendiri merasa bukan seorang yang handal dalam menakhlukan hati seseorang, makanya seolah jalan ceritany sedikit datar, tanpa gelombang sedikit pun.Tapi mudah2an ada yang suka dengan tulisan yang gue bikin, mohon dukungannya all berupa komentar yang setidak nya membangkitkan semangat buat lebih baik lagi.