
Aditya pun sedikit berpikir, kenapa dia tidak berusaha mencoba usul temannya. Ibarat kata, sambil menyelam minum air, selain bisa mendapatkan nilai bagus, Aditya juga bisa mendapatkan cinta dari sang dosen.
"Usul lu bagus juga, Bro," jawab Aditya sambil tersenyum menandakan ia setuju dengan usul temannya. Walau ini merupakan tantangan yang cukup rumit bagi Aditya sekarang.
"Oke, berarti lu setuju ya Bro," ujar Brian menyakinkan Aditya lagi.
"Gue yakin lu mampu kok," ujar Arka ikut menyakinkan Aditya.
Ini semua adalah tantangan yang cukup berat bagi Aditya, walaupun ia di juluki playboy yang paling handal dalam menarik hati wanita akan tetapi ini sangat berbeda dari wanita manapun.
Aditya pun sebenarnya juga bingung bagaimana cara jitu mengambil hati sang dosen. Karena pada saat mengikuti mata kuliahnya saja, Aditya seakan kaku dan seolah menjadi mahasiswa teladan yang hanya fokus melihat ke depan tanpa melirik kanan kiri, sampai nih leher seakan kaku karena saking fokusnya melihat tuh dosen.
Dosen itu begitu sangat cantik dan sangat menarik, semua mahasiswa pun seakan tertarik dengan aura kecantikannya. Akan tetapi di balikkan kecantikan yang di milikinya, ia seolah sedikit bar-bar dan bikin merinding mendengar suaranya melengking.
Bahkan saat mengikuti kuliahnya saja, jam seolah tidak mau berputar, padahal ngarep banget tuh mata kuliah cepat selesai.
Apalagi tantangan yang dihadapinya sekarang, ia mesti membuat tuh dosen terpesona oleh ketampanan dan kharisma yang ada pada dirinya. Aditya pun bergidik ngeri hanya dengan memikirkannya saja, apalagi ia mesti dekat - dekat dengan tuh dosen.
Brian dan Arka sedari tadi hanya memperhatikan raut wajah Aditya dan membiarkan temannya untuk berfikir sejenak tanpa mengganggunya sedikitpun. Meskipun mereka seakan ingin tertawa melihat gelagat Aditya, tapi mereka tidak berani untuk menertawakannya.
Setelah sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing, Brian seakan di kejutkan dengan nada dering handphone yang ada di saku celananya.
"Halo Assalamualaikum Bel," ujar Brian setelah mengetahui bahwa yang menghubunginya adalah Bella.
"Waalaikumsalam .... Bri jemput aku bisa?" ujar Bella di seberang sana.
"Oke, kirim alamatnya Bel. Nanti aku otw kesana," Ujar Brian dengan begitu semangat karena ia bakal menemui pujaan hatinya hari ini.
Brian pun menutup telephone dari Bella dan berlari ke kamarnya untuk mengganti pakaian serta membawa kunci mobilnya.
Setelah selesai mengganti pakaian, Brian melangkahkan kakinya menemui teman - temannya.
"Bro, gue keluar sebentar, titip rumah gue," ujar Brian yang langsung melangkahkan kaki menuju pintu keluar rumahnya.
"Awas jangan lama - lama," ujar Aditya dan Arka serentak.
.
.
__ADS_1
.
Suara hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang sangat mengusik telinga Bella yang tengah suntuk menunggu kedatangan Brian.
Setengah jam kemudian, barulah Brian datang menemui Bella ke tempat yang sudah di beri tahu Bella.
"Maaf telat, tadi jalanan begitu macet," ujar Brian meminta maaf karena sedikit terlambat menjemput Bella sehingga membuat Bella menunggu lama.
"Justru aku yang meminta maaf kepada kamu Bri, karena telah merepotkan kamu dengan menjemput aku disini," jawab Bella dengan tersenyum kepada Brian.
"Tidak apa - apa Bel, malahan aku senang di repotkan oleh kamu,"
"Jika kamu membutuhkan aku lagi, hubungi saja aku Bel, dimana pun dan kapan pun, kamu membutuhkan pertolongan dariku, aku tidak peduli seberapa jauhnya untuk menemuimu," ucap Brian lagi dangan sedikit gombalannya.
"So sweet, aku semakin mencintaimu Bri," ujar Bella dan langsung memeluk Brian.
Brian merasa senang, akan ungkapan cinta dari Bella kepadanya, ia merasa cintanya akhirnya terbalaskan. Tidak seperti cintanya yang pertama, yang selalu di tolak karena memang Brian akui, cinta pertamanya tidak sebanding ilmu agamanya dengan Brian yang biasa saja.
"Terimakasih Bel!" ujar Brian dengan begitu sangat bahagia sehingga membuat Bella merasa bingung akan ungkapan terimakasih Brian yang bersifat ambigu.
Bella pun melepaskan pelukannya kepada Brian, "Terimakasih buat apa?" jawab Bella merasa bingung.
Bella pun tersenyum kepada Brian, karena Brian masih berharap menunggu balasan dari ungkapan cinta darinya.
"Jadi gimana nih, sah dong kita pacaran," ucap Brian lagi.
Namun Bella bukannya menjawab pertanyaan dari Brian, ia malahan semakin erat memeluk Brian tanpa mau melepaskan rangkulannya pada pemuda di depannya saat ini.
"Bel, aku tidak bisa bernapas," ujar Brian ingin sedikit usil kepada Bella.
"Maaf," ujar Bella melonggarkan pelukannya.
"Iya sayang!" jawab Brian.
Brian yang merasa perutnya yang sedikit sakit, karena perutnya yang belum terisi tadi pun merasa sangat kelaparan .
"Bel kita makan dulu yuk, lapar," ujar Brian jujur sambil memegang perutnya karena menahan lapar yang sedari tadi melandanya.
.
__ADS_1
.
.
Brian dan Bella menuju cafe, yang lumayan dekat dengan tempat ia berada tadi.
Bella merasa sangat bahagia, karena ia bisa memiliki Brian. Satu hal yang tidak pernah Bella bayangkan sedari dulu, karena ia yang begitu tertutup dengan namanya laki - laki.
Ya Bella dari dulu memang tidak pernah pacaran, Bella yang dulunya sedikit bar - bar akhirnya bisa berubah dengan kehadiran Brian.
Akhirnya pesanan mereka pun datang, "Bel makan dulu," ujar Brian karena Bella yang dari tadi sibuk memainkan handphonenya.
Brian dan Bella sedikit merasa canggung, mereka hanya bisa saling tatap sambil memakan makanan yang telah tersaji di depan mereka.
"Bel kalau boleh tahu, mau melamar kerja dimana?" tanya Brian yang memulai percakapan, untuk memecahkan keheningan diantara mereka.
"Rencana mau melamar kerja di kampus kamu, karena tante aku juga mengajar disana," ujar Bella dan membuat Brian terbatuk mendengarnya.
"Mungkin kamu ingin bertanya, emangnya bisa aku kerja disana?"
"Iya makanya aku terkejut Bel," jawab Brian.
"Aku kan lulusan S2 disana Bri, selain itu aku juga merupakan mahasiswi dengan lulusan terbaik disana, pihak kampus meminta aku untuk berkerja disana," ujar Bella.
"Udah kamu terima?" tanya Brian lagi.
" Tentu aku terima dong, karena selain dapat pekerjaan. Aku bisa melihat pacar aku, biar pacarku yang ganteng ini tidak ganjen dengan cewek lain,"
Brian merasa begitu bahagia, karena ia nantinya bakal sering bertemu dengan Bella. Meskipun nantinya, status mereka hanya sebatas dosen dan mahasiswa di depan orang banyak.
"Terimakasih sayang," jawab Brian dengan tersenyum bahagia.
..............
Hai .... hai Assalamualaikum semua, bagi yang berkenan jangan lupa mampir ke novel ke 2 gue. Judulnya : Terjebak Cinta Si Bocah, masih part 1 sih. Ya barangkali ada yang suka gitu, sedikit ngarep 😁😁😁.
Tapi gw ngarep banyak malahan, jangan lupa juga jejak nya jg all dan trims yang sudah like dan komen novel gue. Semoga berkah dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.
__ADS_1