Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 59


__ADS_3

"Tolong lepasin aku," ujar Andin memohon namun Radit malah semakin gila memukul serta menginjak tubuh Andin dengan kakinya.


"Ini belum seberapa Andin, masa sudah menyerah!" teriak Radit dengan memukul tubuh Andin dengan ikat pinggangnya.


Radit menarik rambut Andin dengan sangat kuat, ia berjanji kepada dirinya dan juga dengan almarhum kakaknya untuk tidak akan pernah kasihan terhadap wanita yang di hadapannya, karena setiap ia melihat wajah Andin, Radit seperti ada setan yang merasuki tubuhnya, sehingga membuatnya ingin menghajar serta membunuh manusia tidak tahu diri ini di hadapannya.


"Radit, maafin aku. aku benar - benar menyesal," ujar Andin dengan penuh penyesalan, ia tidak menyangka karena kesalahannya dulu menyebabkan mantan pacarnya meninggal dunia.


"Hahaha .... baru sekarang ingat akan kesalahanmu Andin. Dulu kau campakkan kakak kesayanganku," teriak Radit dengan memecahkan benda yang ada di dekatnya ke lantai.


****


Saat ini Andes datang ke kediaman adiknya, karena sudah lama Andes tidak mendatangi Brian sebab Andes yang akhir - akhir ini yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya serta sibuk mencari Andin karena Raka anaknya selalu menanyakan perihal ibunya.


Andes melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah yang pada saat itu sama sekali tidak di kunci Brian.


Andes mencari keberadaan Brian namun ia sama sekali tidak melihat adiknya.


"Sakit Bri, kakiku tidak bisa jalan," ujar Bella yang meringis kesakitan akibat tergelincir saat ia baru selesai mandi.

__ADS_1


Andes yang mendengar sayup - sayup suara perempuan di kamar tamu bagian bawah merasa penasaran, sebab selama ini yang ia tahu adiknya sama sekali tidak ada punya pembantu di rumahnya.


Andes melangkahkan kakinya dan menatap celah pintu yang sedikit terbuka, disana ia melihat adiknya yang berjongkok memijit kaki seorang perempuan. Namun siapa orangnya Andes tidak melihatnya, karena perempuan tersebut sedang membelakanginya.


"Brian ....!" teriak Andes yang sudah sangat emosi melihat adiknya membawa seorang perempuan ke rumah di tambah dengan perempuan tersebut hanya memakai sehelai handuk yang melilit di tubuhnya. "Abang tunggu penjelasan kalian di luar," ujar Andes dengan sangat emosi.


Andes melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, sedangkan Brian maupun Bella terkejut dengan kedatangan kakaknya yang secara tiba - tiba tanpa di beritahu terlebih dulu.


"Brian aku takut," ujar Bella meremas jari tangannya serta ada buliran air matanya yang menetes akibat mendengarkan bentakan dari kakak Brian yang sedikit ngeri dengan wajah seram kakaknya Brian.


Bella menatap ke arah Bella, sebenarnya ia juga ikut merasakan takut menghadapi kakaknya saat ini. Apalagi kesalahannya saat ini sangat fatal yang telah membawa perempuan ke rumah sekaligus Brian maupun Bella ketahuan sedang berduaan di dalam kamar dengan Bella yang hanya memakai sehelai handuk.


"Iya," jawab Bella dengan sangat cemas.


Brian menemui kakaknya dan duduk di hadapan Andes dengan raut wajah yang sedikit takut apalagi Andes yang ia lihat selalu tersenyum dan tidak pernah memarahinya malahan membentaknya akibat kesalahannya yang mengakibatkan sang kakak sangat emosi terhadapnya.


Andes menatap adiknya dengan penuh emosi, karena ia sama sekali tidak menyangka adiknya sama sekali tidak menghargai perempuan dan malah melecehkannya dengan membawa Bella ke rumah.


"Abang mau, kamu segera menikahi Bella," ujar Andes dengan sedikit menurunkan emosinya.

__ADS_1


"Bang ....!" ujar Brian dengan sangat kesal pasalnya ia sama sekali tidak melakukan hal keji dengan Bella di kamar.


" Tidak ada kata penolakan, abang ingin kamu menjadi lelaki yang bertanggung jawab bukan berbuat keji terhadap perempuan,"


"Dan buat kamu Bella," ujar Andes yang sudah mengetahui Bella yang sedari tadi menguping di belakangnya. "Nanti malam kami akan menemui keluargamu ke rumah," ujar Andes lagi yang tidak bisa di ganggu gugat segala keputusannya.


Bella berjalan menghampiri Andes dan duduk di hadapan Andes dan Brian, Bella menatap Andes dengan rasa takut. Hingga ia hanya bisa menekukkan kepalanya tanpa berani menatap ke arah Andes.


"Bang ...., Bella mohon jangan pergi ke rumah bang," ujar Bella dengan mengatupkan kedua tangannya untuk memohon kepada Andes.


Andes menatap Bella, ia bingung dengan apa yang di ucapkan teman perempuan adiknya. Pasalnya ia sudah mati - matian membela harga diri Bella di hadapan adiknya namun Bella sama sekali tidak ingin Brian bertanggung jawab dengan datang ke rumah Bella untuk meminangnya.


"Oke kalau kamu tidak mau kami datang ke rumah, tapi abang minta kamu angkat kaki dari rumah ini. Karena abang sebagai kakak lelaki dari Brian tidak akan pernah mengizinkan kalian untuk kumpul kebo disini," ujar Andes dengan penuh emosi dan berdiri dari tempat duduknya. "Pikirkan kembali niat baik kami," ujar Andes lagi sehingga membuat Bella tidak habis pikir dengan ucapan kakaknya Brian padahal ia sama sekali tidak pernah ada niatan seperti itu.


"Bang duduk dulu, aku minta tolong jangan salah paham dulu bang. Kita selesaikan secara baik - baik, karena seharusnya abang dengerin penjelasan kami dulu," ucap Brian yang ingin mencoba meluruskan kesalah pahaman yang terjadi.


...........


Jangan lupa like dan komennya setiap part

__ADS_1


__ADS_2