
Arka mengangkat Siska dan meletakkannya ke kursi roda, ia membawanya menuju ke ruangan obgyn untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Kamu sabar ya sayang," ucap Arka menenangkan istrinya kalau tidak akan terjadi apa - apa nantinya.
Siska di periksa di temani Arka di sampingnya, Siska mencurahkan keluhan yang saat ini ia rasakan, ia merasakan sakit yang luar biasa dan sangat berbeda dengat sakit perut biasa yang pernah ia alami. Dokter yang menangani Siska pun mengerti akan keluhan yang saat ini yang di rasakan ibu hamil yang saat ini ada di hadapannya.
Dokter menyarankan untuk melakukan USG transvaginal untuk lebih memastikan lebih lanjut dan Arka menyetujuinya, apa pun yang di sarankan dokter kepadanya.
"Jadi gimana keadaan istri saya dok," tanya Arka saat dokter tersebut telah selesai melakukan pemeriksaan.
Dokter Alika pun menjelaskan secara detail, bahwa Siska saat ini memang sedang hamil dan umur kandungannya baru beberapa minggu. Namun ada satu kendala yang saat ini dialami Siska yaitu sebuah kehamilan yang berkembang di luar rahim dan tidak dapat berlanjut dan membutuhkan perawatan medis. Arka menutup mulutnya dan merasa terkejut dengan kondisi yang dialami istrinya, Arka maupun Siska sebelumnya belum mengetahui jikalau saat ini ia sedang hamil.
Dokter Alika pun menjelaskan lebih lanjut, bahwa ibu hamil yang mengalami kehamilan ektopik memang akan mengalami rasa sakit di perut yang tidak tertahankan dan juga bisa mengalami perdarahan yang berat antara minggu ke 6-10 kehamilan.
"Jadi saya dan istri saya, harus bagaimana dok," tanya Arka lebih lanjut karena ia tidak ingin terjadi apa - apa dengan Siska, maka ia akan melakukan apa pun yang di sarankan dokter, agar tidak membahayakan keselamatan istrinya.
Dokter Alika menarik nafasnya, sebelum ia menjelaskan lebih lanjut. "Ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani kehamilan ektopik, yang pertama suntik methotrexate. Obat ini akan menghentikan pertumbuhan sel ektopik, sekaligus menghancurkan sel yang sudah terbentuk dan cara kedua melalui operasi laparoskopi
__ADS_1
yaitu dokter akan mengangkat jaringan ektopik dan bagian tuba falopi tempat jaringan ektopik menempel,"
"Lakukan yang terbaik untuk keselamatan istri dan anak saya dok," ucap Arka mengusap matanya yang sedikit memerah.
"Baiklah, namun ibu Siska harus di rawat disini beberapa hari dulu agar saya bisa melihat perkembangan lebih lanjut mengenai perkembangan janin yang ada di dalam perut ibu Siska," ucap Dokter Alika dan tentu di setujui oleh Arka.
****
"Darimana saja kamu!" bentak Papa Bella saat melihat Bella yang baru saja pulang sudah larut malam dan tadi juga ia kabur saat acara pertunangannya berlangsung.
Papa Bella berdiri dari duduknya dan menghampiri anaknya, ia menatap Bella dengan sangat bengis. Sebagai orang tua, ia selama ini tidak pernah semarah ini namun kali ini anaknya sudah sangat kelewatan dan sudah mencoreng nama keluarga baiknya.
"Kamu sadar tidak dengan apa yang sudah kamu lakukan," ucap Papa Bella mengingatkan anaknya perihal anaknya yang sudah lancang melukai orang lain.
"Pa, selama ini aku selalu menuruti keinginan Papa tapi aku tidak bisa Pa tanpa orang yang aku cintai," jawab Bella yang merasa tidak tahan lagi di atur hidupnya oleh orang tuanya.
Plak
__ADS_1
"Kalau kamu tidak bisa Papa atur, sebaiknya kamu pergi dari rumah ini dan silahkan menikah dengan orang pilihanmu,"
Papa Bella berlalu dari hadapan anaknya, karena ia tidak tahu harus mengambil keputusan seperti apa lagi. Papa Bella mengerti mengenai perasaan anaknya, namun yang sangat membuatnya marah adalah saat anaknya pulang sudah larut malam di tambah dengan anaknya yang bikin ulah dengan memukuli orang lain di hadapan matanya sendiri. Sehingga membuatnya mengerti kalau anaknya memang tidak ingin di pisahkan oleh orang yang ia cintai.
"Maafkan Papa nak, mungkin dengan cara ini kamu bisa menikah dengan orang yang kamu sukai karena Papa sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk mencari alasan pembatalan perjodohan ini," ucapnya dengan memijit keningnya.
Bella masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu dengan cukup keras. Bella terduduk dengan bersandarkan pintu yang ada di kamarnya, Bella menangis dengan sangat histeris. Bella pun tidak menyangka semua akan seperti ini, padahal awalnya ia sudah sedikit menerima perjodohannya namun saat bertemu dengan Brian, hatinya menolak dan tidak ingin di pisahkan oleh orang yang sangat ia sukai. Apalagi saat Brian menyanyikan sebuah lagu di acara pertunangannya semalam, itu membuatnya sangat sakit luar biasa.
"Aku harus bagaimana tuhan, apakah sesulit ini untuk bisa memiliki dia yang aku sukai," ucap Bella dengan membenamkan wajahnya di kedua lututnya.
Bella mengambil semua pakaiannya dan di masukkan ke dalam tasnya, karena keputusannya sudah bulat untuk pergi dari keluarganya.
Bella mengambil secarik kertas dan menuliskan memo untuk orang tuanya serta Bella juga meninggalkan sebuah cincin pertunangannya tadi malam karena tekadnya sudah bulat untuk pergi dari keluarganya, karena tidak mungkin ia masih betah disini sedangkan ia harus kehilangan orang yang sangat di cintai.
...........
Jangan lupa like dan komennya.
__ADS_1