
"Aku kesana dulu Pak," ucap Bella meminta izin kepada Arya dan di balas anggukan oleh Arya.
Bella keluar dari gedung hotel untuk mencari keberadaan Brian karena tadi Bella melihat Brian yang baru saja keluar dari tempat diadakannya acara, makanya ia ingin menyusul Brian agar bisa menemui Brian untuk terakhir kalinya.
Bella dari jauh dapat melihat Brian yang sedang di peluk seorang wanita yang tidak pernah Bella kenal sebelumnya. Hatinya cukup sakit melihat Brian berpelukan dengan wanita tersebut.
Bella melangkahkan kakinya untuk menemui Brian dan wanita tersebut. Bella berdiri di hadapan Brian dan menatap Brian dengan penuh kemarahan, Brian yang melihat Bella sedang berada di hadapannya tersadar lalu melepaskan pelukannya dari hadapan wanita tersebut.
Plak
Bella menampar Fani di pipi sebelah kanan dan kirinya, lalu menjambak rambut wanita yang saat ini bersama Brian. Entah setan apa yang merasuki Bella saat ini sehingga membuatnya begitu beringas dan ingin membunuh Fani dengan tangannya sendiri.
Brian yang melihat Bella yang sangat kasar dengan Fani pun tersadar akan apa yang di lakukan Bella, Brian pun mencoba melerai perkelahian mereka. Namun naasnya Bella cukup kuat dan tidak bisa di pisahkan, Bella yang sudah di penuhi emosi lalu juga ikut memukul Brian karena sikap Brian yang sudah membela wanita tersebut di depan matanya.
"Bella ...., aku mohon sadarlah. Jangan seperti itu," ucap Brian dengan memeluk pinggang Bella dari belakang agar ia bisa memisahkan dua wanita tersebut agar masalahnya nanti tidak melebar kemana - mana.
"Lepasin aku Brian, kamu jahat .... kamu tega sama aku. Kamu jahat Bri .... kamu jahat sama aku," ucap Bella menangis dengan memukul - mukul tangan Brian agar Brian mau melepaskannya.
Brian melonggarkan pelukannya dan memutar tubuh Bella agar menatap ke arah Brian. "Hei, kamu kenapa?" tanya Brian yang sebisa mungkin untuk kuat dengan cobaan termanis saat ini ia terima.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Bri dan tidak bisa bagiku melupakan mu," ucap Bella lalu memeluk tubuh Brian.
"Brian ...., awas aja, aku merasa tidak terima dengan perlakuan cewek yang ada di hadapanmu saat ini, yang seenaknya aja berbuat kasar kepadaku," ucap Fani dan berlalu pergi.
Brian pun juga ikut merasa bersalah dengan Fani, karena tidak bisa melindungi wanita itu dari amukan Bella.
"Bella .... Maafkan aku, kita tidak bisa begini karena saat ini kamu tunangan orang," ucap Brian mencoba melepaskan rangkulan Bella.
Dari jauh ada seseorang yang mengikuti Bella dan menatapnya dari kejauhan, ia mengusap wajahnya dan cukup merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi hari ini, ia lalu melangkahkan kakinya pergi menjauhi Bella.
"Maafkan Papa yang sudah memaksamu nak," ucap Papa Bella di dalam hati karena ia merasa bersalah dengan masalah yang menimpa anaknya saat ini.
****
"Sayang ....," panggil Arka mengetuk pintu kamar mandi, karena sedari tadi Siska tidak juga kunjung keluar dan di panggil pun ia hanya diam tanpa bersuara sedikit pun hingga membuat Arka begitu mencemaskannya.
Arka mencoba mendobraknya dan melihat Siska yang tergeletak di lantai. Arka mengangkatnya dan membawa Siska ke tempat tidur.
"Ya Allah kamu kenapa sih Sis," ucap Arka yang mencoba menyadarkan Siska dengan memberi minyak kayu putih di bagian hidungnya.
__ADS_1
Aaaakh ....
Siska tersadar dan mengeluh sakit di bagian perutnya. Arka yang melihat istrinya kesakitan langsung menggendong istrinya dan membawanya ke luar menuju mobilnya untuk membawa Siska ke rumah sakit.
"Kamu tahan ya sayang," ucap Arka mengelus perut istrinya sambil sebelah tangannya lagi di gunain untuk menyetir.
"Sakit banget Ar," ucap Siska dengan meneteskan air mata karena merasa cukup kesakitan di bagian perutnya.
Setelah sampai di rumah sakit, Arka mengangkat istrinya dan membawanya masuk ke dalam agar istrinya bisa di tangani secepatnya oleh dokter. "Tolongin istri saya!" teriak Arka.
"Bapak, tunggu di luar dulu biar dokter bisa menangani istri bapak," ucap salah seorang suster menenangkan Arka.
Arka pun sebisa mungkin mencoba untuk tenang, meski pun hatinya sedikit resah melihat keadaan istrinya yang mengeluh sakit seperti tadi.
Tidak lama setelah itu, dokter dan di ikuti dengan seorang perawat keluar dari ruang rawat Siska. "Maaf kami tidak bisa memastikan keadaan istri bapak, tapi saran saya bapak mau membawa istri bapak menuju ruangan obgyn biar bapak bisa mengetahuinya secara pasti," saran dokter tersebut, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Arka.
...........
Jangan lupa like dan komennya
__ADS_1