
Setelah melalui proses ijab kabul dan sungkeman, yang telah diadakan kemaren. Akhirnya Bella dan Brian sudah sah menjadi pasangan suami istri dan hari ini merupakan hari resepsi pernikahannya, karena ijab kabul dan resepsi yang di adakan di hari yang berbeda.
"Wah! Anak Mama cantik sekali!" ujar Mama Bella dengan memuji anaknya yang tampak sangat cantik dengan memakai gaun pengantin yang berwarna putih.
"Mama ...," sahut Bella dengan langsung berhambur kepelukan Mamanya.
"Sudah jangan cengeng lagi, nak!" ujarnya dengan menatap Bella yang saat ini tampak menitikkan air mata kebahagian.
"Doain Bella ya Ma, agar pilihan Bella merupakan pilihan yan terbaik buat Bella," ujar Bella yang masih memeluk Mamanya. "Dan juga Bella sangat berharap, Brian adalah jodoh terakhir yang di berikan tuhan untuk Bella," sambungnya lagi.
"Iya, Mama akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak - anak Mama!"
"Makasih Ma!"
"Ya sudah! Sebentar lagi acara akan di mulai, dan suami kamu saat ini sudah menunggu di bawah Bel,"
Bella di iring Mamanya ke tempat diadakannya resepsi pernikahannya. Disana Bella melihat semua tamu undangan sudah mulai hadir satu persatu.
"Mama titip Bella ya!" ujar Mama Bella saat telah sampai di hadapan Brian. "Mama mohon jangan pernah sakiti dia!" sambungnya lagi yang sangat mengharapkan putri satu - satunya bahagia dengan pilihan hidupnya.
Brian menatap Bella dan Mamanya yang saat ini di hadapannya, sebelum ia menjawab ucapan dari Mama mertuanya. "Insya Allah, Bella akan aku jaga dengan sepenuh hati Ma!" jawab Brian yang telah memantapkan hatinya untuk tidak akan menyakiti istri yang sudah sah menjadi miliknya.
"Tolong kamu pegang janjimu, karena suatu saat akan saya tuntut. Jikalau itu tidak bisa kamu tepati!" ujar Mama Bella dengan melepaskan pegangan tangannya dan mendudukkan Bella di kursi pelaminan yang telah di sediakan.
"Baik Ma," jawab Brian.
__ADS_1
Acara pun segera berlangsung, baik Bella maupun Brian tidak luput dari perhatian semua orang yang hadir di acara mereka. Bahkan, banyak sekali orang yang memuji kecantikan dan ketampanan mempelai. Namun, juga ada yanģ menatap mereka dengan tatapan benci dan kesal.
Arya dari jauh dapat melihat senyum kebahagiaan yang di rasakan Bella saat ini. Namun, tidak dengan hati Arya yang tidak rela melepaskan Bella bersama dengan lelaki lain.
"Akan aku rebut kembali, apa yang sebelumnya pernah menjadi milikku!" ujar Arya pelan karena Arya merasa Bella adalah miliknya. Sebab mereka sempat melaksanakan acara pertunangan waktu lalu.
"Hai ...," panggil Nadya saat menghampiri Arya yang saat ini sedang fokus menatap ke arah Brian dan juga Bella.
Arya melihat kearah kiri dan kanan, untuk memastikan siapa yang di panggil oleh wanita itu. "Lu manggil gue!" tunjuk Arya ke dirinya.
"Emang siapa lagi yang berada disini, kalau bukan lu!" ujar Nadya menatap ke arah Arya. Namun, Arya malah cuek dan merasa tidak peduli dengan Nadya yang saat ini ada di sampingnya.
Arya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu keluar gedung. Nadya yang menyadari kalau lelaki yang tadi di sampingnya sudah beranjak pergi, dengan segera Nadya berlari mengejar Arya.
Arya membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah wanita itu. "Lu sepertinya salah orang! Karena gue sama sekali tidak ada urusannya dengan lu!" ujar Arya cuek dan dengan segera membuka pintu mobilnya.
Nadya yang pantang mundur, dengan segera berlari untuk ikut masuk ke dalam mobil Arya. "Lu ngapain masuk ke mobil gue!" ujar Arya menatap Nadya dengan tatapan aneh dan kesal. "Sekarang, silahkan lu turun dari mobil gue!" teriak Arya. Namun, tetap saja itu tidak membuat Nadya menyerah sebelum Arya mau bekerja sama dengannya.
"Lu jadi cewek, benar - benar gila ya!" teriak Arya yang semakin kesal dengan kelakuan Nadya. "Asal lu tahu, gue sama sekali tidak tertarik dengan tawaran lu itu! Sekarang, silahkan lu keluar dari mobil gue!" teriak Arya dengan mengusir Nadya dari mobilnya.
"Kalau gue bilang tidak mau, gimana?" tanya Nadya dengan menatap ke arah Arya dengan tatapan tajam. "Karena gue yakin, lu pasti butuh gue untuk mendapatkan dia kembali," sambungnya lagi hingga mampu membuat Arya terdiam dan menatap ke arah Nadya.
"Maksud lu apa? Dia siapa yang lu maksud tadi?" tanya Arya dengan sedikit penasaran. Sebab, ia sama sekali tidak mengenal wanita di hadapannya ini sebelumnya.
"Hahaha ..., akhirnya lu menyerah juga!" ujar Nadya tertawa. "Sebelumnya gue sudah sangat yakin, kalau lu pasti menginginkan istrinya Brian dan tentunya gue bakal dengan siap siaga membantu lu," sambungnya lagi.
__ADS_1
"Oke, gue jujur memang sangat menginginkan wanita itu menjadi pendamping hidup gue. Bahkan, kami sebelumnya sudah sempat bertunangan," ujar Arya dengan sedikit sedih karena kebahagiaannya hanya bersifat sementara dengan Bella.
"Terus, lu hanya diam seperti ini, tanpa berani merebutnya kembali!" tekan Nadya hingga itu mampu menggoyahkan Arya atas ucapan dari wanita yang baru ia kenal hari ini.
"Gue bisa apa? Kalau itu sudah keputusannya dengan memilih Brian menjadi suaminya," ujar Arya yang sebenarnya merasa tidak rela. Namun, sebisa mungkin untuk berusaha kuat di depan yang lain.
"Oke, kalau itu sudah menjadi keputusan lu. Ini ada kartu nama gue disana," ujar Nadya dengan menyodorkan kartu namanya. "Dan lu bisa hubungi gue, kalau saat lu butuh nanti," sambungnya lagi dan dengan segera Nadya keluar dari mobil Arya.
Arya menatap kartu nama yang di berikan oleh Nadya dan membaca nama yang tertera di kartu nama tersebut. "Jadi namanya Nadya," ujar Arya tersenyum dan dengan segera ia menyimpan kartu nama tersebut ke dalam dompetnya.
"Sayang, masih lama kah acaranya," tanya Bella yang sudah merasa kelelahan.
"Kamu sabar ya, sebentar lagi acara akan selesai," jawab Brian tersenyum dan itu mampu menghilangkan sedikit lelah yang di rasakan Bella akibat terlalu lama berdiri.
"Kakiku sakit sayang!" ujar Bella dengan sedikit manja.
Brian menatap istrinya lalu dengan segera ia berjongkok di hadapan Bella. "Kamu duduk dulu ya sayang, agar aku bisa memijit kakimu yang ke sakitan," pinta Brian. "Ini yang sakit ya!" sambung Brian dan di balas anggukan oleh Bella.
"Sudah yank, aku malu," ujar Bella yang baru menyadari kalau saat ini ia sedang di tatap oleh semua tamu yang hadir.
"Brengsek! Lihat saja nanti, kebahagian lu hanya bersifat sementara karena gue yang akan menggantikan posisi lu nantinya!" ujar Nadya dengan tatapan marah, menatap keromantisan Brian dengan istrinya.
...........
Jangan lupa like dan komennya!
__ADS_1