Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 16


__ADS_3

"Brian .... !" ucap seseorang memanggil Brian dan melangkahkan kakinya, menghampiri Brian dan Bella saat itu.


Tiba - tiba wanita yang memanggil Brian, tepat berada didepannya, sungguh Brian sangat begitu bingung kenapa wanita ini harus menghampirinya saat ini?


Cup


Wanita itu mencium Brian di sebelah pipi kanan dan kiri Brian.


Bella begitu kaget melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini, emosinya tidak bisa ia tahan. Ia baru memulai perjalanan cintanya, kenapa harus ada penghianatan dari kekasihnya saat ini.


"Bella melihat raut wajah Brian, seharusnya Brian memarahi wanita itu. Karena telah berani - beraninya menciumnya di depan orang banyak terutama di depannya sendiri yang sudah menjadi kekasihnya, tapi kenapa! ia malah diam saat di cium wanita tersebut," umpat Bella kesal dalam hati.


Brian menatap mata Bella yang seakan ingin menangis tetapi wanita itu tetap menahan air matanya untuk tidak terjatuh, Brian tahu Bella sangat kecewa padanya. Akan tetapi kalau ia tetap melakukan pembelaan, apakah Bella akan memahaminya?


"Shitt .... ! kenapa aku harus terjebak dengan situasi yang serumit ini, baru saja aku merasakan bahagia bersama Bella tapi sekarang datang pengganggu dalam hubungan kami," umpat Brian seakan merutuki kebodohannya saat ini.


"Bel, ikut aku," ucap Brian dan menarik tangan Bella meninggalkan wanita tersebut.


Akan tetapi saat mereka melangkahkan kakinya, malahan wanita yang tidak tahu diri ini, juga ikut bergelayut manja di tangan sebelah kiri Brian.


"Lepasin," ujar Brian setengah berteriak pada wanita tersebut.


Bella menatap Brian seolah tidak percaya, apa benar wanita itu selingkuhan Brian? atau ia sendiri yang saat ini jadi selingkuhan. Bella seakan pusing memikirkannya, tapi ia mencoba tetap mengontrol emosinya, sebelum Brian dapat menjelaskan semuanya kepadanya saat ini.


"Bri," ucap Bella dengan masih tetap tersenyum, walau hatinya merasa sedikit sakit melihat kenyataan yang ada di depan matanya.


"Kamu harus jujur kepadaku Bri. Aku ingin kalian jelasin hubungan kalian, karena aku tidak ingin nantinya ada orang ketiga di hubungan kita atau aku yang menjadi orang yang ketiga di antara hubungan kalian," ujar Bella selembut mungkin.


Brian pun seakan frustasi mendengar penuturan dari Bella, tapi ia juga bingung menjelaskannya kepada Bella saat ini.


"Kita duduk disana," tunjuk Bella menunjuk ke arah pojok yang kelihatan sepi dan sedikit jauh dari pelanggan kafe yang lain.


"Okey," ucap Brian yang masih memegang tangan Bella dan membuang tangan wanita itu dengan kasar.


"Sayang, kamu jahat betul, tanganku sakit sayang" rengek wanita itu.

__ADS_1


Brian menatap wajah Bella dengan sangat intens, sehingga bisa Brian pastikan, Bella begitu sangat - sangat kecewa pada Brian saat ini. Tapi melihat Bella yang begitu dewasa dan bisa mengontrol emosinya, membuat Brian begitu bangga kepada wanita pujaan hatinya.


"Shit, sialan nih cwek," umpat Brian kesal dalam hati karena wanita tersebut tidak kunjung pergi dari hadapannya.


****


Mereka pun melangkahkan kaki menuju tempat yang di tunjuk Bella, setelah sampai mereka pun mendaratkan pantat nya, yaitu dengan Bella duduk di samping Brian sedangkan wanita itu duduk di depan mereka.


" Sekarang .... tolong jelasin Bri," ucap Bella sedikit tertahan suaranya.


Bella pun menunggu jawaban dari Brian yang tidak kunjung bersuara untuk menjelaskan kepadanya.


"Bel," ujar Brian yang tetap belum bisa menjelaskannya.


Bella yang merasa terpanggil namanya hanya diam, sebelum Brian mengungkapkan semuanya. Akan tetapi sudah sepersekian menit ia menunggu, namun Brian tidak kunjung bersuara.


Bella seakan begitu sesak dadanya, melihat tingkah kekasihnya yang hanya diam tanpa ada pembelaan sama sekali. Bella begitu benci dengan sikap Brian saat ini, ia sudah bisa mengontrol emosinya yang siap ia tumpahkan. akan tetapi kekasih di depannya tidak gentle man sama sekali, dalam menyelesaikan masalah.


"Huft," helaan napas kasar Bella, seakan tidak bisa lagi mengontrol luapan yang akan ia muntahkan saat ini juga. Rasanya ia ingin mencekik, pria disampingnya saat ini. Tapi ia mencoba menahan emosi dan air matanya agar tidak terlalu lemah di depan kekasihnya dan juga wanita yang ada di depannya saat ini.


Brian memijit keningnya yang seakan pusing harus memulai pembicaraan dari mana.


"Aku akan ceritain Bel," ujar Brian dengan menarik napas dalam - dalam dan menghembuskan perlahan, agar ia bisa menceritakan kronologi yang sebenarnya.


Bella pun kembali duduk di samping kursi di sebelah Brian tadi.


"Oke, sekarang kasih tahu semuanya, Brian!" hardik Bella yang begitu geram, melihat sikap Brian yang diam tanpa ingin menjelaskan.


"Dia sebenarnya ...."


"Biar gue jelasin," ucap Anita memotong pembicaraan Brian.


"Dia pernah tidur sama gue, di klub minggu lalu," ucap Anita tanpa basa basi.


"Shit .... brengsek nih cewek," umpat Brian dalam hati.

__ADS_1


Bella yang dari tadi mendengarkan ucapan Anita, seakan terdiam tanpa bisa berkata - kata lagi, hatinya begitu sangat sakit dan kecewa dengan kenyataan yang terjadi saat ini. Orang yang pertama, mengenalkan cinta kepadanya. Sungguh - sungguh menoreskan luka yang paling dalam di hatinya.


Air mata yang tadi mulanya tidak menetes, seakan mengalir deras di pipi ini. Andaikan ia tahu rasanya sesakit ini, Bella tidak ingin selamanya mengenal yang namanya laki - laki di hidupnya.


Tidak ada kata yang bisa Bella ungkapkan kecuali dengan kata berakhir, ya kata itu yang lebih baik untuk hubungannya yang baru saja di mulai.


Bella seakan ingin menertawakan dirinya saat ini, belum sampai 1 jam terjalin hubungannya dengan Brian, sekarang harus kandas begitu saja. Mungkin memang ini jalan tuhan yang terbaik buat hubungannya dengan Brian.


"Oh tuhan kuatkan hambamu ini," ungkapan hati Bella.


"Brian, selamat ya!" ucap Bella dan langsung berlari meninggalkan Brian yang mematung dengan perkataan Bella tadi.


****


Setelah kepergian Bella, tinggallah mereka berdua dengan keheningannya.


"Hahaha, hanya segitu rasa cinta cewek lu," ucap Anita.


Brian seakan bingung dengan wanita yang di depannya saat ini, ia tidak tahu apa maksudnya.


"Maksud lu apa?" ucap Brian dengan sangat kesal, karena ia telah di permainkan oleh wanita di depannya.


" Jadi lu beneran bodoh, Brian!" tunjuk wanita itu.


"Brengsek,"ucap Brian dengan menggebrak meja di depannya, ia begitu emosi mendengarkan penuturan Anita.


"Hahaha .... gue berhasil memenangkan taruhan dengan Aditya," ucap Anita dan langsung pergi begitu saja.


Brian memikirkan kejadian seminggu yang lalu, saat ia datang bersama Aditya ke klub minggu lalu. Brian tidak mengerti mengenai apa yang terjadi padanya malam itu. ia hanya tahu, saat paginya ia mendapati dirinya yang hanya terbungkus selimut dengan wanita yang ada di depannya tadi.


..............


Mohon maaf lahir dan bathin All πŸ™πŸ™πŸ™


semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan bisa bertemu di hari raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi.

__ADS_1


Sehat selalu ya, buat semuanya dan trims bagi yang sudah berkenan like dan komen novel "Aku Bukan Selingkuh Tapi Hanya Butuh" dan kalau berkenan mampir juga ke novel yang satu lagi. "*Terjebak Cinta Si Bocah.


Thanks .... thanks ....thanksπŸ™πŸ™πŸ™*


__ADS_2