Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 50


__ADS_3

"Sayang, kita ke pasar malam dekat sana yuk," ajak Bella yang saat ini memeluk Brian sambil menatap pemandangan sunset di pantai tersebut.


Brian menggeser posisinya berdiri dan menatap wajah Bella yang sangat cantik dan mengacak rambut Bella dengan gemas.


"Ih .... kamu, aku sedang bicara. Jawab dong!" ucap Bella dengan mencubit pinggang Brian.


"Iya sayang, habisnya kamu gemasin dan cantik banget hari ini," rayu Brian dan langsung memeluk Bella yang saat ini ada di hadapannya.


Bella ingin menghabiskan waktu bersama dengan Brian hari ini. Bella hanya merasa takut kalau suatu saat, ia tidak ada waktu untuk bersama dengan Brian lagi. Apalagi saat ini, hari pertunangannya dengan Arya sudah di tetapkan dan tidak lama setelah pertunangannya, Bella akan menjadi istri sah dari Arya. Meski pun nanti ia akan menikah tanpa di dasari cinta, tapi mungkin itu lebih baik katimbang ia melukai hati orang tuanya. Untuk saat ini biarlah ia mengalah melepaskan orang yang ia cintai, agar bisa membuat bahagia orang tuanya.


"Kamu menangis," ucap Brian lalu menguraikan pelukannya agar bisa menatap wajah Bella. "Hei .... kamu kenapa?" tanya Brian dengan cemas.


"Aku tidak apa - apa, aku hanya merasa sangat bahagia bisa menghabiskan waktu hari ini bersama denganmu," ucap Bella mengusap sisa air matanya.


Brian memicingkan sebelah matanya, untuk mencari tahu masalah apa yang saat ini melanda Bella hingga Bella seharian ini selalu menangis tidak jelas saat bersamanya .


"Ya sudah, aku akan turuti kemauanmu untuk pergi ke pasar malam. Asalkan pacarku yang cantik ini, tidak menangis lagi," hibur Brian.


Bella sangat bahagia, akhirnya keinginannya di setujui oleh Brian. "Terimakasih sayang, aku sudah lama tidak kesana apalagi aku belum pernah ke pasar malam dengan mengajak seorang kekasih,"


"Apapun akan aku lakukan agar bisa membuat kamu bahagia, yuk!" ajak Brian sambil menggandeng tangan Bella menuju mobilnya yang terparkir dekat dengan posisinya berdiri saat ini.


Bella masuk ke dalam mobil Brian setelah Brian membukakan pintu mobilnya untuk Bella.


"Sayang sepertinya kita harus ganti baju dulu, ini sudah bau karena seharian di pakai," Bella menatap ke arah Brian sambil menggelengkan kepalanya.


Brian pun hanya menuruti keinginan Bella, mungkin Bella tidak ingin mengganti pakaiannya karena takut nanti pas mereka pulang, orang tua Bella akan berpikir macam - macam.

__ADS_1


"Ya sudah kalau tidak mau," ucap Brian dan langsung mengendarai mobilnya menuju pasar malam sesuai keinginan Bella.


Jarak antara pantai dengan pasar malam sangatlah dekat yang hanya menempuh waktu seperempat jam saja.


"Kamu yakin mau kesini Bel," tanya Brian memastikan karena sebelumnya Brian sama sekali belum pernah pergi ke pasar malam.


"Yakinlah, lagian seru lo. Apalagi jajanannya enak - enak," jawab Bella dan langsung turun dari mobil.


Brian mengikuti Bella yang saat itu berjalan di depannya, disana ia dapat melihat Bella yang begitu sangat bahagia memasuki kawasan pasar malam tersebut.


"Sayang, aku mau naik itu," tunjuk Bella dengan sangat antusias menunjuk salah satu wahana yang sepertinya agak memacu adrenalin apabila mencobanya.


"Kamu yakin mau naik itu," ucap Brian yang agak ngeri karena belum pernah mencobanya sebelumnya.


"Iya sayang, seru lo. Yuk!" ajak Bella dan langsung menarik tangan Brian untuk mencoba wahana Bianglala.


Bella memesan 2 tiket kepada petugas dan langsung di bayar oleh Brian.


Bella menarik tangan Brian untuk segera menaiki Bianglala tersebut. Meskipun Brian ragu - ragu akan tetapi ia tetap mencobanya demi Bella.


"Bagaimana sayang, serukan," tanya Bella saat mereka telah selesai menaiki Bianglala.


"Seru sih, hanya saja awalnya agak menegangkan karena baru kali ini aku mencobanya," jawab Brian jujur.


"Aku mau makan itu, sepertinya enak," ucap Bella menarik pergelangan tangan Brian.


"Bang pesan kerak telornya 2 ya,"

__ADS_1


"Di tunggu ya neng," ucap pedagang tersebut dengan segera membuatkan pesanan Bella.


"Aku suapin ya!" ucap Bella saat pesanannya telah selesai di buatkan.


"Masih panas, tiup dulu," ucap Brian meniup kerak telor tersebut.


"Bagaimana enak?" tanya Bella saat kerak telor yang ada di tanganny tadi di makan Brian.


"Enak kok," jawab Brian yang juga ikut menyuapi Bella.


"Kita pulang yuk, udah malam," ucap Brian dengan melihat jam di tangannya.


"Tunggu dulu, aku mau makan itu dulu," ucap Bella dan langsung menarik tangan Brian menuju penjual Arum manis.


Brian mengikuti semua keinginan Bella, meskipun ia merasa lelah karena aktifitasnya seharian menemani Bella. Namun ia tidak ingin mengeluh di hadapan Bella, karena jarang sekali ia punya waktu untuk jalan berdua seperti ini.


"Manis seperti kamu," ucap Brian saat Bella memasukkan Arum manis yang tadi ia beli ke mulut Brian.


"Kamu nyetir hati - hati, biar aku yang suapin," ucap Bella saat mereka di perjalanan pulang.


"Oh iya tadi aku beli ini, bagus tidak," ucap Bella menunjukkan dua accecoris kepada Brian.


" Bagus,"


Bella memakaikan salah satu accecorisnya yang ia beli tadi sewaktu di pasar malam, ia ingin accecoris yang ia beli sebagai kenang - kenangan untuk mereka berdua saat mereka nanti tidak bersama lagi dan Bella sangat berharap Brian bisa bahagia meskipun nanti tidak lagi bersama dengannya.


............

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan sarannya serta tekan like setiap episode yang di baca🙏


__ADS_2