
Setelah melalui berbagai macam serangkaian acara, akhirnya acara pun selesai. Arka menyuruh Siska untuk beristirahat terlebih dahulu, di kamar yang sudah di persiapkan oleh keluarganya untuk malam pertama mereka berdua. Siska menuruti perintah dari Arka untuk masuk ke kamarnya terlebih dahulu tanpa menunggu Arka yang masih sedikit sibuk berbincang - bincang dengan teman sekampusnya. Siska melangkahkan kakinya memasuki kamar pengantin yang sudah di dekorasi sedemikian rupa cantik.
Siska begitu takjub melihat kamar pengantinnya, karena disinilah nantinya ia akan berbagi rasa dengan suaminya nantinya.
Siska duduk di tepi ranjang pengantinnya dan sedikit menyelonjorkan kakinya karena sedikit lelah berdiri menyambut tamu undangan yang lumayan banyak.
Sambil menunggu Arka datang, Siska merebahkan badannya yang sedari tadi sangat lelah sehingga membuat Siska ketiduran tanpa membuka gaun pengantinnya terlebih dahulu.
Arka baru saja selesai berkumpul dengan temannya dan langsung menuju kamar pengantinnya karena ia yang sudah sedari tadi meninggalkan Siska sendirian di kamarnya tanpa dirinya, padahal ini merupakan malam pertama bagi mereka berdua.
Arka membuka knop pintu dengan sangat hati - hati karena ia yakin kalau Siska saat ini pasti sedang tertidur karena kelelahan menyambut tamu undangan sedari tadi.
Arka melangkahkan kakinya dengan sangat pelan menuju kursi sofa yang ada di kamarnya, ia membuka sepatu yang ia pakai sambil menyelonjorkan kakinya dan sedikit meregangkan otot - ototnya yang terasa sangat kelelahan.
Arka menatap ke arah ranjangnya yang sudah di dekorasi dengan nuansa serba putih. Arka berjalan mendekati ranjangnya dan melihat istrinya yang sedang tertidur dengan sangat pulas. Arka menatap istrinya, ia tidak menyangka bisa menatap Siska sedekat ini. Arka tersenyum menatap istrinya yang begitu menggemaskan saat ia sedang tidur.
Arka menatap Istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, karena sedari tadi ia begitu fokus menatap bibir ranum istrinya yang sangat begitu menggoda saat lagi tidur. Namun Arka mencoba untuk menahan keinginan hatinya untuk melahap istrinya yang sedang tertidur.
Arka melangkah menjauh dari istrinya dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sedikit terasa lengket.
__ADS_1
Arka membuka bajunya dan mengisi air dalam bathtub serta mengisi aroma terapi di dalamnya agar badannya terasa segar dan wangi saat bersama istrinya nantinya.
Setelah selesai berendam, dan membersihkan badannya. Arka keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk melilit di pinggangnya.
Siska yang baru saja bangun menatap ke arah pintu kamar mandi yang baru saja terbuka, disana ia menatap suaminya yang baru saja selesai mandi yang hanya memakai handuk tanpa memakai baju. Siska begitu malu karena ketahuan menatap suaminya yang baru saja selesai mandi. Namun Arka tetaplah Arka yang dulu, yang masih saja sedikit dingin dengan istrinya.
Arka melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian dan mengambil celana untuk ia pakai saat tidur tanpa menggunakan baju.
Siska menatap suaminya yang saat ini berjalan kearah Siska. jantung Siska bergetar sangat kencang saat melihat tubuh polos suaminya tatapan dari suaminya, ia begitu tidak menyangka bisa melihat tubuh suaminya yang begitu sixpack sehingga membuatnya melamun membayangkan agar bisa menyentuh perut sixpack suaminya.
"Hei," kejut Arka sehingga membuat Siska tersadar dari lamunannya.
"Maaf, aku mau mandi dulu," jawab Siska untuk menghindari pertanyaan Arka yang nantinya akan memojokkannya.
"Siska jangan lama - lama," teriak Arka yang berada di dalam kamar.
Siska yang berada di dalam kamar mandi hanya diam tanpa menjawab ucapan suaminya sama sekali. Siska mencoba membuka resleting gaunnya yang agak kesusahan membukanya. Setelah gaunnya terbuka, ia berusaha secepat mungkin membersihkan badannya yang begitu lengket. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Siska menatap suaminya yang saat ini duduk sambil menunggu dirinya.
Arka yang melihat Siska keluar dari kamar mandi, menatap Istrinya yang hanya menggunakan handuk kecil yang melilit di tubuh rampingnya. Arka tersenyum menatap istrinya yang begitu sangat seksi di matanya saat ini, apalagi saat melihat paha istrinya yang begitu putih mulus sehingga membuat area kejantanannya bereaksi.
Siska yang melihat tatapan suaminya yang seperti orang kelaparan dan ingin menerkamnya segera berlari menjauhi suaminya untuk mengambil baju yang akan ia pakai saat tidur nanti.
__ADS_1
Arka yang melihat Siska yang berlari menjauhinya sesegera mungkin mengejar Siska. Arka tidak akan membiarkan Siska tidur untuk malam ini, bahkan ia tidak akan membiarkan Siska untuk memakai baju sama sekali.
"Hei," ucap Arka sambil memegang tangan istrinya yang akan mengambil stelan baju yang akan ia pakai.
Siska yang mendengarkan suara Arka menghentikan niatnya mengambil baju tersebut dan menatap suaminya yang saat ini sangat dekat di hadapannya. Siska menutup wajahnya dan segera membalikkan badannya karena merasa malu menatap suaminya saat ini. Arka yang melihat Siska seperti malu - malu kucing, tersenyum smirk melihat istrinya yang sangat menggemaskan menurutnya.
"Kenapa kamu harus malu sayang," ucap Arka sambil memeluk istrinya dari belakang.
Siska hanya diam tanpa menjawab ucapan suaminya, hatinya begitu dag dig dug saat di peluk suaminya saat ini, apalagi dengan jantungnya yang berdebar - debar tak karuan.
"Aku harus pakai baju dulu Ar," ucap Siska menahan geli ditubuhnya karena saat ini Arka sudah mengendus - endus tubuhnya serta menjilat telinga belakangnya yang membuatnya merinding dan tanpa Siska sadari ia sudah mengeluarkan suara seksinya sehingga membuat Arka begitu bersemangat untuk melancarkan aksinya saat ini.
"Kenapa pakai baju sayang, ini kan malam pertama kita," tekan Arka dengan mengucapkan kata malam pertama.
Siska yang mendengarkan suaminya yang berkata seperti itu, menghayalkan ia yang saat ini berada di bawah kungkungan suaminya. Siska paham dengan apa yang di ucapkan suaminya, namun ia hanya tidak menyangka akan melalui malam pertamanya malam ini juga dengan suaminya.
"Ta ....pi .... aku malu Ar," ucap Siska gugup karena saat ini ia menahan sebisa mungkin suaranya, agar tidak di dengar suaminya karena ia begitu malu kepada suaminya karena saat ini Siska sudah sedikit terangsang dengan apa yang di lakukan suaminya saat ini.
"Kenapa harus malu sayang," ucap Arka yang ingin sedikit bermain - main dengan Siska saat ini. Karena Arka yakin, Istrinya sudah mulai tergoda dengan apa yang ia lakukan saat ini.
............
__ADS_1
Dah segitu dulu, kalian bisa bayangin sendiri yang terjadi selanjutnya ya guys. oke.
Jangan lupa like dan komennya ya serta kritik dan saran mengenai penulisan kata. Happy sunday, met beraktifitas dan semoga sehat selalu.