Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 43


__ADS_3

Brian hari ini sudah mulai masuk kuliah kembali, setelah hampir 1 bulan, Brian tidak ke kampus karena ia yang sedang sakit.


Brian merupakan mahasiswa tingkat akhir, dimana ia ke kampus hanya untuk bimbingan skripsi saja. Makanya dari itu, ia sangat - sangat lah bersyukur saat ia sakit dan koma beberapa minggu di Rumah sakit tidak mengganggu kuliahnya sama sekali.


Brian berjalan menyusuri setiap lorong fakultasnya karena saat ini tujuannya ke kampus, ingin mencari buku ke perpustakaan untuk bahan skripsinya yang sudah beberapa minggu ini tertinggal.


"Hai Brian," ucap salah satu teman wanita Brian menyapanya dan segera menggandeng tangan Brian.


"Milla," jawab Brian yang terkejut akan kedatangan Milla dan apalagi saat Milla bergelayut manja di tangannya hingga membuat Brian sedikit risih dengan wanita di sampingnya itu.


Bella yang baru saja keluar dari ruangannya menatap Brian yang saat ini bersama teman wanitanya. Ada sedikit rasa cemburu yang mengusik hatinya, namun ia tidak berani untuk mengungkapkan rasa cemburunya itu di depan mahasiswanya saat ini.


Bella berjalan melewati Brian, ia mencoba untuk menetralkan hatinya untuk tidak terpengaruh dengan apa yang ia lihat saat ini.


Brian yang melihat Bella berjalan tanpa menatap ke arahnya sama sekali merasa wanita pujaannya saat ini sedang mode ngambek terhadapnya. Namun ia tidak tahu harus bagaimana untuk berbicara dengan Bella saat ini.


"Mil, kayaknya gue harus kesana dulu," tunjuk Brian kepada Milla yang merasa sangat risih terhadap wanita yang di dekatnya saat ini.


"Ya sudah, aku anterin ya," ucap Milla yang masih saja kekeh untuk nempel terus dengan Brian saat ini.


"Tidak usah," jawab Brian cuek dan langsung berlari meninggalkan Milla.

__ADS_1


Milla memang memiliki paras wajah yang cantik dan juga menarik, namun entah mengapa Brian lebih menyukai Bella ketimbang Milla. Entahlah, memang hati tidak bisa di paksakan kemana kita akan melabuhkannya.


Bagi Brian sendiri, Bella merupakan sesosok wanita yang apa adanya sehingga membuat Brian jatuh hati kepada Bella. Apalagi saat ia sedang terbaring sakit, hanya Bella lah yang selalu ada untuknya.


****


Brian berlari mengejar Bella yang sudah jauh dari pandangannya. Mata Brian seolah mencari ke segala arah, agar bisa menemui Bella saat ini. Namun entah mengapa, Brian sama sekali tidak menemukan Bella.


"Woi," teriak Aditya mengejutkan Brian.


"Astaga, untung gue tidak jantungan," jawab Brian yang memang merasa terkejut akan kedatangan Aditya.


"Gimana keadaan lu Bro, maaf gue belum bisa jenguk lu kemaren, sewaktu di Rumah sakit" ucap Aditya yang merasa tidak enak hati terhadap Brian karena selama Brian di Rumah sakit, Aditya belum pernah menjenguk Brian.


"Ke kantin yuk Bri, biar gue traktir. Sebagai permintaan maaf gue," ucap Aditya.


Brian pun mengiyakan, permintaan temannya saat ini karena kebetulan memang Brian belum mengisi perutnya sama sekali sedari pagi.


Brian dan Aditya melangkahkan kakinya menuju kantin. Brian terpana menatap Bella yang saat ini bersama dengan dosen lelakinya, apalagi saat mereka tertawa dan saling bercanda. Ada rasa cemburu yang saat ini mengganggu pikirannya sehingga makanan yang telah dipesan Brian pun terasa pahit untuk di makan.


"Santai Bro, wanita jangan terlalu di kejar atau pun di kekang karena ia akan ilfil. Kita sebagai cowok, harus bersikap santai dan jangan sampai terpengaruh. Karena kalau memang ia mencintai tidak bakal akan menyakiti, begitulah sebaliknya," nasehat Aditya yang mengerti dengan apa yang di rasakan temannya saat ini.

__ADS_1


Brian menatap temannya yang saat ini ada di hadapannya, terkadang apa yang di ucapkan temannya memang ada benarnya. Namun entah mengapa, ia memang merasa tidak rela melihat Bella yang begitu dekat dengan teman laki - lakinya karena itu sangatlah mengusik hatinya saat ini. Apalagi Bella merupakan wanita satu - satunya yang ia cintai saat ini.


"Oh ya Brian, Arka sudah mulai ke kampus belum ya?" tanya Aditya mengalihkan pandangan Brian agar tidak terlalu fokus menatap Bella saat ini.


"Sepertinya belum, mungkin lagi susah buat jalan dia, maklum pengantin baru," jawab Brian seadanya.


"Hahaha," tawa Aditya yang tidak bisa ia tahan lagi. Karena menurut Aditya sendiri, mana mungkin Arka susah buat berjalan kecuali istrinya.


"Awas mikir apaan lu?" tanya Brian yang memang tidak menyadari ucapannya tadi.


"Gue mau bayangin si Arka tidak bisa jalan karena ulah bininya seperti yang lu bilang tadi," jawab Aditya terkekeh karena merasa lucu juga kalau membayangin Arka seperti yang di ucapkan Brian.


Brian yang tadi hanya diam, ikut tertawa membayangkan Arka yang tidak bisa jalan karena ulah bininya. Brian dan Aditya membayangkan Arka yang memakai kain sarung dan berjalan lamban seperti orang siap sunat.


"Mungkin saking enaknya sampai tidak bisa buat jalan," ujar Aditya lagi terkekeh.


"Tapi enak ya jadi Arka, bisa menikah dengan orang yang di cintai," ucap Brian sedikit sedih memikirkan nasib cintanya dengan Bella yang akan di bawa kemana karena di satu sisi, Brian belum memiliki pekerjaan tetap dan masih berstatus mahasiswa.


"Sabar Bro, kalau jodoh tidak akan kemana,"


.............

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya. Maaf, kalau panggilan masing - masing sahabatnya Brian pake lu gue karena mau samain dengan panggilan awal part. Akan tetapi khusus buat pasangan mereka masing - masing tetap panggilannya aku dan kamu ya.


Buat part sebelumnya, nanti bakal di perbaiki ulang. Thanks ya guys bagi yang sudah berkenan membaca ceritanya


__ADS_2