
"Kenapa harus malu sayang," ucap Arka yang ingin sedikit bermain - main dengan Siska saat ini. Karena Arka yakin, Istrinya sudah mulai tergoda dengan apa yang ia lakukan saat ini.
"Ar .... ka," ucap Siska sedikit terbata - bata akibat ulah suaminya yang semakin agresif di dekatnya saat ini.
"Iya sayang, keluarin aja," jawab Arka yang semakin mendekatkan badannya dan mengakibatkan area sensitifnya sedikit menonjol akibat gesekan dari tubuh Siska. "Suaramu sangat merdu sayang," ucap Arka lagi yang masih betah bermain di area telinga Siska.
"Ar .... udah .... aku tidak tahan ka ...lau seperti ini," rintih Siska yang sedikit meracau.
Arka membalikkan tubuh istrinya dan menatap wajah istrinya yang saat ini berada di hadapannya, disana ia dapat melihat tubuh istrinya yang seperti ingin mengharapkan sesuatu yang lebih dari apa yang ia lakukan tadi.
Arka mencium kening istrinya, hingga turun ke hidung. Arka menatap Istrinya sebelum ia memulai mencium bibir istrinya saat ini, ia ingin tahu apa Siska sudah siap dengan apa yang ia akan berikan nantinya dan ia tidak ingin memaksa keinginannya kalau seandainya Siska sendiri belum siap untuk menerimanya.
Arka menatap bibir istrinya yang begitu seksi di matanya saat ini, apalagi saat ini Arka dapat melihat istrinya menggigit bibirnya sendiri sambil memejamkan matanya. Sehingga membuat Arka tersenyum puas, karena Siska juga menginginkan apa yang akan ia lakukan nantinya.
Arka menempelkan bibirnya ke bibir Siska saat ini, ia ingin melihat terlebih dahulu apakah istrinya berani memulainya terlebih dahulu. Namun sesuai dengan perkiraannya, Siska malah menyambar bibir suaminya dan mengabsen setiap jengkal rongga mulut suaminya hingga ia dapat berbagi rasa serta menggigit kecil lidahnya yang semakin manis terasa.
Arka menggiring Siska ke arah ranjang dengan bibir yang masih bertaut, karena Arka tidak ingin melepaskan bibir Siska yang saat ini terasa manis terasa.
Setelah mereka sampai di tepi ranjangnya, Arka menidurkan Siska secara hati - hati dan segera melepaskan handuk yang tadi melilit di tubuh mulus Siska.
Arka menatap tubuh istrinya dari atas sampai ke bawah dengan begitu takjub karena baru kali ini ia dapat melihat tubuh wanita secara nyata, serta kedua gunung yang sangat memukau dan siap untuk di lahap dan sangat pas di genggaman Arka.
__ADS_1
Arka kembali ******* bibir Siska sambil tangannya meremas sesuatu yang membuat Siska merintih merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Ar .... A ....ku ....," erang istrinya dengan terbata - bata merasakan gejolak kenikmatan yang di berikan suaminya yang saat ini berada di atas tubuhnya.
"Keluarkan sayang, biar aku bisa memuaskanmu," ucap Arka tersenyum senang melihat istrinya yang sudah sangat terangsang padahal ia masih belum bermain di lembah milik Siska.
"I .... ya, ta ....pi ...," ucap Siska terhenti karena Arka kembali ******* bibir istrinya agar tidak meracau lebih jauh lagi serta tangannya saat ini sudah bermain - main dengan sangat nakal di lembah milik Siska sehingga membuat Siska mengggeliat tidak karuan dan mengerang merasakan kenikmatan yang di berikan Arka saat ini.
"Kamu sudah siap sayang," tanya Arka menatap istrinya dan hanya di balas anggukan oleh Siska saat ini.
Arka pun memulai persetubuhan pertamanya dengan Siska dan melemparkan celana yang ia pakai tadi ke sembarang arah. Sebelum memulai bersetubuh dengan istrinya, Arka berdoa kepada Allah agar kelak keturunannya nanti/ bayi yang di kandung istrinya kelak di jauhkan dari gangguan makhluk yang terkutuk.
Artinya:
Dengan nama Allah, ya Allah; jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami. (HR. Bukhari).
Selesai melafazkan doa, Arka memulai permainannya di atas ranjang dengan istrinya. Arka begitu lega akhirnya ia bisa memasuki istrinya dan Arka tersenyum puas karena ia merupakan orang pertama memasuki lembah kenikmatan istrinya yang terasa sangat sempit saat ia menerobos tadi sehingga membuat Siska berteriak merasakan kesakitan karena ulah suaminya yang berhasil mendobrak dinding yang selama ini di jaga oleh Siska selama ini.
Arka mendiamkan si jalu di dalam lautan kenikmatan tersebut karena ia tidak ingin Siska terlalu kesakitan, ia menatap Siska yang sudah tidak meringis kesakitan lagi sehingga ia bisa melancarkan aksiny kembali dengan ritme tempo yang cepat hingga membuat keduanya melenguh serta merintih tidak karuan.
"Ar ...ka," panggil Siska yang merasa dunianya terasa melayang - layang akibat ulah suaminya yang begitu pandai mempermainkan tubuhnya dan membuatnya menggelinjang merasakan kenikmatan yang tiada tanding.
__ADS_1
"Sis," panggil Arka lagi yang juga merasakan hal yang sama dengan istrinya.
"Ar .... a .... ku mau pipis Ar," ucap Siska terbata- bata akan tetapi ia masih menikmati permainan yang di berikan suaminya.
"Keluarkan Sis," jawab Arka yang mengerti keinginan Siska. "Karena sebentar lagi, aku juga mau keluar," ucap Arka lagi.
Ucap keduanya dan akhirnya mereka menyelesaikan malam pertamanya dengan bermandikan peluh. Arka merasakan kepuasaan terhadap tubuh istrinya saat ini, ia tidak menyangka akan merasakan surga dunia di saat umurnya yang masih di bilang muda di bandingkan Siska.
Arka menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, ia menatap istrinya yang sudah mulai tertidur karena kelelahan akibat ulahnya tadi. Arka lalu mencium istrinya, lalu memeluk istrinya dan barulah Arka bisa tertidur nyaman di pelukan istrinya.
Keesokan paginya, semua orang saat ini sudah berkumpul di meja makan untuk memulai sarapan paginya. Namun tidak bagi Arka dan Siska yang masih betah tertidur di pelukan suaminya.
Mama dan Papa Arka yang sangat pengertian tidak ingin menggangu tidur anak dan menantunya saat ini, ia paham anaknya saat ini masih tertidur pulas akibat baru tidur sehabis subuh tadi.
Siska terbangun pada saat jam sudah menunjukkan sebelas siang, karena Siska merasakan sedikit keroncongan di perutnya saat ini. Siska berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya, ia melihat di pantulan cermin lehernya yang sudah di penuhi jejak kepemilikan akibat ulah suaminya yang begitu buas tadi malam menghisapnya.
Siska berjalan keluar kamar mandi dan segera membangunkan suaminya yang masih tertidur, ia mengerti saat ini suaminya masih mengantuk akibat kegiatan panasnya tadi malam dan barulah tertidur setelah mereka melaksanakan salat subuh. Namun karena perutnya yang begitu kelaparan dan memberontak minta di isi mau tidak mau Siska membangunkan suaminya, karena saat ini ia tinggal dengan keluarga suaminya dan tidak mungkin Siska keluar tanpa suaminya saat ini.
...........
Jangan lupa like dan komennya.
__ADS_1