Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 38


__ADS_3

Andes yang saat ini sedang berbaring di dalam kamarnya mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumahnya. Andes yang saat itu ingin mengistirahatkan tubuhnya menjadi penasaran, mengenai siapa tamu yang mendatangi rumahnya.


Andes berjalan mendekati pintu balkon kamarnya, ia menatap dari kejauhan saat istrinya turun dengan di bukakan pintu oleh teman lelakinya. Hatinya bagaikan tertusuk belati menyaksikan kemesraan dua insan yang seperti sedang menunjukkan kemesraan di hadapan Andes.


Andes dari kejauhan juga dapat melihat istrinya yang sedang berc**man serta disana ia juga dapat melihat dengan jelas, istrinya memeluk lelaki lain seperti orang yang tidak ingin di pisahkan oleh apapun. Andes mencoba menahan diri untuk bersabar dan tidak memperlihatkan kemarahannya begitu saja di depan istrinya, ia hanya ingin mengetahui kejujuran istrinya sejauh mana terhadapnya saat ini.


Andin berjalan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya, namun belum sempat ia masuk ke dalam rumah, mata Andin tidak sengaja melirik ke mobil Andes yang terparkir di garasi.


"Huft sial, aku harus mencari alasan yang bagus. Agar suamiku tidak mencurigaiku," ucap Andin merutuki kesialannya karena saat ini, suaminya sudah duluan pulang ketimbang dirinya.


Andin bersikap santai seperti tidak terjadi apa - apa dengannya, lalu Andin masuk ke dalam kamarnya dan melihat suaminya yang sedang tertidur di dalam kamar.


"Untung kamu tidak melihatnya," ucap Andin pelan namun dapat di dengar oleh Andes yang saat itu sedang pura - pura tidur.


Andes membuka kedua belah matanya dan menatap Andin yang saat ini di depan matanya.


"Sial, mati aku. Mudah - mudahan ia tidak mendengarkannya," batin Andin.


"Apa ada yang ingin kamu jelaskan padaku saat ini?" tanya Andes memulai percakapannya, ia bener - bener ingin tahu kejujuran Andin saat ini tanpa perlu ia beberkan secara rinci kebusukan istrinya.


Andin tertegun dengan ucapan suaminya saat ini, tidak mungkin suaminya secepat ini mengetahui kebusukan yang beberapa tahun ini ia sembunyikan rapat - rapat, bahkan Andin pun belum siap untuk meninggalkan kekayaan yang berlimpah yang telah di berikan suaminya saat ini.

__ADS_1


"Tidak sayang," rayu Andin dengan merapatkan tubuhnya ke suaminya, ia sangat yakin suaminya akan mudah tergoda dengan apa yang ia lakukan karena suaminya sangat menyukai ke agresifannya selama ini di atas ranjang.


Andes menatap Andin dengan sangat intens, ia memang sangat tergoda dengan apa yang di lakukan istrinya saat ini. Namun ia tidak ingin terbuai dengan rayuan istrinya karena saat ini, Andes sangat membenci wanita munafik yang saat ini ada di hadapannya.


"Kamu tidak perlu seperti ini," ucap Andes melepaskan tangan Andin yang bergelayut manja di tubuhnya.


"Kenapa sayang, kamu mau di puaskan ya secepatnya," jawab Andin yang langsung menyambar bibir Andes dan ingin **********.


Andes langsung melepaskannya dan langsung mendorong tubuh Andin, hingga menyebabkan pantat Andin tercium lantai.


"Aduh sakit," rintih Andin mengeluh kesakitan. "Kamu kok jahat sama aku," protes Andin.


"Kamu kenapa sih sayang, tidak biasanya kamu kasar seperti ini," tanya Andin lagi yg masih saja tidak menyadari kesalahannya.


Andes berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Andin. Andes benar - benar tidak percaya, istri yang telah bertahun - tahun ia nikahi ternyata menikamnya dari belakang. Padahal sedari tadi Andes sudah berusaha untuk bersikap sabar dan menunggu Andin untuk meminta maaf dan menceritakan semuanya. Namun ia salah telah bersikap sabar dengan orang yang ada di depannya saat ini.


"Kamu tatap mataku," teriak Andes yang sudah di batas titik kejenuhannya, karena sedari di kafe tadi ia sudah menahan emosinya.


"Apa kurangnya aku selama ini," marah Andes dengan mencengkeram dagu Andin kuat - kuat. "Selama ini, aku selalu menuruti keinginanmu," ucap Andes lagi lalu melepaskan cengkeramannya dengan kasar dan Andin hanya mengeluh kesakitan.


Andin tersentak dengan ucapan suaminya barusan, ia tahu kesalahannya saat ini, akan tetapi Andin merasa bingung darimana Andes mengetahuinya.

__ADS_1


"Aku ingin secepatnya, mengurus surat perceraian kita," ucap Andes yang ingin melangkahkan kakinya untuk pergi. " Untuk masalah harta dan hak asuh anak, kamu tidak perlu pikirkan," tekan Andes.


"Hahaha," ucap Andin berdiri dan menghampiri Andes yang akan pergi melangkahkan kakinya darisana. "Kamu memang lelaki paling bodoh yang pernah aku kenal, aku malahan sangat senang bisa bebas tanpa kamu," ucap Andin yang sangat bahagia akan keputusan Andes.


"Aku tidak sudi mengasuh anakmu dan satu lagi, separuh harta yang kamu punya, itu adalah hakku," ucap Andin yang tidak memikirkan perasaan Andes.


Andes menatap kepergian istrinya dari hadapannya saat ini, ia merasa sangat gagal dalam menjalani rumah tangganya dengan Andin. Harusnya ia harus bisa membimbing istrinya ke jalan yang benar karena Fitrah seorang istri memang membutuhkan pengarahan dari suami, seperti dalam sebuah hadist: “Perempuan tidak akan mampu lurus selamanya. Jika kamu merelakannya meski ada kebengkokan itu, kamu akan bahagia bersamanya. Tetapi jika kamu memaksa meluruskan kebengkokannya, kamu akan membuatnya patah, yaitu perceraian.” (H.R. Muslim).


Andes menjatuhkan dirinya kelantai dengan hanya lutut sebagai penyanggahnya. Andes menitikkan air matanya dan menumpahkan kekecewaan yang selama ini ia rasakan. Andes benar - benar merasa gagal dalam mempertahankan rumah tangganya saat ini, di tambah dengan kelakuan sang istri yang sangat jauh dari ajaran agama.


****


Andin telah selesai memasukkan semua baju yang ia miliki kedalam koper dan langsung menemui lelaki yang masih berstatus suaminya, untuk berpamitan pergi.


"Aku akan pergi dari rumah ini, kita akan bertemu di sidang perceraian kita dan ingat harta yang selama ini kita miliki akan kita bagi dua," tekan Andin. "Satu lagi yang perlu kamu ketahui mengenai masalah anak, aku tidak akan mempermasalahkan jika mereka ikut kamu. Karena aku yakin, kamu bisa membesarkan keduanya karena aku tidak butuh anak itu," ucap Andin yang benar - benar membuat Andes emosi mendengar ucapan dari istrinya.


"Kamu memang ibu yang tidak mempunyai perasaan," Ucap Andes dengan begitu sangat emosi mendengar ucapan istrinya. "Oke kalau itu maunya kamu. Jangan pernah lagi menginjakkan kaki kamu kesini lagi," usir Andes. "Dan jangan pernah berniat untuk mengganggu anakku lagi," sambung Andes yang benar - benar membuatnya kesal, akan tingkah istrinya.


............


Jangan lupa like dan komennya ya All, trims🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2