Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 48


__ADS_3

Arya akhirnya mengalah, dan segera pergi dari hadapan Bella saat ini. Arya mengalah bukan berarti ia kalah dalam bersaing mendapatkan Bella, hanya saja Arya tidak ingin membuat Bella merasa terlalu memikirkan perasaannya saat ini. Biar pun Arya mengaku kalah tapi tidak untuk selanjutnya.


Bella menatap kepergian Arya, ia tahu Arya merasa sakit hati terhadapnya saat ini. Namun mungkin ini lebih baik ketimbang Arya masih saja mengharapkan cintanya sedangkan hatinya hanya untuk Brian dan masalah perjodohannya, Bella akan berusaha untuk berbicara secara baik - baik kepada orang tuanya.


Brian hanya mampu menatap arah pandang wanitanya saat ini tanpa berani berkata lebih jauh lagi. Entah kenapa, ia masih saja sakit hati melihat Bella lebih memilih menatap lelaki lain ketimbang dirinya yang saat ini ada di sampingnya.


Bella akhirnya tersadar dari lamunannya dan kembali menatap Brian yang saat ini berada di sampingnya. Bella memegang tangan Brian dan mengajak Brian meninggalkan tempat itu, Brian yang saat itu seperti terhipnotis oleh wanita yang ada di hadapannya hanya menuruti kemana pun Bella akan mengajaknya. Brian seperti anak - anak yang menuruti arah kemana pun ibunya melangkah.


Untuk hari ini, biarlah ia seperti pria bodoh yang masih saja mengharapkan cinta tulus dari kekasihnya, Brian telah bertekad untuk menyingkirkan egonya dan semampunya untuk mempertahankan Bella. Brian tidak ingin kalah oleh Arya, ia akan pastikan Bella akan menjadi miliknya seutuhnya.


"Kita ke Rumah sakit ya Bri untuk mengobati lukamu, aku tidak ingin nanti terjadi apa - apa padamu karena aku sangat mencintaimu," ucap tulus Bella dan mencium wajah Brian saat mereka sudah masuk ke dalam mobil Brian.


Brian yang mendengarkan ucapan Bella dan juga ciuman singkat Bella merasa sangat bahagia, ia tidak menyangka hati Bella masih untuknya.


"Tidak apa - apa Bel, ini hanya luka ringan,"jawab Brian yang tidak memerlukan dokter cukup dekat dengan Bella saja sudah membuatnya senang dan sedikit melupakan rasa sakitnya di wajahnya.


"Eits .... Kamu ngomong apa? wajah kamu wajib di obati, nanti takut cidera dan kalau tidak di obati akan fatal akibatnya dan aku tidak ingin itu terjadi," jawab Bella yang masih saja kekeh untuk mengajak Brian ke Rumah sakit karena luka lebam di wajah Brian di bilang cukup parah ketimbang Arya.


"Cukup kamu ada disini, sudah membuatku bahagia Bel. Aku tidak membutuhkan apa - apa saat ini, karena hanya kamu wanita yang aku cintai," gombal Brian sehingga membuat wajah Bella memerah.


"Uluh .... uluh .... Udah pintar sayangku menggombal ya," ucap Bella dan langsung mencubit pelan pinggang Brian karena merasa gemas dengan lelaki yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Brian memegang pinggangnya agar seperti orang kesakitan. Bella yang melihat Brian seperti anak kecil yang kesakitan di cubit sedikit saja merasa gemas dan langsung tertawa karena merasa lucu dengan sikap Brian.


"Sayang, ini mau berapa jam kita disini. Kamu harus obati lukamu secepatnya," ucap Bella yang baru menyadari kalau ia masih berada di parkiran dan lebih tepatnya masih di dalam mobil Brian yang masih saja belum di jalankan oleh Brian.


Brian segera menghidupkan mobilnya dan menuruti kemauan Bella untuk pergi ke Rumah sakit.


Sedangkan di tempat lain, Arka baru saja menjamahi istrinya dan merasa sangat puas dengan apa yang ia lakukan bersama istrinya sedangkan Siska merasa sangat kelelahan menuruti keinginan suaminya yang luar biasa sangat buas dan tidak membiarkannya untuk beristirahat walau hanya sehari saja.


Siska merasa remuk seluruh tubuhnya karena dari semenjak ia menikah dengan Arka lelaki itu selalu memintanya untuk berhubungan badan dan sebagai istri yang baik Siska tidak pernah menolak apapun yang menjadi kebutuhan suaminya.


Sebelum menikah, Siska sudah diberikan pengarahan oleh Mama maupun Papanya dan ia masih ingat betul ucapan Mamanya mengenai sabda Rasulullah SAW memperingatkan para wanita yang telah menjadi suami untuk tidak menolak ajakan suami untuk melakukan hubungan badan. Seperti sabda Rasulullah yang artinya: Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslim).


"Istirahatlah, aku mandi dulu," ucap Arka mengecup kening istrinya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Siska hanya diam tanpa menjawab ucapan suaminya dan berusaha untuk memejamkan matanya.


Tidak lama setelah itu, Arka keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya. Arka melangkah melewati Siska menuju lemari pakaian dan mengambil salah satu celana dan baju untuk ia pakai.


Arka turun menuju dapur, ia ingin membuat sesuatu untuk di makan istrinya. Arka yang mempunyai skil dalam memasak makanan mencoba hal baru untuk membahagiakan istrinya. Malam ini Arka ingin membuat hal spesial buat istrinya dan ingin menyiapkan surprise kecil - kecilan agar bisa menyenangkan istrinya.


Setelah memasak, Arka mendekorasi halaman belakang rumahnya dan menyiapkan semuanya. Arka ingin membuat makan malam spesial untuk istrinya dengan tangannya sendiri.

__ADS_1



Setelah semuanya selesai, Arka kembali ke kamarnya dan segera mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa keringat yang masih lengket di tubuhnya.


Saat Arka keluar, ia melihat istrinya yang baru saja bangun dari tidurnya. Arka mendekat kearah istrinya lalu mengangkat tubuh istrinya agar secepatnya mandi.


"Maafin aku Ar, badanku masih sakit. Aku tidak bisa menuruti kemauanmu dulu, plis," ucap Siska dengan nada memohon.


Arka tertawa dengan ucapan Siska, padahal saat ini ia tidak ingin menyentuh istrinya melainkan hanya ingin memandikan Siska karena ia tahu Siska masih kelelahan makanya dari itu Arka ingin membantu membersihkan tubuh Siska.


"Aku hanya ingin memandikan kamu, jangan berpikir macam - macam,"


"Ya sudah, terimakasih. Kebetulan, aku juga sangat sakit seluruh tubuhku," ucap Siska menuruti keinginan Arka yang saat ini sibuk membersihkan tubuh Siska dan sedikit menahan gejolak yang ada di tubuhnya.


Setelah selesai mandi, Arka kembali mengangkat tubuh Siska dengan handuk yang membalut tubuhnya. Arka mendudukkan Siska di sebuah kursi meja rias yang ada di kamarnya, dan Arka segera mengambil pakaian untuknya dan juga pakaian untuk di pakai oleh Siska.


Siska menatap pakaian yang saat ini di pegang suaminya, ia tidak tahu suaminya akan membawanya kemana malam ini. Namun Siska tidak ingin bertanya lebih jauh lagi dan hanya menuruti apapun yang di inginkan suaminya dan segera memakai pakaian tersebut.


............


Jangan lupa like dan komennya

__ADS_1


__ADS_2