Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 61


__ADS_3

Brian menatap ke arah Andes yang sama sekali tidak menanggapi permintaannya, ada raut kesedihan yang tersirat di wajah Andes saat ini. Brian pun sangat mengerti permintaannya sangat susah buat di kabulkan Andes, apalagi sudah puluhan tahun ia sama sekali tidak bertemu dengan Papa maupun Mamanya.


Andes berdiri dan beranjak dari tempat duduknya, Andes melangkahkan kakinya menuju taman untuk menenangkan pikirannya yang sedikit terusik oleh seseorang yang di masa lalunya yang sempat ia lupakan kehadirannya di hidupnya. Andes menatap nanar ke depan sambil memijit kepalanya yang sedikit berdenyut, ia juga sangat merindukan orang tuanya itu. Namun Andes pun tidak mengetahui dimana orang tuanya tinggal, rasanya ia sangat menangis memikirkan nasibnya yang tidak pernah sedikit pun merasakan kebahagian, bahkan anaknya pun juga ikut kena imbas juga.


Brian dan Bella terdiam saat Andes memilih menjauh, Brian pun sangat paham perasaan Andes yang juga sangat merindukan sang Papa serta juga kecewa dengan sikap orang tuanya di waktu dahulu, yang tidak memiliki perasaan sama sekali meninggalkan mereka berdua dari semenjak ia kecil.


Andes duduk di tempat yang ia duduki tadi, Andes menarik nafas secara kasar sebelum ia menyetujuinya. Andes akui permintaan adiknya sangat menyulitkan baginya, apalagi sudah berpuluh tahun ia sama sekali tidak bertemu orang tuanya. Apakah Papanya masih mengingat dan mengakui dirinya sebagai anaknya atau tidak.


"Baiklah, abang akan usahakan untuk mengabulkan permintaanmu. Namun untuk membuat Papa hadir di depan kita, abang sama sekali tidak bisa janjikan. Karena memang abang sama sekali belum bertemu sama Papa maupun Mama. Abang harap kamu paham akan ucapan abang," ujar Andes menjelaskan. "Ta, pi kenapa firasat abang mengatakan, bahwa kamu sudah mengetahui keberadaan Papa," lanjut Andes menanyakan balik.


Brian pun terdiam, ia juga tidak ingin mengatakan bahwa ia sudah bertemu dengan Bram Papanya saat ia yang saat itu berada di pesta pertunangan Bella dengan orang lain.


"Kenapa tidak di jawab!"hardik Andes.

__ADS_1


"Be, lum bang!" ujar Brian gugup dan sebisa mungkin untuk menyembunyikannya terlebih dahulu dari Andes. Karena kunci ia bisa bertemu dengan Papanya terletak pada Papa Bella makanya ia memberikan syarat yang sedikit rumit untuk Andes kakaknya.


"Abang harap tidak ada yang kamu sembunyiin dari abang," ujar Andes menatap Brian dengan tatapan yang penuh curiga.


"I, ya bang," ujar Brian kelabakan.


"Untuk kamu Bel!" tunjuk Andes. "Abang sudah mengetahui semua tentangmu, bahkan abang juga tahu kamu akan segera menikah dengan orang lain. Makanya kamu kabur kesini untuk menghindarinya," ujar Andes yang semalam mendapatkan informasi dari orang yang ia beri tugas untuk selalu mengikuti kemana pun adiknya berada. Makanya pagi ini Andes datang kekediaman Brian untuk membuktikan kebenarannya sekaligus ia ingin memberi luang adiknya untuk segera mendapatkan cintanya. Karena Andes tahu kalau adiknya sangat mencintai Bella.


Bella meremas kuat - kuat jari tangannya, bahkan ia sama sekali tidak berani menatap Andes yang saat ini menatap ke arahnya. Andes pun menjadi tidak tega melihat Bella yang sedikit tertekan karena ucapannya barusan, hingga ia memilih untuk diam.


"Ta, pi bang," protes Bella yang tidak ingin kembali ke rumah karena merasa takut dengan orang tuanya akan memarahinya nantinya.


"Tidak ada tapi - tapian karena abang tidak akan mengizinkan kamu untuk tinggal di rumah ini sebelum kamu sah menikah dengan Brian," ujar Andes dan melangkahkan kakinya keluar rumah.

__ADS_1


****


Malam pun tiba, Andes datang ke rumah menemui adiknya. Andes menunggu Brian di ruang tamu sambil membaca WhatsApp yang di kirim seseorang kepadanya, karena sebelum ia menemui orang tua Bella. Andes harus mencari tahu terlebih dahulu kelemahan Papanya Bella agar Papanya Bella segera merestui hubungan adiknya serta Andes juga mencari tahu kolega - kolega bisnis yang dekat dengan Papa Bella saat ini, agar ia segera menekan bisnisnya apabila hubungan adiknya tidak di restui olehnya.


"Bang!" panggil Brian sehingga membuat Andes sangat terkejut dan mengakibatkan ponsel di tangannya terjatuh.


Andes menatap adiknya sebelum Andes memutuskan memungut ponselnya yang saat itu terjatuh di lantai. "Kenapa?" tanya Andes yang saat itu kembali menatap ponselnya yang sedikit retak namun masih bisa di lihat isi pesannya.


"Aku sudah siap bang," ujar Brian memberitahu Andes agar ia segera berangkat menemui keluarga Bella.


"Oke," ujar Andes berdiri dan melangkahkan kakinya keluar rumah menuju rumah Bella. Namun Andes masih jadi tanda tanya mengenai salah satu nama kolega Papa Bella yang sepertinya ia mengenalinya dan bahkan sangat ia kenal nama tersebut.


...........

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.


__ADS_2