Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 28


__ADS_3

Bella sangat terkejut dengan keadaan Brian yang ada di depannya saat ini. Bella merasa tidak percaya dengan apa yang di lihat saat ini. Air mata yang ia tahan dari tadi pun langsung tumpah seketika.


Bella berlari masuk menghampiri brankar dimana Brian biasa berbaring, ia merasa tidak percaya kalau ia akan kehilangan orang yang dia sayang untuk selama - lamanya.


Bella menangis tersedu - sedu, ia merasa pertahanannya seakan runtuh melihat seluruh badan Brian tertutup kain. Bella tidak menyangka selama tiga hari tidak menjenguk Brian di Rumah sakit akan berdampak seperti ini, kalau bisa meminta waktu untuk di putar kembali, Bella tidak akan pernah sedikit pun meninggalkan Brian dan akan ada disamping Brian untuk merawat dan menjaganya.


"Tuhan kenapa secepat ini kau ambil dia, bahkan waktu bersama dengannya pun terasa sebentar. Kenapa semua terasa tidak adil, kenapa tuhan?" ucap Bella disela tangisnya dan Bella terduduk di lantai.


Bella menyeka air matanya dan mencoba berdiri kembali meskipun terasa berat untuk berdiri, bahkan tulang belulangnya pun terasa rapuh. Bella berdiri dengan berpegangan ke dinding ruang rawat Brian, namun Bella merasa tidak kuat untuk berdiri. Lututnya seolah tidak bisa menopang badannya, sudah beberapa kali Bella mencoba untuk berdiri dari duduknya namun bukannya berdiri, Bella malahan ambruk dan terjatuh ke lantai.


Bella ambruk dan tidak sadarkan diri di ruang rawat tersebut. Tidak lama setelah itu datang perawat masuk ke dalam ruang tersebut dan menghampiri Bella yang pingsan di lantai.


Bella di rawat di ruang inap yang tidak jauh dari ruang rawat sebelumnya. Sudah setengah jam lebih Bella belum juga kunjung sadar dan tak lama setelah itu datang orang tua Bella dengan sangat histeris. Ia tidak menyangka putrinya kabur dari acara makan malam dan malah berakhir di Rumah sakit.


Mamanya di kabari oleh staf yang bekerja di Rumah sakit bahwa anaknya pingsan di ruang rawat inap dimana ada salah satu korban kecelakaan yang meninggal dunia. Mama Bella yang saat itu, masih di perjalanan pulang langsung putar arah menuju Rumah sakit.


Mama dan Papa Bella sedih melihat nasib anaknya yang seperti ini. Orang tuanya belum mengetahui apa penyebab Bella kabur dan malah pergi ke Rumah sakit. Apalagi yang Bella datangi adalah ruang rawat inap pasien yang baru saja tadi pagi mengalami kecelakaan. Ini menjadi tanda tanya besar oleh Papanya Bella, apa sebenarnya hubungan anaknya dengan pasien tersebut.


Mama Bella begitu sangat khawatir melihat putrinya, sudah satu jam ia menemani Bella yang terbaring disini namun Bella belum juga kunjung sadar.


Tio atau Papa Bella yang melihat istrinya yang begitu terpuruk melihat keadaan putrinya pun seakan merasa bersalah. Ia tidak menyangka karena watak keras kepalanya membuat putrinya menjadi korban seperti ini dan juga membuat istrinya sedih.


Tidak berselang lama datanglah dokter yang merawat Bella, dokter menyampaikan keluhan yang dialami Bella saat ini. Orang tuanya tidak menyangka selama ini anaknya mengalami stres berat dan kurangnya asupan makanan yang masuk ke tubuhnya, selama ini ia tidak pernah tahu apa yang dialami anaknya, karena memang Bella yang tidak pernah bercerita apapun mengenai masalah yang dialaminya saat ini.

__ADS_1


Hari sudah menunjukkan jam 01.00 dini hari, Bella berusaha membuka matanya. Saat matanya terbuka, Bella teringat akan sosok Brian yang sudah pergi meninggalkannya untuk selama - lamanya. Bella menangis histeris membayangkan apa yang dilihatnya tadi. Ia tidak pernah menyangka sosok lelaki yang ia cintai telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.


Bella melihat kesebelah kanannya, disana ia melihat Mamanya masih terlelap di sampingnya. Bella berusaha untuk bangun dari tidurnya dan ingin menghampiri kembali ruang rawat inap Brian tadi, untuk sekedar memastikan benar atau tidaknya Brian yang meninggal dunia karena sebelumnya Bella belum mengetahui siapa orang yang tertutup seluruh badannya dengan kain tersebut.


Bella berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya dengan pelan - pelan agar Mamanya tidak bangun dan mengetahuinya, dia sekuat tenaga berusaha untuk bangkit dengan mencopot inpus yang ada di pergelangan tangannya. Namun beberapa langkah Bella berjalan, Bella kembali terjatuh di lantai dengan tidak sadarkan diri.


Mama Bella terbangun karena mendengar suara terjatuh, ia melihat putrinya di lantai yang tidak sadarkan diri sehingga membuat Mamanya sangat histeris melihat putrinya, Mama memanggil Papa Bella yang saat itu berada di luar. Papa Bella yang mendengar teriakan istrinya langsung masuk ke dalam, Papa yang melihat anaknya yang kembali pingsan langsung mengangkat putrinya dan merebahkan tubuh putrinya kembali di atas brankar.


Papa memencet tombol panggilan agar ia tidak perlu susah - susah mencari perawat untuk memeriksa putrinya.


Tidak lama perawat datang menghampiri dan memeriksa keadaan Bella serta memasang kembali inpus di pergelangan tangan Bella.


****


Siska yang mendapat kabar dari Mama Bella segera mencari nama Arka yang ada di ponselnya. Siska mengabari Arka agar mau menemaninya ke Rumah sakit.


Tut tut tut


Arka saat itu masih tertidur di kamarnya, Arka yang mendengar suara ponselnya berbunyi segera meraba meja nakas yang berada dekat tempat tidur untuk mengambil ponselnya, dengan mata yang masih terpejam Arka mencoba mengangkat panggilan telephone tanpa mengetahui siapa yang menelphonenya saat ini.


"Halo .... Assalamualaikum," ucap Arka dengan suara serak khas bangun tidur.


Siska yang mendengar suara Arka yang serak di ponselnya merasa bersalah telah mengganggu tidur Arka.

__ADS_1


"Halo ....!" ucap Arka kembali.


"Iya halo ....! Maaf Ar mengganggu paginya," ucap Siska tanpa menjawab salam Arka terlebih dahulu.


Arka yang mendengar suara Siska langsung terbangun.


"Bisa tidak ...! kalau ada orang ucapin salam itu, di jawab dulu baru bicara yang lain," ucap Arka dengan tegas mengajari Siska yang mempunyai kebiasaan tidak menjawab salam terlebih dulu.


"Waalaikumsalam, maafkan aku Ar," jawab Siska yang merasa terpojokkan dengan kata - kata yang di ucapkan Arka.


"Iya ada apa?" ucap Arka dengan begitu cuek.


Sebenarnya Siska enggan untuk menghubungi Arka karena melihat sifatnya yang begitu cuek namun karena desakan orang tua Siska lah, Siska menghubungi Arka untuk menemaninya ke Rumah sakit untuk menjenguk Bella.


Orang tua Siska berpesan kepada Siska untuk kemana pun ia pergi harus ada Arka yang menemani, oleh sebab itu lah Siska menghubungi Arka saat ini.


"Begini Ar, aku mau ke Rumah sakit menjenguk Bella," ucap Siska berhenti ingin mendengar jawaban dari Arka saat itu. "Karena tadi pagi aku mendapat kabar, bahwa Bella saat ini di rawat karena semalam ia tidak sadarkan diri," ucap Siska melanjutkan pembicaraannya.


"Ya sudah, aku mandi dulu dan akan menemani kamu ke Rumah sakit," jawab Arka dan langsung mematikan telphonenya tanpa menunggu persetujuan dari Siska.


"Hufft .... selalu begitu, mematikan seenak hatinya saja,"ucap Siska menatap ponselnya yang telah di matikan Arka.


...........

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya all. trims sebanyak-banyaknya yang telah berkenan mampir dan membacanya, meskipun terkadang ceritanya bertele - tele atau ada typo bertebaran, minta komennya agar bisa menjadi yang lebih baik lagi. Karena ini merupakan novel pertama dan masih dalam tahap belajar, jadi harap di maklumin🙏🙏.


__ADS_2