Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 17


__ADS_3

Waktu sungguh cepat berlalu, sejak pertikaiannya dengan Brian, Bella seakan tertutup dan mulai menjauhi Brian. Sudah satu bulan ini, Bella bekerja sebagai Dosen di kampus Brian dan selama satu bulan itu lah Brian selalu mengganggunya. Akan tetapi Bella selalu menghindar saat Brian menemuinya. Karena bagi Bella cukup sekali ia terluka, dan jangan sampai luka itu terulang kembali.


Hari ini seperti hari biasanya, Bella berangkat ke kampus pagi ini, karena ia ada jadwal mengajar di jam pertama untuk menggantikan jadwal mengajar Arya, yang saat ini sedang melanjutkan studinya. Sehingga mau tidak mau, Bella lah yang menjadi Dosen pengganti di kelas Brian saat ini.


Jalanan padat yang di penuhi berbagai jenis kendaraan pagi itu pun, tidak menghilangkan semangat Bella untuk lebih bersabar. Bella tidak mau karena ketidak sabarannya dalam mengendarai kendaraan bakal berdampak pada keselamatannya.


Mobil Bella pun memasuki perkarangan kampus, dari jauh Brian dapat melihatnya. Brian yang merasa ada kesempatan saat ini, segera melancarkan aksinya.


Brian berjalan dengan sangat hati - hati agar ia tidak ketahuan Bella. Brian sangat berharap rencananya kali ini harus berhasil, dari jauh Brian dapat melihat Bella yang keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju tempat Brian bersembunyi saat ini. Brian bersembunyi di sebuah lorong kampus, yang nanti bakal di lalui Bella saat menuju kelas nanti.


Bella yang sama sekali tidak mengetahui akan rencana Brian kali ini, begitu terkejut saat Brian dangan sengaja membekap mulut Bella agar tidak berani teriak dan langsung menarik tangan Bella ke suatu tempat yang agak sepi, yang tidak di lalui orang sama sekali.


Bella begitu kesal dengan sikap Brian saat ini, sakit yang Brian toreh di hati Bella, bertambah berkali lipat.


Setelah Brian sampai ke tempat yang bakal Brian tuju, Brian pun segera melepaskan bekapan mulut Bella akan tetapi ia tetap memegang salah satu pergelangan tangan Bella, agar Bella tidak berani kabur.


Plak


Bella menampar Brian dengan tamparan yang begitu sangat keras, sehingga menimbulkan rasa sakit di bagian telapak tangan Bella yang digunakan Bella untuk menampar Brian.


"Kurang ajar kamu ya!" ujar Bella yang begitu sangat kesal dan benci pada Brian, sehingga Bella begitu tega menampar Brian tanpa memiliki rasa kasihan kepada Brian yang sedikit kesakitan di bagian wajah yang menimbulkan warna kemerahan akibat tamparan Bella.


"Tampar lagi aku Bel! aku rela kamu tampar aku, bahkan bunuh aku sekalipun, agar kamu bisa memaafkan kesalahanku," ujar Brian yang memohon kepada Bella.


Bella pun merasa sedikit terenyuh oleh perkataan Brian, walau sesakit - sakit hatinya, ia juga tidak mungkin memukul Brian lagi. Akan tetapi ia juga tidak akan memaafkan kesalahan Brian yang bagi Bella sangat menyakitkan hatinya.

__ADS_1


"Kalau kamu ingin, aku memaafkan kesalahanmu. Tolong lepaskan tanganku!" ucap Bella sedikit memberontak agar Brian segera melepaskan tangannya.


"Oke, aku lepaskan! tapi aku mohon padamu Bel, jangan kabur sebelum aku menjelaskan semuanya," ucap Brian memohon kepada Bella.


"Ini waktu yang tidak tepat untuk berbicara! karena pagi ini, aku ada kelas dan sekarang aku sudah terlambat karena kelakuan kamu," ujar Bella.


Brian pun segera melepaskan tangan Bella. Karena Brian tidak ingin terlalu memaksakan kehendaknya saat itu. Bella yang sudah terlepas tangannya, langsung berlari keluar meninggalkan Brian yang saat itu, masih terpaku setelah kepergian Bella.


****


Siang itu setelah jadwal mengajar Bella selesai, Bella segera bersiap - siap membereskan meja kerjanya dan langsung keluar menuju parkiran mobil.


Brian yang melihat Bella keluar dari ruangannya saat itu, segera berlari menyusul Bella. Agar ia bisa menyelesaikan masalah yang ia hadapi dengan Bella.


"Bel! urusan kita belum selesai," ucap Brian yang saat itu tepat berada di belakang Bella.


"Oke, kita berbicara ke kafe yang dekat dari kampus ini," ucap Bella memberi kesempatan kepada Brian.


"Oke, nanti aku susul kesana," ucap Brian.


****


Saat ini Bella sudah menunggu Brian di tempat yang sudah ia janjikan, namun sudah satu jam lebih Bella menunggu, akan tetapi, Brian belum juga datang menemuinya.


Bella begitu sangat kesal dengan kelakuan Brian saat ini, padahal ia sudah memberikan kesempatan kepada pemuda tersebut untuk menjelaskan masalah yang ia hadapi kemaren. Namun siapa yang menyangka, malahan Brian sendiri yang ingkar dengan janjinya dan tidak datang menemuinya saat ini.

__ADS_1


Bella yang saat itu sudah bosan menunggu Brian, yang tidak juga kunjung datang menemuinya segera bersiap - siap untuk keluar dari kafe tersebut.


****


Disinilah Brian saat ini, ia terbaring lemah di Brangkar rumah sakit dengan begitu banyak luka di bagian tangan dan kakinya serta sedikit cidera di bagian kepalanya.


Brian saat ini belum juga sadarkan diri, ia mengalami luka yang cukup parah. Sehingga sudah berapa jam ia dirawat, belum juga ada tanda - tanda Brian sadarkan diri.


Brian mengalami kecelakaan saat ia berniat menemui Bella di kafe siang itu. Namun siapa sangka, kejadian naas menimpanya. Padahal Brian saat itu sangat begitu senang karena Bella sudah mau menemuinya dan memberikan kesempatan untuk berbicara padanya.


Sebelum Brian tidak sadarkan diri, saat terjadinya kecelakaan tersebut. Brian masih sempat bergumam meminta maaf kalau ia tidak bisa menemuinya. Meskipun permohonan maaf darinya tentu saja tidak di dengar Bella, namun saat itu ia sangat berharap Bella bisa memafkan kesalahannya.


Andes saat ini telah sampai bersama istrinya di lobi Rumah sakit. Andes berjalan terburu - buru agar ia bisa segera bertemu dengan adiknya. Andes begitu sangat panik dan sangat sedih, saat mendapat kabar bahwa adik yang sudah ia rawat dari semenjak ia kecil mengalami kecelakaan saat ini.


Andes juga begitu sangat menyesal karena telah menelantarkan adiknya semenjak ia menikah. Andes merasa menjadi kakak yang tidak berguna yang begitu tega menelantarkan adiknya dan membiarkannya tinggal sendirian di rumah peninggalan kedua orang tuanya.


Andes yang sudah sampai di depan ruang rawat Brian, segera masuk ke dalam ruangan tersebut agar ia bisa melihat adiknya. Andes begitu sangat sedih melihat keadaan adiknya saat ini dan tanpa ia duga air mata yang ia tahan dari tadi, akhirnya menetes di pipinya.


Andin yang melihat suaminya menangis baru menyadari kalau suaminya begitu sangat sayang kepada adiknya melebihi rasa sayangnya kepada dirinya. Akan tetapi selama ini, ia telah salah memisahkan kedua orang kakak beradik itu, karena keegoisannya.


Andin pun melangkahkan kakinya keluar ruangan rawat inap Brian, karena ia yakin suaminya saat ini butuh waktu berdua dengan adiknya.


Andin pun keluar ruangan dengan tatapan begitu kosong, karena ia seakan merutuki kesalahan yang ia perbuat saat ini, sehingga tanpa sengaja ia telah menabrak seseorang.


"Maafkan aku," ujar Andin.

__ADS_1


..............


__ADS_2