Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 40


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, tidak terasa tibalah waktu dimana dua anak manusia di pertemukan dalam sebuah ikatan janji suci. Dimana ketika dua orang sudah memantapkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, keduanya berarti sudah yakin satu dengan yang lainnya.


Begitulah yang dirasakan oleh Siska saat ini, dimana ia begitu bahagia bisa bersanding dengan orang yang begitu ia cintai.


Setelah berbulan - bulan berlalu, merasa tidak mudah bagi Siska untuk menaklukan pujaan hatinya yang bernama Arka. Bahkan Siska merasakan cintanya bertepuk sebelah tangan itu tidaklah mengenakkan, meskipun mereka sudah di jodohkan sekalipun. Namun Arka tetaplah Arka, lelaki yang begitu dingin yang sulit untuk di dekati.


Hari ini telah tiba, dimana ia akan bersanding dan akan menjadi seorang istri dari sosok yang selama ini ia impikan. ya, hari ini adalah hari pernikahan Siska dan Arka.


Siska di make up dengan semaksimal mungkin dengan balutan kebaya yang begitu sangat cantik dan pas di badannya.


Siska di iring menuju tempat, dimana akad nikah akan di laksanakan. Siska duduk di samping Arka karena sebentar lagi ijab kabul akan di laksanakan. Arka menatap wanita yang berada di sampingnya dan mengulas senyum bangga karena akan memiliki wanita yang sangat cantik di matanya bahkan Arka tak berkedip menatap wanita yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya tersebut.


Suara penghulu membuyarkan lamunannya, bahwa sebentar lagi akad akan segera di mulai dan Arka di minta untuk lebih konsentrasi saat mengucapkan lafaz ijab kabul nanti.


Arka menarik nafas dalam - dalam dan sebisa mungkin untuk lebih konsentrasi. Arka menjabat tangan Papa Siska karena sebentar lagi acara ijab kabul akan di mulai dan Papa Siska segera mengucapkan lafaz akad dan nantinya akan di jawab langsung oleh Arka.


Saya terima nikah dan kawinnya Siska syakilla binti Bambang prasetyo dengan maskawinnya yang disebutkan tadi dibayar tunai.


Sah


Sah


Sah

__ADS_1


Setelah terdengar ucapan sah dari saksi, akhirnya Siska sah menjadi istrinya Arka. Siska sangat bahagia karena akhirnya ia bisa memiliki Arka seutuhnya. Arka menghadap menatap Siska yang saat ini di sampingnya, lalu Siska mencium tangan suaminya yang saat ini berada di hadapannya. Arka pun menerima uluran tangan Istrinya dan memegang ubun - ubun Siska dengan mengucapkan lafaz "Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."


Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


Setelah mengucapkan lafaz tersebut, lalu Arka mencium kening Siska yang sudah sah menjadi istrinya saat ini.


Setelah serangkaian acara yang telah mereka lalui, tibalah saatnya sesi foto, dimana seluruh keluarga berkumpul untuk ikut serta berfoto ria dengan mempelai, begitu pula dengan Bella dan juga Brian yang ikut berfoto bersama dengan sahabatnya.


Bella sangat bahagia, akhirnya sahabatnya bisa bersanding dengan orang ia cintai namun entah bagaimana dengan nasib cintanya dengan Brian yang belum ada kata pasti sama sekali. Karena sebelumnya ia yang sempat di jodohkan oleh Papanya dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai. Bella pun tidak ingin memaksakan kehendaknya terhadap Brian karena ia tahu Brian saat ini masih berstatus mahasiswa.


"Bel, aku sangat bahagia bisa mendapatkannya," ucap Siska berbisik sambil memeluk sahabatnya.


"Iya, aku turut bahagia menyaksikan pernikahanmu," ucap Bella sedikit mengusap air matanya karena meneteskan air mata kebahagian untuk sahabatnya.


Bella dan Brian saling pandang saat mendengarkan ucapan Siska. Namun mereka hanya diam tanpa menjawab ucapan Siska. Bella hanya bisa tersenyum menanggapinya, karena bagi Bella sendiri merasa kurang yakin untuk bisa bersanding dan menjadi istri dari Brian dan begitu juga dengan Brian yang merasa belum bisa untuk membahagiakan Bella karena statusnya yang masih mahasiswa dan bekerja pun hanya cukup untuk biaya kuliah dan kebutuhan sehari - harinya. Berbeda dengan Arka, walau ia masih berstatus mahasiswa namun ia sudah mapan dan memiliki beberapa cabang kafe dimana - dimana.


Arka menatap Brian, ia mengerti dengan apa yang di pikirkan sahabatnya saat ini. Meskipun Brian memiliki kakak yang sangat mapan, namun Brian sama sekali tidak ingin menyusahkan kakaknya. Karena bagi Brian kebahagian kakaknya adalah segalanya, ia tidak ingin keluarga kakaknya hancur karena membantunya bahkan Brian sangat ingat betul, saat kakak iparnya datang menemuinya dan sedikit mengancam Brian untuk tidak bergantung kepada kakaknya.


Flashback on


Saat itu Andin datang menemui Brian ke rumah yang di tinggali Brian. Andin langsung masuk karena saat itu pintu rumah Brian tidak terkunci. Andin begitu sangat bahagia, karena ia bisa bertemu dengan Brian sang Adik ipar yang sangat ia cintai bertahun - tahun.


Andin langsung nyelonong masuk ke dalam kamar Brian yang waktu itu sama sekali tidak terkunci. Andin menatap Adik iparnya yang saat itu sedang tertidur pulas karena Brian yang begitu kelelahan sepulang kerja, Andin tersenyum saat menatap Brian yang begitu sangat menawan di matanya.

__ADS_1


Andin mendekati Brian dan mencium wajah Brian yang saat itu sedang tertidur, Brian terbangun saat ada orang mengusik tidurnya.


Brian begitu terkejut melihat Andin yang sangat berani masuk ke kamarnya. Brian bahkan tersulut emosi melihat tingkah dari istri kakaknya yang begitu sangat murahan saat Andin mencoba memeluk Brian.


Andin yang melihat adik iparnya yang tidak mau di dekati merasa sedikit kecewa, pasalnya ia telah jatuh hati dengan Brian sewaktu ia masih sekolah bahkan Andin selalu memperlihatkan rasa cintanya meskipun Brian tidak menanggapi.


Hingga sampai saat ia di perkosa oleh seseorang saat pulang sekolah karena saat itu ia menempuh jalan yang sangat sepi orang lalu lalang. Namun harapan tidak seindah kenyataan, Andin yang saat itu menginginkan Brian malah orang tuanya menjodohkannya dengan Andes, untuk menutupi aib keluarganya karena bagi orang tuanya Andes yang saat itu sangat mapan berbeda dengan Brian yang saat itu masih anak sekolahan.


"Kamu gila Andin," teriak Brian membuang secara kasar, tangan Andin yang saat itu ingin memeluknya.


"Iya, aku gila karena kamu yang tidak melihat aku," jawab Andin yang begitu sangat mengejutkan Brian.


Andin pun menceritakan semuanya dari awal ia mulai mencintai Brian, Brian yang mendengarkannya begitu terkejut ternyata Andin menikahi kakaknya hanya karena terpaksa sehingga membuat Brian begitu sangat murka karena selama ini kakaknya telah di permainkan oleh istrinya yang sangat ia hargai bak putri.


"Pergi dari rumahku sekarang juga atau kalau tidak, aku akan kasih tahu bang Andes sekarang juga," teriak Brian dengan begitu sangat emosi.


"Hahaha .... katakan saja pada kakakmu, palingan kakakmu lebih mempercayai istrinya ketimbang adiknya," jawab Andin dengan sangat percaya diri. "Satu lagi, karena kamu telah menolakku akan aku pastikan kalau kamu akan menderita tanpa bantuan kakakmu," ancam Andin dan segera berlalu pergi dari hadapan Brian.


Flashback off


.............


Jangan lupa like dan komennya

__ADS_1


__ADS_2