Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 20


__ADS_3

"Halo .... Assalamualaikum," ucap Bella saat panggilan sudah diangkat Arka.


"Waalaikumsalam," jawab Arka.


"Kamu mau bicara apa," tanya Bella yang begitu sangat penasaran.


"Begini Bel, aku hanya ingin menyampaikan sedikit berita duka semoga kamu baik - baik saja setelah mendengarnya," ujar Arka sebelum ia memberitahukan Bella mengenai kabar Brian saat ini.


Bella sedikit bingung dengan ucapan Arka saat ini. Ia tidak paham dengan kabar yang akan di sampaikan Arka kepadanya. Namun ia hanya terdiam sambil memikirkan apa maksud dari perkataan dari Arka tersebut.


"Bel, sebenar .... nya," ucap Arka yang sedikit bingung menyampaikan berita mengenai keadaan Brian saat ini.


"Sebenarnya apa?" tanya Bella bingung dengan ucapan Arka yg sepotong - sepotong dan sedikit ambigu.


"Aku ingin mengabari padamu, bahwa saat ini Brian sedang di rawat di Rumah sakit, karena kecelakaan beberapa hari yang lalu," ucap Arka dengan lantang agar Bella langsung mengerti apa yang ia ucapkan.


"Apa?" tanya Bella untuk memastikan kembali yang dikatakan oleh Arka tadi.


"Iya, Arka beberapa hari yang lalu mengalami kecelakaan yang tidak jauh dari kafe dekat kampus," ulang Arka lagi.


Degh ....


Bella sangat terkejut dengan berita yang di sampaikan Arka kepadanya, ia sungguh tidak menyangka karena ingin bertemu dengannya sehingga Brian mengalami kecelakaan saat ini. Andai Bella tidak meminta Brian untuk datang ke kafe tersebut, mungkin Brian tidak akan mengalami kecelakaan seperti ini. Bella sungguh menyesal saat ini, air mata Bella pun menetes seketika mendengar Brian yang saat ini terbaring di Rumah sakit.


"Bel!" panggil Arka.


Bella masih terdiam dengan pikiran masih berkecamuk, lututnya seolah tidak sanggup menopang badannya. Pikirannya sedikit kalut, sehingga Bella menjatuhkan badannya ke lantai dan menangis tersedu - sedu tanpa memikirkan panggilannya dengan Arka yang masih terhubung.


"Bella, kamu masih dengar aku kan?" tanya Arka lagi memastikan Bella masih mendengarkan ucapannya.


Bella yang mendengarkan suara Arka, yang memanggilnya pun tersadar dan langsung mengambil kembali ponselnya yang sempat terjatuh di lantai.


"Maaf," ucap Bella, meminta maaf karena telah mengabaikan Arka saat ini.


"Iya! tidak apa - apa, aku mengerti dengan apa yang kamu rasakan Bel," ujar Arka.

__ADS_1


"Ya sudah, aku hanya sekedar ingin mengabari keadaan Brian aja. Aku pamit dulu, Assalamualaikum," pamit Arka.


"Waalaikumsalam," jawab Bella.


****


Setelah menerima panggilan telephone dari Arka tadi, Bella sangat mengkhawatirkan keadaan Brian saat ini. Ia sangat menyesal telah mendiamkan Brian beberapa hari ini.


Meskipun masih ada sedikit kekecewaan di wajah Bella karena kejadian yang menimpa hubungannya dengan Brian kemarin, namun ia mengakui bahwa ia tidak bisa membenci Brian terlalu lama. Apalagi dengan keadaan Brian yang saat ini sedang terbaring lemah di brangkar Rumah sakit.


Bella sedari tadi mondar mandir di dalam kamarnya, ia tidak bisa memejamkan matanya saat ini. Ia ingin secepatnya, malam berganti dengan pagi agar ia bisa pergi menjenguk Brian di rumah sakit.


Setelah lelah mondar mandir, Bella pun mendaratkan bokongnya diatas tempat tidur. Ia melamun memikirkan keadaan Brian, Bella tidak ingin terjadi hal buruk terhadap Brian saat ini karena ia begitu mencemaskan keadaan lelaki yang begitu ia cintai saat ini.


Bella pun akhirnya merebahkan badannya di atas kasur. Namun bukannya tidur, Bella masih betah dengan matanya yang masih terbuka. Malam ini, Bella benar - benar tidak bisa tidur sebelum ia melihat keadaan Brian dan memastikannya kalau lelaki pujaannya baik - baik saja. Akhirnya Bella bisa terlelap saat jam sudah menunjukkan jam 03.00 pagi.


****


Keesokan paginya


Tok tok tok


"Bella!" panggil Mama mengetuk pintu kamar Bella.


Bella yang masih pulas dengan tidurnya sedikit terganggu dengan bunyi ketukan pintu di depan kamarnya. Namun saking mengantuknya, Bella menarik kembali selimutnya dan menutup wajahnya dengan selimut tersebut dan Bella juga dengan refleks menutup telinganya, agar ia kembali tertidur dengan pulas tanpa gangguan.


Tok tok tok


"Bella buka pintunya, Bel!" ucap Mama lagi karena mencemaskan Bella yang tidak kunjung keluar dari kamarnya.


Mama Bella, mengetuk pintu kamar Bella sudah beberapa kali. Namun Bella tidak jua kunjung keluar, tidak biasanya anak gadisnya seperti ini sebelumnya.


Mama berjalan mondar mandir di depan kamar Bella, menunggu pintu kamar terbuka. Namun sudah hampir 1 jam, Bella belum juga membuka pintu kamarnya.


Mama sangat mengkhawatirkan keadaan Bella saat ini, pasalnya setelah Papanya berbicara mengenai perjodohan Bella dengan anak teman Papanya semalam. Mama bisa melihat dari raut wajah anak gadisnya sedikit kekecewaan, namun Mama hanya diam karena ia tahu dengan sifat suaminya yang tidak menerima kata penolakan sehingga Bella kembali ke kamarnya dengan langkah gontai dan dengan wajah sedikit lesu.

__ADS_1


Mama hanya bisa menyaksikan kesedihan dari anak gadisnya tanpa ada berbicara sepatah kata pun dan paginya Mama dihadapkan dengan kenyataan bahwa anak gadisnya tidak mau keluar kamar. Bahkan menyaut pun tidak, entah apa yang dilakukan Bella saat ini di dalam kamarnya sehingga Mamanya semakin mengkhawatirkan keadaaan Bella sekarang.


Hari sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, Mama yang saat ini berada di ruang keluarga sendirian dengan pemikiran yang sedikit kacau, selalu menatap ke arah kamar Bella, berharap pintu kamar Bella kembali terbuka agar Mama bisa berbicara dengan anaknya.


Setelah sekian jam menunggu, akhirnya pintu kamar Bella terbuka dan Mama sedikit merasa lega melihat Bella keluar kamar dengan keadaan baik - baik saja.


"Mau kemana Bel!" tanya Mama saat melihat Bella yang tidak jauh dari tempat Mamanya berada.


"Bella mau ke kampus Ma!" jawab Bella.


Mama berjalan mendekati Bella yang saat ini sedang menyantap sarapannya di meja makan, yang di bilang sarapan tapi bukan sarapan karena ia yang sedikit terlambat bangun.


Mama duduk di hadapan Bella agar ia bisa menatap anak gadisnya, Mama saat ini ingin tahu tanggapan Bella mengenai perjodohan yang di bicarakan Papanya tadi malam.


Bella yang merasa di tatap Mamanya sedikit bingung, melihat Mama yang sedikit aneh siang ini.


"Mama kenapa lihatin Bella seperti itu?" tanya Bella yang sedikit bingung.


Mama hanya diam tanpa menjawab ucapan Bella, entah apa yang di pikirkan Mamanya saat ini.


"Ma!" panggil Bella, sehingga membuat Mama tersadar dari lamunannya.


"Mama kenapa Ma? kok Bella merasa aneh dengan sikap Mama sekarang?" tanya Bella lagi.


"Hm .... Mama hanya kecapek an Bel, makanya sedikit melamun," ucap Mama sedikit berbohong agar Bella tidak mengkhawatirkan Mamanya.


"Ya sudah, Mama tetap jaga kesehatan ya!. Bella mau ke kampus dulu. Nanti Bella agak telat ya Ma, pulangnya!" ucap Bella.


"Iya nak, hati - hati ya!" ucap Mama mengurungkan niatnya untuk berbicara lebih lanjut kepada anaknya karena Mama dapat melihat Bella dengan sedikit buru - buru.


"Iya Ma, Bella berangkat dulu," jawab Bella.


..............


Jangan lupa like dan komennya all.

__ADS_1


__ADS_2