
Setelah setengah jam menunggu, akhirnya yang ditunggu barulah datang. Bella masih betah duduk tanpa melihat siapa yang datang yang menemuinya saat ini, sedangkan lelaki yang akan di jodohkan dengan Bella yang baru saja datang tersenyum bahagia saat melihat yang di jodohkan oleh Papanya adalah orang yang di cintainya saat ini.
"Bella," panggil Mama saat melihat anaknya yang tidak peduli akan kedatangan calonnya.
Bella yang merasa terpanggil pun segera menoleh menatap Mamanya dan pada saat itu lah Bella seakan terkejut menatap orang yang tepat berada di hadapannya saat ini adalah orang yang ia kenal sebelumnya.
Bella seakan tidak percaya, bahwa ia akan di jodohkan dengan lelaki yang ada di hadapannya saat ini.
"Ini tidak mungkin," batin Bella saat melihat Arya, seorang dosen yang sangat ia kenal bahkan pernah menjadi dosen pembimbingnya sewaktu kuliah dulu.
"Hai Bel, bagaimana kabarnya?" tanya Arya kepada Bella.
"Pak Arya," ucap Bella memastikan kembali bahwa yang ia lihat saat ini di depannya adalah Arya orang yang ia kenal.
"Syukurlah kalian sudah saling mengenal," potong Mama Bella dengan sangat antusias.
Bella merasa tidak mengerti dengan apa yang Mamanya katakan, ia memang sudah mengenal Arya sebelumnya. Namun bukan berarti ia menerima kenyataan kalau dia adalah lelaki yg akan di jodohkan dengan Bella saat ini.
Setelah itu Mama mempersilahkan Arya beserta Papa, Mamanya untuk duduk, sambil berbincang - bincang sebelum pelayan datang membawakan makanan yang telah mereka pesan.
Setengah jam kemudian, pelayan datang menghidangkan menu makanan yang telah mereka pesan sebelumnya dan menatanya dengan rapi diatas meja.
Setelah semua tertata dengan rapi, mereka menyantap makanan tanpa ada obrolan sama sekali.
"Anak kita sudah saling mengenal sebelumnya, bagaimana kalau kita langsungkan saja acara pertunangan secepatnya,"ucap Papa Bella dengan membuka obrolannya, saat mereka semua telah selesai makan.
__ADS_1
"Uhuk .... uhuk," Bella terasa tersedak saat mendengarkan ucapan orang tuanya. Bella tidak menyangka Papanya langsung mengambil keputusan seperti itu, tanpa bertanya kepada Bella terlebih dahulu.
"Kamu tidak apa - apa Bel," tanya Arya yang begitu perhatian dengan Bella, sambil menyodorkan minuman kepada Bella.
"Terimakasih Pak," ucap Bella kepada Arya saat menerima minuman yang di berikan kepadanya dan setelah itu Bella hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun.
Mereka menatap Bella dan Arya yang begitu akrab, sehingga mereka merasa yakin kalau Bella dan Arya adalah pasangan serasi. Apalagi melihat dari tatapan mata Arya kepada Bella yang begitu sangat mencintai Bella. Sehingga mereka para orang tua dapat memastikan, kalau anak - anak mereka pasti akan bahagia nantinya.
"Kami terserah Papa Bella aja, bagaimana baiknya buat kelanjutan hubungan mereka berdua," jawab Papa Arya menerima usulan dari Papa Bella barusan.
Bella menatap Mamanya yang hanya diam tanpa bicara sama sekali, padahal Bella sebelumnya sudah memberi tahu Mamanya bahwa ia tidak ingin menerima perjodohan ini sebelumnya. Kecuali orang yang dijodohkan dengannya adalah Brian, kekasih yang sangat ia cintai saat ini dan sampai kapan pun.
Bella merasa kesal dengan posisinya saat ini, seharusnya ia tidak perlu menuruti kemauan Mamanya untuk hadir keacara pertemuan keluarga seperti ini.
Bella begitu sangat terkejut dengan keputusan yang diambil orang tuanya tanpa menunggu persetujuannya sama sekali, lalu Bella menatap wajah Arya dengan begitu kesal karena saat ini Bella dapat melihat Arya terlihat bahagia menerima pertunangan ini, sangat jauh berbeda dengan apa yang dirasakan Bella saat ini.
" Bagus juga, lebih cepat lebih baik daripada harus menunggu lebih lama. Apalagi anak kita sudah sama - sama dewasa dan sudah sepantasnya untuk memiliki keluarga sendiri," jawab Papa Bella menanggapi permintaan Mama Arya.
Bella menatap Papanya dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, untuk menolak permintaan orang tuanya pun Bella seakan tidak berani.
Bella seakan ingin menangis namun sebisa mungkin ia mencoba untuk menahan air mata agar tidak menetes di pelupuk matanya. Harapan untuk bersama dengan kekasih hatinya telah gagal.
Hanya Brian yang bisa menolongnya dalam keadaan genting seperti ini, akan tetapi melihat keadaan Brian yang seperti tidak ada kemajuan sama sekali untuk sembuh pun seolah menghancurkan semangatnya untuk bertahan mempertahankan cintanya bersama Brian.
Bella ingin secepatnya pergi dari tempat ini, akan tetapi bagaimana caranya ia untuk pergi. Alasan apa yang akan ia berikan kepada Papa dan Mamanya saat ini. Karena Bella sangat yakin, kalau Papanya akan melarangnya untuk pergi sebelum pertemuannya selesai.
__ADS_1
Bella sangat ingin secepatnya pergi menemui Brian di Rumah sakit untuk menceritakan permasalahan yang ia hadapi. Bella sangat berharap, Brian secepatnya sadar dari komanya dan menolongnya terlepas dari perjodohan ini.
"Bella bagaimana menurutmu?" tanya Papa Bella saat melihat Bella melamun.
Bella yang merasa terpanggil pun hanya diam tanpa menjawab sama sekali perkataan Papanya. Ingin rasanya menolak, namun Bella mengerti bagaimana sikap Papanya selama ini, bahwa setiap keputusan yang telah ia ambil tidak boleh ada yang menolaknya .
"Bella," tegur Papa Bella karena Bella yang masih terdiam tanpa menjawab perkataannya sama sekali.
Mama Bella yang sedari tadi hanya diam mengerti akan perasaan anaknya, namun apalah dayanya sebagai seorang ibu yang tidak bisa sama sekali menolong anaknya. Meskipun ia tahu anaknya tidak menyukai rencana yang telah ia rencanakan ini.
"Pa, Bella ke toilet dulu," ucap Bella memberi alasan kepada Papanya.
Bella pergi meninggalkan kafe tersebut dengan tergesa - gesa, Bella sebenarnya takut dengan Papanya. Namun saat ini yang lebih penting ialah ia bisa menghindari Papanya saat ini. Ia tidak mau di paksa di jodohkan dengan orang yang tidak di cintai sama sekali dan malah meninggalkan Brian.
Bella berhasil keluar dari kafe tersebut tanpa sepengetahuan orang tuanya. Bella langsung memasuki taxi yang telah ia pesan dari aplikasi ponselnya menuju Rumah sakit dimana Brian yang saat ini di rawat.
Setelah keluar dari taxi, Bella memasuki gedung Rumah sakit tersebut dengan tergesa - gesa karena ia ingin menumpahkan perasaan yang saat ini ia rasakan di depan Brian.
Bella membuka pintu ruang rawat Brian dengan sangat pelan dan memastikan siapa yang menemani Brian saat ini.
Bella sangat terkejut dengan keadaan Brian yang ada di depannya saat ini. Bella merasa tidak percaya dengan apa yang di lihat saat ini. Air mata yang ia tahan dari tadi pun langsung tumpah seketika.
.............
Jangan lupa kasih like dan komennya ya All.
__ADS_1