Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 44


__ADS_3

Siska membangunkan Arka yang masih saja tertidur pulas. Sudah berapa kali Siska membangunkannya namun tetap saja Arka tidak bangun juga. Akhirnya Siska mengambil inisiatif sendiri, ia mulai mencium kening, pipi kanan maupun kiri dan berakhir Siska mencium bibir suaminya.


Arka yang sudah bangun dari sewaktu Siska mencium kening tadi membiarkan saja, apapun yang di lakukan istrinya sehingga saat Siska mencium bibirnya membuat Arka tidak tinggal diam begitu saja.


Arka langsung menekan tengkuk Siska, agar ciuman yang di berikan Siska tidak terlepas. Sehingga membuat Siska kehabisan napas akibat ulah suaminya. Siska memberontak untuk di lepaskan ciuman yang baru saja ia berikan, hingga mau tidak mau Arka pun melepaskannya.


"Aku lapar," ucap Siska merengek kepada Arka karena saat ini, ia benar - benar merasa kelaparan karena belum sarapan tadi pagi.


Arka menatap jam dinding yang ada di dalam kamarnya yang sudah menunjukkan jam sebelas lewat, pantas saja istrinya saat ini kelaparan karena mereka sudah melewatkan sarapan paginya.


"Ya sudah, aku cuci muka dulu," jawab Arka mengusap kepala istrinya dan segera berlalu ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


"Lain kali kalau sudah lapar, langsung makan aja tanpa harus menunggu aku" ucap Arka saat ia telah selesai mencuci mukanya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang makan.


Siska hanya diam tanpa menjawab ucapan suaminya, Siska hanya merasa sungkan saat berada di rumah suaminya. Apalagi ini adalah hari pertamanya berada di rumah mertuanya, jadi mana mungkin ia berani keluar kamar tanpa suaminya.


"Wah menantu Mama sudah bangun," ucap Mama Arka yang begitu gembira melihat anak dan menantunya.


"Sudah Ma, maaf Ma tadi Siska tidak bantuin Mama menyiapkan sarapannya," jawab Siska yang merasa tidak enak hati kepada mertuanya.


Mama Arka hanya tersenyum mendengarkan ucapan menantunya karena ia paham betul bahwasanya menantunya sangatlah mengantuk, jadi mana mungkin Mama Arka tega membiarkan menantunya membuatkan sarapan pagi untuk keluarganya.


" Ya sudah makan sana, Mama tahu kalian sudah kelaparan apalagi semalam kalian juga sudah berolahraga ria dan itu sangatlah menguras tenaga," ucap Mama usil.

__ADS_1


Siska hanya diam tanpa menjawab ucapan mertuanya dan ia segera memakan makanan yang sudah di sediakan mertuanya di atas meja makan.


****


Di tempat lain


Brian memberanikan diri untuk masuk ke ruangan dosen, ia seperti celangak - celinguk melihat orang yang lalu lalang. Setelah merasa aman, Brian akhirnya berhasil masuk ke ruangan Bella. Untung saja ruangan dosen terpisah dengan dosen lain, sehingga Brian bisa mudah untuk berbicara dengan Bella nantinya.


Bella yang sedari tadi sedang fokus memeriksa lembar jawaban mahasiswanya di kagetkan oleh kehadiran Brian yang saat ini ada di hadapannya.


"Ngapain kamu kesini," tanya Bella acuh karena saat ini ia sedikit kesal dengan ulah Brian pagi tadi.


Brian berjalan menghampiri Bella dan langsung memutar kursi yang di duduki Bella saat ini agar Bella bisa menatap ke arah Brian.


"I love you," ucap Brian mengungkapkan perasaannya di hadapan Bella saat ini.


Bella yang mendengarkan ungkapan kata cinta dari Brian merasa sangat bahagia apalagi saat ini Brian begitu sangat romantis di hadapannya dengan membawa setangkai bunga mawar yang entah ia dapat darimana. Namun cukup membuat hatinya senang dan bahagia. Akan tetapi ia tidak mau langsung menjawab ucapan cinta dari Brian saat ini, meskipun Bella merasa tersanjung dengan sikap romantis Brian saat ini.


Brian yang melihat Bella yang cuek dan tidak mau membalas cintanya merasa geram namun Brian mencoba untuk tenang dalam membujuk hati wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Ya sudah, maaf sudah mengungkapkan rasa suka ku kepadamu meskipun saat ini kamu mencoba menolaknya," ucap Brian berdiri dan langsung melangkahkan kakinya beberapa langkah menuju pintu keluar ruangan Bella.


Brian pun berhitung di dalam hati, karena ia yakin Bella nanti akan memanggilnya kembali dan tentu saja dugaannya benar. Bella langsung berdiri dan langsung membalas ungkapan cintanya Brian yang terjadi beberapa detik yang lalu.

__ADS_1


"I love you to," balas Bella dan segera beranjak dari tempat duduknya untuk memeluk kekasih yang saat ini berada beberapa langkah di hadapannya.


Brian pun tidak menyia - nyiakan kesempatan yang saat ini ada di hadapannya dengan segera membalas pelukan yang di berikan Bella kepadanya dan ia juga mengambil kesempatan untuk mencium bibir Bella yang begitu sangat menggodanya sedari tadi.


Bella yang merasakan ciuman mendadak yang di berikan Brian begitu kaget, bahkan ia tidak ingin menjadi wanita munafik karena saat ini ia sangat menyukai ciuman yang di berikan Brian kepadanya.


Akhirnya Brian pun melepaskan ciuman yang ia berikan tadi, ia tidak ingin melihat Bella marah kepadanya karena ulahnya yang langsung nyosor ke bibir Bella. Namun seketika itu, Brian bernapas lega dan tersenyum menatap Bella yang saat ini begitu menggemaskan, apalagi melihat Bella yang saat ini masih menutup matanya meskipun ciuman tersebut sudah terlepas dari bibirnya.


Brian menarik hidung Bella agar Bella tersadar karena ciumannya sudah sedari tadi terlepas. Bella yang merasakan hidungnya di tarik meskipun tidak terlalu sakit pun tersadar dengan apa yang ia lakukan dan merasa malu pada Brian karena mengharapkan lebih dari apa yang di berikan Brian tadi.


"Aku mode ngambek," ucap Bella dan segera membalikkan badannya karena merasa malu dengan apa yang sudah ia lakukan tadi.


Brian yang mendengarkan ucapan dari Bella merasakan tertantang akan ulah sikap Bella saat ini. Brian berjalan beberapa langkah agar ia bisa berada tepat dihadapan Bella dan segera melabuhkan ciumannya lagi.


"Bibirmu manis, aku menyukainya," ucap Brian setelah melepaskan ciumannya. "Aku merasa tidak sabar untuk memilikimu," ucap Brian lagi sehingga membuat Bella terpana karena ucapan Brian begitu sangat membuat hatinya bahagia walau itu hanya sebatas ucapan pemanis yang di ucapkan Brian saat ini.


"Aku janji akan membahagiakanmu Bel dan akan segera mencari pekerjaan meskipun mengandalkan ijazah SMA," janji Brian yang ingin memiliki Bella seutuhnya dan apapun akan ia lakukan agar ia bisa memiliki Bella seutuhnya.


"Terimakasih, aku sangat menyayangimu Bri. Apapun pekerjaanmu nantinya, aku akan terima dengan senang hati karena aku hanya ingin menikah denganmu dan tidak ingin dengan orang lain," jawab Bella dengan sangat antusias menyampaikan apa yang ia rasakan saat ini.


Brian yang mendengarkan ucapan dari Bella sangat bahagia, akhirnya ia bisa lebih semangat lagi untuk segera lulus dan di wisuda. Namun sebelumnya ia harus segera meminta pekerjaan kepada kakaknya agar ia bisa untuk segera menikah dengan Bella karena Brian tidak ingin kehilangan Bella apalagi melepaskan Bella dengan orang lain.


...........

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya🙏🙏


__ADS_2