Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 25


__ADS_3

"Tidak usah, aku tidak ingin menunggu terlalu lama," protes Arka dan langsung memasuki mobilnya kembali.


Siska yang mendengarkan ucapan Arka yang tidak bisa di bantah sama sekali, langsung masuk ke dalam mobil Arka tanpa berani berbicara bahkan menolak perintahnya.


"Kita mau kemana," tanya Siska membuka pembicaraannya, karena sedari tadi Arka hanya diam sambil menyetir mobil dengan fokus.


"Nanti kamu akan tahu sendiri," ucap Arka yang sudah mulai menunjukkan sikap cueknya lagi kepada Siska.


Setelah 1 jam perjalanan, mereka telah sampai di tempat yang ingin dituju sebelumnya. Arka turun dari mobilnya dan di susul oleh Siska di belakangnya.


Siska merasa takjub dengan pemandangan alam yang ada di depan matanya saat ini. Apalagi dengan udara yang begitu sejuk sehingga membuatnya merasa nyaman.


"Gimana perasaan kamu sekarang Sis?" tanya Arka yang membuat Siska merasa bingung karena pertanyaannya yang bersifat ambigu.


"Perasaan apa? jawab Siska yang membalas pertanyaan dengan pertanyaan pula.


"Hm .... Kamu selalu seperti itu, yang tidak paham setiap apa yang aku tanyakan," ucap Arka lalu berjalan mendekati Siska.


"A .... ku," ucap Siska gugup dengan posisinya dengan Arka yang saat ini hanya sejengkal saja.


"Aku apa?" ucap Arka dengan santai dan masih berjalan mendekati Siska, sehingga membuat Siska mundur beberapa langkah agar posisinya dengan Arka tidak terlalu intim.


Siska yang merasa kebingungan harus melangkah kemana lagi, hanya bisa pasrah dengan apa yang akan di lakukan Arka kepadanya.


Siska merasa deg - degan dengan posisinya dengan Arka saat ini, yang hanya berjarak beberapa senti saja. Bahkan helaan napas dari Arka pun terasa menerpa diwajah Siska sehingga menimbulkan sensasi yang luar biasa bagi Siska.

__ADS_1


Siska pun menutup kedua matanya berharap sesuatu akan terjadi antara dirinya dan Arka saat ini. Entahlah dengan posisinya saat ini, Siska mengharapkan sebuah kecupan hangat dari Arka orang yang saat ini mengisi hati dan pikirannya.


"Kamu pasti berpikir, aku akan mencium kamu kan?" tanya Arka membisikkan sesuatu di telinga Siska sehingga Siska kembali membuka matanya karena ternyata keinginannya tidak sesuai dengan harapannya.


"Hahaha ....," tawa Arka pecah saat melihat wajah Siska merah menahan malu.


"Ish ...., apaan sih. Kamu mungkin yang berpikir begitu, aku mana ada berani berpikir mesum seperti yang kamu bilang tadi," tuduh Siska santai untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Oh .... Jadi seperti itu," seringai Arka dan kembali mendekatkan wajahnya kepada Siska sehingga membuat jantung Siska berdetak lebih cepat .


"A .... aaaaa jangan!" teriak Siska yang membuat Arka tertawa merasa lucu dengan sikap Siska yang sangat menggemaskan.


Siska menatap wajah tampan Arka dengan seksama, semenjak kenal dengan Arka baru kali ini ia melihat Arka tertawa lepas saat bersamanya. Arka yang selalu judes sekarang malahan bisa tertawa juga saat bersamanya.


Siska sangat bahagia melihat tawa Arka seperti ini, ia ingin selalu melihat Arka tertawa dan tersenyum saat bersamanya.


"Jangan aneh - aneh deh," jawab Siska lalu beranjak meninggalkan Arka mencari tempat duduk yang nyaman dan aman dari keisengan Arka kepadanya.


Arka pun melangkah kakinya mendekati Siska dan mulai duduk disamping Siska saat ini. Arka lalu mengambil tangan Siska dan memegangnya dengan erat seolah ia tidak akan melepaskan wanita ini untuk selama - lamanya.


Siska pun merasa aneh dengan sikap Arka saat ini, yang di bilang romantis tapi tidak romantis. Akan tetapi Arka hari ini sangat berbeda dengan hari yang sebelumnya.


Hari ini Arka yang cuek dan selalu jutek kepadanya seolah berubah 100% dari sebelumnya. Sehingga ini merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi Siska, meskipun Arka tidak memberikan kepastian akan perasaannya saat ini dengan Siska. Tapi hari ini seolah menjadi bukti kalau perasaan yang selama ini ia pendam akan menjadi nyata. Cinta yang dulu pernah bertepuk sebelah tangan, akan segera berganti dengan momen yang mengharukan dan membahagiakan.


"Sis," panggil Arka memecahkan keheningan diantara mereka setelah dari tadi mereka terdiam dengan posisi mereka masing - masing.

__ADS_1


Siska menoleh melihat ke arah Arka tanpa menjawab panggilan dari Arka tersebut.


"Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu," ungkap Arka. "Ini sangat penting untuk hubungan kita selanjutnya," ucap Arka lagi sehingga membuat Siska menoleh dan merasa sangat cemas.


"Ya sudah, kamu mau menyampaikan apa?" tanya Siska dengan menahan rasa sesak di dadanya karena ucapan Arka yang membuatnya merasa sangat cemas akan keputusan Arka.


Arka berpikir sejenak karena ia ingin meyakinkan perasaannya saat ini dengan Siska. Setelah lama terdiam dengan pemikiran masing - masing barulah Arka memulai berbicara kepada Siska.


"Sis .... sebenarnya a ....ku," ucap Arka dengan sangat gugup dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Siska terdiam tanpa berani memotong pembicaraan Arka, Siska menunggu Arka berbicara kelanjutan dari ungkapan yang akan Arka sampaikan kepadanya. Namun sudah sekian menit menunggu, Arka tidak juga untuk kunjung berbicara.


Siska berpikir apa Arka akan membatalkan pertunangannya dengannya, karena sedari awal ia telah melakukan kesepakatan bahwa ia akan membatalkan pernikahan apabila salah satu dari mereka tidak memiliki perasaan cinta. Sehingga membuat Siska merasa kalut akan pikirannya yang sudah kemana - mana.


Siska tertunduk lesu, air matanya yang sedari tadi ia tahan terasa mengalir di pipinya. Entah kenapa ia ingin menangis saat ini, padahal Arka belum mengucapkan sepatah kata pun mengenai kelanjutan hubungannya.


Arka menoleh kesamping, melihat Siska yang menangis tersedu - sedu. Arka begitu bingung melihat Siska yang menangis seperti itu, padahal Arka tidak menyakiti perasaan Siska saat ini.


"Maafkan aku, sudah membuat kamu bersedih," ucap Arka seperti ambigu dan mulai menghapus air mata Siska menggunakan kedua telapak tangannya namun tangan Arka yang berada di pipinya Siska, segera di hempaskan secara kasar oleh Siska.


"Jangan berani pegang wajahku, kalau kamu hanya ingin menyakitiku," ucap Siska dengan sangat emosi karena ia merasa menjadi wanita yang paling bodoh, dengan mengharapkan cinta dari lelaki yang tidak mencintainya sama sekali.


Arka merasa bingung melihat Siska yang marah - marah seperti itu. Arka menatap Siska yang berjalan menjauhinya saat ini, entah apa yang di pikirkan wanita itu padahal Arka tidak berniat sama sekali menyakiti hati Siska. Namun wanita itu malah marah - marah sebelum Arka mengucapkan kelanjutan ucapannya.


Arka membiarkan Siska menjauh tanpa berniat mengejarnya. Arka ingin Siska merendam emosinya dulu karena kalau di kejar pun terasa percuma, orang yang sudah emosi di dekati pasti akan menambah pemicu lain dan bakal tidak bisa mengontrol emosi lagi.

__ADS_1


............


Jangan lupa like dan komennya dan trims sudah berkenan mengikuti alur ceritanya. Mohon komennya all mengenai kelanjutan hubungan Arka dan Siska saat ini.


__ADS_2