Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 31


__ADS_3

Bella yang mendengar ucapan dari Arka sedikit lega, walau ia belum mendapat jawaban yang pasti dari keadaan Brian saat ini. Namun ia yakin kalau keadaan Brian saat ini sudah membaik.


"Alhamdulillah kalau begitu, aku sedikit lega mendengarnya meskipun itu masih belum tentu pasti akan kebenarannya," jawab Bella dengan tersenyum mendengar ucapan dari Arka.


Bella sangat bahagia mendengar ucapan dari Arka, ia sebisa mungkin untuk segera pulih agar bisa menjenguk Brian di ruang rawat lain. Karena tidak mungkin ia bisa menemani Brian jikalau keadaannya yang tidak memungkinkan seperti ini.


Arka dan Siska ikut merasa bahagia melihat Bella yang sudah mulai semangat lagi apalagi melihat Bella yang sudah menampilkan senyumnya di wajah cantiknya. Walau Arka sendiri belum tahu pasti akan kebenaran dari ucapannya tadi, tapi setidaknya ia dapat melihat Bella untuk semangat lagi untuk sembuh.


Arka berjanji kepada dirinya sendiri, akan segera mencari tahu bagaimana keadaan Brian sahabatnya saat ini karena ia juga sedikit penasaran dengan keadaan Brian dan ia juga akan segera memberitahu Bella secepatnya dimana Brian di rawat.


"Kamu semoga cepat sembuh Bel, karena tidak mungkin kamu menemui Brian dengan keadaan kamu yang lesu seperti ini," ucap Siska menyemangati Bella agar lebih semangat lagi.


"Satu hal lagi, sahabatku tidak boleh sakit lagi. Apalagi kalau sampai terpuruk seperti ini," ucap Siska dengan menitikkan air mata dan berjalan kearah Bella dan memeluknya.


Siska menitikkan air mata di pelukkan Bella saat ini, walau ia juga tidak mengerti apakah ini merupakan air mata bahagia atau bukan. Namun yang pasti ia sangat bahagia bisa melihat sahabatnya bisa semangat lagi meskipun ia juga ikut sedih menyaksikan Bella yang lemah tak berdaya seperti ini.


"Ya sudah kami mau pulang dulu, kamu tetap jaga kesehatannya ya," ucap Siska dan mulai melepaskan rangkulannya.


"Iya Sis. Aku akan segera sembuh demi Brian dan kamu Ar, bantu aku untuk mencari tahu dimana Brian saat ini di rawat. Karena aku tidak mungkin mencari tahu sendiri dengan keadaanku yang seperti ini, di tambah lagi dengan Mama yang tidak mengizinkanku untuk keluar dari ruangan ini," ucap Bella yang sedikit sungkan karena telah merepotkan Arka saat ini.


"Aku akan mengabari secepatnya dimana dia berada saat ini, aku berjanji padamu Bel," jawab Arka.


"Aku tunggu Ar, kabar darimu secepatnya," ucap Bella demgan tersenyum


"Kamu jangan banyak pikiran ya Bel, kamu harus fokus dengan kesembuhanmu dulu. Mengenai bagaimana keadaan Brian, kamu tidak usah terlalu memikirkannya. Biar itu urusan Arka mencari tahu, pokoknya kamu harus tetap yakin kalau Brian baik - baik saja," ucap Siska menasehati Bella.

__ADS_1


Arka dan Siska melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dimana Bella dirawat. Saat Siska sudah keluar, Mama Bella datang menghampiri Siska dengan memohon kepada Siska agar membantunya untuk memberikan semangat kepada Bella saat ini. Karena Mama Bella yakin, Siska pasti bisa membantunya agar Bella bisa lebih semangat lagi. Apalagi Siska adalah sahabat baik dari Bella sendiri.


"Iya Ma, Mama jangan khawatir lagi. Bella pasti sembuh kok," ucap Siska meyakinkan.


****


"Ar, kita harus mencari tahu dulu dimana Brian saat ini di rawat," ucap Siska. "Karena aku merasa belum tenang sebelum memastikannya, agar Bella tidak khawatir lagi," ucap Siska lagi dengan nada memohon, namun yang ada Arka hanya diam tanpa menjawab ucapan Siska.


"Ar ...., aku mohon bantu Bella!" rengek Siska sambil menarik - narik baju Arka yang hanya diam dan tetap melangkahkan kakinya.


"Ar, aku ingin Bella cepat sembuh, aku tidak mau pulang sebelum mengetahuinya," desak Siska lagi karena melihat sikap Arka yang begitu cuek tanpa mendengarkan ucapannya sama sekali.


Arka pun menghentikan langkahnya saat mendengarkan ucapan Siska, Arka menatap Siska dengan tatapan yang sulit diartikan.


Siska yang ditatap pun seakan takut karena tatapannya sedikit menyeramkan dan menakutkan apabila di lihat. Siska seakan tidak berani lagi untuk menatap wajah Arka saat ini, ia hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani berkata apapun lagi.


"Maaf," ucap Siska dan berjalan mendahului Arka agar ia bisa menghindari Arka.


Arka melangkahkan kakinya dengan cepat agar bisa menyusul Siska yang sedikit jauh darinya, Arka menarik tangan Siska dan memeluknya dengan erat.


"Jangan ngambek," ucap Arka.


"Ish .... Siapa juga yang ngambek," ucap Siska dengan mencubit pinggang Arka, agar Arka melepaskan pelukannya.


"Kamu menggemaskan kalau cemberut," ucap Arka sehingga membuat Siska tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Ya sudah, yuk ikuti aku," ucap Arka lagi dan menarik pergelangan tangan Siska agar mengikuti langkahnya.


"Kita mau kemana?" tanya Siska dengan sedikit heran karena Arka menarik tangannya untuk- masuk kembali ke dalam Rumah sakit.


"Nanti kamu juga tahu sendiri," ucap Arka.


****


Arka melangkahkan kakinya menuju ruang rawat inap pasien VVIP, dengan Siska yang sedikit berlari mengejar Arka yang berjalan terlalu cepat didepannya.


Arka membuka pintu ruang rawat Brian dan langsung masuk kedalam ruangan tersebut dengan Bella yang menyusul di belakangnya.


"Brian ....!" teriak Siska dengan sangat antusias dan begitu terkejut karena Arka membawanya menemui Brian. Siska tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, Siska pun berlari dan langsung memeluk Brian dengan sangat bahagia.


Arka begitu cemburu melihat mereka berpelukan di depan matanya. Arka seakan tidak percaya, ternyata tunangannya sebegitu bahagianya bisa bertemu dengan Brian sehingga Siska tidak memikirkan perasaan Arka yang ada di dekatnya saat ini.


"Maaf," ucap Siska melepaskan pelukannya dan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah. "Itu karena aku sangat bahagia, melihat Brian sudah sembuh," ucap Siska lagi yang merasa takut melihat tatapan Arka seperti seolah ingin menerkamnya hidup - hidup.


Arka hanya diam tanpa menjawab sedikitpun ucapan Siska, ia sedikit jenuh dengan sikap Siska yang sangat keterlaluan dan tidak memikirkan perasaannya sedikitpun. Biarlah dia dianggap sedikit lebay, karena ia berprinsip apapun yang menjadi miliknya saat ini, tidak boleh ada orang yang menyentuhnya sedikitpun.


Arka melangkahkan kakinya mendekati Brian, ia menatap Brian yang sedikit kurus semenjak ia koma di Rumah sakit. Arka sangat bahagia melihat sahabatnya sudah mulai duduk diatas brankar dan tidak terbaring lemah lagi.


"Apa kabar Bro," ucap Arka menyapa Brian, akan tetapi Brian hanya diam dan terpana menatap Arka.


Brian menatap Arka yang kini duduk di sampingnya, Arka pun merasa bingung dengan tatapan Brian yang seolah tidak mengenalinya dan di tambah dengan sikap Brian yang hanya diam tanpa menjawab ucapannya sama sekali.

__ADS_1


..............


Jangan lupa like dan komennya all


__ADS_2