Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 62


__ADS_3

Papa Bella baru saja menyelesaikan pekerjaannya ia segera melepaskan kaca matanya dan meletakkannya di atas meja. Tidak lama setelah itu, ada suara ketukan yang berasal dari luar ruangan kerjanya.


"Masuk," sahut Papa Bella dari dalam.


Papa Bella menatap istrinya, karena tumben sekali istrinya mau menghampiri ke ruang kerjanya. "Pa, ada tamu yang datang dan ingin berbicara dengan kita," ujar Mama Bella memberitahukan.


"Nanti Papa susul Ma!"


Mama Bella kembali melangkahkan kakinya ke ruang tamu, untuk menemui tamunya lagi. Tidak lama setelah itu Papa Bella menghampirinya. "Ada keperluan apa anda menemui saya kesini!" ujar Papa Bella dengan sedikit meninggikan suaranya dan duduk di hadapan Andes dan Brian, hingga membuat Brian sedikit gentar.


Andes yang di tanya pun menatap ke arah Papa Bella yang saat ini ada di hadapannya. "Saya Andes Bramantyo," ujar Andes memperkenalkan dirinya. "Dan ini adalah adik saya, Brian Bramantyo Saputra," sambung Andes lagi.


Ilham menatap dua anak muda yang saat ini ada di hadapannya, ia sedikit kaget dengan nama sambung mereka yang hampir sama dengan nama sahabatnya.


"Tidak usah banyak bicara, kita langsung saja pada topik pembicaraan kita dan tujuan anda berdua datang kemari," ujar Ilham yaitu Papa Bella yang tidak ingin terlalu berbasa - basi.


Andes menatap adiknya yang saat ini masih terdiam, ia paham adiknya saat ini merasa takut jikalau Ilham Papanya Bella akan menolak mentah - mentah lamaran adiknya. Andes memberikan kode untuk adiknya agar segera berbicara, ia telah meyakinkan adiknya untuk tetap tenang dan jangan sampai terpancing dengan apa pun ucapan orang tua Bella nanti.

__ADS_1


"Begini om dan tante, maksud kedatangan saya kesini ada, lah untuk melamar putri om dan tante yang bernama Bella untuk akan saya jadikan istri," ujar Brian memberitahukan maksud dan niatnya kepada orang tua Bella.


Ilham berdiri dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan mereka hingga membuat Mama Bella di buat heran oleh sikap suaminya yang memilih pergi ketimbang menjawab dan memberi jawabannya kepada Brian.


Tidak lama setelah itu, Ilham datang kembali bergabung dengan membawa putrinya yaitu Bella. "Duduk Bel!"ujar Ilham menyuruh putrinya untuk segera duduk.


Bella pun duduk dengan raut wajah cemas, hingga membuat Bella tidak berani menatap ke depan dan hanya tertunduk lesu tanpa berani menatap Papa dan Mamanya.


"Saya untuk saat ini, tidak akan melarang putri saya menikah dengan siapa pun. Karena saya sadar bahwa pilihan yang saya jodohkan. Bella malahan tidak menyukainya," ujar Ilham tersenyum baginya saat ini pilihan putrinya lebih penting daripada keegoisannya yang selalu memaksakan kehendaknya sehingga membuat Bella sedikit tertekan.


Bella memeluk Mamanya dan menangis, ia merasa terharu dan sangat bahagia. Akhirnya hubungannya dengan Brian bisa bersatu tanpa ada yang akan menghalangi hubungan mereka berdua. "Terimakasih Ma," ujar Bella dengan memeluk Mamanya. " Terimakasih Pa, Bella sangat bahagia dan sangat menyayangi Papa," sambungnya lagi dengan gantian memeluk Papanya.


"Ini semua Papa lakukan buat kebahagianmu nak, maafkan atas kesalahan Papa," ujar Ilham merasa sangat bahagia akhirnya ia dapat melihat wajah putrinya yang sudah ceria lagi.


"Ta, pi Pa!" ujar Bella gugup dan menatap wajah Papanya. "Bagaimana dengan Arya Pa?" ujar Bella yang masih saja tidak tenang.


"Kamu tenang saja, Papa sudah mengurus semuanya dan bahkan juga sudah mengurus acara pernikahanmu yang tinggal beberapa hari lagi dengan Brian," jawab Ilham sehingga membuat Bella begitu sangat bahagia.

__ADS_1


"Om bolehkan saya meminta bantuanmu!" ujar Brian tiba - tiba sehingga membuat Andes dan juga Bella menatap ke arah Brian.


Andes menatap adiknya dengan tatapan penuh curiga, Andes sama sekali tidak mengetahui rencana apa yang saat ini di mainkan oleh adiknya saat ini.


"Bantuan apa yang akan kamu minta dari saya," jawab Ilham dengan tatapan penuh arti.


Brian menatap Ilham dengan tatapan memohon karena saat ini ia sangat berharap Papa Bella bisa mengabulkan permintaan terbesar yang sangat ia inginkan. "Saya ingin om dapat mengundang orang tua Sisil untuk hadir di acara pernikahan saya nanti. Karena saya menginginkan dia yang akan menjadi saksi pernikahan saya dengan Bella nantinya!" ujar Brian dengan nada memohon agar Papa Bella dapat mengabulkan permintaannya.


"Baiklah itu adalah persoalan gampang dan saya bisa pastikan itu semua,"


Andes terdiam dan menatap raut wajah adiknya, ia tidak mengerti dengan permohonan permintaan adiknya kali ini. Bahkan orang suruhan Andes pun sama sekali tidak memberitahukan berita terbesar mengenai hubungan adiknya dengan orang tua Sisil.


Bella pun menatap ke arah Brian, ada rasa sedikit curiga yang tersemat di wajah Bella saat ini. Mengapa nama Sisil menjadi orang yang terpenting yang di sebut Brian kepada orang tuanya. Namun itu semua dapat di tepis oleh Bella kalla itu, ia tidak ingin hari kebahagiaannya malah menjadi batal akibat nanti ia cemburu.


..........


Jangan lupa like maupun komennya di part ini

__ADS_1


__ADS_2