Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 49


__ADS_3

"Wah bagus sekali," ucap Siska saat melihat surprise yang sudah di siapkan suaminya. "Terimakasih sayang," ucapnya lagi dan memberikan kecupan singkat di pipi suaminya.


"Kamu menyukainya?" tanya Arka menatap istrinya yang begitu sangat bahagia dengan surprise kecil yang ia siapkan.


Siska melangkahkan kakinya mendekati suaminya. "Aku sangat menyukainya," jawab Siska dan langsung melingkarkan tangannya di leher Arka.


Arka yang melihat istrinya sedikit agresif, tersenyum puas dan langsung ******* bibir istrinya yang sangat menggoda di hadapannya saat ini.


"Ish .... Kamu selalu begitu, bibirku jadi dower nih," kesal Siska setelah Arka melepaskan ciumannya.


Arka tersenyum, menatap istrinya yang sedikit kesal dan menggemaskan dimatanya. Arka kembali merapatkan tubuhnya dengan Siska dan memeluk istrinya. "I LOVE YOU MY WIFE," ucap Arka dan mengeratkan pelukannya.


Siska memukul kecil punggung belakang Arka, ia merasa sesak saat Arka memeluknya terlalu erat. "Aku tidak bisa nafas Ar," mohon Siska agar Arka merenggangkan pelukannya.


"Jawab dulu," ucap Arka yang tidak ingin melepaskan pelukannya.


"I LOVE YOU TOO MY HUSBAND," jawab Siska dengan membalas pelukan yang di berikan suaminya.


Kriuk kriuk


"Aku lapar," rengek Siska karena ia sangat ingin menyicipin makanan yang sudah di sediakan suaminya.


"Ya sudah, silahkan duduk tuan putri," ucap Arka menarik kursi untuk Siska.


"Terimakasih," jawab Siska dan langsung duduk di kursi yang sudah di tarik suaminya.


"Sepertinya enak, kapan kamu menyediakan ini semua,"


"Makanya jangan jadi ratu tidur, suami masak malah tidak tahu,"

__ADS_1


"Maaf ya sayang, tadi beneran ngantuk dan capek banget,"


"Tidak ada kata maaf untuk istri pemalas dan tukang tidur," ucap Arka menjahili istrinya.


"Sayang ....," panggil Siska.


Hm


"Aku lapar bolehkah aku makan, nanti janji tidak bakal malas lagi. Asal sekarang di bolehin untuk makan," rengek Siska.


"Hahaha, kamu imut sekali sayang. Padahal tadi aku cuma bercanda," tawa Arka pecah saat mendengar Siska merengek.


"Ish .... Kamu," ucap Siska dan langsung menyicipin makanan yang sudah di sediakan suaminya.


"Hm enak banget, suamiku benar - benar pintar masak. Terimakasih sayang," puji Siska dengan tersenyum senang.


****


Di tempat lain


Brian telah selesai di periksa oleh dokter dan meskipun itu merupakan lebam kecil namun ternyata ada efek yang terjadi kalau sekiranya Brian tidak memeriksanya karena Brian mengalami cidera kecil di bagian wajahnya dan hidungnya patah akibat terlalu keras di pukul oleh Arya.


Brian dan Bella melangkahkan kakinya menuju parkiran Rumah sakit karena saat itu mobilnya terparkir di gedung belakang Rumah sakit tersebut.


"Terimakasih Bri," ucap Bella saat Brian membukakan pintu mobil untuk Bella.


"Sama - sama sayang," ucap Brian semanis mungkin.


Saat mereka sedang berada di dalam mobil, Bella menatap Brian yang saat ini berada di sampingnya, ia sangat merasa bersalah terhadap apa yang telah terjadi hari ini. Andai ia tidak menerima permintaan Arya untuk pergi bersamanya mungkin hal ini tidak akan terjadi.

__ADS_1


"Maafkan aku," ucap Bella merasa sangat bersalah sehingga Bella tidak berani lagi untuk menatap wajah Brian.


"Hei .... Kenapa merasa bersalah begitu," jawab Brian menatap wajah Bella yang di tekuk. " Aku masih hidup, belum mati," ucap Brian lagi.


Saat mendengar ucapan Brian, Bella langsung menatap Brian yang saat ini ada di sampingnya. Bella tidak menyangka Brian bisa berbicara seperti itu sehingga membuat Bella meneteskan air matanya. Entah kenapa bayangan Brian koma dan terbaring lemah tidak berdaya sewaktu di Rumah sakit beberapa waktu lalu membuatnya semakin takut akan kehilangan Brian.


"Jangan tinggalkan aku," ucap Bella menangis sesegukan dan langsung memeluk Brian.


"Hei .... kamu kenapa? kok jadi cengeng begitu," tanya Brian yang merasa bingung melihat sikap Bella yang langsung berubah sendu.


"Jangan bilang kamu akan meninggalkan ku lagi, aku tidak bisa Brian tanpa kamu," ucap Bella yang semakin erat memeluk Brian.


Brian membiarkan Bella menangis di pelukannya saat ini. Brian tahu, Bella memiliki masalah saat ini namun entah apa masalah yang di hadapi Bella, Brian sama sekali belum mengetahuinya.


Brian menguraikan pelukannya dan menatap wajah Bella yang saat ini masih ada sisa air matanya. Brian menghapus air mata Bella dengan sebuah kecupan di setiap sudut yang ada sisa air matanya.


"Kamu ada masalah apa?" tanya Brian menatap Bella dengan sangat intens untuk mengetahui perihal masalah yang di hadapi Bella saat ini.


"Aku ok Brian, tidak ada masalah apapun," ucap Bella masih berbohong.


"Aku tidak percaya, karena aku bisa melihat dari matamu kalau ada sesuatu hal yang kamu sembunyiin dari aku saat ini," jawab Brian karena saat ini Brian dapat melihat dari mata Bella kalau saat ini Bella sedang berbohong kepadanya.


"Aku hanya tidak bisa kehilanganmu Brian, aku sangat mencintaimu jadi jangan tinggalkan aku apapun terjadi. Aku mohon berjanjilah untuk hal itu," pinta Bella dengan tulus.


Brian pun merasa bingung dengan ucapan Bella yang seperti ambigu dan penuh tanda tanya, entah masalah apa yang dialami Bella. Brian sama sekali tidak mengetahuinya, otak Brian seolah mencari tahu mengenai apa maksud dari perkataan Bella. Namun saat ini Brian seolah susah untuk berfikir lebih lanjut, akan tetapi ia juga merasa sangat senang dengan ungkapan cinta dari Bella.


...........


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak seperti like maupun komennya🙏

__ADS_1


__ADS_2