Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 24


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini, Arka putus komunikasi dengan Siska. Siska yang biasanya manja dan sedikit bersikap lebai tidak ada lagi. Sunyi, hampa dan rindu, itu lah yang saat ini yang tengah ia rasakan.


Wedew rindu, satu kata itu lah yang di rasakan oleh Arka saat ini. Namun sebagai lelaki, dia begitu egois untuk mengakui akan perasaannya bahkan ia juga begitu enggan menghubungi Siska terlebih dahulu.


Sedangkan di tempat lain, Siska begitu pula. Ia juga merasakan hal yang sama dengan Arka saat ini. Meskipun lelaki tersebut selalu cuek, akan tetapi itu lah daya tarik yang di miliki Arka dan menjadikannya untuk tetap semakin penasaran dengan sikapnya. Namun dengan rasa penasarannya itu juga yang membuatnya mencintai Arka, lelaki yang sulit di takhlukin oleh Siska sendiri.


Sama - sama menahan rindu, itu lah satu kata yang memiliki makna mendalam, karena setiap makhluk pasti merasakan bagaimana rasa rindu itu sendiri. Seperti itu pula yang dirasakan oleh Siska sendiri. Namun apalah daya, Siska merasa rasa suka dan sayangnya hanya ia yang merasakan sendiri, tidak untuk Arka. Karena memang sebelumnya cintanya hanyalah bertepuk sebelah tangan.


Tok tok tok


"Iya, siapa?" ucap Siska saat pintu kamarnya di ketuk namun tidak ada suara yang memanggilnya.


"Ini Mama, Sis," jawab Mamanya dari luar.


Siska bangkit dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamar yang tadinya sempat ia kunci.


"Ada apa Ma?" sahut Siska, saat pintunya sudah terbuka.


"Ada tamu di bawah mencari kamu," jawab Mama Siska simple dan melangkahkan kakinya menjauh dari Siska.


Siska merasa penasaran dengan ucapan Mamanya, karena selama ini tidak ada temannya mencari ke rumah kecuali Bella yang selalu datang. Akan tetapi, kalau Bella datang ia pasti langsung menemuinya ke kamar Siska langsung.


"Ma," panggil Siska memanggil Mamanya yang sedikit menjauh dari pandangannya hingga Siska sedikit berlari mengejar Mamanya.


"Ma," Panggil Siska lagi.


"Iya,"

__ADS_1


"Siapa yang datang sih Ma,"


"Kalau penasaran ya temuin aja Sis, dia sudah menunggu kamu," jawab Mama dan mulai berjalan meninggalkan Siska yang mematung memikirkan tamu yang datang ke rumahnya.


Siska pun melangkahkan kakinya ke ruang tamu, untuk menemui seseorang yang datang ingin menemuinya sekarang.


Saat ia memasuki ruang tamu, Siska sedikit terkejut melihat siapa yang datang menemuinya sekarang. Ini serasa mimpi buat Siska sendiri, namun ini juga kebahagian yang selama ini ia tunggu - tunggu. Karena seseorang yang sempat ia rindukan daritadi datang menemuinya.


"Sudah puas menatapku seperti itu," tegas Arka dengan sedikit judes, karena memang begitulah sikapnya yang ia tunjukkan kepada Siska selama ini.


Siska tertunduk lesu mendengarkan perkataan Arka saat itu, Siska yang sempat yang tersenyum bahagia saat kedatangan Arka kini seakan ia sedikit kecewa dengan sikap Arka yang belum menunjukkan perubahan. Entahlah, apa memang begitu kah sikap lelaki itu. Tapi walaupun begitu, kenapa juga mesti menemuinya saat ini, kalau hanya bisa menyakitinya terus - terusan.


"Kenapa," ucap Arka bingung karena Siska tidak membalas ucapannya, bahkan wajah Siska sedikit sendu tidak seperti pertama Siska muncul di hadapannya tadi.


"Oh, tidak apa - apa hanya sedikit gak enak badan aja sekarang," alasan Siska agar Arka tidak menanyakan perihal itu lagi.


Siska menatap Arka dengan tatapan yang sulit diartikan, ia begitu kecewa dengan lelaki yang ada dihadapannya sekarang. Arka benar - benar tidak peka akan tatapannya sekarang bahkan Arka benar - benar tidak mengerti akan kekecewaannya karena ucapan Arka yang selalu mengacuhkannya. "Apa harus sesakit inikah mencintai tanpa dicintai, entahlah," pikir Siska menatap Arka yang berdiri dihadapannya saat ini.


"Aku pulang dulu, jaga kesehatan kamu," ucap Arka dan berjalan menjauhi Siska.


"Apa - apaan nih orang, dia yang datang kesini namun ia juga yang berkata tidak jelas seperti itu. Apa mesti sesakit ini dalam mencintai lelaki," bathin Siska menatap Arka yang sudah mulai menjauh.


Saat Arka sudah memasuki mobilnya, ia menatap pintu rumah Siska yang masih terbuka namun ia tidak melihat Siska mengantarkannya sampai kedepan pintu rumahnya. Padahal Arka sudah jauh - jauh datang menemuinya, namun ia hanya menelan rasa kekecewaan terhadap sikap Siska yang sedikit mulai berubah terhadapnya sekarang.


Arka memutuskan membuka kembali pintu mobilnya dan melangkahkan kakinya untuk masuk menemui Siska lagi. Karena ia tidak akan menyiakan kesempatan kali ini untuk menemui Siska.


"Siska," panggil Arka saat melihat Siska yang masih duduk di ruang tamu tadi. Bahkan ini merupakan kesempatan emas buat Arka karena ia tidak perlu repot - repot lagi menunggu Siska di ruang tersebut.

__ADS_1


Siska pun merasa terkejut mendengar suara yang memanggil namanya saat ini. Ia yang tadinya sempat melamun seketika tersadar dan menolehkan pandangannya menuju sosok yang baru saja muncul di hadapannya saat ini.


"Hm, ada apa kembali lagi kesini?" jawab Siska cuek.


Arka menghela nafas kasar mendengar ucapan Siska yang seakan mengabaikannya saat ini. Arka langsung menarik tangan Siska secara kasar menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumahnya. Ia tidak peduli dengan ucapan pedas Siska kepadanya karena yang terpenting saat ini, Arka mesti berbicara berdua dengan Siska, agar permasalahannya nanti dapat selesai dengan baik.


"Lepasin Ar!" protes Siska yang sedikit sakit pergelangan tangannya karena Arka menarik tangannya secara kasar dan ini sangat menyakitinya sekarang.


"Maaf," ucap Arka dan mulai melepaskan tangan Siska.


Siska melihat tangannya yang sedikit memerah karna tarikan Arka tadi. Ia merasa benar - benar kecewa melihat sikap Arka yang sangat kasar dan tidak memiliki perasaan sama sekali.


"Ikut aku, please!" ucap Arka dengan nada memohon dan sedikit merendahkan harga dirinya yang selama ini tidak pernah ia lakukan dengan perempuan mana pun.


Siska menatap Arka seakan tidak percaya melihat sikap Arka yang di tunjukkan kepadanya saat ini. Bagaimana mungkin seorang Arka yang begitu cuek berani memohon kepadanya. Siska tersenyum senang saat ini, tanpa menampakkan sama sekali senyumnya kepada Arka. Karena ia ingin mengasih pelajaran kepada Arka akan sikap egoisnya yang ia tunjukkan selama ini.


"Oke, tapi aku ganti baju dulu sebentar," jawab Siska seketika.


"Tidak usah, aku tidak ingin menunggu terlalu lama," protes Arka dan langsung memasuki mobilnya kembali.


Siska yang mendengarkan ucapan Arka yang tidak bisa di bantah sama sekali, langsung masuk ke dalam mobil Arka tanpa berani berbicara bahkan menolak perintahnya.


"Kita mau kemana," tanya Siska membuka pembicaraannya, karena sedari tadi Arka hanya diam sambil menyetir mobil dengan fokus.


"Nanti kamu akan tahu sendiri," ucap Arka yang sudah mulai menunjukkan sikap cueknya lagi kepada Siska.


.............

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya serta tekan favorite apabila menyukai ceritanya.


__ADS_2