
Arka dan Siska saat ini menuju Rumah sakit. Sedari tadi Siska hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun kepada Arka, begitu pun dengan Arka sendiri yang hanya diam tanpa mengajak Siska untuk berbicara.
Arka sering kali mencuri pandang kepada Siska, agar ia bisa menatap wajah Siska saat ini namun setiap kali Arka menatapnya yang ada Siska hanya fokus menatap kearah jendela mobil tanpa melihat ke arah Arka sama sekali.
Arka menghentikan mobilnya sebelum sampai ke Rumah sakit, karena Arka ingin tahu respon dari Siska sendiri seperti apa. Namun yang ada, sudah hampir 5 menit mobil Arka berhenti, Siska sama sekali tidak menatapnya maupun berbicara kepada Arka.
Arka sedikit bingung dengan sikap Siska yang hanya diam tanpa melihatnya sama sekali, Siska sudah berani bersikap acuh kepada Arka. Sehingga membuat Arka menghela nafasnya dengan berat melihat perubahan sikap tunangannya saat ini.
"Siska ....!" panggil Arka dan seketika itu Siska menoleh dan menatap Arka tanpa menjawab panggilan dari Arka sama sekali.
Melihat sikap Siska yang hanya diam tanpa menjawab sama sekali ucapannya, membuat Arka naik pitam.
Arka menarik tangan Bella agar Siska mau menatap wajahnya saat ini. Sebenarnya jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, Arka begitu sangat merindukan Siska. Namun sikap mereka yang sama - sama egoislah, yang membuat jarak antara mereka.
Saat mata mereka bertemu disaat itu lah mereka seolah terpaku dan terpana akan rasa rindu yang selama ini ia tahan. Arka menatap wajah Siska yang selama ini ia rindukan, Arka yang tadi sedikit emosi seolah mencair dengan hanya tatapan matanya saja. Arka tersenyum melihat wajah Siska yang sedari tadi cemberut.
Arka meraih pundak Siska agar Siska mau menatapnya lebih dekat, tanpa ada perasaan malu - malu. Arka sedikit demi sedikit mulai mendekatkan wajahnya dan saat itu lah pandangan mereka bertemu, Siska yang sedari tadi hanya diam seolah tidak bisa berkutik saat melihat tatapan Arka bahkan hembusan nafas dari Arka seolah menerpa wajahnya dan jantung keduanya berdebar sangat kencang sehingga mereka berdua dapat mendengarkan degupan jantung keduanya.
Kerinduan dari tatapan keduanya seolah tersalurkan, rindu yang selama ini di tahan pun seakan terobati. Arka mendekatkan keningnya ke kening Siska dan matanya seakan terpaku menantap wajah Siska yang berada di hadapannya.
Arka menatap wajah Siska, dan ingin mengetahui reaksi dari tunangannya saat ini. Namun yang Arka lihat, Siska seolah menikmati dan menutup matanya agar Arka melakukan lebih dari sekedar menempelkannya.
Arka tersenyum melihat reaksi dari tunangannya, Arka lalu mencubit hidung Siska dan kembali menjauhkan wajahnya.
Siska membuka kedua matanya dan menatap wajah Arka yang sedikit jauh dari wajahnya. Siska begitu malu karena telah berharap lebih dari yang di lakukan Arka tadi. Siska menutup kedua wajahnya menggunakan telapak tangannya tanpa berani menatap maupun berbicara kepada Arka.
__ADS_1
Arka begitu pandai memporak porandakan hati Siska saat ini, Siska tidak mengerti dengan sikap Arka yang terkadang baik dan terkadang begitu cuek terhadapnya.
"Kenapa dengan wajahnya?" tanya Arka yang pura - pura tidak mengetahui.
Siska kembali menurunkan tangannya dari wajahnya dan menoleh menatap Arka yang berada di sampingnya. Siska melihat Arka yang sedang tersenyum mengejeknya, lalu Siska memukul pelan dada Arka karena telah berani mempermainkannya saat ini.
"Kamu jahat," rengek Siska dengan nada yang begitu manja dan membuat Arka tersenyum lebar melihat Siska yang seperti malu - malu kucing terhadapnya.
Arka menarik tangan Siska yang terus saja memukul dadanya, lalu Arka memeluk badan Siska untuk menyalurkan kerinduan yang selama ini ditahannya. Setelah sekian menit Arka memeluk Siska barulah Siska membalasnya dan menumpahkan semua kerinduannya selama ini.
"I love you," ungkap Arka kepada Siska sehingga membuat Siska begitu terkejut.
Siska memukul pundak Arka agar mau melepaskan rangkulannya saat ini, karena Siska sedikit sesak karena rangkulan Arka yang begitu kuat kepadanya.
Siska tersenyum mendengar ungkapan kata cinta dari Arka. Ia tidak pernah menyangka ternyata cintanya selama ini tidak lah bertepuk sebelah tangan.
"I love you my fiance," jawab Siska dengan tersenyum bahagia dan kembali memeluk Arka.
Arka kembali melajukan mobilnya menuju Rumah sakit. Di sepanjang perjalanan menuju Rumah sakit, Siska tidak berhenti mengoceh dan berbicara kepada Arka. Siska yang dulu cerewet kembali lagi, sikap Arka kepada Siska pun sedikit demi sedikit berubah. Arka yang dulu cuek sebisa mungkin berubah demi Siska.
Arka dan Siska saat ini telah sampai di Rumah sakit, Arka membukakan pintu mobil untuk Siska dan Siska turun dengan menggandeng tangan Arka.
Arka dan Siska saat ini telah sampai di depan lobi Rumah sakit, Siska mulai melepaskan gandengan tangannya dari Arka. Siska berjalan dengan sedikit tergesa - gesa meninggalkan Arka. Siska menuju meja Resepsionis untuk menanyakan ruang rawat inap Bella saat ini.
Setelah mengetahui dimana saat ini Bella dirawat, Siska dan Arka berjalan menuju ruangan yang telah di beritahukan oleh Resepsionis tadi kepadanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Ma," ucap Siska kepada Mama Bella yang saat ini sedang mondar mandir didepan rawat inap Bella saat ini.
"Waalaikumsalam Nak," ucap Mama Bella kemudian memeluk Siska untuk menumpahkan perasaannya saat ini.
Siska membawa Mama Bella untuk duduk di kursi agar Mama Bella bisa lebih leluasa berbicara kepadanya.
"Bella sakit apa Ma?" tanya Siska kepada Mama Bella.
Mama Bella menarik nafasnya sebelum ia memulai berbicara kepada Siska, Siska menatap wajah Mama Bella yang basah dengan air mata. Siska mengurungkan niatnya terlebih dahulu untuk bertanya lebih jauh mengenai keadaan Bella saat ini.
"Sis," ucap Mama Bella dengan menangis terisak merangkul Siska.
Siska hanya diam sebelum Mama Bella berbicara lebih lanjut kepadanya.
Mama Bella menguatkan hatinya untuk berbicara kepada Siska, Mama Bella menceritakan semua kronologi dari awal saat Papanya menjodohkan Bella dan bagaimana Bella menolak mentah - mentah perjodohan tesebut dan Mama juga menceritakan mengenai acara makan malam keluarganya tadi malam hingga sampai Bella kabur ke Rumah sakit.
Mama Bella juga menceritakan mengenai Bella yang jatuh pingsan di ruang rawat pasien yang baru saja meninggal 10 menit sebelum Bella masuk ke ruangan pasien tersebut.
Mama Bella juga tidak mengetahui apa hubungan anaknya dengan pasien itu, bahkan saat Bella mulai sadar tadi pun, Bella seakan diam tanpa menjawab pertanyaaan dari Mamanya dan juga keadaan Bella juga sangat memperhatinkan karena ia sering mengeluh kesakitan di bagian kepalanya dan menangis memanggil nama Brian.
Siska ikut merasakan sedih mendengar ucapan Mama Bella, ia tidak menyangka temannya mengalami masalah yang cukup rumit tanpa ia ketahui selama ini sedangkan Arka yang mendengar pun ikut prihatin dengan keadaan pacar temannya saat ini. Namun Arka hanya diam tanpa ikut berkomentar apa - apa, Arka tahu saat ini Bella mengalami sedikit depresi mengenai keadaan Brian saat ini.
..............
Jangan lupa like dan komennya All dan bagi yang berkenan minta votenya agar bisa semangat dalam menulis🙏
__ADS_1