
Acara wisuda telah selesai, setelah diizinkan untuk meninggalkan ruangan, para sarjana-sarjana ini terlihat berbaris, serta tidak lupa mereka berucap syukur dalam hati dengan perasaan haru kemudian perlahan keluar meninggalkan gedung.
Setelah Bella selesai menemui teman-temannya, dia langsung hendak pulang ke rumah bersama keluarganya. Akan tetapi, sebelum Bella diajak pulang oleh keluarganya. Brian dengan sigap menarik pergelangan tangan Bella, tanpa sepengetahuan keluarganya karena Brian ingin membawa Bella ke suatu tempat.
"Kita mau kemana, Bri? Keluarga gue masih menunggu disana, gue tidak bisa ikut!" ujar Bella lagi.
Akan tetapi Brian tetap menarik pergelangan tangan Bella, tanpa mendengarkan ucapan Bella.
"Brian ....!" protes Bella.
Brian berhenti melangkah dan memperhatikan raut wajah Bella dengan tatapan memohon.
"Bella, gue minta waktu buat sehari ini aja bersama lu," ujar Brian.
"Gue mohon, ikut sama gue sekali ini ya!" mohon Brian dengan wajah yang sangat imut sehingga membuat Bella tersenyum kepadanya.
Bella menatap wajah Brian seolah tidak mengerti akan perubahan sikap Brian saat ini. Brian yang dulunya cuek, dan sedikit arogan dengannya. Sekarang seakan berubah setelah beberapa bulan tidak saling tegur sapa.
Bella masih terdiam dan tidak menjawab ucapan Brian. Bella hanya bisa tersenyum melihat perubahan sikap Brian kepadanya. Brian yang dulunya sedikit arogan dan selalu menghinanya, seakan berbanding terbalik dengan yang sekarang.
"Bel!" ucap Brian lagi seolah menunggu jawaban dari Bella.
"Ok, gue telepon keluarga gue dulu," jawab Bella.
Bella mengeluarkan ponselnya dan hendak mengabari keluarganya, bahwasanya dia tidak bisa pulang bersama keluarganya saat ini. Mama Bella yang begitu paham dengan anaknya, mengizinkan Bella untuk pergi bersama dengan temannya.
"Makasih Ma, nanti Bella pulang secepatnya," ujar Bella mengakhiri percakapannya lalu langsung menutup telpon dari Mamanya.
__ADS_1
****
Brian membawa Bella ke suatu tempat yang sangat indah tentunya, agar saat Brian mengungkapkan perasaannya bisa membuat Bella tetap rileks dan nyaman nantinya.
Akhirnya, Bella dan Brian telah sampai ke tempat yang di tuju. Sebelum mereka sampai ke tempat tujuannya, Bella sudah membeli baju dan mengganti baju kebayanya saat mereka di perjalanan tadi.
Disinilah mereka sekarang, menikmati suasana pantai yang terasa sangat nyaman dan sejuk dengan hembusan angin menerpa kulit mereka berdua.
"Bel," ujar Brian memecahkan keheningan diantara mereka.
Bella masih terdiam menikmati semilir angin yang sangat tenang dan menyejukkan. Semilir angin pepohonan yang seakan berhenti bergerak kecuali menghembuskan keademan dan kenyamanan. Laut pun tampak tenang tak mengeluarkan riak kecil dan pasir putih yang seakan memancarkan cahaya keemasan.
Brian sangat bahagia saat ini, karena bisa membuat Bella merasa nyaman saat berada bersamanya.
Brian tak hentinya menatap Bella yang tersenyum bahagia menikmati keindahan pantai. Brian membiarkan Bella dalam keheningannya, karena saat ini Bella sangat - sangat menikmati keindahan pantai sampai dia melupakan orang yang ada di sebelahnya.
Tanpa menunggu persetujuan Brian, Bella menarik tangan Brian. "ayo kita main pasir Bri, sekalian kita nanti menantang ombak," ucap Bella dengan tersenyum.
Brian pun menuruti keinginan Bella, dengan senang hati yang tak henti - hentinya mereka tersenyum dan tertawa.
"Brian, terimakasih ya! gue sangat bahagia sekali," ujar Bella.
Brian pun tersenyum senang dengan ungkapan kebahagian Bella.
"Bel, bolehkah gue ngomong sesuatu?," tanya Brian.
"Boleh, ngomong aja," balas Bella dengan tersenyum.
__ADS_1
Brian memegang tangan Bella sambil berlutut didepan Bella. "Bel, gue sebenarnya .... ," ucap Brian yang seakan menciut tidak berani melanjutkan kata - katanya.
Bella pun merasa bingung dengan ucapan Brian, apalagi dengan posisi Brian yang berlutut didepannya.
"Bella, maukah lu jadi pacar gue," ujar Brian melanjutkan kata - katanya.
Bella pun tanpa kaget dengan ucapan Brian saat ini, Bella tidak akan mudah mempercayai ucapan Brian saat ini. Apalagi kalau dilihat, dari awal perkenalan sebelumnya dengan Brian yang selalu bertengkar dan seakan menjadi musuh bebuyutan.
Brian pun masih menunggu jawaban dari Bella, meskipun nantinya ia akan ditolak tapi Brian telah menetapkan hatinya memilih Bella. Walau nantinya Brian akan ditolak berkali - kali pun, Brian akan tetap mengejar Bella sampai ia mendapatkan cinta dari Bella.
"Maafkan, gue Brian .... "ujar Bella dengan lembut tanpa harus menyakiti perasaan Brian.
"Gue cinta lu Bel, mungkin selama ini gue selalu nyakitin hati lu dengan kata - kata gue, tapi gue sadar sekarang. Gue tidak bisa jauh dari lu, apalagi beberapa bulan ini, gue hanya bisa menatap lu dari kejauhan. Sungguh gue tersiksa Bel, gue benar - benar cinta sama lu Bel," ujar Brian yang masih berlutut dan memohon cintanya Bella.
Bella yang mendengarkan ungkapan hati Brian, ikut merasa sedih. Karena mereka berdua sama - sama menahan rindu, tapi sifat egois mereka yang membuat mereka jauh.
Brian masih menunggu jawaban dari Bella yang masih terdiam tanpa membalas ungkapan cintanya.
"Apapun akan gue lakuin Bel, untuk mendapatkan cinta lu," ucap Brian lagi.
"Bri ...., beri gue waktu beberapa hari ya! ucap Bella.
...............
Jangan lupa like dan komen nya All!
Maaf kalau part ini, ada banyak kesalahan atau banyak typo bertebaran. Karena saat ini, nulis dalam mode galau dan susah buat mikir dan nyambung kata - kata. Tapi mohon komentarnya all, kalau sekiranya banyak kesalahan dalam penulisan kata. trims sebelumnya🙏
__ADS_1