
"Bang duduk dulu, aku minta tolong jangan salah paham dulu bang. Kita selesaikan secara baik - baik, karena seharusnya abang dengerin penjelasan kami dulu," ucap Brian yang ingin mencoba meluruskan kesalah pahaman yang terjadi.
"Penjelasan seperti apa lagi yang akan abang dengar, kalian di dalam kamar berdua an dan ....," ucapan Andes berhenti dan menatap ke arah Bella sedangkan Bella yang di tatap hanya bisa menundukkan kepalanya karena memang ia akui ini semua kesalahannya bahkan ia tinggal di rumah Brian memang dia yang memaksa untuk tinggal disini.
Bella meremas ujung bajunya, ia merasa sangat takut dengan calon kakak iparnya, karena dari awal ia kenal dengan Andes, kakaknya Brian ini seorang lelaki yang sangat irit bicara namun saat adiknya melakukan kesalahan begini, kakaknya seolah sangat emosional hingga membuat Bella sangat takut hanya dengan tatapannya saja.
"Bang ...., aku emang salah bang namun dengerin dulu penjelasan dari kami bang," ucap Brian yang masih memaksa kakaknya untuk tidak salah paham dan mendengarkan penjelasan darinya dan juga Bella.
"Oke, abang akan mendengarkan semua yang kalian jelaskan," ucap Andes dan kembali duduk di tempat yang ia duduki tadi.
Andes diam dan menatap ke arah adiknya dan juga Bella. Namun sudah beberapa menit Andes diam, baik Brian maupun Bella tidak jua kunjung bicara untuk menjelaskannya. "Ya sudah kalau kalian tidak ingin bicara, abang minta kamu dan juga kamu," tunjuk Andes ke arah Brian dan juga Bella. "Pergi dari rumah ini dan jangan pernah tunjukkan wajah kalian lagi di hadapan abang," ucap Andes lagi.
__ADS_1
"Bang ...., jangan seperti itu bang. Aku sama sekali tidak ada melakukan apapun terhadap Bella," ucap Brian dengan memohon serta berlutut di depan kakaknya.
Andes sebenarnya juga tidak tega mengusir adiknya dari rumah namun ini semua harus ia lakukan agar adiknya bisa menjadi lelaki yang bertanggung jawab, tidak menjadi lelaki yang mementingkan nafsunya lalu membuang wanita begitu saja.
"I .... ya bang, a .... ku dan Brian sama sekali ti .... dak melakukan apapun. Memang a .... ku akui, aku semalam tidur disini na .... mun kami tidak melakukan apa - apa," ucap Bella gugup dan masih menundukkan kepalanya.
"Abang minta hari ini juga kalian segera menikah daripada kalian nanti berbuat lebih hina dari ini," ujar Andes tiba - tiba sehingga membuat Bella maupun Brian terkejut dan menatap kakaknya seolah tidak percaya dengan apa yang menjadi keputusan kakaknya, yang di ambil secara mendadak.
"Bang ...., itu tidak mungkin bang. Masa iya hari ini juga bang, abang jangan bercanda di saat begini," ujar Brian yang tetap kekeh menolak permintaan kakaknya, memang Brian akui ia sangat ingin menikah dengan Bella namun bukan menikah dengan alasan seperti ini yang ia mau.
Andes menampar adiknya karena begitu sangat emosi melihat tingkah adiknya yang selalu saja membantah ucapannya.
__ADS_1
"Brian ....!" tunjuk Andes dengan sangat emosi dan menatap tajam ke arah adiknya. "Lebih baik kamu tidak usah kenal lagi dengan abang, kalau sikap kamu seperti ini, karena selama ini abang tidak pernah mengajarkan kamu menjadi pembangkang seperti ini," ujar Andes lagi yang merasa adiknya sudah jauh berubah dan tidak seperti adiknya yang penurut dulu.
Brian menatap tajam ke arah kakaknya, memang Brian akui meski pun ia tidak memiliki orang tua di kehidupannya namun ia tumbuh menjadi pribadi yang baik seperti yang di ajarkan kakaknya kepadanya. Akan tetapi saat ini kakaknya sudah salah sangka terhadapnya, karena Brian sendiri sangat menginginkan menikah dengan Bella namun bukan menikah seperti ini yang ia inginkan. Brian menginginkan menikah dengan Bella secara baik - baik dan bisa di ketahui oleh orang banyak. Bahkan bisa mendapat restu dari orang tua Bella.
"Baiklah bang, kalau itu yang abang mau. Aku akan menuruti semua yang abang ucapkan, namun ada satu permintaan dari aku bang," ucap Brian menatap ke arah kakaknya dan begitu pun sebaliknya.
"Silahkan, abang akan mengabulkan permintaanmu dengan syarat kamu harus menikah terlebih dulu dengan Bella,"
"Bang, aku akan menikahi Bella tapi dengan syarat aku dan Bella tidak menikah siri," ucap Brian dengan sangat hati - hati. "Karena asal abang tahu, kalau Papa Bella sama sekali tidak menyukaiku bang dan aku juga ingin menikah bisa di hadiri oleh Papa bang," ucapnya lagi sehingga membuat Andes terkejut dengan permintaan adiknya yang terakhir.
Andes memijit pelipisnya, permintaan adiknya yang terakhir memang sangat rumit bahkan Andes sendiri tidak bisa berjanji untuk mengabulkannya, karena Andes sendiri tidak pernah bertemu dengan Papanya semenjak Papanya pergi dari rumah ini.
__ADS_1
............
Jangan lupa like dan komennya serta trims bagi yang sudah berkenan memberikan gift atau pun votenya. Semoga kita di berikan kesehatan dan keberkahan serta salam manis buat orang yang tersayang.