Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Extra Part


__ADS_3

Bella saat ini sedang terbaring lemah di brankar rumah sakit dengan bantuan beberapa alat yang melekat di tubuhnya.


Brian begitu sangat sedih melihat kondisi istrinya yang sangat memprihatinkan. Namun, ia pun tidak bisa berbuat apa - apa untuk membantu kesembuhan istrinya, ia hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban yang terjadi pada istrinya.


Semenjak Bella jatuh pingsan di kamar mandi, Bella sama sekali tidak sadarkan diri. Bersyukur anak yang di kandungnya Bella, terlahir dengan selamat. Namun, semenjak itu lah Bella koma dan tidak sadarkan diri lagi.


Semenjak Bella koma, menjadikan Brian menjadi suami yang siap siaga dalam menjaga anak dan istrinya. Brian selalu meluangkan waktunya untuk anak dan istrinya sepulang dari bekerja.


Saat ini Brenda di rawat oleh seorang baby sitter yang di pilih Brian untuk merawat anaknya, Brenda di asuh oleh seorang baby sitter semenjak Brenda di lahirkan ke dunia. Ya, nama anak perempuannya di beri nama Brenda. Nama yang di pilih oleh Bella sendiri sebelum ia koma di rumah sakit.


Saat ini Brian sedang berada di rumah sakit untuk menjenguk istrinya sebelum ia pulang ke rumah. Sebelum Brian sampai ke rumah sakit, Brian selalu menyempatkan diri untuk mampir sebentar untuk membelikan seikat bunga kesukaan istrinya.


Brian mengecup kening istrinya saat ia baru saja sampai di hadapan istri tercintanya. "Sayang! Maaf, aku telat mengunjungi kamu," ujar Brian menatap wajah cantik istrinya yang saat ini masih menutup matanya.


Brian mengusap air matanya yang sempat menetes dan mencium tangan istrinya. Hatinya begitu hancur melihat kondisi istrinya yang sama sekali tidak ada perubahan sedikit pun. Dari hari ke hari, kondisi Bella semakin down dan hanya bantuan beberapa alat lah yang membuat Bella masih bertahan hidup sampai saat ini.


Brian selalu membisikkan kata cinta di telinga istrinya dan berharap ada sedikit respon dari istrinya. Namun, tetap saja istrinya sama sekali tidak merespon apapun.


****


"Bapak sudah pulang?" tanya keyla kepada Brian. Namun, Brian hanya berdehem dan segera menggendong putrinya dan membawa putrinya dengan segera ke kamarnya.


Keyla yang melihat sikap majikannya yang sangat cuek terhadapnya menjadi sangat penasaran terhadap Brian. "Andaikan aku bisa memiliki hatinya," ujar keyla menatap punggung belakang Brian yang telah sedikit menjauh darinya.


"Astagfirullah, maafkan aku yang telah menyukai milik orang lain," sambung Keyla tersadar dan dengan segera membuatkan susu untuk Brenda.


Brian menatap wajah putrinya yang saat ini berada dalam pangkuannya, Brian mengecup pipi putrinya penuh sayang. "Malang sekali nasibmu, Nak!" ujar Brian meneteskan air matanya menatap wajah putri tercintanya.

__ADS_1


Brenda tersenyum menatap wajah Papanya sehingga membuat Brian tersadar jikalau putrinya sedikit mengerti keadaan orang tuanya yang sangat sedih. Brian yang melihat wajah putrinya tersenyum dengan segera membalas senyum putrinya.


Tok .... tok .... tok


Brian mendengar suara ketukan di luar kamarnya dengan segera membukakan pintu. Brian menatap wajah wanita yang saat ini ada di hadapannya.


"Maaf Pak! Saya mau memberikan susu untuk Brenda!" ujar Keyla meminta izin kepada Brian.


Brian menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan baby sitter anaknya masuk ke dalam kamarnya. Brian berdiri tidak jauh dari anaknya, sambil menatap interaksi antara Brenda dan baby sitter anaknya.


Brian tersenyum menatap wajah Keyla yang begitu telaten dalam menjaga putrinya dengan baik. Meski pun Keyla masih berumur 18 tahun. Namun, Brian sangat yakin jikalau ia sama sekali tidak salah pilih dalam memilih Keyla membantunya dalam merawat anaknya.


"Habis ya susunya!" ujar Keyla memperlihatkan botol susu kepada bayi mungil yang saat ini ada di hadapannya.


"Saya permisi dulu Pak!" ujar Keyla meminta izin Brian untuk segera pulang ke rumahnya karena Keyla merawat Brenda apabila saat Brian sedang bekerja dan setelah pulang Brian lah yang akan merawat putrinya.


Keyla melangkahkan kakinya menjauhi Brian. "Dasar pria es batu, irit sekali bicaranya!" ujar Keyla bergumam sendiri.


"Tidak perlu kamu menyumpahi saya seperti itu!" teriak Brian.


Keyla membalikkan tubuhnya dan menyengir di hadapan Brian. "Hehehe ..., bapak salah. Saya bukan sumpahin bapak," ujar Keyla dan langsung berlari keluar dari kamar Brian.


Brian menatap pintu keluar kamarnya yang sudah tidak terlihat Keyla disana. "Dasar gadis aneh," ujar Brian lalu dengan segera menghampiri putrinya untuk mengajaknya bermain.


****


Andin saat ini hidup terlunta - lunta di jalanan. Andin tidak tahu harus menumpang hidup dengan siapa saat ini, semenjak ia ketahuan selingkuh oleh suaminya Andes. Andin sama sekali tidak mendapatkan harta gono - gini dari suaminya.

__ADS_1


Andin pergi dari rumah suaminya dan berharap bisa menumpang hidup dengan selingkuhan. Namun, bukan nasib baik yang di dapat oleh Andin, ia malah di jual oleh selingkuhannya ke pria hidung belang.


Andin yang tidak tahan oleh siksaan yang di berikan radit dengan segera kabur. Meski pun ia harus hidup terlunta - lunta di jalan, mungkin ini lebih baik baginya daripada ia harus hidup dalam berlumur dosa.


Andin menatap seseorang dari kejauhan. " Itu seperti Andes dan anak - anakku," tunjuk Andin dan ia tersenyum melihat kebahagian anaknya dan mantan suaminya.


Andin berjalan ingin menemui anak dan mantan suaminya untuk meminta maaf kepada mereka. Namun lagi - lagi, Andin begitu kecewa melihat mantan suaminya sudah memiliki istri lain selain dirinya.


Andin menatap wanita yang saat ini berada di samping suaminya, wanita itu memiliki paras wajah yang sangat cantik dan juga sangat menyayangi kedua orang anaknya.


"Aku menyesal telah meninggalkan keluargaku," ujarnya merutuki kebodohan yang selama ini ia lakukan.


"Andai waktu bisa di putar, aku tidak akan menyia - nyiakan suami terbaik seperti kamu!" ujar Andin menangisi nasibnya.


"Kamu sangat beruntung telah mendapatkan suami seperti Andes. Apalagi, saat ini kamu telah mengandung anak darinya. Tentu, kamu juga akan di perlakukan dengan sangat baik olehnya," ujar Andin mengingat kembali masa - masa saat ia sedang mengandung anak dari suaminya. Bahkan, Andes sangat telaten dalam menjaganya dengan sangat baik.


"Mama!" ujar Raka dan dengan segera mencium wajah Mama sambungnya.


Andin menangis menatap interaksi anaknya dengan perempuan lain. Andin sangat berharap, suaminya masih berkenan kembali bersama dengannya. Namun, semua hanya mimpi dan hayalannya saja. Andin begitu sangat kecewa melihat kebahagian suaminya dan istri barunya dan tidak mungkin baginya untuk hadir kembali ke kehidupan suaminya.


"Sepertinya aku harus mundur demi kebahagian anak dan mantan suamiku," ujar Andin dengan membalikkan tubuhnya meninggalkan taman tempat ia berdiri saat ini.


"Mama!" teriak Raka saat ia tidak sengaja melihat Andin yang akan pergi meninggalkan tempat itu.


.........


Jangan lupa like dan komennya!

__ADS_1


__ADS_2