
Nadia menghabiskan waktu berdua dengan Brian di tepi pantai sampai larut malam. "Gue kangen berdua dengan lu seperti ini, Bri!" ujar Nadia menatap wajah Brian penuh cinta. Namun, Brian sama sekali tidak menyadari perasaan Nadia terhadapnya.
"Hmmm," Brian berdehem tanpa menjawab ucapan Nadia.
"Ish ..., gue kesal sama lu!" ujar Nadia marah dengan memukul dada bidang Brian.
Brian memegang tangan Nadia yang saat ini memukul tubuhnya, hingga membuat jantung Nadia berdebar tak karuan. Namun, tangannya langsung di lepaskan oleh Brian saat Brian tersadar bahwa yang ia lakukan adalah salah. "Sorry!" ujar Brian dengan sedikit menjauh dari Nadia.
"Tidak apa - apa sayang!" ujar Nadia tersenyum menatap wajah Brian yang saat ini ada di hadapannya.
"Jangan panggil sayang lah Nad," ujar Brian yang takut nanti Bella salah paham, apabila mendengar Nadia memanggilnya dengan sebutan itu.
"Kenapa sih lu serius betul, kita kan biasa bercanda begini!" bohong Nadia, padahal hatinya selalu menginginkan Brian. " Jadi tidak ada yang marah kali," sambungnya lagi dengan mengambil sebatang rokok yang ada di tangan Brian.
"Astaga Nad, lu masih merokok Nad?" tanya Brian menatap Nadia yang saat ini sedang menghisap sebatang rokok di tangannya.
"Ya, begitulah!" ujar Nadia dengan mengangkat dua bahunya. "Susah, gue menghilangkan kebiasaan ini," sambungnya lagi dengan menatap wajah Brian penuh harap. "Kecuali, ada seseorang yang gue sukai melarang gue untuk berubah!" ujar Nadia dengan sungguh - sungguh mengharapkan Brian mau mencintainya seperti apa yang ia rasakan dan tentunya Nadia bakal mau merubah kebiasaan buruknya selama ini.
Nadia menatap wajah Brian yang saat ini tepat berada di hadapannya, sudah lama sekali ia mengagumi lelaki tersebut. Namun, Nadia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya kepada Brian. Karena Nadia yakin, Brian pasti tidak akan mau menerima cintanya.
"Lu ganteng banget kalau lagi tersenyum seperti ini," rayu Nadia sambil menatap Brian yang saat ini ada di hadapannya. "Buat hati gue meleleh bambang!" sambungnya lagi dengan mencium pipi Brian hingga membuat Brian terpana dengan keberanian teman yang saat ini ada di hadapannya.
"Jangan di biasakan bersikap seperti ini!" ujar Brian dengan menghapus kembali ciuman yang di berikan Nadia kepadanya.
__ADS_1
"Kenapa Brian sayang!" ujar Nadia sedikit genit, karena ia benar - benar ingin memperjuangkan cinta yang ia rasakan yang telah bertahun -tahun ia pendam.
Brian menatap wajah Nadia, disana ia baru menyadari kalau Nadia benar cantik adanya. Namun, hatinya tidak mungkin untuk berpaling lagi dengan Bella karena ia sudah menjadi suami seseorang yang selama ini ia cintai.
"Brian ...," panggil Nadia menatap wajah Brian yang saat ini fokus menatap ke arah pantai.
"Iya, ada apa!" jawab Brian sebisa mungkin untuk cuek karena saat ini Brian baru menyadari kalau Nadia yang telah ia anggap sebagai teman menaruh hati dengannya.
Nadia menatap ke arah deburan ombak di pantai lalu menatap wajah Brian. "Bri kamu tahu tidak?" ujar Nadia menatap wajah Brian. Namun, Brian merasa aneh dengan sikap Nadia kali ini terhadapnya hingga membuatnya sedikit risih melihat sikapnya.
"Hmm apa?" ujar Brian sebisa mungkin menetralkan pikirannya agar ia tidak tergoda dengan rayuan temannya.
"Ish ..., cuek banget sih lu," ujar Nadia memukul pundak Brian hingga membuat Brian mengeluh kesakitan.
"Apa sih Nad ..., lu aneh banget hari ini," ujar Brian tersenyum.
Nadia menarik pergelangan tangan Brian, hingga membuat Brian kembali terduduk dan langsung mengambil kesempatan mencium bibir Brian, karena jarak mereka yang saat ini cukup dekat.
Nadia menekan tengkuk kepala Brian, agar Brian tidak bisa melepaskan ciumannya dan menggigit bibirnya, agar Brian mau membuka mulutnya.
Brian berusaha untuk menolak ciuman dari Nadia. Namun, sekeras apapun ia menolak tetap saja ia tergoda dengan apa yang di berikan Nadia kepadanya.
Brian mendorong tubuh Nadia, saat ia tersadar dengan kesalahan yang telah ia lakukan dan membuat Nadia sedikit terjungkal dari duduknya. "Lu gila ya, Nad! teriak Brian emosi. "Gue biarin lu mencium pipi gue tadi! Gue kira lu, cuma anggap gue teman!" sambungnya lagi dan langsung meninggalkan Nadia.
__ADS_1
"Tunggu Brian!" panggil Nadia yang langsung mengejar Brian.
Nadia memeluk tubuh Brian dari arah belakang, agar Brian tidak bisa pergi darinya. "Gue cinta sama lu," ujar Nadia menangis. "Gue sudah lama memendam semua ini, tolong terima cinta gue kali ini," sambungnya lagi, hingga membuat Brian sedikit shock mendengarkannya.
Brian berusaha melepaskan tangan Nadia yang saat ini berada di pinggangnya dan menatap ke arah wajah seseorang yang telah ia anggap sebagai teman baik. "Nad, ini semua salah Nad!" ujar Brian yang ingin memberitahukan kepada Nadia mengenai kehidupan Brian yang saat ini sudah berstatus suami orang.
"Dimana letak salahnya, Bri!" ujar Nadia menangis yang tetap kekeh ingin memiliki Brian.
Brian mengusap wajahnya, ia terasa gusar dengan posisinya saat ini. "Gue tidak bisa Nad, tolong jangan paksa gue!" ujar Brian dan meninggalkan Nadia yang termenung sendiri.
"Brian ..., dimana letak kurangnya gue di mata lu!" bentak Nadia. "Gue cinta dengan lu dari dulu Brian!" ujar Nadia menangis dan menjatuhkan tubuhnya ke pasir dan menatap tubuh Brian yang sudah menghilang dari matanya.
"Pokoknya gue harus mendapatkan cinta lu, bagaimana pun caranya!" ujar Nadia dengan pandangan lurus ke depan. "Lu harus jatuh ke pangkuan gue Brian, karena tidak akan ada yang bisa memiliki lu kecuali gue!" ujar Nadia tersenyum karena ia memiliki ide untuk mendapatkan Brian sesegera mungkin.
Brian membuka pintu kamarnya lalu menutup pintu kamarnya kembali dengan sangat hati- hati, agar tidak menimbukan suara decitan dari pintu kamarnya. Brian melangkahkan kakinya dengan cara mengendap - endap, agar tidak ketahuan oleh Bella. Brian membuka baju yang ia pakai dan langsung menggantinya dengan baju tidur.
"Dari mana saja kamu!" ujar Bella menatap curiga ke arah suaminya.
Brian menatap Bella yang saat ini terbangun dan mendudukkan tubuhnya. "Kamu sudah bangun ya sayang!" sahut Brian dengan mencoba mengalihkan pertanyaan Bella.
Brian berjalan mendekati istrinya , lalu memeluk tubuh istrinya agar tetap tenang dan tidak mencurigainya. "Sayang, istirahatlah! Besok masih ada acara kita!" sambungnya lagi lalu merebahkan tubuh Bella dan memeluknya. Agar Bella segera untuk tertidur kembali. Namun, tetap saja Bella tidak bisa menutup matanya.
Bella menatap wajah suaminya dan berharap Brian adalah suami terakhir yang di berikan tuhan untuknya. "Aku tidak akan biarkan, wanita manapun mendekatimu! Karena kamu cuma milikku seorang!" ujar Bella pelan dan berusaha menutup kembali matanya agar bisa tertidur kembali.
__ADS_1
..........
Jangan lupa like dan koemnnya!