Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 72


__ADS_3

"Maafkan Bella Pa!" ujar Bella tiba - tiba.


Ilham menghembuskan nafas kasar sebelum ia berbicara. "Papa sama sekali tidak menyalahkanmu Bel. Hanya saja ...," ucapan Ilham terhenti lalu menatap wajah putrinya. "Kamu sudah menjadi seorang istri, harusnya kamu menemani suamimu di dalam bukan malah keluyuran seperti ini!" ujar Ilham dengan memarahi anaknya yang tidak memenuhi kewajibannya sebagai istri.


Degh


Bella terkejut dengan ucapan Papanya. Namun, ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak ingin menjawab ucapan Papanya. Biarlah disini, ia yang di salahkan dan Bella akan berusaha untuk menyembunyikan semuanya dari keluarga besarnya.


"Iya Pa, Bella ke kamar dulu ya! Brian sepertinya sudah menunggu Bella dari tadi," ujar Bella tersenyum lalu dengan segera beranjak dari duduknya.


Bella melangkahkan kakinya menuju kamar yang akan menjadi kamar pengantinnya. Namun, disana ia juga tidak menemukan Brian. "Kamu dimana?" ujar Bella yang hendak menangis.


Bella menunggu Brian sambil rebahan di depan televisi. Namun, sudah sejam berlalu tetap saja Brian tidak kembali.


"Maafkan aku! Aku mohon kembalilah," ujar Bella meneteskan air mata pilu mengingat semua kesalahannya dan mulai terlelap dari tidurnya.


Tidak lama setelah itu, Brian kembali ke kamarnya dan menatap ranjang pengantin yang masih di penuhi bunga mawar. Namun, disana ia sama sekali tidak melihat Bella.


"Dimana Bella?" ujar Brian pelan.


Brian berjalan dengan pandangan mata fokus ke depan. Tanpa, melihat ke arah istrinya yang sedang tertidur lelap di sebuah sofa.


Brian membuka pintu balkon untuk mencari keberadaan istrinya. Namun, tetap disana ia tidak menemukan keberadaan istrinya.


"Kamu dimana Bell?" ujar Brian cemas saat ia mencoba pintu kamar mandi dan tetap tidak menemukan keberadaan Bella disana.


"Aaaaaaaa ....," teriak Brian dengan perasaan bersalah. "Kamu dimana Bell?"


Bella terbangun dari tidurnya karena mendengar suara teriakan suaminya dan dengan segera berlari menghampiri suaminya.


"Sayang! Kamu kenapa?" tanya Bella menatap ke arah Brian.

__ADS_1


Brian mengangkat wajahnya saat melihat istrinya yang saat ini ada di hadapannya, lalu dengan segera memeluknya dengan sangat erat.


"Maafkan aku sayang! Aku yang salah disini. Jadi, maafkan aku!" ujar Brian dengan penuh penyesalan.


Bella tersenyum menatap suaminya, lalu dengan segera mencium tangan suaminya. "Aku yang harusnya minta maaf kepadamu,"ujar Bella.


"Aku sadar akan kesalahanku. Jadi, aku mohon tuntunlah aku untuk menjadi seorang istri yang soleha. Seperti sabda Rasulullah SAW tentang sifat wanita penghuni surga, yang artinya: Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya. Apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, 'Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha'," ujar Bella lagi dengan meneteskan air mata di hadapan suaminya.


Brian yang mendengarkan ucapan istrinya begitu terenyuh, lalu dengan segera memeluk tubuh istrinya. "Aku bahagia memiliki istri yang soleha sepertimu Bel, maafin atas semua kesalahanku yang telah menyakiti hatimu,"


"Ya sudah, sebelum kita tidur. Alangkah baiknya, kita salat dulu," ujar Bella dengan tersenyum.


***


"Semoga, aku bisa menunaikan kewajibanku sebagai seorang istri," ujar Bella yang telah memantapkan hatinya, lalu tersenyum menatap suaminya yang saat ini ada di hadapannya.


Brian menggiring tubuh istrinya menuju ranjang, lalu menyuruh Bella untuk duduk di sampingnya. "Aku tidak ingin memaksamu Bel, jadi kalau kamu belum siap. Aku akan sabar menunggumu sampai kamu benar - benar siap memberikannya," ujar Brian dengan memastikan kembali.


Bella tersenyum dan dengan segera menganggukkan kepalanya, pertanda ia telah siap menunaikan kewajibannya terhadap suaminya.


"Iya sayang, aku bersedia menunaikan kewajibanku padamu malam ini," jawab Bella lalu dengan segera Brian memeluk istrinya.


"Terimakasih, I LOVE YOU sayang," ujar Brian dan dengan segera Brian merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang.


Brian memberikan kecupan di seluruh wajah Bella. "Apa kamu benaran sudah siap Bel?" tanya Brian dengan memastikannya kembali.


Brian menatap wajah Bella yang saat ini di bawah kungkungannya. Lalu dengan segera mendaratkan kecupan di bagian bibir Bella, hingga membuat Bella tertegun dan tenggelam dalam hasrat yang selama ini belum pernah ia rasakan.


"Brian," panggil Bella di sela kenikmatan yang di berikan suaminya.


Brian tersenyum menatap wajah istrinya yang penuh gairah. Padahal ia hanya memberikan sentuhan di bagian atas tubuh Bella. Namun, melihat tatapan istrinya membuat Brian tersenyum bahagia karena Bella juga mengharapkan hal yang lebih seperti yang ia rasakan.

__ADS_1


Brian membuka seluruh pakaian di tubuh istrinya dan cuma menyisakan tutupan aset berharga di bagian atas maupun bawah istrinya.


Brian menatap keindahan tubuh istrinya, yang begitu **** dan sangat menggoda. Lalu dengan segera mencodongkan tubuhnya dan memberikan hisapan di bagian leher Bella.


"Brian," racau Bella dengan menyebut nama suaminya hingga membuat Bella tidak kuat menahan asratnya lagi.


Brian yang sedari tadi menahan gejolak yang ada di dalam dirinya dengan segera melahap dua puncak berharga yang selama ini di jaga oleh istrinya.


"Tunggu dulu sayang," ujar Bella menghentikan aksi suaminya.


"Ada apa?" tanya Brian bingung. Namun, tatapan matanya di penuhi gejolak yang tidak bisa ia tahan lagi. Hingga Brian tidak memperdulikan ucapan Bella yang akan menghentikan aksinya.


"Sayang, plis! Dengerin aku dulu!" ujar Bella memohon kepada Brian. "Maafkan aku, sepertinya aku sedang datang bulan," sambung Bella hingga membuat Brian dengan segera menghentikan aksinya.


Brian bangkit dari ranjang dengan tatapan penuh kecewa dan dengan segera menuju kamar mandi untuk menuntaskan gejolak yang ia tahan dari tadi.


"Aaaaaa," ujar Brian berteriak. Namun, sebisa mungkin ia mencoba untuk bersabar dan tidak akan memarahi istrinya.


Brian keluar dari kamar mandi dan dengan segera mencari baju ganti untuk di pakainya.


"Brian, maafkan aku!" ujar Bella dengan meminta maaf sepenuh hati karena ia begitu sangat bersalah tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai istri dan malah sangat mengecewakan suaminya.


Brian menatap wajah istrinya yang saat ini berlinang air mata, lalu dengan segera menghampirinya.


"Hei ..., kamu sama sekali tidak salah dalam hal ini," ujar Brian dengan menghibur istrinya.


"Aku tidak apa - apa sayang, senyum dong!" sambungnya lagi lalu dengan segera merengkuh tubuh istrinya.


"Sudah ya, sekarang kamu istirahat," ujar Brian dan dengan segera Brian merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Namun, tidak dengan Bella, ia masih betah duduk dan menatap suaminya yang sudah terlelap.


Bella beranjak dari ranjang lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, untuk segera membersihkan tubuhnya. Namun, sebelumnya ia harus mencari sesuatu di dalam ransel yang di bawanya tadi. "Astaga, bagaimana ini? Aku sama sekali tidak membawa pembalut!" ujar Bella dengan perasaan bingung.

__ADS_1


...........


Jangan lupa like beserta komennya!


__ADS_2