
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin bertunangan dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai," ucap Bella pelan yang mondar mandir di kamarnya serta meremas jari tangannya karena sangat tertekan dengan keputusan yang di ambil Papanya untuk menjodohkannya dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai.
Tok tok tok
Pintu kamar Bella di ketok oleh seseorang, Bella menatap ke arah pintu dan segera membukakan pintu kamarnya.
"Apa sudah selesai Bel dandannya," tanya Siska sahabatnya yang baru saja datang menemuinya.
Bella mengunci kamarnya dan membawa Siska duduk di kasur tempat tidurnya, ia memeluk sahabatnya dan menumpahkan perasaannya.
"Sudah jangan menangis nanti make up nya jadi luntur Bel," ucap Siska sambil mengusap punggung belakang sahabatnya.
Bella menguraikan pelukannya dan menatap sahabatnya. "Kenapa aku tidak seberuntung kamu Sis?" tanya Bella yang merasa lemah hati dan pikirannya menerima kenyataan tersebut.
"Kamu yang sabar ya, karena jodoh maupun maut sudah di tetapkan oleh yang maha kuasa dan kita sebagai makhluk tuhan hanya bisa menjalani apa yang sudah di gariskan Allah kepada kita," ucap Siska menenangkan hati sahabatnya.
"Iya Sis, sepertinya tuhan lebih menghendaki aku bersama dengan Arya. Aku titip Brian ya ke suami kamu, tolong jagain dia. Aku tahu ia saat ini pasti juga sedih seperti yang aku rasain," ucap Bella lagi dan kembali mengusap air matanya yang sedikit menetes di pipinya.
"Ish kamu, ini make up nya jadi luntur. Sini, aku bantuin memperbaikinya," ucap Siska menarik tangan Bella menuju kaca rias.
"Bella ...., acara pertunangannya sebentar lagi akan di mulai, kamu sudah selesai dandannya nak," panggil Mama Bella dari luar pintu.
"Sudah Ma, sebentar lagi Bella keluar bersama dengan Siska,"
"Ya sudah, Mama tunggu ya nak, jangan lama - lama," ucap Mama Bella dan berjalan menuju tempat acara.
"Kamu yang sabar dan harus tersenyum, anggaplah Arya masa depanmu agar kenyataan ini tidak memberatkan hatimu Bel," saran Siska dan di balas anggukan kecil oleh Bella.
"Kita ke bawah dulu yuk, nanti Mama datang lagi kesini kalau kita kelamaan di dalam kamar," ucap Siska menggiring Bella menuju tempat diadakan acara.
Bella menatap tempat yang di jadikan tempat pertunangannya. Tampatnya yang terlihat sangat megah yang telah di siapkan orang tuanya, namun ia sedikit pun tidak merasa bahagia. Akan tetapi Bella sebisa mungkin untuk tersenyum di hadapan para tamu agar bisa terlihat bahagia di hadapan mereka semua meski pun hatinya berkata lain.
Bella di bawa menuju Arya dan keluarganya karena acara pemasangan cincin akan di mulai. Bella memaksakan untuk tersenyum saat cincin tersebut sudah tersemat di jari manisnya begitu pun juga dengan Arya tersenyum bahagia karena sebentar lagi ia akan mendapatkan Bella, wanita yang sudah lama merebut hatinya.
__ADS_1
Bella dan Arya duduk di kursi yang telah di sediakan untuk menyaksikan acara selanjutnya. Bella tersentak menatap kehadiran Brian ke acara pertunangannya, ia tidak mengerti kenapa Brian sampai harus datang kesini.
Brian dan Bella tanpa sengaja bertemu pandang, ia menatap Bella dengan penuh kerinduan begitu juga dengan Bella. Arya menatap ke arah pandangan tunangannya disana ia melihat Brian yang sedang terpaku menatap ke arahnya, ada rasa bahagia yang tersemat di wajah Arya bahwa ia sudah membuktikan kemenangannya untuk mendapatkan Bella.
Arka dan istrinya dari jauh menatap ke arah Brian, ia tahu kalau sahabatnya sangat terluka saat ini namun Arka maupun Siska sendiri tidak bisa membantu mereka berdua, ia hanya bisa berdoa semoga masing - masing dari sahabatnya mendapatkan kebahagian meskipun nantinya bersama dengan orang lain.
Brian menuju pentas acara, karena ia ingin menyanyikan sebuah lagu perpisahan dan semoga ini juga menjadi kado termanis yang ia berikan untuk Bella sebelum nanti mereka akan berpisah dan saling tidak tegur sapa lagi.
Brian berdiri dan menatap hadirin yang hadir di acara tersebut, ia berusaha untuk berdiri dengan tegar dan ikut tersenyum akan kebahagian mantan pacarnya yang sangat ia sayangi.
Brian mengambil sebuah microfon dan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul "Mengapa Dia".
Mengapa terlalu cepat
Engkau akhiri cinta kita?
Hati mulai sedang berbunga
Air mata tetesi bumi
Gagalku denganmu merangkai hati
Hilang cinta dibakar api
Kerana kau telah mengingkari janji
Sedang sayang-sayangnya
Diriku engkau tinggalkan
Kau buat aku merana
Sengsara dibuai dusta
__ADS_1
Mengapa kau beri rasa
Jika kau tak menjaganya?
Kini kau entah ke mana
Tiada rasa bersalah
Apa ujungnya cinta ini
Tanpa penjelasan engkau pergi
Jangan kau menggantung cinta ini
Agar ku tak menunggu yang tak pasti
Selesai bernyanyi, Brian membalikkan tubuhnya membelakangi hadirin yang menyaksikan ia bernyanyi dan mengusap air matanya yang sedari tadi ia tahan, agar tidak di lihat Bella maupun yang lain lalu segera turun ke bawah.
"Om kesini juga om, kebetulan gue juga disini tanpa pasangan om jadi kita bisa jadi pasangan di acara ini," ucap Sisil menghampiri Brian yang baru saja turun dari panggung.
Brian menatap gadis kecil di hadapannya, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan gadis kecil itu lagi di acara ini.
Sisil menarik tangan Brian menuju kedua orang tuanya, karena ia ingin memperkenalkan Brian kepada orang tuanya.
"Pa, Ma kenalkan ini teman Sisil Ma," ucap Sisil memberitahu orang tuanya.
Brian terpana menatap Papa Sisil, seolah ia mengingat seseorang yang dulu pernah ada di hidupnya. Seseorang yang tega meninggalkannya berdua dengan kakaknya tanpa ada rasa kasihan sedikit pun. Brian tidak menyangka setelah bertahun - tahun tidak ada kabar darinya harus bertemu di acara pertunangan pacarnya.
...........
Jangan lupa kritik sarannya guys dan tekan like maupun favorite jikalau menyukai cerita author. Oh ya jangan lupa untuk mampir ke novel author yang satu lagi yaitu "Terjebak Cinta Si Bocah".
__ADS_1