Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh
Part 67


__ADS_3

"Ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian berdua!" ujar Ilham saat acara sungkeman selesai. "Segera temui saya, di cafe hotel!" lanjut ilham memerintah.


"Baik nanti kami akan kesana, Pa!" sahut Brian dengan mewakili Andes. Namun, Andes hanya diam karena Andes yakin Ilham akan menanyakan perihal Papanya.


"Bang, aku kesana dulu, nanti susul ya bang!" pinta Brian yang masih penasaran perihal Papanya.


"Hm!" Andes hanya berdehem dan sedikit merasa gusar dengan permasalahannya dengan Papa kandungnya.


"Kenapa dia lagi - lagi tidak mengakui kami," batin Andes lalu segera menyusul Brian.


Brian menatap Papa mertuanya, dan menatap ke arah pintu masuk cafe. Disana ia melihat kakaknya yang baru saja datang. "Silahkan duduk!" ujar Papa Bella.


Ilham menatap dua anak muda yang ada di hadapannya dan ingin mengetahui kebenarannya perihal Bram yang sudah meninggalkan mereka berdua sedari mereka kecil."Sebenarnya ada hubungan apa kalian dengan Bram?" tanya Papa Bella memastikan.


Andes menatap lelaki paruh baya yang ada di hadapannya. "Tadi anda bisa dengar sendiri, apa hubungan saya dengan lelaki tua itu!" ujar Andes jengkel dengan sikap Papanya yang sudah keterlaluan.


Ilham beranjak dari duduknya dan berjalan beberapa langkah. "Saya sudah lama berteman dengan Bram. Namun, saya sama sekali tidak pernah tahu kalau Bram sudah punya anak waktu itu!" ujar Ilham menerawang ke masa silam.


Andes dan Brian menatap ke arah Ilham. "Maksud anda apa?" tanya Andes meninggikan suaranya. "Jangan anda katakan saya berbohong, yg sok mengakui dia sebagai Papa kandung saya!" sambung Andes.


Ilham menatap Andes yang saat ini sedikit emosi karena ucapannya. "Saya bukan menuduh anda Berbohong, hanya saja apakah anda yakin, kalau dia itu ayah kandung anda sendiri!" ujar Ilham, lagi - lagi Andes bertambah emosi menatap Papa mertua adiknya.


"Terserah anda mau bilang apa pun, saya sama sekali tidak peduli!" ujar Andes dan langsung segera berdiri dari tempat duduknya.


"Anda mau kemana? Saya belum selesai berbicara!" ujar Ilham menatap Andes yang mulai tersulut emosi karena ulahnya.


"Sepertinya tidak ada topik yang akan kita bicarakan lagi!" ujar Andes marah dan segera melangkahkan kakinya.


Ilham menatap menantunya yang masih duduk di hadapannya. "Maafkan saya jikalau perkataan saya menyinggung hati kalian. Namun ...," ucapan Ilham berhenti dan menatap wajah Brian yang masih tetap tenang meski pun hatinya sedikit terusik.

__ADS_1


"Aku tahu Pa, kalau Papa tidak mempercayai kami," ujar Brian memotong ucapan mertuanya, lalu menundukkan wajahnya. "Kami pun tidak memaksa Papa untuk mempercayainya," lanjut Brian mencoba mengalah.


"Aku permisi dulu!" ujar Brian meminta izin kepada mertuanya dan meninggalkan Ilham sandiri disana.


****


Brian melangkahkan kakinya memasuki kamar hotel yang saat ini di tempati Bella, untuk segera beristirahat. Karena resepsi pernikahannya akan di laksanakan esok pagi.


"Kamu darimana?" tanya Bella menatap Brian yang baru saja memasuki kamarnya.


Brian menatap wajah Bella dan mengusap wajahnya karena Brian merasa gusar jika mengingat ucapan Papa Bella tadi. Namun, tidak mungkin rasanya ia melibatkan Bella dalam masalah ini. "Aku harus tahan emosi ini," batin Brian lalu berusaha tersenyum.


"Maafkan aku ya Bell, tadi ada hal penting yang aku bicarakan dengan Papamu!" ujar Brian memberitahukannya.


"Kamu istirahatlah dulu, karena masih ada acara resepsi pernikahan kita besok!" ujar Brian dan sesegera mungkin masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Bella yang masih terpana menatap suaminya yang sedikit cuek terhadapnya.


Brian keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya dan menatap ke arah istrinya yang saat ini menatap ke arah kaca dengan tatapan kosong. "Ada apa dengannya?" batin Brian.


Brian tersenyum dan memiliki sebuah ide untuk bersikap usil kepada Bella. "Sayang sudah siap?" tanya Brian memeluk tubuh Bella yang masih berbalut handuk hingga membuat Bella yang tadinya melamun terkejut dengan kedatangan Brian.


Degh


Jantung Bella berdetak kencang saat Brian menanyakan kesiapannya malam ini, hingga membuat tubuhnya sedikit merinding. Bella menatap Brian dari pantulan cermin, ia dapat melihat dengan jelas wajah Brian yang sedikit memerah menahan sesuatu serta yang ada di belakangnya juga ikut serta menyetujuinya hingga dapat di ketahui Bella kalau Brian malam ini menginginkannya.


"Kamu mau apa?" tanya Bella pura- pura polos untuk menghindari kewajibannya karena Bella merasa belum siap untuk hal itu.


Brian melepaskan rangkulannya dan memutar kursi ya di duduki Bella agar menghadap ke arahnya. "Kamu yakin tidak mengerti apa maksudku?" ujar Brian dengan bertanya balik, karena Brian mengerti bahwa Bella saat ini sedang menghindarinya.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu!" ujar Bella pura - pura lalu Bella segera mengambil satu stel baju di dalam lemari pakaian dan dengan segera meninggalkan Brian yang masih mematung di tempatnya.

__ADS_1


Brian menatap ke arah kamar mandi yang masih tertutup. "Shit ..., niat hanya sekedar usil malah jadi begini," ucap Brian gusar dan dengan segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk menuntaskannya.


Bella keluar dari kamar mandi dengan telah memakai stelan baju tidur lalu dengan segera mengambil baju ganti suaminya yang tadi sempat di bawa Brian. "Kamu pakai dulu bajunya!" ujar Bella menatap suaminya yang masih mematung di depan pintu kamar mandi.


Brian terpana menatap Bella yang begitu santai tanpa memikirkan keadaannya. "Kamu benar - benar tidak mengetahui apa yang saat ini aku rasakan Bel!" ujar Brian menatap Bella yang masih saja tidak mengerti ucapan suaminya.


"Apaan sih, ganti baju sana!" jawab Bella santai dengan memberikan pakaian Brian ke tangannya. Namun, Brian masih saja tetap tidak mau beranjak hingga membuat Bella kebingungan melihat sikap Brian.


"Sial ...., apa dia yang pura - pura bodoh atau benar - benar tidak mengetahuinya," batin Brian jengkel.


Brian kembali masuk ke dalam kamar mandi dan sesegera mungkin menuntaskannya.


"Lama sekali," ucap Bella pelan dan matanya masih mengamati pintu kamar mandi yang masih tertutup.


"Mending aku tidur duluan," lanjutnya lagi dan dengan segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Tidak lama setelah itu Brian keluar dari kamar mandi dan menatap ke arah tempat tidur. "Hufft ..., ternyata sudah tidur!" ujar Brian menatap istrinya yang sudah tertidur. "Mending aku keluar saja!" lanjutnya lagi dan melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Bella yang masih tertidur dengan nyenyak.


"Hai sayang!" ujar seseorang memeluk tubuh Brian dan Brian pun membalas pelukan wanita itu.


"Ternyata kamu disini juga," ujar Brian menatap teman wanitanya.


"Ya begitulah. Tapi, tumben kamu ke hotel, ayo sama siapa?" tanya wanita itu menatap Brian. Namun, Brian hanya tersenyum menanggapinya.


"Ish ..., sudah mulai rahasiaan ya, sama gue!" lanjut wanita itu lagi dengan memanyunkan mulutnya hingga membuat Brian tertawa geli menatapnya.


"Nanti kamu akan mengetahuinya!" ujar Brian lalu segera menghisap rokok yang saat ini di tangannya untuk sekedar menghilangkan stres yang saat ini di alaminya.


.........

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya!


__ADS_2