Jangan Lupa Tidur

Jangan Lupa Tidur
Kekuatan Yang Terbangkitkan


__ADS_3

"Kami hanya dapat memutuskan jika kau mengatakan apa motifmu?” kini Aditi menunjukkan setengah dari keberaniannya.


"Aku hanya akan melindungi kaumku. Aku tidak pernah percaya pada Tuanku karena mereka tipikal Iblis yang sanggup melenyapkan apa pun, yang tidak berguna bagi mereka. Bahkan...aku pun tidak percaya pada manusia. Para manusia itu akan melenyapkan kaumku jika ada kesempatan” geram si manekin lilin. Tanpa kata ia menendang kaki Darius dan membiarkan Darius terpental jauh hingga membentur dinding.


Si manekin lilin melangkah mendekati Harry akan menyerang Pria tanpa daya itu.


"Dia bagian dari kita!!" teriak Darius membuat aksi si manekin lilin terhenti.


"Apa aku sebodoh itu untuk mudah ditipu?” kekeh manekin lilin.


"Kemarin malam dia bagian dari kita. Entah ada keajaiban apa, tiba-tiba pagi tadi dia berubah wujud menjadi manusia sesungguhnya" Darius mencoba menjelaskan.


"Kau membuat lelucon terburuk yang pernah kudengar” geram sang manekin.


"Dia jujur. Aku juga saksi mata dari perubahan itu” Aditi menambahi. Pria manekin berjalan mendekat ke arah Aditi dan mencengkeram erat tengkuk Gadis itu. Rona wajah sang manekin berubah seketika seiring dengan semakin renggangnya cengkeraman itu dari tengkuk Aditi.


"Tujuan kita sama dalam membentuk negeri boneka. Kenapa kita tidak membuat kesepakatan bersama untuk ini?" tawar sang manekin.


"Kenapa aku merasa kau dan Tuan bekerja sama? Bukankah janji kalian serupa, tapi pendekatan kalian berbeda?" sindir Darius menepuk bahu Pria manekin.


"Baik manusia maupun Tuan kita...mereka tetap sama. Egois...dan hanya ingin menang sendiri. Pikirkan baik-baik tentang tawaranku ini. Pikirkan juga....siapa yang akan diuntungkan dengan lenyapnya Tuan dan manusia. Suatu saat pasti kita akan bertemu kembali. Namaku Yorgie Zervanno" jawab Yorgie beranjak pergi meninggalkan Darius. Sementara Aditi memilih bergabung dengan Yorgie Zervanno.


Belum lama Eve, Haruko, Dimitri dan Hisashi berpikir, untuk mencari sebuah jawaban, ada suara tak biasa sempat tertangkap ditelinga Hisashi. Pria itu segera bangkit dari duduknya membuat semua orang disana ikut berdiri siaga.


"Merasakan sesuatu mendekat" Haruko mulai menebak.


"Kalian tidak mendengar sesuatu?" bisik Hisashi menatap keseluruh penjuru sesekali tubuhnya berbalik arah. Eve hanya diam berdiri pikirannya sedang mengembara berjalan mencoba mengingat dari detik ini, mundur ke masa lalu. Tapi lamunannya kini terpecah begitu mendengar pekik kesakitan dari Hisashi.


Pria tersebut terbang ke udara lalu dilemparkan begitu saja ke sembarang arah!! Begitu tubuhnya membentur dinding, susunan dinding yang roboh mengubur Hisashi hidup-hidup. Haruko menjerit begitu diterbangkan angin yang hanya berpusat pada dirinya. Gadis tersebut terus diputar tanpa ampun. Sementara Dimitri hanya diam terpaku tanpa suara.


Mata Pria itu menatap takut ke arah Eve ketika ia mulai merasakan ada sesuatu yang bergerigi bahkan terasa sangat tajam sedang bergerak dari pinggang kirinya kearah pusarnya. Ia tidak dapat melawan!! Tiba-tiba ia kehilangan semua tenaganya bahkan sebelum serangan itu dimulai. Eve melotot sambil menutup kedua mulutnya ketika melihat aliran darah segar merembes dari perut Dimitri.


Aku membutuhkan Mom dan Dad untuk membantuku menyelamatkan rekanku...seandainya...


Aaaaaaargh!!


Teriakan sesuatu tak nampak mulai mengumandang. Entah dari mana muncul wujud Suami Istri tidak dalam mode bayangan lagi, terpental begitu saja berjatuhan dilantai. Eve menegang!!


"Kau baik-baik saja sayang?” suara yang dikenal Eve terdengar tak jauh dari tempatnya berdiri. Kini ia dapat melihat dengan jelas siapa yang berdiri berdampingan dengannya.


"Mom...Dad...terima kasih” kata Eve menitikkan air mata lega.


"Kau yang memanggil kami untuk apa berterima kasih?” jawab Mr. Brodie mengayunkan kedua bahunya ke depan dan ke belakang seolah telah lama ia tak berolahraga.


"Kau lebih kuat dan berkuasa dari tiga Iblis sialan itu. Masihkah kau, tidak dapat membaca situasinya sekarang?" tambah Hisashi yang dapat membebaskan diri dari reruntuhan dinding yang menguburnya hidup-hidup.


"Ba-bagaimana kau ma-sih hidup?" Eve pun tergagap.


"Lupakan itu!! Aku sudah menemukan apa yang mereka incar darimu!!" teriak Hisashi sambil menghindari bongkahan kepingan reruntuhan dinding rubuh, yang mulai melesat menyerangnya. Tiba-tiba bayangan hitam lainnya melesat kearah Hisashi lalu mencekiknya tanpa ampun!!


Tak seharusnya kau...bekerja sama dengan manusia suci seperti dirinya Prille. Kata Zilky sambil menoleh pada Eve menunjukkan bahwa dirinya masih sangat kuat dan tak dapat ditandingi Gadis malang tersebut.


"Aku teringat masa kecilmu nak...imajinasimu sangat luas dan tak terbatas. Kau dapat menolong manusia dengan itu” bisik Mrs. Brodie mendekati Putri semata wayangnya.

__ADS_1


"Hisashi...." desis Eve mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Ini akan menarik jika Jacob Staly menyerang Zilky.....maka Jacob Staly si bayangan hitam Suami melesat cepat menghantam Zilky. Hisashi ikut terhempas ke udara berulang kali ia bergulingan dilantai. Melihat ada kesempatan untuk kabur, Pria itu langsung saja berlari kearah Eve, Haruko dan Dimitri.


"Kenapa mereka malah saling menyerang?” tanya Haruko bingung karena seharusnya, mereka saling membantu untuk menangkap buruan mereka.


"Apa ini nyata Hisashi? Apa dia benar bergerak atas perintahku?” tanya Eve menatap tajam kearah Hisashi. Pria keturunan Jepang tersebut mengangguk seyakin mungkin.


"Mulai sekarang kau adalah rival seimbang bagi mereka. Ingat baik-baik Eve...bahwa kau, bisa mengendalikan kekuatan pikiranmu. Jadi, jika kau berpikiran kalah itu akan terwujud. Itulah kenapa selama ini kita terperangkap di dalam sini” kata Hisashi membuat dua manusia lainnya merinding.


Bukan saatnya kau menyerangku bedebah!!


Tubuhku bergerak dengan sendirinya!!


Ini bukan Mauku!!


Apa?! Pekik bayangan hitam Istri disela pertarungan dan perdebatan antara Suaminya Jacob dan musuhnya Zilky.


Target kita sudah mengetahui kekuatannya. Kita sedang membangkitkan Monster sebelum menjadikannya peliharaan salah satu dari kita desis Jacob masih bertarung dengan Zilky.


Apa kau akan diam saja menonton pertarungan kami tanpa berbuat sesuatu sedikitpun?! Teriak Zilky mengamuk menatap nanar kearah bayangan hitam Istri.


*Cegah anak itu menggunakan kekuatan yang jauh lebih besar lag**i*!! Teriakan Zilky lebih kearah perintah dari pada permintaan tolong. Bayangan hitam Istri melesat lalu mematikan seluruh penerangan di ruangan itu dengan tujuan memecah konsentrasi Eve.


Pria bernama samaran Mr.X-Bone tiba-tiba membuka kedua kelopak matanya disela tidur siangnya diatas sofa berwarna coklat dengan corak aneka ragam hiasan berwarna hitam.


"Rupanya para cecunguk ini tidak mampu mengerjakan tugasnya dengan baik..." geram Mr.X-Bone sambil menatap sebuah lilin putih, diatasnya telah menyala sebuah cahaya api yang menari-nari.


Cukup hanya sepersekian detik saja, ia memandang lilin, terlihat...alas untuk lilinnya membeku menjadi es...merembet hingga bagian lilin paling bawah...semakin naik....hingga api itu padam seketika!!


"Anda...pewaris tunggal Hampho...bagaimana bisa Anda tidak merasakan sesuatu sedang terjadi di Pulau yang kita kelola?!"marah Dr. Allan menatap nanar pada atasannya itu.


"Hmm? Maksudmu soal kedatangan penyusup?" jawab Pria itu sambil duduk disamping Dr. Allan mengambil sebuah stoples berisi camilan lalu memakannya tanpa dosa.


"Bahkan Marthen Mathias yang bak Dewa bagi kaum kita pun gagal memusnahkan makhluk suci itu. Bukankah ini tidak keterlaluan, menginginkanku melampauinya?" kekeh Pria tersebut setelah berhasil menelan. Bahkan kini ia memfokuskan kekuatannya kearah lilin beku lalu tak lama kemudian lilin tersebut hancur menjadi serbuk putih yang berhamburan dilantai.


"Kesempatan kita untuk mendapatkan Gadis itu sukses digagalkan oleh Iblis-iblis idiot yang Anda pilih Tuan..." tandas Dr. Allan menegaskan dengan kekuatannya mengumpulkan kembali seluruh serbuk lilin diatas satu titik lantai lalu membakarnya seketika.


"Untuk apa Iblis tertinggi abad ini, beradu kekuatan dengan budaknya di ruangan sekecil ini? Lebih baik kalian satukan kekuatan untuk menghancurkan makhluk suci yang melenyapkan Raja kita” kata seorang Wanita bertengger diambang pintu ruang kerja Dr. Allan.


"Susan?" kata Pria itu sambil melirik kearah Dr. Allan yang kini telah melipat kedua tangannya ke dada.


"Kau yang membawanya kemari?!" pekik Pria bernama Edghar geram.


"Kenapa itu jadi masalah? Beliau pemilik sah dari lab tempat kita bekerja. Sementara itu, nikmati saja jabatan Anda sendiri... Presiden Direktur R-Nav TV. Mr. Edghar Galliel” kembali Dr. Allan menegaskan bahwa ia bisa saja beralih kepada Susan.


"Lucu sekali...kenapa kau ingin sekali aku tidak terlibat kedalam perburuan seru ini? Padahal aku pihak yang membuatmu bisa bersembunyi dari Dunia selama ini” kekeh Wanita itu memasuki ruangan dan menatap tajam kearah Mr. Edghar Galliel.


"Atau kau...ingin menjadi buronan lagi? Kau merindukan posisi sebagai pewaris...tunggal...sindikat Hampho yang fenomenal pada masanya?” kini Wanita tersebut jelas-jelas sedang mengancam sang Presiden direktur R-Nav TV dengan mencondongkan wajahnya ke wajah Mr.Edghar Galliel.


"Cih...kau tidak akan berani sekurang ajar ini padaku jika Marthen Mathias ada di hadapanmu" kata Mr.Edghar berapi-api.


"Inilah alasan kenapa kau, tidak pernah bisa menandingi Marthen Mathias. Kau terlalu banyak teori bung, tunjukkan padaku kau, bisa, membebaskan Raja” desis Susan diiringi kekehan penuh kepuasan dari Dr. Allan.

__ADS_1


Mr.Edghar Galliel melirik kearah pintu, merasakan perilaku Susan yang dianggapnya aneh.


Ah... Pria ini dapat mengetahui dengan pasti ada pihak yang tidak diinginkan berusaha mendapatkan informasi apa pun tentangnya.


"Kita selesaikan saja sandiwara kita sampai disini. Toh, kita akan pergi ke tempat Gadis spesial itu berada bukan?” bisiknya pada Susan dan Dr. Allan.


"Mereka salah satu tim dari orang suci yang mengganggu rencana besar kita Tuan.” jawab Dr. Allan tidak setuju.


"Cukup singkirkan mereka terlebih dahulu bukan?" tambah Susan menyiratkan keinginan besar untuk menyingkirkan para tamu tak diundang diluar sana.


"Bagaimana jika kita menggunakan para Android sekarang saja untuk melenyapkan mereka?"


"Tidak. Mengaktifkan perintah pada mereka saat ini, tidak akan menguntungkan bagi kita. Seluruh manusia bisa lenyap karena aksi mereka. Sementara kita membutuhkan dukungan dari Gadis manusia spesial itu!! jika keluarganya ikut dilenyapkan..., tidak ada jaminan dia mau mendukung kita” Mr.Edghar menekankan setiap intonasinya sebagai peringatan untuk sang Dokter.


"Jadi menurut Anda...harus kita apakan mereka?" pertanyaan Susan membuat Dokter Allan gatal untuk mencetuskan sebuah ide lainnya.


"Reagazur X66 sudah lama tertidur di bawah sana. Kita bisa gunakan dia untuk menyerang mereka sementara kita berdua dapat segera menuju Pulau tak bernama” timpal Dokter Allan.


"Hanya Iblis terkuat yang mampu menyeberang ke Pulau itu. Bagaimana bisa kau bermimpi pergi kesana X-Bone..." Kekeh Susan penuh penghinaan. Dia bisa saja terkuat di sini tapi dia tidak berkuasa untuk menapakkan kaki di Pulau tersebut selamanya.


"Kau tidak perlu bergerak untuk sesuatu hal yang tiada guna dengan menyerang rekanmu sendiri bung,” cegah Mr.Edghar membaca kemana arah gerakan Dokter Allan kali ini. Tentu saja Pria itu ingin sekali melenyapkan Susan saat ini juga tapi sesama Iblis tidak akan dapat saling memusnahkan satu sama lain.


"Aktifkan program penyerangan Reagazur X66. Pastikan dia bertarung dengan mode senyap. Ingat. Bahkan desas desus apa pun yang sampai diketahui oleh dunia tentang pertarungan ini, tidak akan ter maafkan" tambah Mr. Edghar memberikan sorot mata mengancam pada Dokter Allan.


"Laksanakan komandan..."jawab Dokter Allan sambil menjentikkan jarinya sekali lalu terdengar suara bergemuruh diruang bawah tanah.


Sementara itu, dibalik pintu, Anastasya dan Riche sedang berusaha, mendengar pembicaraan para Iblis berbentuk manusia dengan lebih jelas.


"Kami tidak terlalu jelas mendengar pembicaraan mereka. Tapi kelihatannya mereka sedang saling bersitegang" bisik Riche pada sebuah pena yang terlihat menyembul terselip disaku kemejanya.


"Oh tidak...mereka ingin ke tempat Hisashi pergi. Mereka sedang membicarakan Gadis yang spesial” potong Anastasya memperjelas lensa kaca matanya dengan sebuah tombol kecil pada bagian bingkai kaca matanya.


"Mereka sedang membohongi siapa?” tertangkap suara Armian ditelinga keduanya.


"Maksudmu?" tanya Anastasya dan Riche bersamaan.


"Jangan terpengaruh pada apa pun yang ada dihadapan kalian semua. Jelas itu palsu. Aku bisa menganalisanya dari sini. Dokter Allan, yang berperan menjadi Mr.X-Bone adalah penerus Organisasi Hampho yang sesungguhnya. Sementara Pria bernama Edghar Galliel adalah Tuannya. Aku merasakan hawa busuk darinya” lirih Armian sangat jeli.


"Jadi Iblis yang harus kita waspadai siapa?” tiba-tiba Charlie yang berada di dekat Armian angkat bicara.


"Antara Susan atau Edghar” jawab Armian hati-hati.


"Tapi...bukankah Dokter Allan setengah Iblis? Seharusnya tipikal seperti itu yang wajib kita waspadai" Protes Riche.


"Aku merasakan adanya kekuatan mirip dengan Iblis yang dahulu pernah menyerang kita semua. Dan kekuatan tersebut terdeteksi dari arah Pria bernama Edghar” Armian kini yakin seratus persen.


Anastasya mendadak gemetaran bahkan kakinya mulai mundur perlahan menjauhi hawa dingin yang menyebabkan tulang lututnya sangat ngilu. Richepun spontan melakukan hal yang sama. Tiba-tiba pintu dihadapan mereka terbuka lebar!! Riche menunjukkan ekspresi terkejut ketika mendapati ruangan kerja sang Dokter kosong.


"Tentu saja. Mereka itu Iblis...bisa datang dan pergi sesuka hati mereka" kekeh Anastasya antara waspada dan panik berbaur menjadi satu. Tidak hanya menghilangnya ketiga Iblis penyebab kepanikan keduanya, tapi guncangan dari bawah tanah juga memaksa mereka memecah konsentrasi. Di ruangan lain, Mr. Edghar, Dokter Allan dan Susan sedang menikmati tontonan gratis dari sebuah layar monitor.


"Kita harus memastikan mereka tidak akan mengusik kita lagi. Jadi mari kita nikmati tontonan korban kita menemui ajal mereka” Susan tidak mengizinkan Edghar meninggalkan R-Nav TV begitu saja.


Kembali Riche merasakan pergerakan dari arah belakang bahkan kini gempa itu terasa semakin kencang membuat keduanya terombang-ambing. Anastasya berhasil menjangkau dinding dan menatap apa yang ada di belakang mereka tadi. Sebuah Android berbentuk manusia sempurna.

__ADS_1


"lari!!" suara teriakan Armian membuat Anastasya yang juga dalam bahaya besar itu, segera bereaksi sesuai dengan instruksinya. Sial!! ternyata Mereka berlari kearah yang salah. Sekarang mereka tak dapat berkutik.


Buntu!! mereka saling menatap satu sama lain. Melihat reaksi panik dari calon korban, membuat seringai keji Mr. Edghar terpahat jelas diwajahnya. Sang Android khusus penghancur ini mulai berlari kearah Riche dan Anastasya. Tangan kirinya akan menghantam wajah rupawan Riche dan kaki kanannya akan menyepak telak perut Anastasya...


__ADS_2