Jangan Lupa Tidur

Jangan Lupa Tidur
Chapter 26


__ADS_3

BOoooOOoM!!


Suara keras itu sontak membuat Mr.Edghar, Susan dan Dr. Allan memperhatikan setiap detail kejadian demi kejadian berikutnya.


"Manusia itu!! Lenyap?!"pekik Susan frustasi. Jika Riche dan Anastasya lenyap karena mati ditangan Android ciptaan rekannya, itu suatu kemenangan kecil bagi para Iblis. Masalahnya kali ini mereka lenyap tanpa jejak.


Pasrah...itulah yang dipikirkan oleh Anastasya dan Riche tapi kini mereka hanya menatap bengong pada apa yang mereka alami kali ini. Reaksi yang sama muncul dari mimik wajah Armian dan Charlie. Kini wajah keempatnya sedang menatap penuh tuntutan akan sebuah penjelasan pada Hisashi dan Kenatt. Pria bernama Kenatt Anderson Cloy justru mengangkat kedua bahunya lalu melirik kearah Hisashi.


Jelas ia mengatakan...bahwa tanya saja dia, karena aku sama terkejutnya dengan kalian semua.


"Apa perjalanan kalian menyenangkan?" kata Hisashi mengucapkan kata sambutan sambil meringis, pada para tamu yang dipaksa datang dihadapannya.


"Laki-laki ini...benar-benar..." geram semua tamu yang terpaksa datang itu serempak dengan tatapan apa kau bercanda? Di waktu seperti ini?!


"Hallo, maafkan aku atas insiden tak menyenangkan hari ini. Sebenarnya...aku yang mengundang kalian semua kemari, atas arahan Hisashi” sambut Eve memecahkan suasana canggung diantara semua orang disana. Perhatian kini tertuju pada Gadis bermata indah itu.


"Dia Evelina Dushenka salah satu dari Reporter yang kita sedang cari-cari.” tambah Hisashi dibalas dengan tatapan tak terkatakan.


"Mari kita persingkat saja teman-teman. Jadi, kami semua berusaha keras untuk dapat meninggalkan tempat ini secepatnya, setelah menyadari bahwa anak dari Sponsor terbesar R-Nav TV tidak pernah ada"


"Tapi Mr.X-Bone sepertinya tidak pernah berpikir untuk melepaskan kami dari sini. Satu persatu rekan kami mati karena ulah Mr.X-Bone dan tiga Iblis yang terperangkap ditempat ini. Masalah kami semakin besar ketika para Iblis berusaha mengakhiri hidup kami kecuali, Eve" potong Haruko. Suasana menjadi hening semua orang diam terpaku pada pikirannya masing-masing.


Adel, Ferghus dan Amarru datang entah dari mana, mereka nampak panik sebelumnya tapi mereka menjadi lebih lega ketika melihat ternyata Hisashi, sudah bergabung dengan para sandera.


“Jangan bicara. Ada sesuatu datang” bisik Hisashi sambil memberi instruksi agar ketiganya mendekat pada kelompok Hisashi. Adel dan seluruh manusia yang bersenjata ditempat itu, mulai memasang kuda-kuda sambil mengarahkan pedang serempak kepada Darius dan Harry yang tiba-tiba mendatangi mereka.


“Kami datang bukan sebagai musuh. Jadikan kami sekutu” ucap Darius lantang sambil menatap tegas Eve dan Dimi bergantian.


“Kenapa kami harus mempercayai kalian? Baru saja bangsa kalian menyerang kami” tegas Dimitri seraya mengacungkan pistol ke arah Harry.


“Harry?! Bagaimana kau bisa hidup kembali? Bagaimana mungkin kau yang tadinya manekin bisa menjadi seorang manusia seperti kami?” tanya Eve panjang lebar.


“Aku tidak tahu yang mana tepatnya. Tapi setelah aku melakukan sesuatu, pagi tadi tiba-tiba aku berubah menjadi manusia” jawab Harry kebingungan sendiri.


“Katakan saja terus terang. Karena kau mengambil jiwa sebanyak yang kau butuhkan, akhirnya kau...mencapai keinginanmu menjadi manusia bukan?” sindir Haruko tajam.


“Bagaimana kami bisa nyaman berada bersama pihak yang kapan pun kalian mau, bisa saja langsung melenyapkan kami dengan mudah” tambah Dimitri semakin waspada.


“Tenanglah. Aku tidak melihat adanya energi yang sama, dengan energi ketiga iblis disini dalam diri manusia disamping manekin itu” tandas Hisashi menerawang Herry.


“Jiwa para rekan kalian yang telah tewas berada di suatu tempat. Di dalam sebuah manekin. Pasangan itu benar-benar akan membangkitkan Putrinya Marioneth. Sayangnya masih kurang beberapa jiwa lagi untuk menyelesaikan penciptaannya” Hisashi melanjutkan lalu tertegun sejenak.


“Membangkitkan? Itu mustahil terjadi karena dia masih berada bersama kita sekarang” potong Darius menunjuk Eve.


“Mereka membutuhkanmu untuk mencapai tujuan. Artinya Harry tidak berubah karena eksperimen Suami Istri gila itu?” Adel merasa janggal.


“Biar aku pastikan dulu apa yang sedang kupikirkan” kata Eve penasaran.


Kau, Darius Crawford akan menjadi sekutuku. Untuk itu, jadilah manusia.


Semua orang menatap Eve memperhatikan dengan seksama apa yang akan dilakukan Eve untuk memastikan. Tapi Wanita itu hanya diam memperhatikan gerak gerik Darius.


“Bagaimana caramu....” Ferghus tiba-tiba tercengang takjub melihat Darius perlahan berubah menjadi manusia. Dimulai dari tiap helai rambut Darius, merembet kekulitnya, hingga keseluruhan tubuhnya.


“Rupanya mereka berubah karena keinginanku. Jadi Hisashi....” Eve menoleh kearah Hisashi tanpa ragu.


“Apa hanya karena kemampuanku inilah mereka mencoba memanfaatkanku?” tegas Eve menambahi. Hisashi hanya mengedipkan mata sekali sebagai jawaban.

__ADS_1


“Kita menemukan sekutu yang kuat. Terima kasih Harry” tiba-tiba Darius memeluk Harry sambil mengucapkan hal ini.


“Bukan saatnya merayakan hal itu. Coba katakan berapa jumlah manekin ditempat ini” Kenatt mengingatkan musuh mereka bukan hanya tiga iblis tapi para manekin sambil menatap tajam Darius juga Harry.


“Kurasa sekitar sepuluh ribu manekin baik yang aktif maupun yang belum diaktifkan. Dan perkiraan kami sepertinya jumlah mereka lebih dari itu karena kami melihat beberapa manekin terlihat asing di sana” jawab Darius sambil menatap Harry antara yakin dan tidak.


“Tunggu apa lagi? Kalian pernah menjadi bagian mereka jadi jelas kalian tahu tempat persembunyian mereka. Kita hancurkan semua manekin itu sekarang” tegas Armian.


“Kenapa kita harus menghancurkan mereka semua? Jadikan saja mereka pion kita untuk melawan pasangan gila itu” Harry tampak memiliki ide lain.


“Katakan. Atas dasar apa mesin pembunuh seperti kalian...melawan tuannya sendiri? Bukankah boneka selalu tunduk pada pemiliknya?” Anastasya ikut angkat bicara.


“Karena mereka bukan boneka biasa. Bahkan pencipta mereka, belum menyadari kecerobohannya itu. Manekin ciptaan mereka punya akal, pikiran, keinginan, bahkan emosi layaknya manusia. Jadi, karena emosi yang kami miliki ini, akhirnya kami memutuskan untuk memberontak” Harry mengepalkan tangannya emosional.


“Katakanlah kalian memiliki hasrat untuk memberontak. Bagaimana dengan yang lainnya? Percuma saja jika hanya kalian saja” Charlie melipat kedua tangan ke dada mencoba mencari tahu, apakah Darius ataupun Harry memiliki maksud lain dibalik tawaran menjadi sekutu.


“Apa masuk akal, jika kami mata-mata memberitahukan hal yang akan merugikan pihak kami? Karena perlakuan tak manusiawi itu, kami menjadi tiga kubu. Pertama, tetap setia pada tuan kami. Kedua, berpihak pada manusia dan yang ketiga, tidak berpihak pada keduanya” sahut Harry mengetahui jalan pikiran Charlie. Semua orang menatap tajam pada Harry seketika.


“Kalian tahu siapa saja yang berpihak pada kami? Kalian bisa membawa kami pada mereka sekarang?” Eve seperti mendapatkan angin segar.


“Sebenarnya hanya kami bedua” kekeh Darius sambil menggaruk kepalanya membuat wajah Eve kembali mengeras.


Di bagian Teater yang lain, Yorgie Zervanno membawa kawanan manekinnya untuk merancang kudeta. Aditi sempat berpikir ini tidak akan mudah karena yang akan mereka lawan adalah pencipta mereka. Bahkan untuk menghancurkan mereka semua, sang pencipta tidak perlu repot untuk mengotori tangan sendiri. Tinggal menciptakan manekin yang baru untuk memerangi para pemberontak.


Berakhir ditangan tuannya sebagai pemberontak lebih baik dari pada berkhianat dengan bantuan manusia dalam memerangi tuannya.


“Jangan ditunda lagi jika memang kita harus memilih jalan itu Yorgie. Ada dua hal tidak boleh terjadi jika kita ingin rencana kita berhasil. Jangan biarkan mereka mendapatkan dua hal itu. Eve....dan Lee Than Ming....” Aditi mengarahkan langkah awal yang harus ditempuh.


“Maksudmu Marthen Mathias?” Yorgie ingin memastikan.


“Marthen Mathias nama lain dari Lee Than Ming. Jacob Staley dan Istrinya bersekutu dengannya saat sedang sekarat...mereka...membuat perjanjian untuk menghidupkan kembali Marioneth melalui sebuah boneka lilin"


"Lalu ditengah mereka berupaya merealisasikannya, Lee Than Ming atau Marthen Mathias menghilang. Akulah generasi pertama boneka manekin lilin jadi aku tahu kenapa dia menghilang. Seseorang menyegelnya"


"Karena itulah meski Jacob dan Istrinya bermusuhan dengan Zack, masih ada kompromi diantara mereka. Para Iblis itu sama-sama membutuhkan Dewanya untuk mendapatkan tujuan masing-masing” jawab Yorgie berapi-api. Yorgie memerintahkan semua anggotanya berkumpul melingkar mendekatinya membicarakan strategi untuk menggulingkan Jacob Staley.


Di bagian utara, para manusia yang dipimpin oleh Valdemar Conrad terus waspada akan adanya serangan susulan dari para manekin sekaligus penciptanya. Mereka berjalan berdampingan. Mereka mencoba untuk terus berjalan mencari jalan keluar yang ada, justru tenaga mereka semakin banyak terkuras demi kemungkinan kecil untuk dapat keluar.


“Aku lelah tolong izinkan aku istirahat dulu. Kita sudah berjam-jam terus mengelilingi tempat ini” kata Helga langsung duduk dikarpet merah.


“Apa kita akan berakhir ditempat ini?” Emiel Huibert ikut duduk disamping Helga putus asa.


“Apa mereka baik-baik saja?” Riwangga memilih bersandar ditembok sambil meluruskan kedua kakinya yang pegal.


“Kau masih mengkhawatirkan mereka bertiga? Haruko dan Dimitri sendiri yang memutuskan tetap bersama Eve. Jika terjadi sesuatu pada mereka itu bukan salah kita” ketus Park Mayleen.


“Kurasa keputusan kita meninggalkan Eve memang salah Park” Eldert menimpali.


“Kita meninggalkan dia karena ada alasan kuat bukan? Dia pengidap gangguan jiwa. Kapan pun bisa berubah menjadi monster dan membantai salah satu dari kita semua. Kita masih selamat sampai sekarang justru karena jauh darinya” Park Mayleen menatap marah pada Eldert dan Riwangga.


“Pikirkan jika Haruko dan Dimitri juga meninggalkan Eve. Kalau dia adalah sasaran sebenarnya dari para Iblis itu, dan dia mati karena kita tinggalkan sendirian, apa kau, masih tidak merasa bersalah Park?!”


“Kalau dipikirkan lagi kemana perginya Aditi? Seharusnya dia tetap bersama kitakan? Kau yakin...itu bukti asli? Maksudku, bagaimana jika Aditi yang membuat bukti palsu itu agar kita menjauh dari Eve? Coba ingat siapa yang terus diperebutkan oleh tiga Iblis ditempat ini? Bukankah Aditi manekin ciptaan salah satu dari ketiganya?” Mamoru akhirnya membuka suara. Semua orang terdiam mereka mencoba mencari tahu keputusan mereka itu salah atau benar?


“Seharusnya kalian berpikir dua kali terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Jadi tidak akan ada penyesalan setelahnya. Dari pada berdebat lebih baik, kita jalan lagi. Pasti Iblis-iblis itu jadi tahu lokasi kita karena kalian saling berteriak sekarang” keluh Valdemar sebagai pimpinan tim. Semua orang patuh beranjak dari tempat itu tapi ada suara asing ditelinga mereka terdengar. Langkah para manusia terhenti dan waspada.


Beberapa anggotanya berteriak histeris sambil menutup kedua telinga mereka dan ambruk seketika!! Sisanya sibuk memeriksa keadaan yang tiba-tiba ambruk.

__ADS_1


“Tidak...ini mustahil terjadi...” gumam Eithan menjatuhkan diri ke permadani merah. Mereka syok berat karena Park Mayleen, Mamoru Nobuo, dan Helga Winifred mati terpanggang. Yang masih hidup mulai merapat satu sama lain.


“Jumlah kita semakin sedikit. Kita harus segera menemukan Eve dan yang lainnya. Ini darurat” Riwangga menekankan kata darurat agar Valdemar memberikan perintah.


“Temukan mereka segera” jawab Valdemar berlari bersama kawanannya. Sebuah balok kayu besar melayang menuju kearah mereka berlari.


Dwaaaag!!


Mereka kompak jatuh karena perut mereka terhantam langsung oleh balok kayu tersebut. Para manusia menyeret tubuhnya yang tak mampu berjalan, dan hanya bisa berkumpul membentuk lingkaran. Yorgie dan kawanan manekin lainnya menarik baju mereka hingga tubuh mereka melayang diudara.


“Kau tahu berapa banyak, Harry mengambil jiwa manusia hingga ia menjadi manusia?” Yorgie melirik Aditi. Sang manekin cantik nampak bingung harus menjawab apa?


“Kami memang berburu bersama tapi kami saling berpencar jadi...berapa yang dia konsumsi aku tidak bisa menghitungnya” jawab Aditi mengangkat dua bahunya. Yorgie nampak tidak senang dengan jawaban Aditi. Dia mencekik kuat leher Riwangga Angger Pati hingga jiwanya menjadi makanan bagi Yorgie.


“Lepaskan mereka” kata seseorang dari belakang.


“Darius...kau...kembali menjadi manusia?” Aditi memekik kaget.


“Apa kau kesini untuk membawa lebih banyak mangsa kita?” Yorgie menyeringai pada para manusia dibalik punggung Darius dan Harry.


“Kalian masuk dalam tipuan tuan kita. Percayalah, mengonsumsi jiwa manusia tidak akan membuatmu menjadi manusia kembali.” Harry mencoba memberi tahu kebenaran.


“Omong kosong apa lagi ini?!”


“Yorgie....Harry benar. Aku juga berubah menjadi manusia bukan karena hal itu. Kalian harus percaya ini kalau sebenarnya jiwa-jiwa itu, dikumpulkan hanya untuk satu manekin saja. Yaitu manekin Marioneth agar dia kembali hidup” Darius menginstruksikan agar para manusia ditangan kelompok Yorgie tidak dibunuh. Semua komplotan manekin Yorgie saling menatap satu sama lain.


Mereka merasa terluka mendengar apa yang baru saja dikatakan sang mantan manekin.


“Lalu, jika bukan karena Tuan kita, bagaimana kalian berdua, dapat dalam sekejap mata berubah menjadi manusia sesungguhnya?” Aditi merasa mustahil untuk mempercayai ucapan Darius maupun Harry.


Dua mantan manekin itu bukankah komplotan manusia?


“Apa harus aku buktikan bagaimana kalian bisa seperti sekarang? Harry?” potong Eve disambut oleh Hisashi yang menepuk bahu kirinya.


“Jangan bertindak tanpa membaca situasi Eve. Kita bisa dalam bahaya” bisik Hisashi ditelinga Eve menekankan kalimat bahaya pada Gadis itu. Yorgie memperhatikan gerak gerik Hisashi ketika membisikkan sesuatu ke telinga Eve.


“Bagaimana cara kau, membuktikan hal itu? Atau sekarang ada yang berubah pikiran? Adakah sesuatu yang harus disembunyikan dari kami?” tantang Yorgie sambil melempar jazad Angga ke sembarang arah.


Eve menatap nanar pada Yorgie sayangnya tujuan Eve dan teman-teman bukan untuk menghabisi seluruh manekin tapi, membujuk para manekin menjadi sekutu. Ini tidak mudah...Hisashi belum memberi ijin penuh memperlihatkan kemampuannya kepada semua manekin tersebut.


“Kau akan kembali pada tuanmu jika kami tidak sanggup membuktikan itu?” Hisashi bertanya sehati-hati mungkin.


“Mereka pendusta untuk apa kami kembali? Dan tujuan kami, tentu saja akan bertentangan dengan tujuan kalian manusia...” kekeh Yorgie berapi-api.


“Negara boneka maksudmu? Kau sudah melupakan keinginanmu menjadi manusia?” Darius memicingkan mata.


“Ah, kau tidak rela? Kupikir lagi..., seperti ini akan jauh lebih baik. Kita tak akan pernah mati. Kenapa kau ingin menjadi manusia yang sewaktu-waktu bisa mati kapan saja? Pemikiran bodoh” sambut Yorgie membuat Aditi mundur menjauh. Pria manekin itu menoleh menatap Aditi keheranan.


“Kau memilih berada dipihakku belum lama ini. Sekarang kenapa kau berpikir untuk mundur?” Yorgie bertanya setegas mungkin.


“Aku hanya anti manusia karena aku ini manekin. Tapi jika kau, ingin membentuk negara boneka sungguhan, aku tidak ingin berpihak padamu lagi” jawab Aditi. Sebuah manekin diam-diam mendekati Aditi dan memotong tengkuk Aditi hingga kepalanya jatuh ke atas permadani merah. Para manusia diam tertegun sambil mengamati reaksi dari seluruh manekin disana.


“Adakah yang ingin berpihak pada manusia-manusia lemah itu?!” teriak Yorgie pada koloninya. Armian dan Riche saling memandang dengan wajah pucat pasi. Keduanya berpikiran yang sama. Jika saja mereka dipanggil Eve dalam keadaan membawa senjata, maka semua akan baik-baik saja.


Eve menatap datar pada Yorgie. Ia menggunakan kemampuannya menciptakan angin puyuh mini, tepat diatas manekin Aditi dan membiarkan manekin Aditi hidup kembali dengan kepala utuh.


Sekarang, siapakah yang lebih berkuasa? Penciptamu? Atau kah aku? Terdengar suara berat berasal dari angin puyuh itu.

__ADS_1


__ADS_2