Jangan Lupa Tidur

Jangan Lupa Tidur
Episode 34


__ADS_3

"Bagaimana jika itu yang terjadi setelah kau menukar nyawa mereka dengan nyawamu?"


tanya Zack memperlihatkan gambaran Mr dan Mrs.Brodie memiliki seorang bayi yang cantik mereka terlihat sangat bahagia.


"Aku rela mereka orang-orang yang baik" kata Aprille dengan mata berkaca-kaca ia berlari mengambil pisau kembali, lalu mengarahkan pisau itu keatas nadinya lagi-lagi Zack melontarkan pisau tersebut hingga patah menjadi dua.


"Kau adalah kunci hidup baruku!! Kau, tak boleh mati!!"


"Kau mengambil semua orang yang aku sayangi!! Untuk apa aku hidup bodoh?!" tantang Aprille.


"Akan kuberi tahu rasanya hampir mati itu seperti apa manis," jawab Zack tersenyum misterius. Lagi-lagi dicekiknya Aprille hingga terbang tepat ditengah-tengah kolam. Ia menggelepar-gelepar tersiksa tanpa adanya oksigen. Matanya menutup, tanpa daya terkulai lemas di tangan Zack.


"Aprille, sayang, bangun nak" panggil seseorang yang sangat ia rindukan. Perlahan matanya terbuka lebar senyumnya tersungging melengkung indah.


"Dad, Mom" pekik Aprille memeluk kedua orang tua angkatnya.


"Kenapa kau kemari? Ini tempat yang berbahaya" marah Mr. Brodie pada Aprille merasa was-was.


"Anak kesayangan kalian itu sangat merindukan kalian. Apa kalian tidak ingin menyambutnya untuk terakhir kalinya?" suara Zack menggelegar tanpa wujud. Seketika Aprille merasakan dirinya dipaksa melepaskan kedua orang tuanya, ia ditarik ke udara begitu saja lalu semuanya menjadi gelap.


Bip


Bip


Bip


Ctak!!


Ctak!!


Mata Aprille terbuka lebar menatap nanar keseluruh penjuru ruangan. Pemicu denyut jantung itu menyelamatkan nyawanya yang hampir melayang cuma-cuma. Akhirnya Aprilly dari ruang ICU dikembalikan keruang inapnya kali ini, Aprille semakin tersiksa. Tangannya di ikat kuat agar tidak melakukan hal yang membahayakan nyawanya kembali. Sepi...ruangan tempat ia dirawat sangatlah sepi sekarang, Aprilly hanya menatap kearah jendela yang terbuka lebar.


Seorang perawat muncul mendekati Aprille sambil menatapnya tajam.


"Kau membuatku tak punya pilihan Aprille" kata Suster itu dengan suara Zack. Ya, Zilky sedang merasuki seorang Suster.


"Jangan lenyapkan mereka kumohon jangan" rintih Aprille tanpa daya. Berulang kali dirinya ingin menyelamatkan kedua orang tua angkatnya, berulang kali juga Zack membuatnya kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan mereka.


"Suster, bagaimana keadaan Aprilly?" tanya Madam Retesya, berdiri tepat di belakang suster yang dirasuki Zilky.


"Dia akan membaik. Ingat. Jangan pernah dilepaskan sebelum pihak kami, memutuskan untuk melepas. Ini demi kebaikan pasien sendiri. Anda tahu bukan? Anak ini sudah berapa kali ingin mengakhiri hidupnya?" kata Zack dengan suara sang Suster. Madam Retesya hanya mengangguk pasrah saat Suster beranjak pergi.


"Madam, tolong lepaskan ini..., ikatannya membuatku susah bergerak" rengek Aprilly.


"Tidak, kau harus kuat nak, aku bersamamu. Jangan berusaha mengakhiri hidupmu lagi. Ini bukan salahmu ini takdir mereka," kata Madam Retesya sambil mengelus lembut pipi mungil Aprille.


Tiba-tiba seorang Suster lain memanggil Madam Retesya entah kenapa firasat buruk mulai mencuat di dalam hati Aprille apakah ini kabar buruk mengenai Mr dan Mrs. Brodie? Dengan langkah gontai, Madam Retesya memasuki ruang inap Aprille. Gadis mungil itu menatapnya was-was.


Ini akan sangat mempengaruhi kejiwaan Aprille ia tak mungkin lagi menceritakan perihal Mr dan Mrs.Brodie yang telah tiada karena gagal pernafasan.


"Apa kata suster Madam?"


"Dia hanya bilang, kau harus banyak beristirahat. Lekaslah sembuh agar kita bisa cepat berkumpul kembali"


"Tidak. Aku akan berkumpul dengan Mom dan Dad bukan dengan yang lain"


"Iya, cepatlah sembuh untuk itu" balas Madam Retesya.

__ADS_1


Tiga bulan telah berlalu, Aprille sudah dinyatakan boleh pulang. Ia berlari kearah ruangan disampingnya dengan membayangkan pertemuan kembali dengan kedua orang tuanya. Kosong!! Ruangan itu kosong?!


"Madam, apa mereka diruang berbeda?"


"Tidak, mereka sudah bahagia sekarang"


"Mereka sembuh? Kenapa mereka tidak menjemputku pulang ke rumah?"


"Tidak...belum saatnya kau berkumpul kembali dengan mereka nak, tapi kau, bisa menemui mereka di suatu tempat" kata Madam Retesya menggandeng Aprille menuju kedalam mobil, mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju ke sebuah pemakaman.


"Mereka tidak akan sakit lagi sekarang" kata Madam Retesya pilu saat mengantarkan Aprille mengunjungi pusara kedua orang tuanya.


Aprille berusaha membuka pintu mobil tapi terkunci ia memukul-mukul jendela mobil sambil menangis pilu. Dengan sigap Madam Retesya membuka pintu untuk Aprille. Tanpa berkata apa pun ia akhirnya datang ke pemakaman Ayah dan Ibu angkatnya. Selama perjalanan pulang, sampai ke panti asuhan, Aprille masih juga menangis tanpa henti.


"Madam Retesya, saya datang menjemput Aprille" kata seorang Pria suaranya sangat mirip dengan Zack. Aprille menoleh dan terkejut melihat wujud manusia Zack, dihadapannya sedang berperan sebagai orang tua angkat Aprilly yang baru.


AaaaAAAAaaa!!


Eve tiba-tiba berteriak sambil terbatuk-batuk, masih dalam keadaan digantungkan Zack diudara. Wanita malang tersebut dengan spontan tersadar dari bius asap yang dihembuskan oleh tangan Zack.


“Tetaplah patuh denganku Wanita bengal?!” teriak Zack kini membiarkan Eve jatuh terkulai di lantai. Zack berjalan secepat kilat, mencengkeram kuat kedua lengan Eve. Zack mulai frustasi, sekaligus bingung mencari cara mengendalikan tingkah laku Eve. Tanpa di duga, Eve membalas mencengkeram kerah kemeja sang Iblis yang kini, dalam wujud manusia. Eve mendongak, menatap penuh kebencian.


“Kubilang, jangan sentuh mereka!! Bahkan kau, tidak pantas bicara seolah kau, yang paling menyayangiku!! Karena kenyataannya kaulah, yang membuatku paling menderita!!” tegas Eve setelah teringat seluruh memorinya bersama keluarga Brodie.


Entah kenapa, Eve melihat asap di sekitar tubuh Zack semakin banyak, melingkupi seluruh tubuh sang Iblis. Mata Eve mulai normal, ketika melihat reaksi Zack yang tidak biasa. Eve mencengkeram kerah bajunya, tapi Zack hanya diam terpaku menatap Eve dengan raut wajah syok.


Bahkan, Zack mulai terbatuk-batuk karena asap yang dikeluarkan tubuhnya sendiri. Zack terlihat lemas, terkapar tak berdaya dilantai. Perlahan matanya yang terbuka lebar itu, menitikkan air mata. Zack memeluk lututnya sendiri, meringkuk di atas lantai dan menangis tersedu sedu.


Eve diam sejenak, memperhatikan ekspresi Zack dengan seksama. Apakah Pria Iblis itu...sedang berakting? Di depannya? Untuk apa? Jika Eve tak berguna lagi baginya, kenapa tidak dihabisi saja sekalian? Ada apa dengan sang Iblis? Eve mencoba mendekat melihat Zack tidak sedang berakting.


“Zack yang ku kenal tidak pernah bisa menangis sampai seperti ini. Ku kira Iblis tak memiliki air mata” kata Eve berjongkok di depan Zack yang masih meringkuk di bawah sana. Eve mencoba menyentuh telapak tangan Zack karena dari tadi, sepertinya Zack kesulitan mengendalikan asapnya sendiri.


“Ada seseorang mengatakan hal yang sama seperti itu selain kau” Zack mulai mau bicara meski suaranya terdengar parau kali ini.


“Aku? Yang mana?”


“Dia mengatakannya, sambil mencengkeram kerah bajuku seperti yang baru saja kau lakukan padaku”


“Kau mengenal manusia lain selain aku? Siapa? Dimana dia sekarang?” tanya Eve penasaran. Kenapa Eve justru bertanya macam-macam pada Laki-laki Iblis di hadapannya? Bukankah makhluk itu sedang melemah sekarang? Harusnya dia kabur mencari seluruh rekannya.


“Aku..., pernah hidup. Dan orang di masa laluku itulah yang berbicara padaku, seperti kau, bicara padaku tadi” lirih Zack merasa takjub sekaligus kebingungan. Benarkah dia dahulu seorang manusia? Pertanyaan ini berkecamuk dalam benak sang Iblis. Ia ingin mengabaikan kalimat yang dilontarkan Eve tapi tak bisa berhenti memikirkan sosok Gadis yang juga mengatakan hal sama dalam kehidupan masa lampaunya itu.


“Tidak ingin tahu siapa orang itu? Kau lebih memilih menangis seperti anak kecil di bawah sana? Kau bisa mencari tahu.”


“Sesuatu menahan memoriku di tempat ini. Bahkan aku tidak tahu orang itu, tinggal dimana” sambung Zack, mengubah posisi tidurnya ke posisi duduk bersila. Eve meletakkan telapak tangannya ke bahu Zack,


Zack, tenanglah dan ingat masa lalumu perlahan. Batin Eve menatap sendu sang Iblis.


“Margareth maupun aku tidak pernah memerintahkan manekin mana pun untuk menyerangmu, kau salah paham Zack” tandas Eve melepas pegangannya di bahu Zack. Mata Eve membulat seketika!! Ia tersadar telah lama meninggalkan rekan-rekannya padahal Hisashi berkata Zack, memiliki rekan yang sangat kuat.


“Hisashi....,” Eve menyebut nama Hisashi maka Pria itu pun muncul secara ajaib disampingnya. Hisashi memasang kuda-kuda begitu melihat sosok Zack di depannya persis.


“Siapa yang memerintahkanmu memanggil bedebah suci ini??” amuk Zack, menciptakan gelombang angin besar yang akhirnya menyeret Hisashi dan Eve hingga membentur dinding.


“Kau harus berhati-hati dengan Iblis lain yang kau panggil kemari sebagai sekutumu!!” Hisashi berteriak memperingatkan Zack.


“Kau pikir aku bodoh? Dengan mempercayaimu? Tentu saja kalian harus waspada jika kami menyatu” geram Zack kembali ke wujud Iblisnya.

__ADS_1


“Kau, tidak sama dengannya Zack!! Iblis yang kau panggil, adalah Iblis sesungguhnya!! Dia diciptakan benar-benar dari api!!” Hisashi masih berusaha memperingatkan.


“Kau tahu asal dari asap yang tak berujung dari tubuhmu? Atau kau baru tahu ada hal yang tidak dapat kau kendalikan?” Hisashi terus berceloteh tanpa henti. Zack mulai bereaksi. Angin besar di ruang Teater tersebut mulai menghilang sedikit demi sedikit. Eve dan Hisashi akhirnya bisa menapakkan kaki lagi ke lantai.


“Hey manusia..., muslihat apa kali ini yang akan kau katakan pada Iblis sepertiku?”


“Muslihat terbaik datangnya selalu dari Iblis bung,” kekehan Hisashi ini, langsung dihadiahi sorotan mata tajam sang Iblis.


“Oke, aku sangat serius. Apa kau tahu kenapa kau mulai kesulitan mengendalikan dirimu? Terlebih lagi asap yang mengelilingi tubuhmu sekarang?”


“Tidak. Ini pertama kalinya terjadi padaku”


“Karena kamu menjadi Iblis, bukan karena memang tercipta sebagai Iblis. Kau seperti ini karena dimasa hidupmu yang lampau, masih ada masalah, atau urusan yang belum terselesaikan” sahut Hisashi percaya diri.


“Asap itu sebagai bukti bahwa masa lalumu mulai kau ingat perlahan. Sekarang, saatnya untuk mengetahui dan menyelesaikan ganjalan di kehidupan masa lalumu.”


“Kau tahu kenapa kau mati Zack?” tanya Eve mulai penasaran dengan masa lalu Zack sebagai manusia. Yang bersangkutan diam tanpa kata seolah berusaha mengingat sekuat tenaga.


“Benar, namamu Zack? Atau kau, punya nama lain?” Eve menambahi. Sang Pria Iblis merasakan dirinya dalam keadaan linglung. Tidak...tidak!! Bisa jadi, keadaannya yang seperti inilah memudahkan para manusia mencuci otaknya. Dia harus dalam keadaan stabil untuk melawan dua manusia ini. Tiba-tiba Zack menghilang dari pandangan kedua manusia itu.


“Zack!!”


“Dia masih harus mencari kebenarannya. Itu akan sangat sulit mengingat siapa rekan kejahatannya kali ini.”


“Bukankah Suami Istri jahat telah lenyap? Jadi Zack punya rekan selain mereka?!” tanya Eve terkejut di balas sebuah anggukan pasti.


“Apa dia lebih kuat dari Suami Istri jahat?”


“Aku merasakan hawa energi Lee Than Ming Menguar sangat jelas dari dalam tubuh musuh baru kita. Jadi, jangan sepelekan dia Eve. Ingat kau yang terkuat jadi jangan sampai lemah di hadapan mereka. Meskipun, mereka memanfaatkan masa lalumu. Kau bisa berjanji?” permintaan Hisashi awalnya terasa sangat berat untuk di iyakan oleh Eve tapi, bukankah tadi dia dapat melawan pengaruh Zack yang selama ini terus menempel sekaligus menghancurkan seluruh keluarganya?


Tanpa perlu berpikir lagi Eve menganggukkan kepala.


“Dimana semua rekan kita Hisashi?” mendengar pertanyaan Eve, Hisashi langsung mengajaknya cepat-cepat keluar dari ruangan Teater sebelum Zack kembali. Mereka berjalan cukup lama, menyusuri tiap lorong ruangan, dan akhirnya melihat sekelompok manusia seperti mereka, berkumpul. Seseorang berlari langsung memeluk Eve penuh rasa syukur.


“Guru..., ada masalah besar menghadang. Orang yang kita curigai sejak awal, memang pelakunya. Karena dia benar Iblis dan kita terkecoh” Amarru tampak terburu-buru untuk menceritakan segala hal yang ia ketahui.


“Iblis mana yang mengecoh kita sebagai manusia? Apa sekarang dia jauh lebih kuat dari Lee Than Ming?” geram Hisashi menatap serius pada muridnya Amarru.


“Edghar Galliel. Saya mendapat informasi terakhir dari Riche, Armian Anastasya dan Charlie. Bahwa Edghar dan Dokter yang menyertainya bukan manusia biasa” jawab Amarru tegas.


“Dokter Allan?” tiba-tiba Eve sangat terkejut mendapatkan informasi ini. Ternyata Dokter Allan juga berada di balik penyekapan ini.


“Amarru dan Armian sudah mendapatkan titik temu dari seluruh permasalahan ini. Persekongkolan besar telah terjadi.” Dimitri menimpali sambil menatap mata Eve.


“Yeah, jadi..., ada peristiwa lainnya terjadi di masa lalu. Dan peristiwa itu menyangkut kami, dan Hisashi. Kami memerangi Dewanya para Iblis Lee Than Ming. Masalahnya, anak buah si Lee Than Ming ternyata masih bebas berkeliaran di dunia ini. Dialah Dokter Allan dan dirinyalah, penerus Organisasi Hampho.” Anastasya menimpali.


“Apa Dokter Allan rekan dari Zack?” Eve semakin marah.


“Allan hanya amunisi bagi rekan Zack, untuk merealisasikan segala tujuan sebenarnya.” Kenatt mengatakan hal paling penting untuk mengetahui siapa musuh sesungguhnya.


“Tunggu. Edghar Galliel? Itu..., bukankah Presiden Direktur Stasiun R-Nav TV?!” pekik Eve semakin merasa dipermainkan para Iblis.


“Dia musuh kita sesungguhnya Eve. Karena Edghar Galliel adalah Iblis tertinggi setelah Lee Than Ming tidak berkuasa lagi. Kemampuannya tidak boleh diremehkan karena cukup dengan sedikit saja kekuatannya, dia sanggup memblokir, mengubah ingatan, bahkan merusak otak manusia mana pun yang diinginkannya.” Amarru memperingatkan semua manusia disana.


“Ah, jadi itu penyebab aku kambuh lagi. Ya ampun. Apa Zack juga mengalami hal buruk karena Iblis itu? Dia tadi...” Eve bergumam sendiri tapi perhatiannya teralihkan oleh Dimitri yang sibuk mengguncangkan tubuhnya.


“Zack juga ikut andil dalam kejahatan ini Eve. Dia membunuh seluruh keluargamu tanpa sisa bukan? Jadi untuk apa kamu memikirkan apa pun, yang terjadi padanya?”

__ADS_1


__ADS_2