
Zack menegang, sekaligus kejang dalam waktu bersamaan. Eve semakin menguatkan pelukannya pada sang Iblis walaupun kuku-kuku tajam yang panjang sudah sedari tadi mencuat dari kedua jemari sang Iblis, menusuk kedua lengan Eve tanpa ampun.
Gadis itu menangis, bukan karena rasa sakit yang ia rasa tapi justru karena prihatin atas penderitaan panjang Zack. Air mata Eve menitik, dan jatuh tepat ke leher Zack. Tanpa Eve sadari bahwa setetes air matanya saja, mampu mengurangi berton-ton beban berat yang dipikul Zack. Dalam keadaan tak sadar, Zack yang mengamuk menemui kenangan masa lalunya.
“Datanglah di malam salju turun!! Meski aku, tiap hari kesulitan menemui Kakak, kalau Kakak datang di malam salju turun, semua akan ter maafkan!!” teriak seorang Gadis kecil, yang duduk diatas kursi roda sambil melambaikan tangan kepada seorang anak Laki-laki remaja. Laki-laki remaja tersebut hanya tersenyum dan mengangguk lalu merespons sang Gadis kecil dengan membalas melambaikan tangan.
Zack mulai membuka kedua mata mendapati dirinya dalam pelukan seseorang. Eve...isak tangis Wanita itu jelas datangnya dari Eve.
“Aku tahu sekarang alasannya membutuhkanmu berada disisiku. Selama ini, aku hanya tahu kalau aku membutuhkan bantuan darimu meskipun tidak tahu, apa alasannya. Tapi sekarang aku tahu...” lirih Zack membuat Eve mengendurkan pelukan pada Zack, menatap penuh tanda tanya pada wajah tak berdaya di depannya.
“Maaf mengganggu pembicaraan penting kalian tapi ada, yang lebih penting dari itu menyangkut nyawa banyak orang. Zack bisakah kita memulai perlindungan untuk tim Kenatt? Sekarang” potong Hisashi setelah membuka mata.
Kau lebih sehat dari sebelumnya bisik kata hati Eve. Zack mengangguk, segera berusaha untuk duduk tegak di bantu Eve.
“Aku mulai membaik karena kau memberiku alasan untuk bertahan kali ini Eve. Jangan khawatir” kekeh Zack mengetahui kadar kekhawatiran Eve sudah selevel dengan kadar kekhawatiran seorang Ibu pada Putra kecilnya.
Di dalam ruang kerja Mr.Edghar Galliel, Dr. Allan sedang menemui Wanita dan Pria yang tak asing.
“I.D, I.E, kalian robot terakhir yang belum melaksanakan pembaruan sistem. Kita harus bergerak cepat sebelum para manusia merusak rencana kita”
“Pembaruan sistem? Apa rencana Anda berubah Dr. Allan?” tanya robot yang menyamar sebagai Eve.
“Kenapa tiba-tiba pembaruan sistem dilakukan? Ini belum batas waktunya untuk melakukan itu. Biasanya Mr.Edghar selalu aktif menghubungi kami. Lalu dimana beliau Dokter?” kini robot Android Dimitri mulai penasaran.
“Mereka dilenyapkan oleh seorang Wanita. Wanita yang sekarang sedang kau pinjam identitasnya” desis Dokter Allan sambil menatap sinis wajah Eve di hadapannya.
“Tunggu. Mereka? Jadi...,yang lenyap bukan hanya Mr.Edghar?” tanya keduanya terkejut bukan main. Mereka tak menyangka manusia mampu mengalahkan Iblis sekuat Edghar.
“Susan juga lenyap bersamanya. Mereka sedang berusaha membereskan para manusia di pulau terpencil itu, tapi malah berakhir lenyap di tangan manusia” sambung Dokter Allan berapi-api.
Suara gemuruh terdengar bahkan, gelas yang ada di atas meja kerja Mr.Edghar pun ikut bergoyang menyebabkan air di dalamnya beriak dan menyembur keluar dari dalam gelas tersebut. Mata Android Eve dan Dimitri membulat lebar melihat gelas itu membeku, mengeluarkan banyak asap disebabkan suhu teramat dingin dan berakhir retak sekaligus pecah dalam waktu bersamaan.
“Selama ini Anda bergerak selalu bersama mereka bukan? Apa Anda yakin tidak ingin Zack bergabung bersama kita?” pertanyaan Android Dimitri langsung menuai reaksi berlebihan dari seorang Dokter Allan. Sang Dokter melontarkan sang Android hingga terlempar bersama tempat duduknya hingga membentur dinding.
“Anda melakukan hal tidak bermanfaat dan cenderung merugikan Dokter. I.D adalah salah satu subjek Anda alangkah ruginya kita jika dia sampai rusak parah” Android Eve memperingatkan. Sang Dokter duduk kembali dengan tenang meskipun melihat Android Dimitri mulai mengeluarkan percikan api.
“Aku sedang bereksperimen I.E...., dan hasilnya robot rancangan pertamaku tidaklah sempurna. Maka kita perlu segera melakukan pembaruan sistem untuk menyempurnakannya” perintah Dokter Allan tidak dapat diganggu gugat.
Android Dimitri dan Eve untuk sementara di non aktifkan. Dokter Allan butuh waktu untuk memperbaiki komponen Dimitri yang rusak justru karena ulahnya sendiri. Sementara Eve sedang diutak-atik oleh para asisten Dokter Allan untuk dimodifikasi ulang.
Setelah proses modifikasi selesai, seluruh komponen Eve dilapisi cairan ekstrak yang di dalamnya sudah tercampur mikroba jahat. Kulit buatan Eve dijahit kembali hingga penyatuannya terlihat sangat alami tanpa cacat sedikitpun.
Para asisten, mulai menggotong sang Android untuk masuk ke sebuah tabung berisi air bercampur kan bahan kimia. Sebelum di masukkan, Android Eve di pasangi banyak kabel berwarna-warni baik itu di punggung maupun di bagian dada. Kini Android Dimitri telah siap untuk dimodifikasi ulang seperti robot Android lainnya.
Ia memberi kode pada seluruh asisten yang tersisa, untuk melakukan tahapan akhir. Dokter Allan tersenyum puas melihat seluruh Android maha karyanya akan menjadikan dirinya berkuasa suatu saat nanti. Dokter Allan melangkah keluar dari laboratorium, menuju laboratorium lainnya yang sudah lama tidak digunakan.
“Waktunya Anda bangkit Lee Than Ming...” desis Dokter Allan sambil tertawa penuh kemenangan. Dokter Allan pada awalnya percaya akan para Iblis senior yang sangat bersemangat ingin membangkitkan Lee Than Ming alias Marthen Mathias secara tradisional tapi hasilnya membuat Dokter Allan kecewa berat.
Perlu diingat bukan Dokter Allan namanya, jika dia tidak punya pilihan lain dengan cara mengawinkan antara Ilmu pengetahuan dan Ilmu sihir. Jika keduanya disatukan, Lee Than Ming akan bangkit dengan kekuatan lebih baik dari sebelumnya. Mungkin Lee Than Ming yang dahulu mampu bergerak atas kehendaknya tapi kini, ia harus bergerak di bawah kaki Dokter Allan.
Sementara itu, sang Dokter tidak sadar telah diintai oleh Anastasya dan Charlie. Kedua manusia ini, sudah mencari perusahaan pembuatan Android di daerah mana pun masalahnya, tidak ada perusahaan pengembangan Android sebaik Android ciptaan sang Dokter.
__ADS_1
Akhirnya Charlie dan Anastasya menebak bahwa sang Dokter tidak menggunakan jasa perusahaan pembuatan Android mana pun melainkan, ia hanya membeli suku cadang dari berbagai lembaga pengembangan robotik agar tidak diketahui jejaknya lalu menciptakan maha karyanya sendiri. Dan, terjawablah sudah pemikiran mereka sangatlah tepat.
Drrrrt
Drrrrt
Suara getaran ponsel, tanda panggilan masuk di dalam saku celana Charlie. Pria itu segera menerima panggilan dari Kenatt.
“Jangan katakan apa pun. Hanya sekedar informasi. Kalian kini telah dilindungi oleh Hisashi, Amarru dan Zack jadi jangan takut akan mudah tertangkap basah. Lakukan kegiatan apa pun dengan senyap mereka tidak akan menyadari ada manusia di sekitar mereka dengan catatan tanpa...menimbulkan...keributan” kata Kenatt secepat mungkin lalu memutuskan panggilan.
Charlie memberi kode pada Anastasya untuk mengikutinya. Mereka beralih menuju ruang arsip dokumen laporan penelitian tapi pintu tertutup rapat. Baru saja Charlie mengeluarkan alat untuk melacak kode kuncinya, pintu tersebut sudah terbuka lebar dengan sendirinya.
“Charlie...apa kita ketahuan?”
“Tenang saja. Ini ulah Zack kita” kekeh Charlie merasa aksinya jauh lebih dipermudah dari sebelumnya. Anastasya mengekor sambil mengambil ponsel dari saku celananya dan memberi pesan singkat pada Kenatt.
Siaga!! Lee Than Ming akan segera bangkit di dalam lab R-Nav TV. Apa Zack bisa menggagalkan usaha Dokter Allan?!
Bip....
Biiip...
Suara ponsel Kenatt memberi notifikasi pesan WhatsApp dari Anastasya. Kenatt menegang begitu membaca pesan singkat itu. Bagaimana ini? Hisashi sendiri yang berpesan untuk tidak ada yang boleh mengganggu ritual jadi, bagaimana mereka bisa memberi tahukan masalah ini terutama pada Zack?!
Kenatt yang kini sedang mencari daerah strategis untuk lokasi perang, bersama Ferghus berusaha menghubungi Dante. Demi keamanan Reporter dan Kameramen, Kenatt sudah memberi nomor ponsel baru agar dapat dihubungi sewaktu-waktu.
“Apa terjadi sesuatu?” tanya Dante menjawab panggilan masuk Kenatt.
“oke. Katakan” sahut Dante sambil mengambil selembar kertas kosong beserta pena dari tangan Haruko.
“Informan kita melihat Dokter Allan akan memulai proses pembangkitan Lee Than Ming. Tolong hentikan itu sebelum terlambat” Kenatt mendikte Dante secara singkat.
“Tolong sampaikan pesan itu sekarang juga pada Hisashi. Selipkan saja di bawah pintu.” Tambah Kenatt dengan lantang. Sambungan ponsel terputus meninggalkan ekspresi aku harus bagaimana? Di wajah Dante.
Pria itu segera berlari ke arah ruangan tempat Hisashi dan Amarru bermeditasi ia menyelipkan kertas tersebut ke kolong pintu, berharap ada yang menyadari, bahwa seseorang meninggalkan pesan disana.
Eve mendengar sesuatu seperti sebuah kertas, bergesekan dengan pintu. Ia pun melihat secarik kertas masuk ke dalam ruangan itu. Perlahan ia berjalan sambil mengambil kertas tersebut.
Deg!!
“Harus ada yang menghentikan Dokter Allan menyelesaikan pembangkitan Lee Than Ming sekarang juga” kata Eve lantang membuat mata ketiga Pria yang sedang duduk tenang bermeditasi, terbuka lebar.
“Itu tidak mungkin. Bagaimana bisa dia membangkitkannya sendirian?” desis Hisashi panik.
“Mungkin saja jika itu Dokter Allan” jawab Zack mengerutkan kening.
“Kami sedang memantau keselamatan tim Kenatt akan terlalu berat bagi kami jika harus mengurus hal itu juga” kata Amarru bimbang.
Dokter Allan akan menemui masalah dengan usahanya membangkitkan Lee Than Ming karena semua perlengkapan untuk membangkitkannya terbakar habis. Eve memikirkan betapa repotnya sang Dokter memadamkan api dan tidak sempat memikirkan pembangkitan Lee Than Ming untuk sementara waktu.
Tiba-tiba Hisashi terkekeh geli mendapatkan sebuah penglihatan yang menghibur bagi dirinya.
__ADS_1
“Kau menertawakan apa?” tanya Eve bingung.
“Kita harus berterima kasih pada Eve. Dia sudah menggagalkan rencana pembangkitan sekaligus memperbesar kesempatan Anastasya dan Charlie mencuri laporan penelitian. Semoga mereka menemukan cara menon aktifkan para Android” jawab Hisashi dengan mata berbinar. Kejutan baru terlihat mata ke empatnya. Jam tangan pemberian Kenatt menyalakan alarm secara otomatis.
“Misi mereka selesai” sorak Eve bergembira.
“Hisashi kebakarannya masih berlangsung?” tanya Eve dijawab dengan sebuah anggukan.
“Bukankah bos besar dari para Android ada di dalam sana? Bagaimana jika kita kubur saja dia ke dalam runtuhan R-Nav TV?”
“Bahkan kami sempat berpikir telah menyingkirkan pemimpin Hampho. Tapi anak buahnya membuat ulah di hari ini. Bagaimana jika dia masih bisa lolos?” jawab Amarru tidak setuju dengan ide Eve.
“Selain itu Eve, kau juga harus memikirkan kemungkinan terburuk dari melenyapkan Dokter Allan lebih dulu. Bagaimana jika sistem peledak yang ada di dalam seluruh robot Android buatannya aktif, begitu pemiliknya lenyap? Artinya, melenyapkan Dokter Allan sama dengan melenyapkan semesta alam.” Hisashi memberi pengarahan soal hal terburuk bisa saja terjadi.
Tok
Tok tok
Suara pintu diketuk. Zack membuka pintu tanpa harus menyentuhnya. Diambang pintu terlihat wajah pucat dari Anastasya dan Charlie. Semua orang yang pergi menjalankan misi, serempak tiba di rumah Hisashi.
“Dokter sinting itu benar-benar ingin membunuh seluruh umat manusia” desis Anatasya sambil melemparkan laporan penelitian ke atas meja di dekat Hisashi berada. Eve dan Zack segera membaca bersama isi dari laporan.
“Ini..., taktik pembunuhan berskala besar. Jika kita melawan dan menghancurkan Android ciptaan Dokter Allan, kita yang terkena cairan di dalam robot Android bisa terjangkit penyakit mematikan. Dan itu bisa tersebar keseluruh dunia. Tapi jika kita tidak melumpuhkan mereka, dunia ini akan hancur karena ledakan” tambah Anastasya tak berdaya.
“Teman-teman, pilihannya hanya ada satu. Bertarung di dalam gedung R-Nav TV. Pastikan seluruh Android ciptaan Dokter Allan ada di dalam sana juga. Lalu mari kita ledakkan dan kubur mereka ke dalam tanah.” Eve mulai mengatakan pemikirannya secara terang-terangan pada seluruh orang disana.
“Salah-salah kita yang mati konyol bisakah kau mengatakan hal yang masuk akal?” El sangat membenci ide Eve.
“Jadi masuk akal kalau Eve yang membicarakan seluruh rencana itu” jawab Dimitri enteng.
“Hoy, apa kalian lupa dia bisa memikirkan apa pun dan mewujudkannya menjadi nyata? Jangan diperumit oke, buat semuanya simpel. Eve bisa menciptakan manekin seperti yang dilakukan pasangan Jacob dan Marsha"
"Maksudku, ayolah...., bukan kita yang harus pergi kesana sendiri. Tapi manekin-manekin buatan Eve yang menyamar menjadi kita semua. Dengan begitu, akan sangat mudah memancing seluruh Android untuk berkumpul di satu titik. Jika sang pencipta dan ciptaannya berkumpul, BoOoOoM!! Ledakkan gedung R-Nav TV yang busuk itu!!” tambah Dimitri panjang lebar.
“Dan di waktu bersamaan, kita ciptakan gempa bumi yang besar hanya selama 45 detik saja, untuk menciptakan kuburan besar bagi Dokter Allan dan ciptaannya akibat longsor karena gempa.” Tambah Eve berkobar-kobar.
“Tidak buruk juga. Setuju” jawab semua orang serempak.
“Tapi, bukankah Dokter Allan bisa mengetahui energi milikmu Eve? Dia pasti langsung tahu kalau itu bukan kita sungguhan” Haruko menyangsikan rencana Eve.
“Aku bisa membantu menyamarkan energi Eve. Karena itu, aku harus meminjam otak kalian, untuk menggerakkan para manekin. Saat itu terjadi, sensasinya seperti kalian terjebak di dalam tubuh manekin. Seolah kalian meninggalkan tubuh asli kalian” Zack menambahi dengan kepercayaan diri penuh.
“Kau tidak sedang ingin menipu kami bukan?” Anastasya mulai curiga.
“Kalian bisa memastikan langsung melalui pengawasan Hisashi dan Amarru. Selain mereka berdua, kita ikut terlibat pertarungan langsung. Bagaimana? Deal?!” tanya Zack mencari kata sepakat.
Pada akhirnya semua orang setuju. Zack meminta semua orang, kecuali Hisashi dan Amarru untuk berbaring seolah akan bermimpi indah. Sebelum itu, Eve sudah menciptakan seluruh manekin lilin, untuk mereka kendalikan beserta menciptakan persenjataan berdasarkan rancangan Armian.
WuuuuUuuUUsh....
Seluruh lilin yang melingkari mereka pun menyala!! Manekin-manekin lilin bergerak, bahkan mampu menggeliat leluasa layaknya manusia biasa.
__ADS_1