Jangan Lupa Tidur

Jangan Lupa Tidur
Episode 33


__ADS_3

"Sekarang saatnya...sayang,"


"Tidak. Aku menyayangi mereka jangan ambil mereka dariku!!" teriak Aprille marah.


"Menarik. Mereka membuatmu pandai memberontak sekarang" geram Zack sambil mencekik kembali Aprille. Terlihat di dinding, bayangan Zack mencekik bayangan Aprille hingga Gadis kecil itu melayang ke udara. Ia menggapai-gapai udara seolah melawan sesuatu yang dapat dilihat semua mata.


Krieeeeek....


Mata Mrs. Brodie terbelalak melihat anak angkatnya terbang ke udara menggelepar-gelepar kehabisan udara. Apa yang terjadi? Tapi matanya menangkap bayangan hitam yang mencekik bayangan Gadis kecilnya ke udara!!


"Aprille!!" teriak sang Ibu panik.


Teriakan ibu angkat Aprille tak membuat makhluk bernama Zack menghentikan aksi kejinya.


Mrs. Brodie segera berlari kearah Aprille yang terus menerus menggapai-gapai udara sebelum Wanita itu berhasil menggapai kedua kaki Aprille, bayangan tersebut merentangkan satu tangannya, membuka lebar telapak tangannya dan....


BUMMMM


Mrs. Brodie dilempar membentur lemari, hingga terseret ke dinding. Sementara si Gadis kecil itu dilempar ke atas tempat tidur. Muncul makhluk besar berjubah hitam melayang terbang menuju kearah Mrs. Brodie.


"Mom!!" teriak Aprille histeris. Meski lehernya masih terasa sakit, Gadis kecil tersebut tetap berusaha lari secepat mungkin untuk melindungi Ibu angkatnya. Ia tak memikirkan apa pun akibat perbuatannya yang jelas ia hanya ingin melindungi orang yang ia sayangi bagaimanapun caranya!!


Ia berlari menembus ruh Zack, menyambar tubuh sang Ibu yang lemah lalu dipeluknya erat.


"Zilky lebih menyayangimu. Zilky menyingkirkan semua yang menyiksa Aprille. Kenapa kau sekarang mengkhianati Zilky!!" teriak Zack penuh emosi layaknya bocah Laki-laki sedang merajuk.


"Kau memanfaatkanku!! Mereka yang menyayangiku!! Jangan sentuh mereka!!" teriak Aprille. Zack menggeram tak dapat menahan amarah diangkatnya tubuh Aprille tanpa harus menyentuhnya hanya dengan sebuah sorotan mata.


Aaaaaaargh!!


Teriak Aprille tiba-tiba luka goresan di pipinya tercipta membuat darah mengucur perlahan bersama deraian air mata.


"Aprille!!" teriak seseorang di balik pintu. Mr. Brodie bergegas masuk, menggapai tubuh kecil Aprilly yang melayang ke dalam pelukannya. Ia berlari menuju Istrinya.


"Amanda!! Bangun, Amanda!!" panggil sang Suami menepuk kedua pipi Mrs. Brodie setelah menurunkan Aprille.


"Keluarga kecil yang bahagia...sangat manis" Zack terkekeh mengejek. Tanpa harus menunggu adegan dramatis itu semakin berlarut-larut, Zack dalam 2 detik mampu berada dihadapan Mr. Brodie, mengunci tubuh Suami Istri tersebut hingga tak mampu bergerak sedikitpun, membuat mereka berdua melayang seolah tubuh mereka seringan kapas yang terbang tertiup angin.


Dan tanpa merasa berdosa sedikitpun, Zack melempar mereka ke tengah-tengah kamar. Aprille berteriak semakin histeris Gadis kecil itu berusaha lari kearah kedua orang tua angkatnya tapi sebuah kekuatan membuat kakinya terasa sangat berat hingga ia jatuh terjerembap di atas lantai kamar.


"Jangan!! Zilky kumohon jangan ambil mereka dariku!!" tangis Aprille ketakutan. Zack hanya menyunggingkan senyuman bengis lalu menatap lampu kristal gantung tepat diatas kepala kedua orang tua angkat Aprille.


"Kau yang menyakitiku Zilky!! Kau yang membuatku menderita!! Kalau kau memang pelindungku, kenapa tidak kau lenyapkan saja dirimu sendiri agar aku aman darimu?!" teriak Aprille sengit. Tidak!! Ia tidak akan rela sampai kapan pun inilah keluarga impiannya.


Dia bahagia bersama keluarga Brodie tidak ada yang boleh melenyapkan kedua orang tuanya!!


"Kau, ingin melenyapkanku?!" suara Zack semakin berat, penuh kemurkaan. Dilemparnya tubuh mungil Aprille hingga keluar dari kamarnya sendiri. Pintu kamar Aprille tiba-tiba menutup dengan sendirinya.


"Tidak!!" teriak Aprille berusaha membuka pintu kamarnya sendiri. Pintu itu terkunci rapat berulang kali Aprille berusaha membuka tapi tak mampu. Gadis kecil malang itu begitu syok mendapati dirinya sekali lagi tak dapat menolong orang tua angkatnya ia pun jatuh pingsan seketika.


Suara bising sirene ambulance membangunkan Gadis itu. Ia melihat dua Suster di sisi kiri, dan sisi kanan ada Madam Retesya sedang menggenggam erat tangannya.


"Madam, apa Mom dan Dad selamat?" tanya Gadis kecil disamping Madam Retesya lirih. Madam Retesya hanya menepuk tangannya lembut lalu mengangguk meski air matanya jatuh berderai.


"Apa aku boleh menemui mereka?" sekali lagi Aprille bertanya ingin memastikan kedua orang tuanya benar-benar selamat.


"Mereka juga sama sepertimu harus dirawat sayang, kau baru diizinkan menemui mereka, hanya pada saat kau sudah benar-benar sehat. Itu pesan mereka untukmu" kata Madam Retesya dengan suara parau.


"Jangan biarkan mereka meninggalkan aku kumohon...aku menyayangi mereka...jangan biarkan mereka pergi..." katanya lirih pada Madam Retesya sebelum akhirnya kesadaran Aprille mulai menurun sedikit demi sedikit akibat suntikan yang baru saja diberikan suster.


Di dalam ketidak sadaran si kecil, Aprille akhirnya berkumpul lagi dengan Mr dan Mrs. Brodie mereka berjalan-jalan ke kebun binatang, menonton film kartun di bioskop, berjalan-jalan di taman kota, bahkan makan di restoran hotel bintang 5. Bahagia itu sederhana, ketika kita berkumpul bersama dengan orang yang kita kasihi. Tawa selalu menghiasi wajah ketiganya.

__ADS_1


Tiba di depan rumah keluarga Brodie, langkah kaki Mr dan Mrs. Brodie mulai berhenti.


"Dad, Mom, ayo masuk" ajak Aprille masih dengan senyuman tersungging di bibir mungilnya. Tapi kedua orang tua angkat Aprille tak sedikitpun beranjak dari tempatnya berdiri. Aprille memandang kedua orang tua angkatnya dengan tatapan penuh tanda tanya. Mr. Brodie berjongkok di hadapan Aprille sambil membelai kepala Putrinya penuh kasih sayang. Beliau hanya tersenyum dalam damai.


"Sayang, berjanjilah untuk terus jadi anak yang baik. Jangan nakal ketika kami tak dapat lagi menjagamu" kata Mr, Brodie sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Apa kalian akan meninggalkanku sendirian? Seperti yang lainnya?" kata Aprille hampir menangis.


"Kau harus bisa melawan Zilky sendirian sayang, kami tahu kau anak yang kuat...karena kau anak kami" sambut Mrs. Brodie seraya memeluk Gadis kecilnya.


"Jangan menyerah...kau mau berjanji demi kami?" tanya Mr. Brodie mengulang permintaannya. Aprille hanya mengangguk dengan air mata berderai kemudian mengaitkan jari kelingking mungilnya dengan jari kelingking Ayah angkatnya.


"Gadis pintar...semoga kita akan dipertemukan kembali sayang, doa kami selalu menyertaimu" kata Mrs. Brodie mengusap untuk terakhir kalinya kepala Aprille. Tiba-tiba si Gadis kecil itu merasakan tubuhnya terhisap ke dalam rumah keluarga Brodie, sementara kedua orang tua angkatnya hanya menatap Aprille dengan tatapan sendu.


"Apa kau merindukanku?" suara yang paling ditakuti Aprille menggema di sekeliling Aprille.


Aaaaa!!


Teriak Gadis kecil tersebut saat membuka kedua matanya. Ia terengah-engah dengan tubuh gemetar ketakutan. Madam Retesya segera memeluk anak malang itu. Nafas Aprille masih saja terus memburu meski Madam Retesya telah memeluk penuh kehangatan.


"Bolehkah aku menemui orang tuaku Madam? Aku...sangat ingin menemui mereka" rengek Aprille tak henti-hentinya menangis. Dokter yang melihat betapa histerisnya Gadis kecil ini tak henti-hentinya menangis, akhirnya meluluskan keinginannya.


Gadis sekecil bernama Aprille, akan kecanduan obat bius jika setiap kali histeris terus disuntik obat tidur bahkan obat itu, jika digunakan dalam jangka waktu lama, mampu merusak sel-sel otaknya. Sang Dokter tak akan melakukan itu. Apa lagi, dia memiliki riwayat kejiwaan yang buruk.


"Kau harus kuat melihat apa yang nanti akan kau lihat. Berjanjilah terlebih dahulu" kata Madam Retesya sangat serius.


"Iya" jawab Aprille was-was. Apa sekarang, Zack atau Zilky, sudah menghabisi kedua orang tua Aprille? Jadi, karena itukah reaksi khawatir itu terpancar dari wajah Madam Retesya?


Dag


Dig


Dug


Krieeeeek


Dredeg


Deg


Deg


Suara pintu ruang 108 dibuka perlahan oleh Madam Retesya justru menambah kecepatan detak jantung Aprille. Mata Aprille tertuju pada sosok dua pasangan Suami Istri yang terbaring berdampingan dengan perban di kening. Aprille berlari menghampiri Mr dan Mrs. Brodie lalu menggenggam tangan mereka erat. Air mata Aprille menitik deras.


"Kumohon bangunlah...jangan tidur terus seperti ini Mom, Dad, aku rindu bermain dengan kalian..." rengek Aprille.


"Kau sudah berjanji untuk kuatkan? Mereka berdua mengalami koma. Akan butuh waktu yang panjang untuk membangunkan mereka berdua. Jadi mulai sekarang, Aprille akan tinggal bersamaku lagi sayang" kata Madam Retesya menatap teduh mata Aprille.


"Aku ingin bersama Mom dan Dad. Tidak mau dengan yang lain" kata Aprille melepaskan diri dari sentuhan tangan Madam Retesya.


"Madam, aku ingin bertiga saja dengan mereka. Apa kau bisa keluar sebentar?" kata Aprille menatap lekat mata Madam Retesya.


"Kau harus segera kembali ke ruanganmu sendiri Aprille kau butuh istirahat sayang"


"Kumohon sebentar...saja" mohon Aprille memelas. Madam Retesya menghela nafas pasrah lalu beranjak keluar dari ruangan itu. Aprille mengecup kedua tangan orang tua angkatnya lalu mendengar seseorang sedang mengetuk.


Tok


Tok


Suara itu berasal dari ruangan ini jelas sekali terdengar oleh Aprille. Ia melangkah menuju kamar mandi. Suara ketukan tersebut berasal dari bak kamar mandi. Ada bayangan anak Laki-laki seusianya sedang menatap Aprille penuh ketakutan.

__ADS_1


"Siapa kau?"


"Aku? Daniel. Apa kau Aprille?" tanya Laki-laki kecil dalam bak itu.


"Aku membawa pesan dari Mr. Brodie..." bisik Daniel was-was.


"Apa katanya?"


"Kau harus pergi dari sini sebelum Zilky menemukanmu. Kau tahu, dia tak akan melepaskan kita "


"Bawa aku ke Mom dan Dadku" pinta Aprille lantang.


"Kau akan membahayakanku. Zilky akan marah jika kau menyelamatkan mereka" bisik Daniel ketakutan sekaligus gemetar.


"Bantu aku menemukan mereka Daniel, aku janji kau akan aman" janji Aprille mencoba meyakinkan Daniel.


"Kau harus...melakukan ritualnya. Pergilah ke sebuah kolam, bawa sehelai rambut Mom dan Dadmu yang harus kau ikat jadi satu. Masukkan ke sebuah kapas, dan balut dengan perban lalu jahitlah. Yang terakhir, lemparkan itu kedalam kolam, lalu gores nadimu hingga darahmu menetes ke kolam"


"Benarkah itu akan bekerja?"


"Ya, aku pernah mencoba, tapi inilah hasilnya. Aku dapat mengembalikan orang tuaku, tapi aku terkurung disini bersama Zilky. Apa kau serius ingin menemui mereka? Zilky terus mengawasi mereka. Apa kau tidak takut, akan bernasib sama sepertiku?" tanya Daniel penuh selidik.


"Ya, apa pun akan kulakukan demi mendapatkan mereka kembali disisiku" jawab Aprille.


Brak!!


Brak !!


Suara pintu kamar mandi digedor seseorang. Aprille merasa dirinya sangat kedinginan dan basah. Saat pintu kamar mandi berhasil dibuka, seorang perawat Laki-laki menghampiri bak kamar mandi dan mengangkat Aprille dari dalam bak.


"Aprille!! Bangun, Aprille!!" panggil Madam Retesya kalut sambil berusaha keras menghangatkan tubuh Gadis kecilnya itu dengan setumpuk selimut. Aprille membuka mata lalu tersenyum lemah pada Madam Retesya.


"Mom dan Dad akan kembali" kata Aprille sangat jelas namun lemah.


"Ya sayang, mereka akan kembali padamu. Tidurlah..." kata Madam Retesya menganggap Aprille hanya mengigau.


Hari telah berganti menjadi malam, Aprille harus dirawat inap lebih lama karena kondisi kejiwaannya dianggap sedang bermasalah. Kali ini pengawasan terhadap sang Gadis kecil itu pun semakin diperketat mengingat insiden Aprille yang nekat bunuh diri. Lampu rumah sakit tiba-tiba padam meski kemudian lampu darurat dinyalakan pihak staf rumah sakit, anehnya, lampu rumah sakit kembali padam.


"Apa yang kau tangisi?" tanya Zack disamping Aprille.


"Kembalikan orang tuaku"


"Kau lupa? Mereka adalah sumber kekuatanku. Bukankah kau sangat senang jika aku mendapatkan wujud manusiaku? Menemanimu, selamanya?" tanya Zilky atau Zack mengingatkan Aprille di masa silam.


Dimana Aprille tidak diperlakukan dengan baik oleh keluarga angkatnya meskipun, Aprille lebih memilih menganggap kejadian tersebut seolah tak pernah terjadi padanya.


Aprille terdiam mendengar perkataan Zilky.


Masa lalu kelam yang membuat Zilky masuk kedalam kehidupan Aprille. Gadis kecil itu menatap tajam kearah Zack lalu mengacuhkannya begitu saja sambil memejamkan kedua matanya.


"Karena mereka kau ingin melenyapkanku bukan? Kemarin aku telah melenyapkan ruh mereka dari dalam jazadnya. Bagaimana jika...mereka tak pernah kembali? Cepat atau lambat, mereka akan mati” kata Zack dengan suara yang berat. Aprille langsung membuka kembali kedua matanya, tapi kini Zack telah menghilang. Tidak...Tidak boleh terjadi.


Zack, jangan lakukan itu!! Batin Aprille yang segera berlari keluar ruangan tanpa pengawasan karena semua yang ada diruang inap Aprille sudah terlelap tidur. Aprille langsung masuk ke dalam ruang rawat Mr dan Mrs.Brodie. Ia berlari kecil menyusup diantara keduanya dan berbaring di samping kedua orang tua angkatnya yang sedang koma.


"Tidak akan kubiarkan kalian diambil Zack. Kita akan selalu bersama. Zack tidak bisa merebut orang tuaku dariku. Tidak...tidak boleh" bisik Aprille pada diri sendiri. Suara siulan menggema di ruangan itu. Bunyi goresan benda tajam bergesekan di pintu, di dinding, di kaca, membuat Aprille harus menutupi kedua telinganya.


Tak tahan...sangat menyakitkan!! Zack selalu berbuat demikian jika Aprille tidak melakukan segala hal sesuai dengan keinginannya. Aprille beringsut meninggalkan tempat tidur kedua orang tua angkatnya lalu mengambil sebuah pisau di atas nampan yang berisikan buah-buahan. Ia berlari kecil mencari kolam ikan di halaman belakang rumah sakit.


Aprille telah mengambil beberapa helai rambut Mr dan Mrs. Brodie membungkus rambut itu dengan kapas lalu kembali membungkus dengan kain kasa yang pada akhirnya, ia jahit terlebih dahulu. Sesampainya di kolam ikan, ia bersiap untuk mengiris nadinya. Benda tajam itu mulai menyentuh nadi Aprille tapi sebuah kekuatan besar membuat pisau tersebut terlontar jauh dari sang Gadis kecil.


"Kau!! Tidak ada yang boleh mati sebelum Zilky menginginkan kematiannya!!" teriak Zack yang entah dari mana asalnya itu.

__ADS_1


"Tukarlah kehidupan mereka dengan hidupku!!" teriak Aprille lantang.


"Kau yakin?" tiba-tiba ada tangan mencengkeram kedua bahunya mendekatkan wajah Aprille ke air kolam ikan itu.


__ADS_2