Jangan Lupa Tidur

Jangan Lupa Tidur
Episode 36


__ADS_3

Jadi selama ini Mr.X-Bone tidak lain adalah Dokter Allan semua Reporter dan Kameramen merasa kalau kenyataan ini sangat buruk. Belum hilang rasa keterkejutan mereka soal siapa sesungguhnya Mr.X-Bone, kejutan lain terlihat di depan mata. Ferghus, Hisashi, Amarru, Adeline, dan Kenatt tiba-tiba merasakan tubuhnya sangat lemas.


“Hisashi kau tidak enak badan?” panik Riche. Hisashi hanya menggeleng sambil menatap kearah pergelangan tangannya. Kini Hisashi mengerti mengapa seluruh pemilik gelang yang ia berikan sebagai pelindung itu menjadi seperti ini. Gelang mereka semua kini berubah menjadi hitam pekat.


“Ferghus, Adeline, Kenatt...kalian tahukan apa artinya ini? Kalian harus segera keluar dari Teater ini” kata Hisashi lemah.


“Biarkan aku dan Kenatt yang berada disini. Kau dan yang lainnya pergilah dahulu” balas Ferghus bagaimana dia bisa tenang meninggalkan Hisashi hanya berdua dengan Amarru yang sama-sama dalam keadaan sakit seperti itu, meskipun dia juga mengalami hal serupa di tempat seperti ini.


“Jangan keras kepala anak muda. Aku lebih bisa diandalkan untuk mengetahui skala kekuatan lawan. Lagi pula aku tidak akan hanya berdua dengan Amarru. Bukankah tim andalan Kenatt dapat membantu kami disini? Mereka orang-orang yang diundang langsung oleh Eve.” Hisashi mengingatkan.


“Nyawamu. Kau mempertaruhkan nyawamu apa bisa aku diam saja? Butuh berapa lama lagi gelangnya berubah semerah darah?” Ferghus bersikeras melarang Hisashi untuk tetap tinggal.


“Asalkan gelang ini tidak jatuh terlepas dari pergelangan tanganku, aku akan baik-baik saja. Ini hanya semacam mentransfer jiwa ke dalam gelang. Sehingga bila gelang itu lepas, maka jiwa orang itu pun akan melayang” jawab Hisashi berusaha menenangkan Putra angkatnya tersebut.


Hisashi memerintahkan Amarru untuk segera melempar Ferghus, Kenatt, dan Adel ke dimensi manusia. Amarru mengangguk dan mengucapkan sebuah mantra yang seketika membuat ketiga orang itu menghilang dari pandangan siapa pun.


“Hey, kenapa kau tidak mengatakan pada kami sebelumnya dari awal? Bahwa ada metode untuk membawa semua orang pergi dari sini?!” protes Eithan Wilfred mulai mengeluh.


“Ini hanya bisa dilakukan ketika kita berada diluar sini agar bisa masuk, sekaligus keluar. Jadi tidak semua orang disini bisa keluar dengan cara yang sama. Tolong coba memahami pengecualian itu sebaik mungkin” potong Amarru masih merasakan pusing.


Amarru dan Hisashi akan tetap hidup meski tanpa gelangnya. Bisik kata hati Eve. Tampaknya itu tidak berhasil karena Hisashi tiba-tiba muntah darah disusul Amarru.


“Kau tidak bisa menolong mereka? Bukankah menurut para Iblis kau ini spesial? Kenapa diam saja? Lakukan sesuatu!!” panik Haruko memojokkan Eve.


ZzzZZZttttttt


Kejutan selanjutnya dimulai!! Eithan Wilfred, Bianca Concetta, Valdemar Conrad, Emiel Huibert dan Hannalie Jemma tersengat energi yang berada di jam tangan mereka, lalu jatuh ambruk dengan tubuh gosong.


Bzzzt


Bzzzzzt


Mereka semua yang masih hidup, tentu sangat terpaksa akhirnya melihat hologram Mr.X-Bone muncul dengan seringai ceria tanpa dosa.


“Ah, kalian sungguh membuang waktuku teman-teman. Kupikir..., dengan memberikan waktu hidup lebih panjang kalian bisa menjadi hiburan bagiku"


"Tapi ternyata si Nona spesial justru memanggil banyak bala bantuan. Jadi sebagai hukumannya, kulenyapkan saja ketujuh belas rekanmu. Apa kau suka dengan hukuman untukmu? Evelina. Dushenka?” kekeh Mr.X-Bone merasa mencapai kepuasannya.


“Allan!! Beraninya kau ikut campur dengan urusanku disini?!” bentak Zack merasa tidak dihargai sebagai sesama Iblis. Satu hal lagi tingkatan Dokter Allan lebih rendah dari Zack.


Semua pemilik jam harus kehilangan jam mereka!! Batin Eve dan kali ini, berhasil!! Bahkan Mr.X-Bone alias Dokter Allan itu tidak menyadari karena sibuk bersitegang dengan Zack.


“Hey bung, disini yang harusnya merasa dikhianati adalah pihakku. Bagaimana bisa kau, membiarkan rekanmu Jacob dan Marsha binasa ditangan manusia-manusia itu?! Bahkan kau sekarang berencana memihak mereka?” kekeh Mr.X-Bone mulai muak dengan kelakuan Zack yang bergerak sesuai keinginannya sendiri.


“Mari kita lihat aksiku selanjutnya hahaha” tawa sang Iblis seolah nyawa manusia adalah mainan yang sewaktu-waktu bisa dibuang begitu saja. Tapi sang Dokter mulai menyadari gertakkannya sudah tidak mempan kali ini.


Tidak ada Satu pun manusia yang merasakan sengatan dari jam tangan buatannya. Terlihat ekspresi marah ketika ia melihat para Reporter dan Kameramen yang tersisa tak mengenakan lagi jam tangan.


“Ayolah..., kenapa mempermasalahkan Allan ikut andil atau tidak dalam permainan di Teater usang ini? Bukankah tujuan kita sama?” terdengar suara Edghar berbicara lantang di ujung ruangan bersama sang Wanita Iblis.


“Maksudku, kita sama-sama membutuhkan Lee Than Ming untuk bisa mewujudkan tujuan kita yang berbeda” tambah Edghar berusaha membuat Zack kembali pada pihak mereka.


Tapi Zack, memilih untuk diam tanpa kata. Melihat Zack yang tak bereaksi sedikitpun, Edghar mendekat kearah Evelina. Jarak mereka begitu dekat, tapi tak lama kemudian Zack menarik Eve jauh lebih dekat kearahnya berada.

__ADS_1


“Ayolah..., kita membutuhkan keberadaan Allan dalam proses membangkitkan Lee Than Ming. Jadi izinkan dia masuk kemari” tegas Edghar menatap garang Zack.


“Sampai kapan kau terus berusaha mencuci otak seluruh bawahanmu Edghar?! Apa kau tetap selalu percaya diri seperti sekarang dan mengira semua Iblis akan dapat kau pengaruhi dengan mudahnya?” tanya Zack mengolok-olok Edghar.


“Wah, tak kusangka kau dengan cepat terbebas dari pengaruhku. Bagaimana bisa? Ah, biar kutebak...., itu pasti kerjaan sang Gadis spesial disampingmu itu!!” terak Edghar berusaha merampas Eve dari genggaman Zack. Mereka sama-sama menggunakan tekanan udara saling menarik Eve kearah yang berbeda.


Susan segera memukul kedua Iblis itu, hingga keduanya terpukul mundur sementara Eve, terkulai lemas diatas lantai.


“Para bedebah bodoh!! Bagaimana kalian bisa melakukan hal seperti itu pada aset kita dimasa depan?!"


"Jika mainan itu rusak, kita tidak akan punya kesempatan untuk mendapatkan mainan baru lainnya” keluh Susan sambil melayangkan Eve ke udara. Melihat rekannya dalam bahaya, Dimitri tidak mau tinggal diam. Dia berusaha menggapai tubuh lemas Eve tapi kekuatannya, tak sebanding dengan kekuatan milik Susan.


“Zack...,jika kau bergabung dengan kami apa pun tujuanmu sejak awal kematianmu dahulu bisa kau wujudkan. Lalu kenapa kau sekarang malah berusaha melawan kami bertiga sendirian? Apa kau merasa sanggup melakukan itu karena hasutan para manusia licik di sampingmu?” Susan berusaha keras melakukan pendekatan secara emosional terhadap Zack.


“Aku lebih mempercayai manusia-manusia seperti mereka dari pada makhluk licik yang sanggup melakukan segala cara untuk mendapatkan tujuannya.” Jawab Zack tanpa ragu sedikitpun.


Dua menit kemudian, Zack justru berteriak kesakitan sambil memegang kepala dengan kedua tangannya. Rupanya Edghar diam-diam mengarahkan kekuatannya pada Zack untuk dapat mengendalikannya seperti semula.


Menjadi Zack yang tak memiliki keinginan sendiri, haus akan darah, sekaligus kejam. Eve menyadari hal tersebut lalu memandang ke arah Hisashi dan Amarru. Sekilas, Eve dapat mengingat kalimat pertama Hisashi padanya.


Ya, aku lebih kuat dari mereka. Aku lebih berkuasa dari Edghar dan antek-anteknya. Aku kuat dan tidak lemah!! Begitu meneriakkan kata hatinya Eve langsung terlihat segar bugar.


“Kau mulai berani melawan kami? Menarik” sambut Susan melihat Eve berdiri tegak tanpa rasa takut sedikitpun.


“Zack, kau tidak akan terpengaruh pada apa pun niat jahat Edghar dan Susan. Jadi kau, tidak akan pernah...merasakan sakit di kepalamu lagi” tegas Eve sambil menyentuh bahu Zack.


Pria Iblis yang sedang kesakitan tersebut benar-benar merasakan terbebas dari rasa sakit. Saat ia merasakan rasa sakit, Zack kembali ke wujud Iblisnya untung saja, belum terlambat untuk ditolong. Karena bantuan Eve, Zack berubah menjadi wujud manusia seperti semula.


“Zack, aku juga memberimu penawaran seperti mereka. Apa kau bersedia mendengarkan penawaranku itu?” Eve sengaja membuat para Iblis yang menjadikannya target mendengarkan dengan tatapan waspada penuh.


“Aku bersedia” jawaban Zack, justru membuat tubuh Pria Iblis bernama Zack itu, semakin banyak mengeluarkan asap.


“Kita harus mencari cara lain untuk membangkitkan Lee Than Ming. Gadis itu sudah mendapatkan kepercayaan dari Zack. Aku masih tidak percaya Gadis kecil seperti itu dari mana dia mendapatkan kekuatan sebesar itu?!” bisik Susan pada Edghar.


Sang Pria Iblis bernama Edghar tersenyum sinis lalu mencoba mengarahkan kekuatannya kepada para manusia selain Eve. Eldert Diederick, Dante Benvenuto, Haruko Izanami dan Dimitri Afanas tiba-tiba mengalami kejang.


Seluruh kekuatan Edghar tidak akan ada pengaruh apa pun terhadap manusia! Eve mencoba menggunakan kemampuannya untuk menghalau kejahatan Edghar dan Susan. El, Dante, Haru dan Dimi tidak merasakan lagi hal menyakitkan di seluruh tubuh. Mereka bangkit dengan ekspresi kebingungan.


“Serang mereka!!” teriak Eve sambil mengarahkan senjata kepada dua Iblis di hadapan mereka semua. Armian memberi kode pada rekannya Riche, Anastasya dan Charlie untuk mengepung duo Iblis itu disisi lain.


Doooor!!


Doooor!!


Tembakan beruntun diarahkan pada duo Iblis, tanpa ampun. Meski kekuatan mereka tak lagi berpengaruh bagi para manusia, tapi kemampuan mereka menghilang lalu muncul di suatu tempat berbeda sungguh menyulitkan. Hisashi dan Amarru bangkit lalu mendekati Armian selaku komandan perang. Hisashi membisikkan sesuatu pada Armian yang langsung disetujui.


Setelah berbicara dengan Armian, Hisashi pun mendekati Eve yang berada di dekat Zack.


“Apa yang kalian rencanakan?” tanya Eve penasaran.


“Sesuatu yang bisa memancing mereka menampakkan diri Eve. Dan untuk itu aku membutuhkan bantuanmu dan Zack. Apa kau tidak keberatan?” tanya Hisashi menatap Zack meminta jawaban pasti.


“Apa itu?” Zack mulai penasaran maka mereka saling merapatkan diri untuk membicarakan misi rahasia mereka.

__ADS_1


Eve dan Dimitri saling menatap satu sama lain mereka saling mengedip memberi kode bahwa keduanya telah siap untuk beraksi.


“Kau yakin bisa mempercayai Iblis bernama Zack itu untuk keluar dari tempat ini? Bahkan dia tidak pernah sedikitpun pergi meninggalkan pulau inikan?” tanya Dimitri membuat perhatian seluruh manusia tertuju padanya. Haruko, Dante dan El saling memandang kebingungan kenapa tiada hari tenang ditempat ini? Pikir mereka.


“Kau tidak lihat siapa saja korban Edghar, Susan dan Dokter Allan? Apa perlu kita menambah korban lagi dengan membuat Zack kembali pada mereka? Ini cara terbaik untuk menyelamatkan hidup semua orang” jawab Eve sesantai mungkin.


“Zack itu berhubungan langsung dengan Susan dan Edghar. Jangan langsung mempercayainya seratus persen bisa jadi dia bekerja sama dengan Susan dan Edghar untuk menjebakmu!! Menjebak kita!!” Dimi semakin terlihat emosional.


“Dia berhak memilih ingin percaya pada siapa pun bahkan Iblis sekalipun. Ini urusanku, dengannya bukan urusan dia denganmu” kekeh Zack mengejek.


“Eve. Pikirkan baik-baik kita bisa keluar tanpa Iblis itu sekalipun. Aku merasa keputusanmu terlalu gegabah” Haruko mencoba menengahi.


“Tanpa Zack, kita tidak akan tahu bagaimana cara aman, keluar dari sini. Karena hanya Zack yang tahu pintu keluar dimensi ini ada dimana. Atau adakah salah satu dari kalian semua yang tahu di manakah letak pintu dimensinya?” tantang Eve membuat suasana semakin memanas saja.


Ceklek!!


Tiba-tiba Dimitri mengarahkan senjatanya kearah Zack dengan ekspresi ingin melenyapkan Pria Iblis tersebut. Tapi Eve menghadang Dimitri dengan berdiri, menghalangi pandangan Dimitri dari Zack.


“Bagaimana jika kalian berdua bergabung dengan kami?” pertanyaan tersebut terdengar jelas ketika tiba-tiba seluruh orang diam membeku kecuali Eve dan Zack.


Para manusia tidak benar-benar membeku mereka hanya berpura-pura membeku kata hati Eve sambil menyunggingkan senyuman pada Iblis yang menawarkan kerja sama padanya.


“Apa untungnya aku bergabung denganmu? Edghar?” tanya Eve sangat tenang.


“Dunia akan ada di genggamanmu, apa lagi yang lebih baik dari itu?” tawaran Susan nampak menggiurkan namun menjebak.


Dorrrr!!


Doooor!!


Letusan senjata menembaki Susan dan Edghar secara beruntun kali ini, mereka tidak siap untuk mengelak karena mereka berpikir, semua manusia disana sudah mereka bekukan untuk sementara.


WuuuuUuuUUsh!!


Taktik para manusia akhirnya berhasil. Mereka bersorak gembira dapat mengalahkan sang Iblis tertinggi.


“Jangan senang dulu. Diluar sana Allan sedang menyusun rencana penghancuran dan keluarga kalian dalam bahaya...” desis Zack mengingatkan.


“Segera pergi dari Pulau ini dan selamatkan mereka” kata Zack tulus. Semua manusia tersenyum bahagia tapi senyuman itu menghilang seketika.


“Bagaimana cara kami bisa keluar dari sini? Kami tidak memiliki kendaraan” kata Haruko bersedih hati. Zack memejamkan mata sebentar, begitu matanya terbuka, ponsel Riche, Armian dan Anastasya berbunyi.


“Hubungi orang yang dapat membantu kalian keluar dari sini” kata Zack, sambil tersenyum kecil.


“Bagaimana dengan mereka? Reporter dan Kameramen kita, mereka tidak mungkin pulang saat ini juga. Karena pasti disana ada Android yang menyamar sebagai mereka” Anastasya mengingatkan.


“Untuk sementara mereka semua akan tinggal denganku. Sambil menyusun rencana untuk mendapatkan posisi mereka kembali di dalam rumah mereka sendiri” sahut Hisashi tegas.


“Kau ikutlah denganku. Ayo kita temukan potongan masa lalumu yang hilang bersama” kata Dimitri berencana mengizinkan Zack ikut tinggal di rumahnya. Zack diam sejenak lalu menatap ke lantai.


“Apa kau menginginkan hal lain Zack?” pertanyaan Eve membuat Pria Iblis itu mendongak, menatapnya sendu.


“Akan lebih cepat jika aku ikut denganmu saja” kata Zack tak enak hati pada Dimitri tapi bagaimana lagi? Kata hatinya mengatakan bahwa Eve jauh bisa lebih membantu pencariannya itu.

__ADS_1


Akhirnya Reporter dan Kameramen yang tersisa, tinggal di rumah Hisashi. Mereka sangat senang dan bersyukur bisa melakukan kehidupan normal kembali seperti biasanya. Untuk sementara, mereka bisa menanggalkan ketegangan di jiwa mereka. Ini adalah masa tenang....sebelum badai dimulai.


__ADS_2