
Dredeg deg
"Ayo segera masuk saja, dan kita akhiri semua!!" seru Riche sambil bangkit berdiri.
"Siapkan diri kalian untuk perang besar..." desis Ferghus sebelum kemudian ikut bangkit berdiri.
"Perang?!" seru Semua yang mendengar kalimat perang. Beberapa terdengar sangat antusias penuh semangat siapa lagi jika bukan Kenatt, Riche, Armian dan Anastasya? Kemampuan mereka memang tiada yang meragukan. Sementara sisanya hanya bisa menatap ngeri dan menelan ludah.
"Aku tahu sebagian dari kalian tidak memiliki kemampuan bela diri. Tapi senjata yang dibuat Khusus oleh Armian paling tidak bisa sedikit membantu" kata Ferghus tak yakin. Mengingat...makhluk apa yang akan mereka hadapi.
Ia tak yakin, apakah senjata itu mampu menghentikan aksi lawannya nanti. Mereka berjalan beriringan ketika telah dekat dengan pintu, tiba-tiba keseribu pintu terbuka lebar menyebabkan telinga mereka berdenging sakit karena suara ke seribu pintu yang sangat memekakkan telinga siapa pun disitu. Ferghus berbalik melihat ke belakang. Ya, persis seperti apa yang telah ia lihat saat masih di lantai dasar puluhan tangga terhampar di hadapannya.
Ferghus menghela nafas panjang lalu masuk ke dalam pintu bergambar seorang kesatria mengenakan baju zirah menunggangi kuda sambil mengangkat pedang tinggi-tinggi. Adel berjalan menyusuri sepanjang deretan pintu dan berhenti di depan pintu bergambarkan dewi yang mengenakan gaun nan indah menjuntai panjang memenuhi sepanjang lantai sedang menuangkan air dari kendi yang sangat besar ke arah bola dunia.
Amarru lebih memilih pintu yang bergambar seorang dewa, yang mengangkat tinggi-tinggi tongkat ke atas langit hingga membuat jutaan kilatan petir di langit. Hisashi memilih pintu seorang pertapa yang duduk di atas teratai, di tengah-tengah luasnya danau.
Kenatt memilih pintu bergambarkan raksasa yang terbunuh di tangan Pangeran dengan pedang berlambangkan bintang terbenam tepat di atas perut buncit sang Raksasa.
Rulby memilih pintu berlambangkan burung Raja Wali yang menyebarkan biji-bijian tanaman ke bumi dari angkasa.
Armian, Riche dan Anastasya memilih sembarang pintu.
Mereka kini berada di pintu yang berbeda tapi memiliki pengalaman yang sama. Ruangan yang mereka semua masuki buntu!! Lalu sebuah kekuatan besar menggeret mereka ke belakang hingga terlontar keluar dari pintu dan menghantam lantai.
Aaaaaaaaa!!
Auch!! Pekik Armian, Riche dan Anastasya bersamaan.
Blam!!
Blam blam!!
Mereka terperanjat begitu mendengar sekaligus menyaksikan pintu yang mereka masuki tiba-tiba tertutup dengan sendirinya.
"Guys...kita dipermainkan, atau memang mereka memblokir jalan masuk kesana?" bisik Anastasya tak percaya.
"Kurasa mereka sedang menyandra kita bertiga" balas Armian kesal.
"Ayolah...masih ada banyak pintu yang terbuka kita tinggal mencari pintu yang cocok untuk kita masuki" balas Riche segera bangkit di ikuti Armian dan Anastasya. Mereka berlari ke arah pintu berbeda, baru sampai di ambang pintu, mereka kembali terlontar kini jauh lebih keras dari sebelumnya bahkan kini, seluruh pintunya menutup sendiri.
Ferghus berjalan menyusuri ruangan yang sangat luas ia bingung menentukan arah hingga ia hanya mampu mengandalkan kemanapun kakinya, melangkah. Derap langkah kaki Ferghus terhenti, ketika berpapasan dengan Kenatt, Adel, Rulby, Armian dan Hisashi.
"Jadi kita dikumpulkan disini rupanya" kata Kenatt berdecak kencang.
Grudug grudug...
Grudug grudug...
Kewaspadaan mereka langsung ditingkatkan!! Mata mereka terpaku pada sebuah dinding yang bergeser naik keatas memperlihatkan ruangan yang jauh berbeda. Mereka saling melirik satu sama lain berpikir akankah mereka masuk atau tidak? Tapi mereka tidak tahu jalan lain untuk keluar dari dalam sana.
"Hey, dimana Anastasya, Armian dan Riche?? Kenapa mereka lama sekali?!" tanya Kenatt yang sadar timnya menghilang begitu saja.
"Kurasa kita hanya akan bertemu kembali dengan mereka jika, dapat meringkus pemilik rumah terkutuk ini terlebih dahulu. Aku yakin, ini pasti kerjaan mereka, supaya kelompok kita terpecah belah" bisik Armian membuat Adel dan Rulby menegang.
Bagaimana jika mereka kembali terpecah? Dan pada akhirnya tidak ada yang selamat satu pun!!
"Kita harus segera masuk ke sana" kata Ferghus menggandeng Adel berjalan menuju ruangan lain bersama yang lainnya.
Brugh!! Suara benturan antara tanah dan dinding membuat mereka kembali senam jantung.
"Yuhhuuu...apa kita sedang di dalam situs purba kala? Banyak sekali patung berbentuk raksasa di sini" kata Rulby terkesan. Ia berpikir, jika Anastasya bersama mereka sekarang, ia akan menikmati tur mencekam kali ini.
Angin tiba-tiba berhembus entah berasal dari mana karena menurut penglihatan mereka, tidak ada lubang udara sama sekali di ruangan itu mana lagi, hembusan anginnya, membuat bau anyir menguar tajam menusuk hidung mereka.
Ueeeeek....
Tiba-tiba Adel dan Rulby merasakan mual, kepala mereka mendadak berdenyut hebat. Kenatt buru-buru mengambil sesuatu dari saku celananya. Ia mengambil sebotol minyak angin lalu menyodorkan ke pada para Gadis. Dengan senang hati mereka mengambil minyak angin dan mengoleskan ke hidung juga ke pelipis.
__ADS_1
"Aku yakin kalian juga membutuhkan ini" kata Rulby menyodorkan ke arah Kenatt. Tapi para laki-laki dan dua Pria itu menolak mereka memilih melanjutkan perjalanan.
"Kurasa patung-patung ini dibuat membentuk sebuah simbol sayangnya kita kehilangan pesawat mini. Jika ada benda itu, maka kita bisa tahu, simbol apa yang mereka buat.
"Kurasa itu ide yang bagus" sambut Hisashi yang tanpa permisi, mengangkat tubuh Ferghus keatas hingga Laki-laki itu terbang melayang setinggi mungkin.
"Kurasa kita membutuhkan Anastasya disini!!" pekik Ferghus mengamati simbol di bawahnya. Hisashi menurunkan Ferghus perlahan.
"Apa yang kau lihat?"
"Gambar labirin, dan...sesuatu yang tak kumengerti" balas Ferghus sambil menggaruk kepalanya.
"Katakan saja apa yang kau lihat" pekik Kenatt frustasi.
"Ada gambar seekor burung belibis berkepala tiga hidup dalam sangkar bersimbolkan penghancuran berada di atas sebuah kotak kaca yang di dalamnya ada seorang Gadis. Kotak kaca itu sepenuhnya bersimbolkan penghancuran. Ada...bara api di bagian bawah kotak kaca tersebut. Ini sangat membingungkan bukan? Apa hubungannya dengan labirin?" kata Ferghus penasaran.
"Kau salah mengartikannya Tuan. Itu bukan kotak kaca. Tapi itu cermin, aku yakin itu. Ada Gadis yang terperangkap di dalam ruangan penuh cermin. Aku pernah melihat lukisan seperti itu di dalam sebuah kotak, yang tak sengaja aku temukan di dekat kolam renangku. Aku baru sadar yang dimaksud bukanlah kotak kaca melainkan cermin ketika...aku pernah benar-benar terperangkap di kamar mandi berdindingkan cermin" sahut Rulby membuat semua orang tercengang.
Kretek kretek!!
Kretek kretek!!
Suara itu semakin membahana dan perhatian mereka tertuju pada puluhan patung raksasa yang membawa gada besar di atas bahu mereka. Ferghus penasaran kemudian berjalan ke arah patung-patung raksasa, lewat jalan tengah yang membuat semua orang kini diapit oleh patung-patung raksasa.
Mata Ferghus menangkap beberapa patung di bagian kirinya sementara Hisashi menatap ke arah patung sebelah kanannya. Mata mereka saling menatap satu sama lain merasakan ada keganjilan pada beberapa patung.
"Waspadalah semua. Sepertinya patung ini hidup..." bisikan Hisashi menggema ke seantero ruangan lalu untuk apa dia berbisik? Begitu menyadari posisi beberapa patung berputar ke arah mereka terlebih lagi, posisi gada yang seharusnya terletak di bahu kiri mereka, kini menjuntai di atas tanah!!
Kratak!! kratak!!
Bum bum!!
Kratakan dan debuman terdengar sangat nyaring hingga mendirikan bulu roma... Seluruh patung atau arca itu kini berbalik ke arah mereka, menyeringai lapar menatap mangsa mereka...
Apakah hidup mereka akan berakhir sampai disini? Semua patung berlarian menutup jalan para manusia hingga tak dapat sedikitpun celah. Mereka menahan nafas ketakutan ketika semua patung Raksasa mengarahkan gadanya ke hadapan mereka.
Adel, Ferghus, Kenatt, dan Rulby terbengong-bengong melihat secara tiba-tiba mereka terbang melayang di udara terselamatkan dari kepungan dan hantaman gada!! Ferghus langsung paham ini pasti dilakukan Hisashi siapa lagi? Ferghus menatap ke sekeliling ruangan dan menyadari bahwa sebenarnya ini bukan ratusan Arca melainkan ribuan!! Semua arca atau patung itu meninggalkan tempat mereka berpijak berupa ribuan candi-candi besar tentunya, untuk menyeimbangkan besar tubuh seluruh patungnya.
Ferghus tersenyum penuh teka-teki seketika ia mengangkat kedua telapak tangan sejajar dengan tubuhnya melihat apa yang dilakukan Ferghus apa pun itu, Hisashi dan Armian memutuskan untuk mendukung. Mereka menyalurkan kekuatan dengan cara menyodok punggung Ferghus dengan telapak tangan. Sementara itu, seolah mereka adalah Patung yang cerdas membentuk beberapa barisan, dan membuat formasi bertingkat-tingkat mengingatkan formasi pom-pom girl.
Satu persatu dari beberapa patung itu perlahan menaiki satu sama lain dengan tujuan menangkap semua manusia di atas langit-langit. Tanpa mereka sadari....sebuah Golem yang terbuat dari batuan candi-candi tempat mereka bernaung diciptakan seorang Ferghus Cloy.
Debum...
Debum debum...
Bunyi debuman Golem super besar mengalahkan besarnya tubuh seluruh Arca disana, seketika menyita perhatian keseribu Arca. Dan, pada debuman terakhir!! Arca bertingkat itu runtuh seketika akibat goyangan dahsyat dari Golem milik Ferghus.
"Satu langkah menguntungkan Boy," puji Adel menyadari ada banyak Arca di urutan paling dasar hancur karena ditimpa Arca yang awalnya ada tepat di atasnya. Sementara Arca-Arca yang meluncur jatuh ke bawah beberapa ada yang rusak parah. Ferghus hanya tersenyum simpul lalu memerintahkan Golem berlari ke arah ribuan Arca lalu melompat hingga menimpa semua Arca tanpa sisa.
"Apa kau yakin, mereka tidak akan terbangkitkan lagi?" tanya Rulby cemas. Ferghus menaikkan kedua bahu tanda tak yakin. Golem itu tiba-tiba duduk menduduki separuh Arca yang tergencet lalu berdiri berbalik menghadap tumpukan Arca dengan posisi memasang kuda-kuda siap bertarung kembali.
1
2
3
4
5
Klotak klotak
Zruuuut.....
Kratak kratak
__ADS_1
Zruuuut
Ups!! Ke khawatiran Rulby terjawab sudah. Gadis itu memekik ketakutan sambil bersembunyi di balik punggung Adel yang terbengong-bengong melihat pertahanan luar biasa dari ratusan patung tersebut. Mereka yang hidup adalah kelompok yang justru berada pada urutan paling bawah!! Ratusan benda mengerikan itu bergerak mencoba keluar, menggeliat dari dalam tumpukan Arca lainnya.
Mereka melompat ke arah golem!! Tapi dengan mudah, Golem ciptaan Ferghus menghantam kelompok Arca yang melompat dari arah kiri dengan kepalan tangan kanan. Lalu menangkis kelompok Arca dari sebelah kanan, dengan kaki sebelah kiri sungguh lompatan mengagumkan. Semua Arca penyerang terus di tangkis dan di tendang sangat mudah oleh Golem, hingga mereka menciptakan ratusan bunyi berdebuman akibat membentur dinding-dinding, juga tanah.
Kratak kratak
Zruuuuk zreeet....
Mata Adel kini tertuju pada puluhan pasukan yang ternyata diam-diam mengamati pertarungan antara rekannya dan Golem dari celah-celah bebatuan yang remuk redam. Begitu rekannya di musnahkan, maka muncullah mereka!!
Bum!!
Bum!!
Bum!!
Mereka berloncatan dari puncak serpihan batu menatap dingin pada Golem. Gada yang mereka miliki, kini dirambati banyak lumut hijau.
"Berarti ada ruangan lain di bawah sana rupanya..." tebak Kenatt mulai mengamati. Setahu Kenatt, seluruh Arca yang berada di ruangan ini, sama sekali tak ditumbuhi lumut tapi lihatlah puluhan patung yang berdiri tegap menghadang Golem ciptaan Ferghus!! Mereka ditumbuhi lumut.
"Apa kau masih mampu untuk melawan para patung itu? Ferghus?" tanya Adel yang melihat pelipis Ferghus dipenuhi peluh.
"Ya, aku tidak melawan mereka sendirian tapi bertiga" jawab Ferghus berkonsentrasi penuh pada puluhan Patung yang hanya diam menatap Golem tersebut.
Ugh!!
Kyaaaaaaaaa!!
Erang Adel ketika gada besar dilemparkan secara tiba-tiba oleh salah satu patung yang berada di bagian tengah kerumunan puluhan Patung, yang sukses menghantam telak kedua paha Adel hingga Gadis itu kehilangan keseimbangan dan terjun ke bawah bagaikan pesawat oleng yang terjun meluncur ke bawah.
Melihat serangan dadakan dari salah satu patung mengenai Adel hingga Gadis itu terjatuh dan sukses di tangkap tangan kanan Golem. Golem tersebut dengan sangat hati-hati meletakkan Adel ke atas puncak kepalanya.
Tanpa diminta, Ferghus menciptakan sebuah bongkahan batu kecil di atas puncak kepala Golem berbentuk seperti tapal kuda agar Gadis itu dapat dengan kokoh berpegangan erat di atas sana.
"Kau baik-baik saja?!" seru Ferghus
"Tidak terlalu buruk. Setidaknya aku masih bisa hidup sampai detik ini. Terima kasih" jawab Adel setengah berteriak karena menahan sakit di antara paha dan lututnya.
Ketika Gadis incaran patung itu berpindah posisi, maka beberapa patung mengikuti jejak patung sebelumnya. Mereka melemparkan belasan gada besar ke arah Adel dan kawan-kawan. Tapi Golem terlalu kuat untuk mereka rupanya.
Dengan tangkisan telapak tangan Golem yang tentu jauh lebih besar, gada yang menyerang Ferghus dan yang lainnya justru kini terlempar mengarah pada pemiliknya saking kuatnya hantaman itu mampu menghancurkan puluhan patung tanpa ampun.
Sementara tangan Golem lainnya, menghadang puluhan gada yang diarahkan pada Adel. Setelah tergenggam oleh Golem, puluhan gada itu di jatuhkan dari atas ke arah sisa dari pasukan patung maka datanglah hujan gada yang menghancurkan sang empunya.
Yeeeeeeeyyyyy!!
Sorak sorai mereka lega mengakhiri pertarungan tak sebanding tersebut.
Kretek kretek!!
Bragh!!
Tinggal tersisa satu patung yang muncul dari balik reruntuhan batu menyeringai lebar menatap tajam ke arah Ferghus!!
Krataaaaaaak
Trak traaaaak
Apa yang terjadi? Apa dia akan binasa seperti patung lainnya? Karena terlihat patung tersebut memiliki retakan yang semakin lama, semakin panjang dan lebar. Ketika patung itu benar-benar hancur lebur, sosok lain berdiri!!
"Sang pengendali patung di dalam patung? Itu bukan hal yang baru" gerutu Ferghus mulai muak. Sosok manusia seperti mereka menggunakan tudung keemasan dalam balutan jubah panjang, sepanjang lantai berdiri tegap di hadapan mereka.
"Penyihir?" kernyit Kenatt merasa ini seperti mimpi saja. Ya, semua yang ada di sana seolah hanya imajinasinya saja tapi terlihat cukup nyata melihat apa yang terjadi pada Armian juga Adel. Gadis bernama Adel menahan nafas kaget saat menyadari tubuhnya terbang mundur mendekat ke arah kawanannya.
Berhubung sang penyihir telah memulai pertarungan memerangi Ferghus Cloy. Sang penyihir mengangkat kedua tangannya, menjentikkan kedua jari mungilnya, lalu mengarahkan pada tubuh Golem!! Seketika kaki Golem penuh asap hingga lumer!!
__ADS_1