
Dimitri sedang mengatakan kebenaran, Eve tahu benar itu karena dirinya sendirilah yang mengalami. Tapi..., entah kenapa ekspresi Zilky terlihat seperti ekspresi orang yang sedang butuh pertolongan. Ini sangatlah konyol bahkan jika Dimitri mendengar langsung soal pemikiran Eve ini, sudah dapat dipastikan Dimi akan mengatainya gila.
“Ekspresi terakhirnya terlihat sangat menyakitkan. Aku hanya...”suara Eve tertahan seketika, saat Dimitri akan mulai merespons tapi tangan seseorang menepuk punggung Dimi.
“Tolong fokuslah soal bagaimana cara kita bisa keluar dari Teater ini. Perdebatan apa pun, tidak akan membuat kita keluar dari sini” tegur Ferghus Cloy sambil menatap teduh Eve.
“Seluruh manekin telah binasa oleh Zack sekarang kita harus bagaimana?” Bianca Concetta mengingat masalah utama mereka sekarang.
“Meskipun manekin masih ada, tidak akan mengubah kenyataan jika kekuatan kita lebih kecil dari musuh” kata Eldert Diederick dengan suara lebih nyaring sebagai tanda ia telah melihat mata-mata di suatu tempat. Eve menyadari kode dari El, karena telah disepakati oleh seluruh rekannya sebagai kode rahasia.
“Ini energi yang mirip dengan Lee Than Ming” desis Hisashi dan Amarru bersamaan. Eve tergerak begitu menyadari siapa yang dimaksud oleh kedua orang itu. Dia adalah Presiden Direktur Mr, Edghar Galliel.
Semua manusia di dalam pulau ini akan kebal dengan sihir perusak otak Mr.Edghar Galliel...Eve mulai membatin demi keselamatan seluruh rekan dan orang-orang yang rela menempuh bahaya demi menyelamatkan mereka. El menghela nafas lega, melihat Iblis bernama Edghar menghilang entah kemana.
Zack duduk termenung menatap keindahan pulau di luar Teater. Memikirkan kejadian tak terduga saat ia bersama Eve dan Hisashi. Zack lengah terhadap apa pun di sekitarnya. Terbukti, ia tak merespons energi asing, yang merupakan energi milik Edghar Galliel didampingi sosok Iblis Wanita.
Edghar kini telah memulai serangan psikis terhadap Zack. Ia mengeluarkan sedikit energi yang bagi manusia biasa, bisa berakibat kematian dalam dua detik serangan saja. Tiba-tiba Edghar merasakan serangan listrik yang dahsyat setelah mengarahkan sedikit kekuatannya pada Zack!!
“Tidak biasanya kau seceroboh ini Ed?” tegur Susan menaikkan alis keheranan. Ada apa dengan Iblis satu ini? biasanya dia beraksi dengan keren.
“Ini bukan yang pertama tapi kenapa kali ini aku gagal?” desis Edghar tak percaya kenyataan yang menimpanya.
Edghar tak mau menyerah begitu saja karena harga dirinya akan jatuh dimata Wanita Iblis disampingnya. Edghar kini menghimpun lebih banyak lagi kekuatan untuk mempengaruhi psikis Zack. Malangnya, dia malah terlempar jauh hingga tercebur ke dalam air.
Spontan Zack berbalik badan, mencari sumber suara. Sebelum Zack sempat melihat, sang Iblis Wanita kabur duluan. Zack berlari menuju ke pusat sumber suara. Melongok ke dalam air, tapi tidak ada siapa pun disana. Sebenarnya, Susan memungut Edghar yang sekujur tubuhnya masih terasa kaku akibat tersengat aliran listrik sangat kuat lalu memilih pulang ke R-Nav TV.
“Apa hanya perasaanku saja? Jelas-jelas tadi ada sesuatu yang masuk ke dalam sana” gumam Zack linglung. Pria Iblis tersebut diam terpaku melihat ada bayangan di dalam air. Ia menatap lekat bayangan dirinya sendiri keheranan.
“Hey, dimana asap yang mengepul di tanganku?” kini Zack melihat kearah kedua telapak tangannya sambil bergumam.
“Apa...Eve penyebab asap ini menghilang?” kini Zack berbicara pada bayangannya sendiri.
NgiIIIIIiiiiiiiNNNng!!
Telinga Zack tiba-tiba berdenging cukup menyakitkan. Sang Pria Iblis memekik kesakitan merasakan siksaan yang cukup lama itu. Ia mendongak ke langit lalu berteriak sekencang mungkin.
Eve dan seluruh manusia di dalam Teater terperanjat kaget mendengar lolongan panjang dari Zack.
“Zilky?” tanpa sengaja Eve justru memanggil Zack tepat ke hadapannya.
Brugh!!
Zack muncul dari langit-langit Teater dan jatuh begitu saja ke lantai. Sang Pria Iblis kembali berteriak membuat gelombang suaranya berdampak pada udara di sekitar para manusia. Maka, para manusia terseret hingga membentur apa pun di belakang mereka!
Eve merasa, jika tidak bertindak sekarang maka Zilky akan membuat kehancuran lebih besar lagi di dalam Teater. Ia tidak memedulikan tubuhnya yang terasa nyeri bahkan Wanita tersebut justru berlari mendekati Zack.
“Eve!!” Dimi dibuatnya panik. Tak peduli teriakan siapa pun itu, Eve tetap semakin mendekati Zack. Ia menatap lekat, sang Pria Iblis terus meremas dadanya seolah ada sesuatu di dalam sana yang menyakitinya. Sebuah kekuatan justru menyeretnya menjauh dari Zack, mendekatkan Gadis tersebut pada seluruh rekannya.
Jangan mencoba mendekatiku tanpa izinku!! Geram Zack pada Eve tanpa diketahui seluruh rekannya di sana.
__ADS_1
Kau terus membuntutiku ingat? Sekarang kau ingin menjauhiku? Kau tidak ingin membangkitkan Marthen Mathias? Pertanyaan Eve hanya dijawab sebuah dengusan tanpa kata.
“Apa kau ingin mengantarkan nyawa padanya?!” bentak Emiel Huibert sambil memukul keras lengan Eve.
“Dia tidak akan melukaiku. Tidak sampai, tujuannya tercapai” bisik Eve sangat tenang. Hisashi berjalan mendekati Eve lalu berjongkok di hadapan Gadis itu.
“Kau membuatnya sedikit demi sedikit mengingat masa lalunya. Itu kenapa Zack menghalangimu untuk menghapus jarak diantara kalian berdua. Dia ingin tetap fokus pada tujuannya sebagai Iblis” kata Hisashi membuat Eve menatap lekat wajahnya.
“Apa yang harus ku lakukan Hisashi? Bukankah mengulur waktu Zack dengan membuatnya mengingat masa lalu akan memudahkan kita semua untuk menggagalkan rencananya?” tanpa berpikir panjang Eve mengungkapkan tujuan ia mendekati Zack.
“Zack sama halnya dengan Suami Istri gila. Mereka semua dipimpin langsung oleh satu Iblis. Edghar Galliel.” Hisashi berusaha mengatakan mereka, ketiga Iblis tersebut, juga korban dari pengaruh jahat Edghar.
“Terpengaruh? Apa maksudmu? Bukankah mereka punya tujuan masing-masing?” Aditi ikut bertanya.
“Mereka awalnya adalah ruh orang mati. Mereka semua memiliki urusan di dunia yang belum terselesaikan. Masalahnya, tidak semua ruh dapat menyelesaikan urusan didunia sampai akhir"
"Mereka yang sampai tiga tahun belum juga mengetahui urusan apa yang membuat mereka terjebak di dunia ini, perlahan akan menjadi jahat dan haus akan darah.” Hisashi menjelaskan secara rinci.
“Celakanya, kebingungan dan kekosongan jiwa mereka, dapat dimanfaatkan oleh para Iblis tingkat atas seperti Edghar Galliel. Kalian sudah tahu jika sang Iblis tersebut mampu memblokir ingatan, mengubah ingatan, bahkan merusak otak bukan?"
"Kemampuannya tidak hanya dapat digunakan kepada manusia saja tapi juga berlaku pada ruh baru mati” Amarru menambahi informasi yang spontan membuat bulu kuduk semua manusia disana meremang.
“Sekuat itukah dirinya?” tanya Eve mencoba menguasai rasa takut dalam dirinya.
“Tapi Zack cukup beruntung. Aku merasa energimu membentengi Zack dari serangan Iblis lain” kata Hisashi yang langsung di respons oleh Zack.
“Zack...,apa mereka mengkhianatimu sebagai sekutu?” pertanyaan ini hanya dibalas dengan tatapan dingin dari lawan bicara.
“Apa kau, masih mau berpihak pada pengkhianat seperti mereka? Menikam dari belakang apa bisa di sebut sekutu?” lagi-lagi Eve mencoba mengusik Zack. Sang Pria Iblis tidak ingin terpengaruh oleh para manusia maka ia memutuskan untuk pergi. Tapi ia tak berpindah tempat sama sekali. Zack mulai panik ketika asap kembali menguar dari tubuhnya.
“Rupanya kau berusaha untuk mengabaikan kepingan ingatanmu di masa hidup. Dengar Zack. Kau, belum sepenuhnya bebas dari pengaruh Edghar yang telah memblokir ingatanmu"
"Dia juga mengubah ingatanmu yang sesungguhnya menjadi ingatan palsu. Apa kau tidak ingin mengembalikan ingatanmu untuk menyelesaikan urusanmu di dunia?” Hisashi tegas mengungkapkan kebenaran tentang Zack yang ia terawang.
Sang Pria Iblis berlari melesat mendekatkan diri pada Hisashi, menatap lekat setiap gurat wajah sang biksu mencari tahu adakah sedikit saja kebohongan dari manusia itu? Tapi Zack hanya mengendus kebenaran. Zack mencoba menggunakan kekuatannya untuk menutup kembali portal dimensi sebagai pintu keluar masuk tapi energinya mulai melemah.
“Kau harus berdamai dengan kenyataan. Jangan menolak yang sudah seharusnya kau ketahui. Kau takut jika melemah karena hal itu bukan?” kata Hisashi dengan nada prihatin.
“Bagaimana jika ada masalah yang harus kau pecahkan? Atau orang di masa lalumu sedang dalam masalah?” tambah Hisashi menatap hangat Zack.
“Zack. Hisashi sedang membicarakan alasan asap itu selalu datang padamu. Dan alasan asap itu ada pasti, hanya diantara kedua hal itu” sambung Amarru. Zack menunduk menimbang setiap ucapan Amarru dan Hisashi.
Di Stasiun R-Nav TV, Dokter Allan menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya. Bagaimana bisa, Iblis sekelas Edghar sampai lumpuh total hanya karena menyerang Iblis yang kelasnya lebih rendah darinya?
“Kau bisa membuatnya pulih lebih cepat bukan? Ya ampun, bahkan kami belum memulai apa pun dia sudah tak berdaya seperti ini” keluh Susan.
Edghar tak dapat berbuat apa pun untuk menyumpal mulut sang Wanita Iblis karena kini bicara pun dia kesulitan. Dokter Allan segera memfokuskan diri menghimpun energinya untuk penyembuhan sang Iblis.
“Dimana rimbanya Iblis yang katanya terkuat itu hmm? Kenapa dengan mudah dikalahkan Iblis rendahan seperti Zack?” kelakar Dokter Allan setelah berhasil menyembuhkan Edghar. Mendadak Edghar menyerang Allan dengan bola saljunya tapi sang setengah Iblis itu mampu menghindari.
__ADS_1
“Gunakan saja kekuatanmu untuk menaklukkan si manusia spesial Edghar!!” pekik Susan kesal.
“Sepertinya sudah lama aku tidak menggunakan seluruh kekuatanku. Karena hal itulah aku mulai melemah” kekeh Edghar tanpa dosa.
“Apa kau ingin lari dari kenyataan Mr.Edghar yang terhormat? Di dalam sana aku merasakan suatu kekuatan asing sedang melindungi Iblis itu. Jelas bukan si manusia suci karena kita dapat segera mengetahui energinya.” Kata Susan mengibaskan tangannya kearah jendela maka jendela tersebut pecah berkeping-keping tanpa sisa.
“Maksudmu ada manusia berkekuatan lain yang ada di dalam sana? Berarti...manusia itu,” potong Edghar mengepalkan tangan.
“Si manusia spesial” tandas Dokter Allan memicingkan mata tak percaya. Ketiganya saling memandang satu sama lain, lalu tertawa keji.
Zack segera beralih menuju Eve menatapnya tajam. Dimitri terus berada disisi Eve untuk mengantisipasi apa yang akan di perbuat Zack terhadap rekannya ini.
“Kau bilang barusan terdapat energi Gadis ini di tubuhku Hisashi?” desis Zack menatap semakin tajam kedua mata Eve. Hisashi dan Amarru saling memandang kini mereka tahu kemana arah pertanyaan sang Iblis tersebut. Artinya, para Iblis diluar sana pasti juga sudah tahu energi milik Eve ini!!
“Kenapa kau menyelamatkanku? Kau, sudah mengacaukan segala rencanaku! Dengan begini Edghar, Susan dan Allan akan juga menginginkanmu!” teriak Zack membuat gelombang suara yang mampu menciptakan gemuruh di Teater layaknya gemuruh gempa bumi sebesar 7 Skala Richter.
“Aku bisa mengalahkan Jacob dan Marsha bahkan kali ini aku menjinakkan Iblis nakal sepertimu Zack, dan....jangan lupa akan satu hal. Berkat kau, berteman dengan rasa takut sudah menjadi makanan sehari-hariku” jawab Eve enteng.
“Dia lebih kuat dari yang kau bayangkan. Jika mereka bersatu aku pun tidak bisa melawan. Sementara!! Aku membutuhkanmu untuk tahu siapa aku sebenarnya!!” teriak Zack membuat sebagian bangunan tua Teater hancur karena roboh.
“Zack. Tenangkan dirimu. Sebelum mereka merebutku darimu mungkin aku bisa mati duluan karena tertimpa reruntuhan Teater tua ini. Apa itu yang kau mau? Kunci masa lalumu adalah aku!!” kini Eve semakin berani melawan Zack. Maka sang Iblis berusaha keras meredam emosinya tapi dia kesulitan.
Energi Zack tak beraturan menyebabkan ketidak seimbangan.
“Mereka akan kembali”
“Kau sudah mengunci pintu dimensinya bahkan kami menunggu lama untuk bisa menerobos masuk ke dalam sini” jawab Adeline Minna mengerutkan kening.
“Edghar lebih kuat dariku tentu saja akan dengan mudah dirinya menghancurkan pintu dimensi” desis Zack mulai cemas.
Tidak...sudah lama dia menunggu saat ia mendapatkan Eve untuk mengungkap jati dirinya di dunia tapi kenapa selalu ada rintangan? Padahal dengan tangan manusia bernama Evelina Dushenka, ia tak perlu turun tangan untuk melenyapkan Jacob dan Marsha. Tapi karena kekuatan sialan itu jugalah, akhirnya Zack mendapatkan musuh tiga sekaligus!
Tiba-tiba terdengar pekikan terkejut dari belakang membuat Zack dan yang lainnya menyorot sumber suara. Hannalie Jemma menunjuk ke arah Harry Normand, Darius Crawford dan Aditi Aishwarya sosok manusia mereka kini berubah, telah kembali ke wujud semula sebagai manekin lilin.
Mereka bingung sekaligus ketakutan meneriakkan kata panas di setiap jeritan histeris ketiganya.
“Adu kekuatan telah dimulai. Ini kekuatan milik Dokter Allan. Apa diapun berhasil menembus tempat ini?!” marah Zack murka.
“Dokter Allan memiliki kekuatan? Sebenarnya siapa dia? Aku tahu dia adalah penerus organisasi Hampho yang menjual organ dalam anak-anak. Tapi...,kenapa dia terlibat ke dalam urusan para Iblis?” Tanya Valdemar Conrad serius.
“Kau yang akan menjelaskan atau aku?” Zack melirik pada Hisashi.
“Kau yang lebih memahami mereka bertiga” jawaban tegas dari Hisashi.
“Karena Dokter Allan bukan hanya setengah Iblis biasa yang merasa cukup memiliki organisasi Hampho. Kalian pikir kenapa organisasi tersebut baru dapat tersorot dunia setelah bertahun-tahun berdiri?"
" Itu karena organisasi tersebut didukung oleh seseorang yang pangkatnya tinggi di dalam dunia manusia sekaligus dukungan Dewa Iblis Lee Than Ming. Bahkan dia sekarang berencana menjadi Iblis seutuhnya. Pikirkan saja bagaimana nasib kalian kali ini jika hanya dengan setengah Iblis saja kalian sanggup di bantai?"
"Sebab, Dokter Allan adalah Mr.X-Bond. Si setengah Iblis yang membunuh rekan kalian disini, sekaligus rekan kalian yang menjalani tes Psikologi karena gagal” Zack membuat semua Reporter dan Kameramen gemetaran ketakutan. Bahkan mereka kompak melihat ke arah jam yang masih tersemat kuat di pergelangan tangan, setelah melihat lelehnya tiga manekin lilin di depan mata.
__ADS_1