Jangan Lupa Tidur

Jangan Lupa Tidur
Episode 14


__ADS_3

Hmmmmmmmh!!


Pekikan Riche masih terdengar meski sudah teredam oleh sapu tangan Adel. Anastasya langsung mengambil alih Riche untuk di beri pertolongan. Oh ya ampu...kulit bahu Riche terlepas dari tempatnya!! Hingga siapa pun yang menatap bahu kiri Riche, mereka hanya mendapatkan sedikit daging berwarna merah keputihan, yang membalut tulang bahu Riche. Serangan lendir berhamburan tanpa ada peringatan.


Ceprat!!


Ceprat!!


Croooooth!!


Euuuh, bunyinya saja sangat menjijikkan, mereka langsung mendapat serangan dari makhluk melata di atas langit-langit atap. Mereka menghindar sebisa mungkin. Sial!! Makhluk itu tahu siapa, yang paling lemah saat ini Riche dan Anastasya!! Makhluk tersebut melata menghampiri dimana Riche dan Anastasya berada.


Tanpa pikir panjang, Adel membuka kipas ajaib miliknya lalu mengibas sekaligus melempar kipas ke arah makhluk itu.


Slaaaaaaaash!!


Binggo!! Adel berhasil menebas ekor makhluk melata. Kipas itu benar-benar kembali pada pemiliknya. Adel meringis melihat darah hitam legam yang melumuri kipasnya. Karena ekornya terputus, si makhluk tidak jelas wujudnya itu, kemudian terjatuh di atas lantai dengan tubuh terbalik. Adel merasa ada kesempatan!! Ia kembali melemparkan kipas tepat di leher hingga kepala cecak terlepas dari tempatnya.


Bantuan Adel sangat berarti bagi Riche dan Anastasya setelah Gadis itu berhasil membalut luka di bahu Riche dengan perban, ia dan Riche langsung berlari kerah kelompok mereka.


Sret


Srreeet


"Kurasa kau membuat kesalahan Adel..." siul Armian melihat apa yang terjadi pada sang Makhluk tersebut. Seketika Adel merasa sangat bersalah membuat masalah malah semakin membesar. Ekor makhluk itu, menumbuhkan daging-daging baru...kepala makhluk itu, juga kembali menumbuhkan daging baru bahkan, tubuh cecak yang terpotong, kembali menumbuhkan kepala dan ekor sendiri!!


"Im so sorry...guys..." kata Adel bersiap-siap untuk serangan selanjutnya.


"Jadi, kita akan kemana?" tanya Hisashi pada Ferghus. Sambil melangkah mundur bersama kelompoknya menuju tengah persimpangan.


"Golem!!" otak Ferghus langsung mendapatkan tujuannya.


"Go go go!!" teriak Ferghus sambil berlari kearah persimpangan sebelah kiri tempat golem berada...


"Apa matamu baik-baik saja?" tanya Ferghus menepuk bahu Armian ketika mereka telah terkepung!! Golem di depan mereka, makhluk menyerupai cecak di belakang mereka.


"Kurasa lebih baik"


"Kau yang gunakan benda itu, atau aku?" tawar Ferghus menunjuk Glassmate.


"Gunakan semaumu" balas Armian yang enggan menggunakan kembali benda ciptaannya. Dengan senang hati, Ferghus mengambil Glassmate dan menggunakannya.


"Sejak kapan cecak memiliki jantung?” gumam Ferghus menatap makhluk jelek di belakangnya. Sementara ia kini menoleh ke arah Golem. Hmmm, benar-benar seperti game rupanya. Golem hanya akan bereaksi, ketika ada objek yang dianggap musuh mendekat.


"Kita harus memancing cecak jorok itu menuju Golem" komando Ferghus yang langsung beringsut, menembus kabut berasap diikuti kawanannya. Mereka sengaja menggiring ke tiga cecak sialan menuju ke arah Golem. Bagus...makhluk yang dipikir Adel cerdas ternyata hanya punya insting. Makhluk itu ikut menembus kabut berasap.


Wing!!


Semua mata menuju kearah Golem!!


Deg!!


Dredeg!!


Deg!!


Mereka seolah diam membeku menatap ke depan dan ke belakang.


Bang!!


Bang bang!!


Bang!!


Suara debuman kaki Golem melangkah cepat ke arah mereka. Saat ketiga Cecak mulai beraksi ingin melontarkan cairan hijau menjijikkan ke arah mereka, kelompok cerdas tersebut memecah diri berlari ke kanan dan kekiri.


Crooooooth!!


Ceprat!!


Cairan gempal itu mengenai bagian kedua kaki Golem!! Mereka menatap lekat pada dua kaki Golem yang kini mulai mengeluarkan asap hitam dan merontokkan kedua kaki si Golem!! Mereka memilih untuk diam. Rencana Ferghus berhasil!!


Tiga cecak itu melawan Golem ada yang melompat ke arah kepala, ada yang melompat ke arah tubuh, juga ada yang hanya diam dan melenyapkan kedua tangan Golem!! Mereka saling menyemburkan cairan kental hijau itu hingga Golem tak bersisa.


"Arahkan senjata pada jantung!!" teriak Ferghus yang kini akan melawan cecak pertama dibantu Armian dan Riche. Ferghus mengayunkan sekaligus melayangkan Katana kearah punggung cecak, sementara Armian dan Riche bertugas mengacaukan konsentrasi Cecak.


Jleeeeeeb!!


Kikkkkkkk


Pekik cecak itu ketika Katana milik Ferghus, mengenai tepat, ke jantung cecak!!

__ADS_1


Bluuuuuph!!


Blaaaaar!!


"Aaaaaargh!! Kenapa mereka selalu mengeluarkan bau busuk saat hidup maupun mati!!" oceh Armian jengkel melihat seluruh tubuhnya di penuhi darah hitam cecak mati meledak.


Cecak kedua, dihadapi Adel, Rulby dan Kenatt. Mereka kini terpojok. Ketika cecak jelek tersebut mulai membuat gelembung pada lehernya, buru-buru Kenatt menembak dengan senjata Sniper L WRC SABR berlaraskan 12 inci.


Crrrrrrrrrssshhhhhh


Cairan hijau itu segera mengucur merembes dari leher si cecak buruk rupa. Seketika dengan berani Adel dibantu Anastasya yang dengan ikhlas, memberikan punggungnya untuk di injak Adel. Gadis bernama Adel langsung melompat naik ke atas, melebarkan kipasnya dan melemparkan tepat ke punggung cecak hingga tepat menembus jantungnya!!


Bluuuup Blarrrrrr!!


Suara ledakan cecak yang dilawan Adel bergema cukup keras bersamaan dengan ledakan cecak ketiga. Adel terlontar hingga menubruk dinding lorong, membuat Gadis itu merosot ke bawah tak sadarkan diri.


"Adel!!" pekik Ferghus dan semua kelompoknya.


Mereka semua hendak berlari ke arah Adel tapi sebuah kekuatan berasal dari Hisashi membuat mereka tertahan, kecuali Ferghus Cloy yang ternyata telah berlari diluar jangkauan Hisashi.


"Berhenti!!" pekik Hisashi waspada. Ferghus telah menggapai tubuh Adel dan mengangkat Gadis tersebut, tiba-tiba ada sebuah bayangan hitam yang semula hanya sebesar kucing, kini bertambah besar dan makin bertambah besar!! Ferghus menatap waspada pada apa pun itu yang tepat berada di belakangnya.


Laki-laki itu segera berbalik dan menatap benda mati yang kini kembali berdiri kokoh. Ya, memang ketika Hisashi dan kawan-kawan melihat, terdapat sekumpulan tanah bergeser, bertumpuk, lalu memadat menjadi sebentuk Golem raksasa kembali.


"Hnggggh" lirih Adel baru sadar dari pingsannya.


"Selamat datang kembali Putri tidur, diam...dan jangan bergerak" kata Ferghus dengan wajah menegang. Untung Golem belum diaktifkan. Tanpa pikir panjang, Ferghus berlari menggotong Adel ke arah kawanannya.


WiiiiiiiiNNnnnnngG!!


Deg!! Ferghus kini berada di tengah antara Golem dan kelompoknya!!


Bang!!


Bang!!


Bang!!


"Sial!! Aku belum mau mati!!" pekik Ferghus masih terus berlari. Hisashi melepaskan kekuatan penghalang lalu bergerak bersamaan dengan Amarru merentangkan dan menggeserkan kaki kanan ke lantai hingga berdecit...menumpukan beban pada kedua lutut, menjulurkan kedua tangan dengan gerakan menyerong, lalu melompat dan berputar seperti sebuah gasing, begitu mendarat ke tanah, tangan kanan Hisashi dan Amarru mampu meretakkan lantai, hingga terbelah!!


Guncangan tersebut membuat Golem terdesak mundur ke belakang. Amarru segera bangkit menyilangkan kedua kakinya, lalu menyentakkan kedua tangannya yang terulur ke depan tepat searah dengan Ferghus, dan Adel dalam gendongan Pria itu.


Tubuh Ferghus mendadak terasa sangatlah ringan ternyata ia terangkat melayang lalu diarahkan menuju kelompok mereka berdiri. Saat Ferghus sudah menginjakkan kaki di atas lantai, buru-buru diturunkannya Adel hingga berdiri tegak.


Serangan sinar laser muncul dari kedua mata Golem. Hisashi segera menyilangkan kedua tangannya dari bawah keatas dengan sigap, sehingga semua lantai di hadapan Hisashi beterbangan menjadi sebuah tameng.


"Kau yang paling tahu bagaimana cara mengendalikan Golem bukan?!" Seru Hisashi menoleh sesekali ke arah Ferghus.


"Tapi itu hanya dalam game"


"Anggap saja ini game" kata Amarru yang tiba-tiba mengusapkan telapak tangan kanannya kearah wajah Ferghus sekaligus menusuk ulu hati Ferghus dengan ujung jari tangan kiri Amarru.


"Kau bayangkan Golem macam apa yang ingin kau ciptakan sekarang" kata Amarru menekankan kalimat sekarang, pada Ferghus. Pria itu setengah tak percaya mendapatkan instruksi aneh macam itu. Apa gunanya membayangkan menciptakan sebuah Golem? Apa itu akan membantu?


"Nyawa kami dalam genggamanmu!! Konsentrasi dan bayangkan cepat!!" pekik Hisashi yang mulai merasa kewalahan terhadap serangan Golem raksasa di hadapannya, hingga ia terdorong mundur seketika.


Ferghus memejamkan mata lalu membayangkan sebuah golem raksasa terbuat dari berton-ton besi.


Kratak!!


Kratak!!


Sreeeek!!


Blaaaaaarrrrrr!!


Ferghus tersentak mendengar suara dahsyat di hadapannya!! Matanya membelalak selebar mungkin mendapati proses terjadinya golem besi miliknya dalam sekejap.


Golem, adalah media yang dapat dijadikan senjata bagi para penyihir. Itulah sebabnya kenapa Ferghus Cloy, heran melihat Golem muncul di hadapannya. Golem bisa dibuat dengan tanah maupun besi. Bentuk golem mirip seperti boneka salju dan kalian pasti tahu...setiap boneka bergerak, pasti ada yang mengontrolnya.


Kehebatan Golem adalah, dia dapat dikontrol dari jarak jauh maupun dekat. Untuk mengalahkan Golem, kau...harus...melumpuhkan atau membunuh...orang yang mengontrolnya.


Mendadak semua besi yang terdapat di dalam ruangan tersebut terbang melayang berkumpul menjadi satu dan Golem terbentuk begitu saja. Ferghus terdiam sejenak ia menggaruk-garuk kepalanya merasa ini tidak masuk akal. Amarru yang entah sejak kapan berada di belakang Ferghus memukulkan kedua telapak tangannya ke arah punggung Ferghus sambil mengucapkan mantra.


Ferghus menggenggam kedua tangannya erat-erat seketika Golem ciptaan Ferghus telah aktif!! Ditandai dengan sinar biru di kedua mata Golem.


WiiiiiiiIiiiiiiNnnGgggGGGg!!


Golem itu aktif dengan suara teramat sangat nyaring melebihi suara Golem penyerang.


Greeeep!!

__ADS_1


Wooow, kedua telapak tangan Golem tersebut pun ikut mengepal kuat.


"Apa aku boleh mencoba??" tanya Ferghus matanya berbinar-binar seketika. Amarru hanya mengangguk perlahan. Ketika Hisashi terjatuh, dan pertahanannya mulai ter patahkan, pikiran Ferghus memerintahkan Golem berwarna biru untuk berlari ke arah Golem penyerang.


Bang!!


Bang!!


Bang!!


Suara debuman langkah Golem berlari kencang. Ferghus mengarahkan tangan kanan Golem B untuk memukul bagian kepala Golem M. Sang Golem M terpukul mundur menciptakan angin puyuh hanya dengan menunjuk kearah tanah. Lalu muncullah angin pembawa buliran tanah yang mampu menghempaskannya hingga menuju arah


Ferghus!!


Blaaaaaaam!!


Pukulan telak kaki Golem M ke arah Golem B tidak terelakkan lagi karena Ferghus sibuk mengusap-usap kedua matanya dengan tangan. Adel segera menyiramkan air dari dalam botol air mineral ke wajah Ferghus. Sontak Ferghus Cloy, gelagapan dibuatnya tapi itu justru membuat matanya tidak pedih lagi. Ferghus memerintahkan Golem B bangkit, dan segera melakukan tinjuan beruntun ke arah perut sang Golem M hingga Golem M terpukul mundur.


Tanpa terduga, Ferghus mengecup pipi Adel tiba-tiba secara diam-diam. Ah, tapi dia seolah telah mengumumkan pada semua orang ketika ternyata Golem B bertingkah aneh terhadap Golem M! Sontak seluruh orang disana langsung menoleh ke arah Ferghus Cloy yang sibuk mengecup pipi Adel. Langsung menggelengkan kepala ada pula yang berdecak lalu bersiul.


Ferghus tersentak begitu mengetahui semua mata memandang dirinya dan Adel. Laki-laki itu berdehem, lalu berseru.


"Armian!! Bisakah kau membantuku, menemukan siapa yang mengendalikan Golem itu?!" permintaan tolong itu segera di iyakan oleh Armian.


Pria itu mau tak mau mengenakan kembali Glassmate untuk mencari tahu keberadaan sang pengontrol Golem M. Armian tersentak begitu mendapati dirinya terbang melayang setelah mengenakan Glassmate lalu berpijak pada bahu Golem B.


Sinar laser merah muncul ingin menyerang posisi Armian tapi Golem B menggunakan besi lain hingga membentuk sebuah tameng besar melindungi diri sendiri termasuk manusia yang memanjat bahunya.


ZAaaaaaazzzzzzzh!!


Rroaaaaaaarrrrrrrrr!!


Suara laser sekaligus suara besi yang di terpa laser memekakkan telinga.


"Aku tidak melihat siapa pun dimana-mana!!" teriak Armian melihat keseluruh penjuru lorong.


Weiiiiitz.......


Pekik Armian yang terpeleset dari bahu Golem B tapi tangan kokohnya mampu membuatnya bertahan, bergelantungan di bahu Golem B. Ferghus merentangkan lengannya hingga Armian mendapatkan posisi aman, dan merangkak kembali keatas bahu Golem B karena si Golem melakukan hal sama dengan pengendalinya. Glass mate tiba-tiba menangkap seekor kucing berada tepat di dalam telinga Golem M.


"Kucing? Kupikir sang pengontrol" gumam Armian berdecih kesal lalu mencari kembali sang pengontrol.


"Aku hanya menemukan kucing gemuk tepat di dalam telinga Golem!!" teriak Armian.


Rummmmbllllleeeee!!


Bledaaaaarrrrr!!


Tiba-tiba ledakan cahaya kemerahan membuat Golem B terlempar hingga terseret jauh!! Armian selamat karena ia ikut terlempar dan tidak terkena imbas dari ledakan tersebut. Laki-laki itu berlari kearah Ferghus.


"Apa yang kau katakan tadi?"


"Kurasa tidak penting. Hanya ada seekor kucing hitam gemuk, berada dalam telinga Golem"


"Apa?! Kenatt!! Kami butuh bantuanmu sekarang!!" pekik Ferghus sangat panik. Kenatt langsung berlari kearah Ferghus dan Armian dengan senjatanya.


"Kami telah menemukan pengendali Golem itu. Berupa seekor kucing, yang ada di bagian dalam telinga Golem. Apa senjatamu bisa kami andalkan broo?"


"Kau, meremehkan senjata buatan Armian?" cibir Kenatt.


"Gunakan Glassmate untuk mengetahui dimana tepatnya si kucing nakal itu" kata Armian menyodorkan Glassmate ciptaannya pada Kenatt. Pria bernama Kenatt berlari kearah Golem B tapi Golem M, menciptakan beberapa paku payung di tiap telapak tangannya.


Zaassh!!


Zash zaaaash!!


Golem M menembaki kaki Kenatt dengan paku-paku payung itu tapi Golem B menciptakan bongkahan besi padat untuk melindungi Kenatt dalam setiap jengkal langkah kakinya. Pria itu kemudian melompat dengan gerakan salto, lalu mendarat tepat di atas telapak tangan Golem B. Benda mati itu kembali merentangkan tangan agar Kenatt mampu merambat ke bahunya.


Menggunakan Glassmate, Kenatt langsung menatap lurus kearah target!! Benar saja ada seekor kucing hitam gendut, sedang menyeringai keji pada Kenatt. Pria itu segera membidik sang kucing menggunakan L WRC SABR, laras 20 inci khusus jarak jauh.


Duaaaar!! Bunyi melengking tembakan Kenatt menggema diudar...kurang dari 5 centi lagi, peluru itu segera melesat bersarang di kepala sang kucing. Kucing itu hanya menyeringai menatap Kenatt lalu melambaikan satu cakarnya dan...


Wink!!


Brooooooollllll!!


Kenatt dibuat terbengong-bengong melihat fenomena yang terjadi dihadapannya. Ya, kurang 5 centi lagi maka kucing itu bisa dienyahkan!! tapi bahkan peluru itu, baru akan mengarah ke hidung pesek si kucing, makhluk jadi-jadian itu sudah raib menghilang entah kemana?! Jadilah peluru hanya merontokkan Golem yang terbuat dari tanah hingga benar-benar tak berbentuk sama sekali.


"Kalian melihat apa yang terjadi?" tanya Kenatt tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, ketika semua kelompoknya terbang melayang menuju ke atas Golem ciptaan Ferghus.


"Tuan, Anda sangat kereeeen, bahkan bisa melenyapkan Golem sekaligus pengendalinya" puji Anastasya yang duduk di atas bahu Golem besi di sambut sorak sorai kawanannya.

__ADS_1


"Tidak. Bahkan Glassmate dengan sangat jelas memberi tahuku, bahwa peluruku tidak sedikitpun menyentuh satu pun bulu-bulunya. Dia...menghilang secara mendadak sebelum peluruku meluruh lantahkan Golem miliknya" jawab Kenatt kesal membuat semua orang menjadi lebih waspada. Karena itu artinya, makhluk itu masih bisa menyerang mereka kapan pun, dan dimanapun.


__ADS_2