Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku
Episode 11


__ADS_3

Ilham pulang kantor larut malam, karna ada pekerjaan yang harus dia selesai kannya, jadi dia harus lembur. Ilham membuka pintu kamarnya dengan pelan, takut membangunkan airin yang lagi tidur. Tapi ilham terkejutnya melihat airin masih duduk di meja belajarnya.


"Sayang kamu belum tidur." tanya ilham sambil mengusap kepalanya.


"Belum mas aku masih belajar."


"Tapi sayang ini sudah larut malam. Kamu harus istirahat."


"Besok aku UN mas. Aku harus belajar. Aku takut nanti gak lulus."


"Kamu pasti lulus sayang. Kamu kan pintar."


"Apaan sih mas. Udah ah kamu tidur aja duluan, kamu pasti capek baru pulang kerja."


"Ya udah ayo kita tidur."


"Bentar lagi aku tidur ya. 15 menit lagi, aku janji."


"Ya udah aku tidur duluan ya." ucap ilham mencium keningnya airin.


Ilham meraba-raba ranjangnya untuk memeluk istrinya, tapi dia tidak menemukannya. Jam dinding menunjukkan pukul 03.15. Ilham melihat airin tertidur di meja belajarnya. Ilham mengangkat tubuh airin dan menidurkannya di ranjang.


"Kenapa setelah 3 bulan lebih kita menikah, kamu belum juga mencintai ku." ucap ilham sambil mengusap pipi airin. "Apa yang membuat mu begitu keras menutup pintu hati mu. Sehingga setelah kebersamaan kita selama ini tidak bisa sedikitpun aku masuk ke dalamnya. Apakah perhatian dan kasih sayang yang ku berikan selama ini belum cukup untuk kamu membalas cinta ku. Tapi kamu gak usak khawatir, aku akan menunggu mu airin." ilham beranjak dari duduknya setelah mencium pipi airin. Ilham kembali tidur di samping airin dengan posisi membelakangi airin.


Airin yang tidur di samping ilham mengubah posisinya membelakangi ilham. Air matanya jatuh bercucuran. Ternyata airin tidak tidur, dia terbangun saat ilham mengangkatnya ke atas ranjang. Airin mendengar semua yang di katakan ilham.


"Maafkan aku mas. Aku juga benci pada diriku sendiri. Aku tidak bisa mencintai orang yang begitu tulus mencintai ku. Tapi kamu tenang aja mas, aku pasti akan berusaha mencintai mu. Aku tidak akan menyia-nyiakan laki-laki sebaik kamu." gumam airin dalam hati. Dia berusaha agar ilham tidak mendengar tangisnya.


***


"Sayang kamu kok pucat, kamu sakit." ucap ilham saat mereka berada di meja makan. Ilham menempelkan tangannya di kening airin untuk memeriksa suhu badan airin. "Badan kamu panas sayang."


"Aku gak apa-apa kok mas. Mungkin karna kurang tidur."


"Aku kan udah bilang jangan belajar terlalu malam. Kamu itu butuh istirahat."


"Maaf mas."


"Ya udah kalau gitu, kamu gak usah sekolah. Kamu istirahat aja di rumah."

__ADS_1


" Mas hari ini aku ujian."


"Kamu bisa ujian susulan sayang."


"Gak mas aku gak papa kok. Kamu gak usah khawatir ya."


"Ya udah aku antar kamu ke sekolah ya. Kamu gak boleh bawa mobil sendiri."


"Iya mas."


***


Hari ini sekolah tampak sepi. Karna kelas satu dan kelas dua di libur kan. Ilham membukakan pintu mobil untuk airin.


"Kamu yakin sayang mau tetap ikut ujian.?" tanya ilham.


"Iya mas aku gak papa kok. Kamu gak usah lebay gitu."


"Sayang aku khawatir sama kamu. Aku gak mau kamu kenapa-napa."


"Iya aku tau tapi kamu gak usah khawatir ya. Aku baik-baik aja kok."


"Gue gak papa kok.Ayo kita kelas." saut airin, kemudian menyalami suaminya. "Mas aku ke kelas dulu ya. Do'ain biar aku lulus ujian."


"Iya sayang. Mas pasti do'ain kok. Kalau ada apa-apa kamu cepat telfon aku ya."


"Iya mas." saut airin. Mereka pergi meninggalkan ilham dan masuk ke dalam kelasnya.


Airin tidak konsen melaksanakan ujiannya. Kepalanya pusing dan matanya buram. Tapi airin gak mau nyerah dia tetap menyelesaikan ujiannya, karna itu adalah ujian terakhir untuk hari ini.


BRUUKK..!


Tubuh airin jatuh ke lantai, dia tidak sadarkan diri. Semua murid di kelas itu panik dan membawa airin ke UKS.


Sesampai di UKS dokter meminta untuk membawa airin ke rumah sakit karna peralatan medis di sekolah terbatas. Siska menghubungi ilham untuk segera pergi ke rumah sakit.


Siska melihat seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa memasuki rumah sakit. wajahnya tampak panik dan terlihat sekali kekhawatiran di wajahnya.


"MAS , , disini mas." teriak siska.

__ADS_1


"Gimana sis. Dimana airin sekarang?." tanya ilham saat sudah berada di depan siska.


"Airin masih di periksa mas sama dokter."


"Kok bisa sih airin pinsan.?"


"Aku juga gak tau mas, aku beda kelas sama airin. Tadi ada yang ngasih tau aku kalau airin pinsan dan di bawa ke UKS, tapi saat aku sampai disana dokter bilang harus bawa ke rumah sakit."


Pintu ruangan airin terbuka dan ilham cepat menghampiri dokter yang keluar dari sana.


"Bagaimana keadaan istri saya dok."


"Istri bapak terkena gejala tifus, ini karna kelelahan dan kurang istirahat pak."


"Lalu bagaimana dok."


"Istri anda harus di rawat beberapa hari untuk pemulihannya."


"Lakukan yang terbaik dok"


"Kami akan berusaha untuk menyembuhkan istri anda."


"Apa saya boleh lihat istri saya dok."


"Boleh pak silahkan, tapi saat ini istri anda masih belum sadar kan diri. Kalau nanti dia sudah sadarkan diri anda bisa memanggil saya."


"Baik dok. Terima kasih." ucap ilham dan lansung masuk ke dalam menemui istrinya. Ilham tampak sedih melihat istrinya terbaring lemas di atas ranjang. Wajahnya begitu pucat.


Airin membuka matanya setelah satu jam lebih ilham menemaninya. Airin mengedipkan matanya untuk menyesuaikan cahaya di ruangan itu.


"Sayang kamu udah sadar." ucap ilham saat melihat airin membuka matanya.


"Mas. Aku dimana?" ucap airin serak.


"Kamu ada di rumah sakit sayang. Tadi kamu pinsan saat ujian."


"Mas. Aku haus." ucap airin. Ilham mengambil air putih di atas meja samping tempat tidur dan meminumkannya untuk airin.


"Makasih mas. Maaf kan aku mas aku udah ngerepotin kamu."

__ADS_1


"Ssst." ucap ilham sambil menempelkan telunjuknya di atas bibir airin. " Kamu gak usah banyak bicara dulu. Aku panggilin dokter dulu ya." ucap ilham yang di balas anggukan oleh airin.


__ADS_2